
Setelah mendengar ini, Shen Qiao melirik ke arahnya, sambil menggigit bibirnya dia menjelaskan: “Aku akan mencucinya untukmu.”
“Dicuci bagaimana?” Ye Moshen Meliriknya dengan sinis: “Cuci dengan tangan?”
Shen Qiao berhenti sesaat, lalu sambil mengedipkan matanya berkata: “Tentu saja tidak. Aku akan membawanya ke toko laundry.”
Meskipun keluarganya bukanlah merupakan keluarga yang kaya, dia masih tahu bila setelan jas seperti ini tidak bisa dicuci biasa, terutama pakaian mahal seperti ini.
“Oh, masih saja bodoh.” Ye Moshen mencibirnya: “Tapi, apa kamu pikir meskipun sudah dicuci aku akan mengenakannya?”
Shen Qiao hanya cemberut dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Ye Moshen lanjut menusuk hatinya dengan sikapnya yang acuh itu: “Aku merasa jijik karena jas itu sudah kamu pakai. Tidak tidak akan menggunakannya lagi meskipun sudah dicuci. Sama seperti seorang wanita yang angkuh dalam hatinya, tidak peduli seberapa polos dari luar, dia juga tetap masih seorang yang tidak bisa dipercaya, mengerti?”
Shen Qiao awalnya tidak peduli, tapi setelah mendengar ini dia tidak tahan lagi lalu mengucapkan: “…. Bukankah ini hanyalah sebuah jas? Apa aku yang memohon padamu untuk memberikannya padaku? Kamu sendiri yang memakaikan jas ini ke tubuhku, kamu yang merasa bila aku ini kotor, kalau begitu tadi kamu setengah hari di dalam ruangan rapat meraba-raba tubuhku lalu mengapa kamu tidak mencuci tanganmu?”
Ye Moshen: “….”
Xiao Su: Gila, terlalu banyak informasi yang diberikannya.
Merabanya…. Setengah hari?? Xiao Su diam-diam melihat ke arah Shen Qiao, dia tak bisa menahan dirinya untuk mengacungkan jempolnya untuk dia!
Ye Moshen tidak menyangka bila daya ledak kucing kecil ini sangat luar biasa, bahkan dia bisa mengungkapkannya di depan orang ketiga, tapi dia tersedak untuk sesaat, lalu dia hanya bisa mengatakan dengan suara yang ganas: “Bagaimana kamu tahu kalau aku tidak mencucinya?”
Shen Qiao sambil mengikuti kata-katanya itu membalas: “Kalau sudah dicuci lalu kenapa? Lagipula tidak akan bisa dicuci bersih, sebaiknya dibuang saja!”
Ye Moshen: “….”
Xiao Su membuat sebuah ekspresi tertawa terbahak-bahak dalam hatinya, Asisten Shen…. Ternyata sangat luar biasa!
Shen Qiao juga menjadi kesal olehnya. Dia merasa bila sudah sangat cukup baik untuk membawakan jasnya kembali, dia sudah mengatakan juga bila akan membawanya ke toko laundry untuk dicuci. Kalau memang dia tidak mau memakainya ya sudah, tidak perlu sampai mengucapkan kata-kata seperti itu untuk menyindirnya. Kesal sekali, sungguh membuatnya kesal.
Suasana di dalam lift itu sangat canggung dan mendominasi, momentum dari Shen Qiao yang sedang kesal itu pun tidak berkurang sedikitpun, dan juga amarah Ye Moshen perlahan meningkat juga.
Tatapannya terlihat dalam, dan matanya yang gelap itu menatap Shen Qiao dengan cahaya yang mengerikan.
Di hadapan tatapan yang penuh ancaman ini, punggung Shen Qiao terasa dingin, tapi dia masih berdiri dengan tegak dan menatap Ye Moshen dengan tatapan yang menentangnya.
Untuk sesaat, Ye Moshen mencibirnya dengan kesal, “Sungguh wanita yang tidak tahu malu.”
Ting—-
__ADS_1
Shen Qiao melihatnya dengan penuh kebencian dan keluar dari dalam lift dengan cepat.
Xiao Su berpikir untuk sesaat, dan merasa bila Shen Qiao ini sangat pemarah. Jika dia melihat ke arah Ye Moshen, meskipun dia juga pemarah, tapi jelas sekali bila dia telah dibuat kesal oleh Shen Qiao.
Tiba-tiba, Xiao Su sedikit samar-samar mengenai bagaimana bisa terjadi seperti ini?
Siapa yang tidak tahu bila meskipun ada saat Tuan Ye duduk di kursi roda, namun suasana hatinya dan juga mulutnya sangatlah beracun. Ketika menghadiri sebuah pesta, jangankan pria, bila ada wanita yang menghampirinya dia juga tidak bersikap sopan. Kemudian mereka hanya akan pergi sambil menangis meninggalkannya, dan berlari sambil marah.
Shen Qiao biasanya terlihat seperti buah kesemek yang lembut, yang mudah ditindas. Tapi siapa yang menyangka bila ternyata…. Bila perlu dia juga bisa menekankan maksudnya.
Kalau begitu masalahnya adalah….
Xiao Su berjalan ke hadapannya dan dengan sikapnya yang patuh bertanya: “Tuan Ye, apa perlu aku menyiapkan pisau untuk anda?”
….
“Pergi!” Ye Moshen menendangnya pergi.
