
Suara Han Xueyou tidak kecil, melalui telepon suaranya terdengar mendadak diruangan ini.
Mungkin karena takut jadi Shen Qiao bergegas dengan tangan menutup ponselnya, kemudian melihat ke arah kamar mandi, tidak ada orang hanya terdengar suara air saja.
Dia bicara di sini, mereka pasti tidak akan kedengaran kan?
Terpikir sampai sana, Shen Qiao kembali meletakkan ponsel ke telinga nya, kemudian mengangguk kepala, “Iya, pesan yang aku kirim kamu sudah lihat belum?”
“Sudah lihat, kamu bilang sudah temukan kancing dan mungkin saja kancing ini milik pria itu kan?”
“Iya, kamu beberapa hari ini ada menemukan petunjuk?”
“Tidak ada, kamu tidak memberiku petunjuk, aku di sini juga akan susah mencarinya, Qiao Qiao jika kamu mempunyai barang milik pria itu, bentuk kancingnya seperti apa, kamu nanti foto dan kirim ke aku.”
“Baik.”
Han Xueyou di sana menghela nafas, “Bagaimana kabarmu? Ye Moshen tidak menyulitkan kamu kan?”
“Tidak ada, kita sudah buat perjanjian, aku masih ada waktu setengah tahun berada di Keluarga Ye, setelah setengah tahun berlalu aku akan pergi.”
“Pemikiran pria ini sangat dalam, waktu setengah tahun perut kamu juga akan kelihatan, tapi waktu itu kebetulan musim dingin, kamu juga kurus sampai saat itu hanya perlu memakai baju besar untuk menutupinya saja.”
“Iya.”
“Baik, kamu kirim fotonya ke sini dulu.”
Setelah menutup telepon, Shen Qiao membuka kamera kemudian meletakkan kancing bewarna emas ini ditelapak tangan lalu foto, baru mau mengirim foto, dari belakang sudah terdengar suara.
Shen Qiao kaget, tangan juga gemetar sehingga kancing itu jatuh, kemudian mengguling ke bawah tempat tidur Ye Moshen.
Shen Qiao hanya bisa melihat saja, melihat kancing itu jatuh ke sana, tapi dirinya tidak berani mengambil.
Dia menolehkan kepalanya, kebetulan melihat Ye Moshen didorong Xiao Su keluar dari kamar mandi.
Shen Qiao menggigit bibirnya, wajahnya juga menjadi pucat.
Setelah Ye Moshen keluar melihat dia dengan wajah pucat duduk di sana dan tangan memegang erat ponsel seperti melakukan kesalahan, kemudian Ye Moshen menyipitkan mata menatap dia.
Ditatap lama olehnya, Shen Qiao menjadi panik dan mengeluarkan keringat.
Dia sama sekali tidak bisa menutup perasaannya, jadi semua pemikirannya bisa terlihat dari wajahnya, Ye Moshen sangat sensitif, sekejap langsung melihat ada yang aneh.
Hanya saja malas berbicara dengan dia.
“Tuan Muda Ye, aku pergi dulu.”
__ADS_1
“Iya.”
Setelah Xiao Su pergi, Ye Moshen sendiri memutar rodanya ke arah jendela, tangannya memegang majalah ekonomi.
Shen Qiao melihat kondisi ini sampai bingung.
Ye Moshen yang sudah selesai mandi memakai baju berwarna hijau tua, warna ini membuat dia terlihat lebih tenang, juga membuat dia terlihat lebih dingin dan susah didekati, saat menundukkan kepala, melihat wajah sampingnya yang berekspresi yakin, juga bibir dia yang tipis dan sepasang mata dia yang hitam, benar-benar seperti gambaran seorang pelukis.
“Tampan kan?”
Saat melihat, dia sampai melamun, suara yang dingin juga terdengar.
Shen Qiao sadar kembali, melihat Ye Moshen dengan pelan menengadahkan kepala, tatapan yang dingin ini juga melihat dia.
Melihat orang sampai melamun kemudian diketahui orang, benar-benar merasa malu.
Shen Qiao batuk sekali kemudian dengan wajah memerah melihat arah lain.
