
Shen Qiao mana ada waktu untuk memikirkan hal ini, sekarang yang membuatnya khawatir adalah, siapa sebenarnya yang mengirimkan gambar-gambar itu ke hadapan Ye Moshen.
Kemarin saat dia dan Ye Ling Han keluar makan hot pot, dia memperhatikan sekitar, sepertinya tidak ada orang.
Tapi pada akhirnya merasa seperti ada orang yang mengikuti mereka.
Tidak disangka dugaan indera keenamnya benar, benar-benar ada orang yang mengikuti mereka.
Tapi, siapa orang ini? Mengapa dia mau mengambil gambar-gambar it, dan mengirimkan ke hadapan Ye Moshen, apa tujuannya sebenarnya?
“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Xiaoyan mengedipkan mata, menatapnya dengan polos.
Shen Qiao mengenalnya tidak lama, tapi masalah itu sangat sulit jika tidak dibagikan, jika harus memendamnya terus pasti akan lelah, jadi dia pun berkata: “Menurutmu, biasanya orang macam apa yang bisa melukaimu?”
Mendengar ucapannya, Xiaoyan memutarkan matanya: “Pertanyaanmu ini sungguh konyol. Perama-tama tentu saja orang yang iri padamu! Atau demi mendapatkan keuntungan!”
Shen Qiao termenung.
Analisa seperti ini benar juga.
“Kamu dicelakai seseorang? Apa yang terjadi?” tanya Xiaoyan penasaran.
“Bukan, itu masalah temanku.” Shen Qiao menceritakan masalah itu dengan sederhana: “Temanku baru menikah dengan suaminya 2 bulan, tapi suatu hari dia keluar bersama rekan kerjanya dan situasi ini diambil gambar. Lalu foto itu dikirimkan ke tangan suaminya. Menurutmu kira-kira siapa yang akan mengambil gambar itu?”
“Menikah dua bulan?” Xiaoyan mencoba berpikir: “Suami istri ini hubungannya baik atau tidak?”
Shen Qiao mengangguk kepala tanpa ragu.
Hubungan dia dan Ye Moshen bukannya tidak baik, melainkan sangat parah. Apalagi beberapa hari ini, menjadi semakin parah.
“Uh, menurut analisaku, mungkin ada dua alasan. Pertama, pria itu disukai oleh wanita lain, kemudian sengaja mengambil gambar itu dan dikirimkan ke suamimu agar bisa tertangkap basah!”
Shen Qiao langsung memutuskan pembicaraan: “Bukan suamiku!”
“Aduh, jangan terlalu peduli dengan detail. Kedua, suamimu tidak percaya denganmu, jadi dia menyuruh orang untuk menguntitmu!”
Shen Qiao: “…… Sudah kubilang bukan suamiku, mana boleh asal bicara.”
Telinganya mulai memerah. Xiaoyan ini memang tidak bisa menahan mulutnya. Apakah dirinya sendiri yang salah menanyakan pertanyaan?
Xiaoyan mendekati penasaran, tersenyum: “Shen Qiao, jangan bilang kamu sudah menikah?”
Shen Qiao: “Tidak!”
Tidak boleh membocorkan informasi kepada orang perusahaan bahwa dirinya dan Ye Moshen telah menikah.
__ADS_1
Pertama, dia dan Ye Moshen bukanlah suami istri yang sesungguhnya, jadi sebaiknya menjaga hubungan yang tidak diketahui orang, lagi pula lima bulan lagi dia akan pergi.
Kedua, jika wanita dalam perusahaan ini tahu bahwa dia telah menikah dengan Ye Moshen pasti akan merobek dirinya.
Meskipun Xiaoyan telah menetapkan bahwa wanita yang dia sebut itu adalah dirinya, bagaimana pun Shen Qiao menjelaskan tidak akan ada gunanya.
Terakhir Shen Qiao hanya bisa mengakuinya.
Ponsel tiba-tiba bordering, Shen Qiao melirik, itu pesan dari Han Xueyou.
Han Xueyou {Shen Qiao, nanti malam keluar makan ya, aku akan memberitahumu hasilnya.}
Melihat pesan itu, tangan Shen Qiao gemetar.
Dua hari ini dia selalu sengaja menyembunyikan masalah ini, tidak ingin tahu, bahkan sengaja tidak pergi mencari Han Xueyou.
Tapi pada akhirnya, tidak bisa terhindarkan.
Shen Qiao berpikir, lalu mengiyakan Han Xueyou.
Xiaoyan melihat dia sedang mengetik di ponsel, kemudian melirik ponselnya.
“Hasil apa?”