Setelah Shen Qiao pergi meninggalkan kantornya, dan bersiap-siap untuk pergi menuju ke tempat pemberhentian bus. Ketika sedang menunggu bus tiba, sebuah mobil Bentley berwarna silver keabuan berhenti di depannya.
Kaca jendela mobil itu diturunkan, menunjukkan alis dan mata Ye Linhan yang lembut.
“Kakak?” Shen Qiao terhenti sesaat, “Mengapa anda ada di sini?”
“Pulang ke rumah? Naiklah ke mobil, biar kakak antarkan kamu.”
Naik mobil Ye Linhan pulang ke rumah keluarga Ye? Kalau begitu pasti bisa ketemu dengan Ye Moshen. Kalau sampai saatnya nanti Ye Moshen akan mengatakan bila dirinya tidak bisa dipercaya lagi, pikiran ini jelas terlintas dalam pikirannya. Shen Qiao dengan sungkan menolak tawaran Ye Linhan: “Tidak perlu kak, aku sudah terbiasa naik bus.”
Ye Linhan masih tidak menyerah, sambil tersenyum berkata: “Bis umum ada banyak orang, lebih nyaman bila naik mobil kakak.”
Shen Qiao: “Sungguh tidak perlu kakak, anda pulang saja duluan.”
Ye Linhan: “Apa kamu khawatir bila naik mobilku akan menjadi bahan pembicaraan orang-orang?”
Shen Qiao: “Maaf kakak, aku….”
“Atau kamu menyalahkan kakak karena pagi ini tidak melindungimu?” Setelah bicara sampai di sini ekspresi Ye Linhan sedikit kesepian. Bahkan senyuman lembut di wajahnya pun sedikit memudar: “Sudahlah, kalau memang begitu….”
Karena ini berada di depan tempat pemberhentian bis, percakapan antara Shen Qiao dan Ye Linhan dilihat dan didengar oleh orang lain. Lalu berbagai mata yang penasaran melirik ke arah Shen Qiao yang membuatnya merasa sedikit canggung. Ditambah lagi, dia juga tak berdaya menghadapinya.
“Kakak.”
__ADS_1
“Cepat naik ke mobil.”
Akan tetapi, Shen Qiao hanya bisa pergi menuju ke sisi lainnya, membuka pintunya lalu duduk di dalamnya.
Setelah masuk ke dalam mobil, Shen Qiao mulai cemberut. Di sini masih dekat dengan kantornya, meskipun ada beberapa jalan untuk pulang ke rumah, tidak tahu apabila Ye Moshen akan lewat di sini dan melihat kejadian ini?
Tapi dia tidak seharusnya mengkhawatirkan ini sekarang, yang seharusnya dia khawatirkan adalah apa yang akan terjadi ketika dia pulang nanti.
Berpikir sampai di sini, Shen Qiao segera membuka mulutnya mengatakan: “Kakak, nanti turunkan aku di persimpangan dekat rumah saja.”
Mendengar ini, Ye Linhan meletakkan tangannya di setir mobil, sesaat kemudian dia menatapnya sambil tersenyum: “Adik, apa dilihat bersama dengan kakak ini memalukan?”
Mulut Shen Qiao tersentak sesaat. Bukan masalah dilihat oleh orang biasa, tapi ada orang yang benar-benar mengerikan.
Pagi tadi dia mengenakan setelah pakaian yang disiapkan oleh pelayan Ye Linhan. Hasilnya, Ye Moshen menjadi marah dan merobek pakaiannya, meskipun di belakangnya masih ada pakaian untuk dia kenakan.
Tapi sifat semacam ini yang membuatnya sangat ketakutan.
Jika malam ini sampai dirobeknya lagi…. Shen Qiao sungguh tidak berani menjamin apabila Ye Moshen akan melakukan sesuatu terhadap dirinya.
“Baiklah, aku tahu masalahmu. Aku akan mengantarmu sampai ke persimpangan dan berhenti di sana.”
Ye Linhan merupakan orang yang pengertian.
Shen Qiao barulah bisa merasa lega lalu mengatakan: “Terima kasih kak.”
“Ngomong-ngomong, kamu dengan Moshen…. Apa hubungan kalian selalu seperti ini?” Ye Linhan tiba-tiba bertanya.
Setelah mendengar ini, Shen Qiao tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.
Berdasarkan peraturannya, hubungannya dengan Ye Moshen merupakan pernikahan kontrak, dan akan bercerai setelah setengah tahun kemudian. Akan tetapi, ini hanyalah rahasia di antara mereka berdua, tidak ada alasan untuk memberitahu Ye Linhan.
“Adik, kamu jangan salah paham. Maksud aku…. Apakah dia selalu bersikap buruk padamu?”
Shen Qiao memejamkan matanya sambil tersenyum: “Tidak peduli apabila dia jahat atau tidak, sifat pemarahnya memang seperti ini bukan? Bukankah kakak yang memintaku untuk memahaminya?”
“Memang benar, tapi kakak masih sedikit mencemaskan dirimu.” Ye Linhan menghela nafasnya: “Mungkin, keputusan yang dibuat oleh kakek salah. Apa aku belum memberitahumu? Sebenarnya, Moshen dan aku bukanlah kakak beradik.”
Shen Qiao terkejut menjawab: “Bukan, bukan kakak adik?”
Pantas saja sikap Ye Moshen terhadap Ye Linhan selalu sangat buruk, ditambah lagi gayanya ketika berurusan dengan keluarga juga aneh.
__ADS_1