
Pelayan kaget.
“Tuan Kedua? Semua yang aku katakan ini fakta, Nyonya Kedua memang menggoda Tuan Pertama, kamu tidak percaya padaku?”
Ye Moshen dengan tatapan dingin melihat dia, “Selain kamu, ada siapa yang melihat lagi?”
Pelayan mengira Ye Moshen percaya pada dia jadi menggeleng kepala, “Waktu itu hanya ada aku saja, tapi Tuan Kedua aku bersumpah, aku benar-benar melihatnya.”
Mendengar ini, Ye Moshen dengan senyum menyindir, “Kalau hanya kamu yang melihat saja, maka tidak ada saksi yang yang bisa membuktikan itu fakta.”
Pelayan baru sadar maksud Ye Moshen, “Tuan Kedua, aku……”
“Cemburu? Jadi berbohong?”
Tatapan Ye Moshen sangat mengerikan, seperti bisa melihat isi dalam hatinya dan melihat jelas kelicikan dia. Pelayan menjadi panik karena kebohongannya terbongkar.
“Tuan Kedua, aku benar-benar tidak membohongi kamu, kamu harus percaya padaku.”
“Oh?” Ye Moshen dengan dingin berkata, “Aku Ye Moshen tidak percaya pada istriku sendiri malah percaya pada pelayan?”
“Aku……”
Pelayan melihat senyuman dia yang seram ini, dalam hati mulai menyesal. Karena dia melihat Ye Moshen mengabaikan Shen Qiao dan tidak peduli padanya, jadi dia baru berani mencelakai Shen Qiao, awalnya mengira jika dia memaki Shen Qiao, Ye Moshen akan setuju.
Tidak disangka respon Ye Moshen bisa begini.
“Bajunya kamu yang basahi.”, kata Ye Moshen dengan nada pasti, bukan bertanya.
Pelayan sekejap panik, kenapa bisa begini?
“Tuan Kedua, aku……”
“Keluarga Ye tidak perlu pelayan yang licik seperti kamu.”, kata Ye Moshen, lalu menengadahkan kepala melihat, seperti melihat orang mati, “Jika lain kali aku mendengarmu di luar asal bicara, kamu tahu akhirnya.”
Ting–
Kebetulan saat ini lift sudah sampai, Ye Moshen sendiri memutar roda pergi dan Pelayan itu jatuh duduk di lantai karena kakinya tidak bertenaga.
Sisi lain, Shen Qiao kembali mengganti baju, lalu melihat jas pria yang di samping.
Dia ingin bersiap mengembalikan jas ini pada Ye Linhan, tapi melihat jas itu sudah dibuatnya kotor, tentu saja tidak bisa dikembalikan sekarang.
Jadi Shen Qiao hanya bisa mencari plastik dan akan mencucinya dulu baru dikembalikan pada dia.
Selesai dia beres-beres, Shen Qiao baru keluar.
Beberapa saat ini dia naik bus ke kantor, seperti biasa sampai ke perusahaan, Shen Qiao menyapu kantor dulu, kemudian kembali ke posisi dia kerja.
Saat waktunya sudah tiba, Ye Moshen dan Xiao Su juga dengan tepat waktu keluar, saat terdengar suara, Shen Qiao juga melihat ke arah Ye Moshen.
__ADS_1
Ekspresi dia tetap dingin, tetap mengabaikan dia.
Shen Qiao tidak melihatnya lagi, hanya memegang erat pulpen.
Tidak tahu apakah dirinya yang berpikir banyak……
Ye Moshen seperti sedang marah padanya, tapi kenapa?
Apakah karena masalah yang di dalam kamar itu atau karena Ye Linhan?
Pikirannya sangat kacau, Shen Qiao juga mengabaikan, kemudian dengan serius bekerja.
Pertengahan dia ada mengantar dokumen sekali, dua kali kopi, tapi Ye Moshen hanya mengabaikan dia.
Saat siang Shen Qiao pergi ke kantin untuk makan, mendengar orang lain membahas.
“Hei, kalian sudah tahu belum? Sepertinya Grup Ye sudah membatalkan kerja sama dengan Grup Lu.”
“Benarkah? Kerja sama yang penting ini, kenapa mendadak dibatalkan?”
“Kedengarannya, ini adalah keputusan Tuan Muda Ye, saat rapat pagi tadi pastikan.”
Mendengar sampai sini, tangan Shen Qiao juga berhenti sejenak, saat rapat pagi tadi dipastikan? Tadi pagi jam berapa ada rapat? Dia kenapa tidak tahu?
