
“Asisten Shen, apakah mudah——Naik ke ranjang Presiden Ye?”
Salah satu wanita yang berdandan cantik itu mengusap rambut di sisi wajahnya, dia melihat Shen Qiao dengan merendahkan.
Shen Qiao langsung pucat mendengarnya.
“Apa maksud ucapanmu ini?”
“Maksud secara umumnya, kamu menggunakan cara ini baru bisa menjabat posisi asisten ini kan?” Wanita itu tertawa sinis: “Dulu katanya kamu diam-diam melakukannya, tidak disangka terang-terangan sekali.”
“Aduh, kakak Qiang Wei, tidak bisa disebut seperti itu, juga harus punya latar belakang kalau mau diam-diam melakukannya, dia ini tidak memiliki badan dan wajah yang bagus, mana mungkin bisa melakukannya? Kamu lihat bukankah dia masih datang makan di kantin? Sungguh mengira dirimu berhasil menguasai Presiden Ye karena turun dari mobil Presiden Ye? Tidak tahu malu.”
Bibir Shen Qiao pucat, tangannya memegang sumpit dengan erat.
“Tunjukkan caramu dong, kamu menggunakan cara apa untuk menggoda orang cacat yang impoten seperti Presiden Ye itu?”
Shen Qiao: “Apa yang barusan kamu katakan?”
“Menanyakan caranya padamu, kita juga ingin menjabat menjadi sekretaris, maka ingin memintamu mengajari beberapa cara.”
Shen Qiao hanya merasa marah karena mereka lebih dulu mempermalukan dirinya, sekarang mendengar mereka tiba-tiba menyebut Ye Moshen itu orang cacat yang impoten dibelakangnya, dia kesal sampai wajahnya cemberut dan meletakkan sumpit dengan keras.
“Siapa yang kalian bilang cacat dan impoten itu?”
Tiba-tiba ada aura yang menakutkan terpancar dari badan Shen Qiao yang membuat beberapa wanita itu terkejut, mereka memandanginya lama sekali baru tersadar dan tersenyum sinis: “Apa kamu tidak tahu siapa orang cacat yang impoten itu? Kenapa harus bertanya lagi kalau sudah tahu?”
“Aduh, sekarang orang ini kesayangan Presiden Ye, kamu sungkan sedikit kakmu bicara.”
“Aku takut apa? Bukankah hanya wanita simpanan saja?”
Setelah ucapan acat, impoten, wanita simpanan yang tidak enak didengar ini terucapkan, Shen Qiao tidak tahan lagi, dia melihat beberapa orang dihadapannya dengan dingin.
“Tidak menyangka kepribadian kalian serendah ini.”
“Kenapa? Kamu berani melakukannya dan masih takut diperbincangkan orrang?” Salah satu wanita tidak senang melihatnya dan langsung menyiram Shen qiao dengan sup yang panas.
Dia sangat cepat, Shen Qiao yang awalnya duduk dan lalu berdiri itu tidak menyangka sama sekali kalau wanita ini akan tiba-tiba bertindak, dia hanya melihat sup panas itu disiramkan kemari dan refleks memiringkan bahunya.
Tapi sup panas itu masih mengenai bahu dan punggung Shen Qiao.
Argh……
Sup itu baru disajikan dan disiramkan ke bahu Shen Qiao, kulitnya yang putih langsung memerah, makin parah karena pakaiannya yang basah menempel di kulitnya.
“Huh, masih mengira dirimu ini orang penting?”
__ADS_1
“Kamu juga tidak mencari tahu kami ini siapa!”
Shen Qiao memegang bahunya dan emosi sampai menggigit bibir bawahnya.
Luka yang awalnya belum sembuh kembali terbuka, dia melototi wanita yang menyiramnya itu.
Dia mengira kalau dirinya, Shen Qiao, sangat mudah ditindas ya?
Tanpa berpikir, Shen Qiao melemparkan piringnya sendiri kearah ketiga wanita itu.
“Argh!!!”
“Apa yang kamu lakukan?”
Terdengar jeritan tiga wanita didalam kantin.
Orang didalam kantin melihat kearah datangnya suara.
Nasi dan sayur Shen Qiao baru disajikan, saat dia melemparkan piringnya kesana, minyak dari masakan dan kuah itu mengenai badan ketiga wanita itu, tidak ada yang berrhasil menghindar.
Karena dituju kearah wanita yang berada ditengah, juga kebetulan mengenai orang yang menyiram Shen Qiao itu.
Kuah sayuran mengenai kepalany, menetes dari rambutnya lalu ke wajahnya.