Sejenak kemudian dia baru sadar, tidak benar, dia sekarang tidak seharusnya memikirkan masalah ini, dia seharusnya memikirkan kancing yang jatuh ke bawah tempat tidur Ye Moshen dan bagaimana cara mengambilnya?
Shen Qiao tidak berani pergi mandi, takut Ye Moshen tahu hal ini.
Sebenarnya jika ketahuan dia juga tidak perlu takut.
Hanya saja Shen Qiao tidak percaya diri!
Setelah beberapa saat, Ye Moshen yang ditatap lama oleh Shen Qiao menjadi kesal, kemudian menutup majalah dan mengejutkan Shen Qiao.
Dia bergegas melihat ke arah lain
Ye Moshen memutar rodanya berjalan ke arah dia.
Setelah Shen Qiao mendengar ini juga bergegas berdiri.
“Aku pergi mandi dulu.”
Selesai bicara, Shen Qiao bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Saat ini dia juga tidak mempedulikan kancing itu lagi, hanya tahu tatapan Ye Moshen sangat mengerikan, Shen Qiao hanya bisa bergegas bersembunyi ke kamar mandi.
Shen Qiao berpikir, dia mandi agak lama, jadi saat keluar Ye Moshen juga sudah tidur, kemudian dia ke bawah tempat tidur mengambil kancing itu.
Selesai memutuskan, Shen Qiao juga dengan serius mandi.
Tapi tunggu dia selesai mandi, Shen Qiao baru tahu ada masalah yang lebih kacau dari kancing yang di bawah tempat tidur.
__ADS_1
Yaitu…… dia lupa mengambil baju masuk ke dalam!!!
Tadi dia kabur terlalu cepat, jadi lupa mengambil baju, baju yang lama sudah basah, sama sekali tidak bisa dipakai, Shen Qiao hanya bisa terdiam ditempat, baru menyadari ada satu handuk yang bisa dipakai.
Jadi dia menutupi dengan handuk tapi tidak berani keluar.
Kesan Ye Moshen terhadap dia sangat kacau.
Jika dia memakai handuk keluar, dia pasti akan mengira dirinya sedang menggoda dia.
Jadi Shen Qiao hanya bisa di dalam kamar mandi selama setengah jam, tunggu sampai dirinya hampir tidur, kebetulan juga waktu Ye Moshen istirahat jadi dia dengan diam-diam berjalan keluar dari kamar mandi.
Di luar sangat tenang, satu orangpun tidak ada.
Ye Moshen seharusnya sudah tidur kan?
Shen Qiao tidak memakai sepatu berjalan keluar.
“Wanita yang menikah dua kali.”
Suara yang dingin terdengar dari samping, Shen Qiao berhenti melangkah, dia dengan tidak menyangka melihatnya.
Ye Moshen……
“Kamu, kamu bukannya sudah tidur?”
“Hehehe.” Ye Moshen tertawa, “Kamu amnesia ya? Kamu tidak bantu aku, aku bagaimana tidur?”
Shen Qiao, “……”
Dengan malu melihat dia, kemudian Shen Qiao menunjuk dirinya, “Bantu kamu naik ke tempat tidur?”
“Jadi menurut kamu?”, kata Ye Moshen sambil menggerakkan alis, lalu dengan tatapan jahat melihat dia.
Selesai mandi kulit dia sangat putih dan masih ada tetesan air sehingga membuat kulitnya kelihatan sangat kenyal, mungkin karena di kamar mandi terlalu lama jadi wajahnya juga memerah bahkan matanya juga seperti dipenuhi air.
Handuk juga menutupi bagian yang perlu ditutupi, tapi masih bisa terlihat sangat menggoda orang.
Sepasang kaki panjang yang cantik ini juga dengan tidak nyaman berdiri di depan dia, mungkin dia tidak menebak bisa bertemu dengannya atau mungkin ini semua sudah direncanakan.
“Sini.”, kata Ye Moshen.
Shen Qiao menelan ludah.
Dia sekarang tidak memakai baju, Ye Moshen suruh dia ke sana?
__ADS_1
“Kamu tunggu sebentar!”, kata Shen Qiao kemudian ingin pergi mengganti baju, tidak sangka Ye Moshen tetap bersikeras menyuruhnya.
“Kamu ini tuli ya, aku suruh kamu ke sini.”