Mungkin hatinya sedang hampa, tangan Shen Qiao getar, jadi ponselnya tidak sengaja terjatuh di lantai.
Han Xueyou menggunakan foto kepalanya sendiri, awalnya Xiaoyan melihat wanita ini sangat cantik. Namun kedua kalinya melihat jadi tampak aneh, lalu mengeluh.
“Apakah orang ini adalah temanmu? Wajahnya terlihat aneh.”
Shen Qiao mengelap layar ponselnya, melihat ponselnya semua normal, baru bisa tenang.
“Kamu jangan asal bicara.” Pertemanan Shen Qiao dan Han Xueyou sudah sangat lama, Han Xueyou menganggapnya seperti keluarga sendiri. Begitu mendengar Xiaoyan mengatakannya seperti itu, seketika menjadi tidak tenang.
“Aku tidak asal bicara. Kamu lihat alisnya dan sudut matanya, aduh~ dia ini terlihat seperti penjahat.”
Shen Qiao: “……”
Xiaoyan: “Jika ada orang yang menusuk pisau padamu, orang itu bisa jadi adalah dia.”
Shen Qiao tidak menyangka Xiaoyan bisa membuat ramalan.
Hanya saja sekarang dia tidak tahu apa-apa, setelah mendengar ada orang yang mengomentari sahabatnya, dia tentu menjadi kesal.
“Xiaoyan, aku berteman denganmu karena aku merasa meski kamu terlihat sombong, tapi sikap aslimu tidak jahat. Tapi aku tidak sangka kamu bisa mengomentari orang hanya dari foto. Xueyou adalah teman baikku, aku tidak ingin orang lain berkata buruk tentangnya, kamu mengerti?”
__ADS_1
Xiaoyan menepuk bibir: “Baiklah, kamu tidak suka ya aku tidak bicara. Tapi dia itu benar-benar terlihat seperti penja…… sudahlah, aku tidak ngomong, makan!”
Suasana makan kali ini sangat buruk, setelah Shen Qiao makan, mereka pun berpisah ke tempat kerja masing-masing.
Setelah istirahat sebentar, dia pun mulai merapikan data.
Di tengah, Ye Linhan datang mencari Ye Moshen untuk melaporkan suatu hal, ketika melewatinya, dia tiba-tiba memberinya segelas susu panas.
Kemarin kita berdua makan hot pot diambil gambar oleh orang lain. Hari ini dirinya memberikan susu apakah akan ada orang yang foto juga?
Tiba-tiba Shen Qiao teringat dengan dua kemungkinan yang dikatakan Xiaoyan.
Sebenarnya belum tentu orang lain yang mencelakakannya. Manatau Ye Moshen selalu menganggapnya sebagai wanita murahan, dan takut dia diselingkuhi, jadi sengaja mencari orang untuk menguntitnya.
Teringat hal ini, Shen Qiao menelan air ludah.
“Kakak, tidak perlu.”
Ye Linhan tetap tersenyum lembut: “Aku ambil sekalian saja. Minumlah dengan tenang, apalagi di sini tidak ada orang yang melihatnya.”
Shen Qiao: “……”
“Aku pergi cari Moshen.”
Setelah Ye Linhan pergi Shen Qiao memegang segelas susu itu, kehangatan dari gelas yang dihantarkan dari susu itu mengantarkan kehangatan hingga ke dalam hatinya.
Kakak ini…… sangat perhatian.
Setelah Shen Qiao meminumnya, dia merasa tubuhnya menjadi hangat, dan terasa jauh lebih nyaman.
Menunggu jam pulang kerja dengan tidak gampang, Shen Qiao sudah sangat kelelahan. Data itu terlalu banyak, membuat matanya kabur.
Ketika dia beristirahat di kursi dan bersiap untuk membawa tas dan pergi, pintu kantor kebetulan terbuka.
“Sudah selesai bekerja?”
Suara dingin itu terhantarkan di udara.
Shen Qiao maju selangkah, terhenti, ketika menoleh dia berpapasan dengan tatapan mata Ye Moshen.
“Sudah waktunya pulang.” Jawabnya dengan suara kecil.
Tatapan mata Ye Moshen dalam: “Sejak kapan Ye Shi memelihara pekerja yang memiliki kebiasaan pulang sebelum pekerjaan selesai?”
Shen Qiao: “……”
__ADS_1
Jadi maksudnya ingin dia lembur?
Shen Qiao tentu saja tahu dia ingin menyiksanya, dia pun menggigit bibir, menjelaskan dengan suara rendah: “Besok aku datang lebih awal, boleh? Aku sudah janji ketemuan dengan Xueyou, aku……”