Beberapa orang menjerit dan menyerang dan menjambak rambut Shen Qiao, Shen Qiao tidak mau terlihat lemah dan juga menjambak rambutnya, tenaganya kuat sampai langsung membuatnya menangis kesakitan karena dijambak.
“Sakit, kalian cepatlah bantu aku lepaskan tangannya dariku!”
“Dasar wanita ******! Lepaskan kakak Qiang Wei!”
Ada orang yang menangkap tangan Shen Qiao, Shen Qiao merasa sakit tapi tidak melepaskan tangannya, begitu dia melepaskannya, tiga orang dihadapannya akan menyerangnya dengan menggila dan saat itu bukan hanya tangannya yang akan diserang lagi.
Kantin menjadi kacau balau, banyak orang yang datang melerai, tapi keempat wanita ini berkelahi dengan terlalu mengerikan, maka tidak ada yang berani terlibat.
Dan ada orang yang berdiri disamping melihat kejadian ini.
“Apa yang sedang kalian lakukan?”
Ada suara yang bertanya dengan panik.
Shen Qiao diselamatkan dan ditarik orang, ketiga orang lainnya juga ditarik pergi.
Ketiga orang ini berantakan dan kacau, tapi mereka lebih menyedihkan dibanding Shen Qiao.
Orang yang datang itu Ye Linhan, dia melihat tampang Shen Qiao dengan lembut dan tidak tahan untuk mengerutkan alis, dia bertanya dengan marah: “Sebenarnya ada apa? Kenapa berkelahi?”
__ADS_1
Shen Qiao mengusap darah di sudut bibirnya dan tidak bicara.
Su Su yang menopang Qiang Wei disamping tiba-tiba maju kedepan dan menunjuk Shen Qiao.
“Wakil Presiden Ye, asisten Shen tiba-tiba melemparkan makanan ke badan kami, kami emosi maka berkelahi dengannya!”
Ye Linhan melihatnya sekilas: “Benarkah?”
Su Su terkejut karena pandangan ini dan mundur beberapa langkah, biasanya wakil Presiden Ye itu sopan, dan tidak pernah marah, namun pandangannya langsung menjadi tajam di saat ini, ada aura dingin yang terpancar dari badannya, seperti orang yang berbeda dengan dia yang dulunya lemah lembut.
“Wakil, wakil Presiden Ye……Begini, orang lain juga bisa menjadi saksi kami!” Su Su merasa dirinya sudah lama di perusahaan ini dan membual.
Ye Linhan melihat Shen Qiao dan suaranya melembut: “Sebenarnya ada apa? Apakah mereka menindasmu?”
Bagaimana mungkin Shen Qiao mengatakan itu pada Ye Linhan?
Dia menahan bibirnya dan tidak menjawab, wajahnya terlihat keras kepala, dia memandang tiga orang rendahan dihadapannya dengan dingin.
Ye Linhan merasa tidak berdaya dan segera memberikan jasnya sendiri ke badan Shen Qiao: “Tidak perlu mengatakannya dulu kalau tidak ingin, aku antar kamu berobat dulu.”
Shen Qiao tidak bicara dan ditopang Ye Linhan keluar.
“Wakil Presiden Ye, sungguh dia yang lebih dulu memukul kami, kenapa kamu mau melindungi wanita ini?”
“Wakil Presiden Ye!”
Ye Linhan membawa Shen Qiao ke ruang istirahatnya: “Disini ada kamar mandi, kamu masuklah dan mandi, aku akan meminta asistenku menyiapkan pakaian untukmu.”
Shen Qiao berdiri ditempat dan tidak bergerak, Ye Linhan mengerutkan alis: “Kenapa? Apakah kamu terluka?”
Setelah bicara, dia mengeluarkan tangan ingin menyentuhnya.
Shen Qiao kebetulan menunduk dan melihat noda di badannya, dia terkejut dan mundur kebelakang.
“Kamu jangan menyentuhku, badanku kotor.”
Walaupun tadi dia hanya tersiram sup, tapi kemudian badannya ternoda banyak karena berkelahi dengan mereka, kotor sekali sampai seperti keluar dari tong sampah saja.
Ye Linhan begitu bersih dan rapi, terlihat seperti orang yang lemah lembut, bagaimana mungkin boleh menyentuhnya yang begini?
Ye Linhan terkejut, tangannya yang terhenti diudara bergerak mantap kedepan dan memegang bahunya: “Bodoh ya? Aku tidak merasa kamu kotor, beritahu padaku dulu, apakah badanmu terluka? Atau aku antar kamu ke rumah sakit dulu?”
Membiarkan dia ke rumah sakit dengan keadaan yang parah seperti ini?
Shen Qiao: “Aku tidak apa-apa, aku masuk bersih-bersih dulu.”
__ADS_1