
“Tuan Ye, menurut data, Asisten Shen pernah diculik dan dijual kedika dia masih kecil.”
Ketika perkataan Xiao Su didengar, Ye Moshen baru saja melihat tempat yang dikatakannya.
“Karena Asisten Shen begitu berbeda dengan anak seumurannya, dia dikurung di dalam ruangan kecil sendirian, menurut kepolisian setempat saat itu, dia dikurung di dalam ruangan itu selama tiga hari tiga malam, dia tidak diberikan minum ataupun makanan sama sekali, dan tidak ada seorangpun yang mengunjunginya.”
Mendengar sampai disini, Ye Moshen meremas dokumen itu erat-erat.
“Tiga hari kemudian, pedagang manusia itu datang dan memukulinya, menurut apa yang dikatakan pada waktu itu, ketika polisi menemukannya, Asisten Shen sedang dalam kondisi hampir mati dan harus diselamatkan di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama.”
Berbicara tentang ini, Xiao Su berhenti sejenak, lalu berbicara dengan nada yang tidak biasa: “Pada saat itu…..Asisten Shen masih berumur sekitar 4 sampai 5 tahun…..”
4 atau lima tahun, dibiarkan kelaparan selama tiga hari, dan tidak diberikan minum, benar-benar……
Ye Moshen merasa hatinya seperti terpukul oleh sesuatu yang sangat keras, informasi yang diterimanya seperti terhubung menjadi sebuah petunjuk di tangannya, Xiao Su melihatnya hening dan berbicara padanya.
“Tuan Ye, apa anda sedang tidak enak badan?”
Mendengar perkataannya, tatapan tajam Ye Moshen seketika berubah, reaksinya, matanya yang dingin seperti menusuk Xiao Su, dia segera diam.
“Asisten Shen, mungkin karena kemarin dia dikurung di dalam kamar, setelah mati listrik, kegelapan di dalam ruangan mengingatkannya pada masa lalunya, oleh sebab itu dia menjadi seperti ini.”
Sebuah masa lalu yang kelam dan gep yang dialami oleh anak kecil berumur 4 atau 5 tahun pada saat itu.
Bagaimana bisa dia bertahan?
Ye Moshen tiba-tiba membayangkan tatapan matanya yang kabur ketika dia baru saja masuk ke rumah itu malam hari, dan mendengar dia keluar dari rumah malam itu, tidak lama kemudian, dia segera berbicara padanya tentang kondisinya dan mencari kesempatan untuk tinggal.
“Pergi ke rumah sakit.”
Ye Moshen meletakkan dokumen itu kesamping dan segera berjalan keluar.
Di rumah sakit.
Shen Qiao tertidur sepanjang malam, dan Nyonya Chen menjaganya sepanjang malam, dia tetap tidak membuka matanya, dokter datang untuk memeriksa dan mengatakan kalau dia masih terlalu lemah, jadi dia memberinya infus.
Di tengah-tengah kebingungan itu, Ye Moshen datang, dan Nyonya Chen segera bangun.
“Tuan, anda datang.”
“Nyonya Chen, apa dia sudah siuman?”
Nyonya Chen menggelengkan kepalanya: “Belum, aku sudah memperhatikannya sepanjang malam, namun Nona masih belum juga membuka matanya.”
Mendengar hal ini, Ye Moshen terlihat suram, sampai saat ini masih belum siuman?”
__ADS_1
“Namun dokter sudah datang untuk memeriksanya dan dia bilang ketika suasana hatinya kembali normal, dia akan segera siuman.”
Berbicara tentang hal ini, Nyonya Chen berhenti sejenak: “Sepertinya apa yang dikatakan dokter benar, karena Nona akan bangun sebentar lagi, aku akan kembali dan mempersiapkan makanan segar untuknya.”
“Baik.” Ye Moshen menyetujuinya, suaranya serak.
Xiao Su membuka mulutnya, suaranya juga terdengar serak: “Nyonya Chen, anda sudah lelah sepanjang malam, saya akan mengantar anda.”
“Tidak perlu tidak perlu, aku bisa naik bus, dan sampai dengan cepat, kamu dan Tuan Ye terlihat lelah matanya, apa kalian tidak beristirahat sepanjang malam?”
Ketika dia menyebutkan hal ini, Xiao Su mengeluh pahit, dia tidak tidur seperti biasanya, namun Ye Moshe……kenapa tidak tidur sepanjang malam?
Xiao Su kemudian memajukan pandangannya untuk melihat mata Ye Moshen.
“Cari mati?” Namun, begitu dia mendekatkan kepalanya padanya, mata suram Ye Moshen menatap wajahnya, dan Xiao Su segera mundur.
“Tuan Ye tidak tidur semalaman……apa karena khawatir tentang Asisten Shen?”
“…….” Ye Moshen mengerutkan keningnya.
“Tuan Ye, apa anda tidak menyadari, perasaan anda pada Asisten Shen…..”