“Keputusan Tuan Muda Ye? Jadi Kakek Ye sudah setuju belum?”
Shen Qiao menjepit satu sayur kemudian meletakkan ke depan mulut, tapi tidak ada selera makan.
Dalam hatinya merasa tidak senang, juga teringat tadi malam Lu Xunchang menggangu dia jadi terkena tendangan, kemudian teringat dengan perkataan Ye Moshen.
“CEO Lu kenapa melakukan hormat besar, ingin memohon asisten aku agar bekerja sama dengan perusahaan kamu?”
“Sayang sekali, meskipun kamu berlutut memohon asisten aku, Grup Ye juga tidak akan bekerja sama dengan Grup Lu.”
Sebelum pergi ke pesta, dia masih menyuruh dirinya menghubungi Lu Xunchang, jelas-jelas dia sangat menantikan proyek ini, tapi mengapa mendadak berhenti bekerja sama.
Apakah…… karena……
Shen Qiao tidak berani membayangkan lagi dan tidak ada selera makan lagi, dia mengambil piring dan berdiri kemudian naik ke atas.
Di dalam kantor sangat tenang, Shen Qiao mengetuk pintu.
“Masuk.”
Suara Ye Moshen tetap dingin.
Shen Qiao menarik nafas kemudian masuk ke dalam.
Ye Moshen tidak menengadahkan kepalanya, tatapannya melihat laptop dengan serius.
__ADS_1
Dia sedang mengurus pekerjaannya dan kopi yang ada di meja sudah habis, terlihat seperti belum makan siang. Shen Qiao berpikir sejenak, baru ingin mengingatkan dia sekarang sudah jam makan siang, Ye Moshen mendadak menengadahkan kepalanya dan melihat dia kemudian menggerakkan alis dan mengetuk meja, “Buatkan kopi.”
“Iya.”, kata Shen Qiao lalu berjalan ke sana untuk memgambil gelas, saat berbalik badan dia juga menoleh dan berkata, “Sudah jam makan siang, kamu lebih baik makan dulu baru kerja lagi.”
Sudah jam makan malah tidak makan, masih di sini untuk bekerja, juga terus meminum kopi, benar-benar tidak baik terhadap lambung.
Shen Qiao dalam hati berkata.
Tapi Ye Moshen sepertinya tidak mendengar perkataan dia.
“Tuan Muda Ye, kamu……”
“Kamu tidak dengar aku bilang buatkan kopi? Sejak kapan aku perlu diajari kamu harus berbuat apa?”
Mendengar ini, Shen Qiao hanya bisa memegang erat gelas, kemudian dengan marah membuatkan kopi.
Setelah meletakkan kopi, Shen Qiao tidak tahan untuk berkata, “Tuan Muda Ye, perut kosong minum kopi tidak baik terhadap lambung.”
Tangan Ye Moshen juga berhenti, dia menyipitkan mata melihat Shen Qiao.
Shen Qiao melihat tatapan dia yang tajam ini menjadi takut, hanya bisa dengan gugup jelaskan, “Sebagai asistenmu, aku ada hak untuk mengingatkanmu.”
“Hahaha, berpura-pura perhatian padaku? Ini juga salah satu cara kamu?” Ye Moshen menyindirnya.
Ini membuat Shen Qiao sangat marah, menggigit bibir, ingin melawan tapi terpikir kerja sama dengan Grup Lu, Shen Qiao merasa perlu bertanya dengan jelas.
“Dengar-dengar tadi pagi kamu rapat?”
Ye Moshen tidak menjawab.
“Dengan kerja sama Grup Lu……”
“Kenapa, apakah kamu mengira tidak kerja sama dengan Grup Lu karena kamu?”
Shen Qiao, “Aku……”
“Jangan berpikir banyak.”, kata Ye Moshen, kemudian dengan dingin berkata, “Lu Xunchang bukanlah orang yang serius bekerja dan proyek ini perlu kerja sama jangka panjang, Lu Xunchang bukan pilihan yang tepat.”
Rupanya bukan karena dia.
Shen Qiao akhirnya lega.
Jika masalah ini karena dia, maka dia akan merasa bersalah.
“Jadi, ada hubungan apa denganmu?”, kata Ye Moshen, kemudian dengan tatapan cemoohan melihat dia dan berkata, “Apakah kamu terlalu menganggap penting dirimu?”
Shen Qiao mengigit bibir berkata, “Tidak ada.”
“Tidak ada? Dari saat kamu masuk tidak berbicara, bukankah ingin mengatakan hal ini?”
__ADS_1