“Apa kamu bilang?” Suara Ye Moshen tidak sedingin dan sebahagia orang pada umumnya, dan nafas suramnya juga terdengar.
Xiao Su menjilat bibirnya dengan tegang lalu berkata: “Tuan Ye…..apa anda menyukai Asisten Shen?”
Xiao Su mengambil langkah besar untuk mundur, dia gemetaran hingga keningnya berkeringat: “Tuan, Tuan Ye…..aku hanya bercanda!!! Anda tidak perlu begitu serius?”
Ye Moshen tidak berbicara, namun ekspresi dan mata di wajahnya sangat jelas, benar-benar kejam, bagaikan ingin memakan orang, Xiao Su segera menyesali perbuatannya, dan sulit baginya untuk menelan air liur nya.
“Tuan Ye…..jika anda tidak menyukai Asisten Shen, anda bisa menolaknya, mengapa…..harus memberikan respon seperti itu?”
Klik——-
Xiao Su mendengar suara sendiri yang bergerak, dia seperti sudah bisa memprediksi kalau dia akan menghancurkan beberapa tulangnya dan membiarkan Ye Moshen memukulnya, jadi dia segera mundur.
“Uhuk uhuk…..”
Namun pada saat ini, orang yang sedang terbaring di rumah sakit tiba-tiba saja batuk, dia yang mencairkan suasana mencekam itu.
Baru saja terjadi suasana yang mencekam seperti membunuh, mata dingin Ye Moshen segera memutar kepalanya setelah mendengar suara batuk Shen Qiao, dia mendorong kursi rodanya ke arah ranjang, “Tuangkan segelas air.”
Xiao Su meresponnya lalu menuangkannya segelas air hangat secepat mungkin.
Shen Qiao berada dalam koma dalam waktu yang lama, ketika dia membuka matanya, dia tidak bisa langsung beradaptasi dengan lampu yang ada di ruangan, dia membuka matanya sedikit lalu menutupnya kembali dengan tidak nyaman, setelah waktu yang cukup lama, dia kembali membuka matanya, yang dia lihat adalah wajah indah yang sangat familiar baginya.
__ADS_1
Mata Shen Qiao masih dalam kondisi tidak sadar.
Ye Moshen menatap dalam-dalam ke matanya, pembuluh darah biru di dahinya seperti melompat, apakah masih sama seperti kemarin?
Detik selanjutnya, Shen Qiao memejamkan matanya, ekspresi di wajahnya terlihat menyakitkan, dia kembali batuk.
“Duduklah.” Ye Moshen segera meresponnya dan perlahan membantunya untuk bangun, Xiao Su kemudian menyerahkan air padanya: “Asisten Shen, minum air terlebih dahulu untuk melancarkan tenggorokan dan perutmu.”
Shen Qiao berbaring di ranjang, dia tidak mendengarkan kata-kata Ye Moshen untuk duduk dan tidak juga mengambil air yang diberikan oleh Xiao Su.
“Asisten Shen?”
Shen Qiao tidak bergerak, dia tetap berbaring dengan hening, namun matanya menatap Ye Moshen secara langsung.
Dengan tatapannya yang seperti itu, membuat orang merasa sedikit merinding.
Ye Moshen tidak mempemperhatikan mata Shen Qiao, dia hanya membantu Shen Qiao untuk duduk.
Bak——-
Hanya saja, sebelum dia melihat Shan Qiao, tangannya dihempaskan oleh Shen Qiao.
Xiao Su: “…..”
Ye Moshen: “…..”
Ye Moshen terlihat mengerutkan keningnya dan memicingkan matanya sambil memandangnya.
Melihat matanya yang memandangnya, terlihat…..membencinya?
Apa dia salah melihat, ataukah dia memang benar-benar membencinya? Apa dia menyalahkannya karena telah mengurungnya di dalam ruangan?
“Pergi!” Setelah saling bertatapan selama beberapa saat, Shen Qiao berkata dengan keras, suaranya terdengar serak.
Alis Ye Moshen mengerut, dan suaranya terdengar dingin: “Istri kedua, apa kamu tahu dengan siapa kamu berbicara?”
Shen Qiao menggigit bibir bawahnya dan tidak menjawab.
“Bangun.”
Dia memerintahkannya.
Dia tetap tidak bergerak.Ye Moshen meraih tangannya, namun Shen Qiao tidak ingin di sentuhnya, namun dengan cara yang sama apakah Ye Moshen mau dipukul untuk kedua kalinya? Kali ini dia meraih pinggangnya, dan tangan lainnya di belakang punggungnya untuk mengangkatnya.
Shen Qiao begitu kurus, dan ringan, setelah sehari semalam dia kelaparan, dia tidak memiliki tenaga.
__ADS_1
Tiba-tiba saja tubuhnya diangkat oleh Ye Moshen.
“Lepaskan aku!” Dia berteriak marah, jarum yang ada di tangannya terlepas, dan dia mulai berdarah…..