Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 92 Balasan Yang Setimpal


__ADS_3

Keluarkan, ungkapkan keluar, lalu bagaimana kalau orang lain tahu?


Shen Qiao tidak berkata apa-apa.


Bahkan sedikit mendorong untuk menyingkirkan tangan Ye Linhan ke samping dengan merasa jijik sambil mengatakan: “Kamu pergi saja, aku ingin sendiri untuk sementara waktu.”


Ye Linhan tidak marah ketika dia mendorongnya, malah tersenyum padanya. Kemudian dia bangkit berdiri dan menuju ke sampingnya untuk duduk di sana, bersandar di pohon sama sepertinya.


“Kalau aku pergi, kamu malah akan menangis lebih parah lagi sendirian.”


Ye Linhan menjelaskan dengan lembut: “Sebenarnya, saat sedang sedih, malah lebih buruk bila sendirian, karena terlalu banyak waktu untuk memikirkan mengenai prosesnya. Tapi jika ada orang lain untuk diajak bicara, kamu akan perlahan melupakan alasan…. Mengapa kamu sedih.”


Suaranya perlahan menjadi terdengar sedih. Shen Qiao melihatnya tercengang, lalu mengatakan, “Kamu…. Apa kamu juga pernah patah hati sebelumnya?”


Mendengar ini, Ye Linhan menatap matanya lalu berkata: “Sepertinya memang berhasil. Kamu sekarang sudah mulai untuk peduli dengan masalahku.”


Shen Qiao tersedak, menyadari bila ternyata memang benar.


Melihat ke arah Ye Linhan yang ada di depannya, Shen Qiao menyenderkan punggungnya, merenggangkan tangannya lalu mengusap semua air mata dari wajahnya, dan menarik nafas yang dalam.


“Aku tidak sama denganmu, aku cukup sendiri saja tidak apa-apa.”


Rasa sakit itu akan sembuh dengan sendirinya, tidak perlu orang lain untuk merawatnya.


“Kalau kamu terus keras kepala seperti ini, kamu sendiri yang akan tersakiti.” Ye Linhan lalu menambahkan lagi: “Moshen juga bukan seseorang yang berhati dingin. Apa kamu pernah memikirkan untuk menunjukkan kelemahanmu di depannya? Mungkin dia sayang padamu. Kalau dia sayang padamu, bagaimana mungkin dia akan membiarkanmu menangis sendirian?”


Shen Qiao memikirkan ini dalam hatinya, aku tidak butuh dia sayang padaku. Lagipula, kamu juga tidak tahu mengenai urusanku dengan dia.


Melihat dia hanya diam saja, Ye Linhan menatap ke langit malam itu dan tidak mengucapkan apa-apa lagi.


Untuk waktu yang cukup lama, dia tiba-tiba mengulurkan tangannya dan menggenggam pergelangan tangan Shen Qiao yang putih itu. Shen Qiao terkejut dan tidak disadari ingin menarik tangannya kembali.


“Aku tahu bila kamu telah dianiaya ketika menikah dengan keluarga Ye. Jika masalah yang membuatmu sedih nantinya, kamu bisa datang mencariku.”


“Kak, kakak….” Shen Qiao menarik kembali tangannya, menatap ke tangan Ye Linhan yang lembut namun tampak kuat itu. Dia melamun lagi. Setelah menarik kembali tangannya, dia memberikan punggungnya ke arah dia dan menatap ke bawah melamun saja.


Tidak jauh dari sana, Xiao Su dan Ye Linhan melihat pemandangan ini dengan mata mereka.

__ADS_1


Xiao Su merasa bila suasana di sekitarnya telah berubah. Dia ingin berbicara dengan Shen Qiao, tapi tidak tahu bagaimana menjelaskan pemandangan ini, jadi hanya bisa tetap hening saja.


Ye Moshen melihat ke arah kedua sosok itu. Sinar bulan bersinar melalui celah di antara daun-daun dan menyinari mereka. Cahaya bulan yang hangat itu seperti memberikan mereka sebuah lapisan yang indah. Dari kejauhan, mereka tampak sangat serasi.


Barusan Ye Moshen melihat gerakan kedua orang itu. Ketika jari Ye Linhan menyentuh mata Shen Qiao dan dengan lembut mengusap air matanya, Ye Moshen hampir bergegas untuk memukulnya. Tapi Xiao Sul ah yang menahan pundaknya, sambil mengucapkan: “Tuan Ye, jangan gegabah.”


Entah sejak kapan sifat dan pikiran Ye Moshen berubah.


Tidak bisa melihat bila dirinya menangis di depannya, bisa merasa sangat gelisah hingga meneteskan air matanya.


Tapi sekarang dia menangis di hadapan pria lain, Ye Moshen merasa seperti dia telah mencubit hatinya dengan kedua tangannya. Rasanya jauh lebih mengesalkan daripada melihatnya menangis di depannya sendiri.


Sebelum dia berlari keluar malam ini, matanya terlihat merah seluruhnya, terlihat jelas bila dia telah dilukai oleh ucapannya itu.


“Apa kamu sungguh ingin supaya aku mengkhianatimu? Aku akan lakukan seperti yang kamu mau!”


Seperti yang dia mau?


Jadi dia langsung pergi mencari Ye Linhan??


Shen Qiao bersandar miring ke belakang tidak bergerak sedikit pun, tentu saja jelas tidak ingin mempedulikan Ye Linhan.


Karena itu Ye Moshen merasa lebih tenang. Tapi sesaat berikutnya, Ye Linhan berkata lagi: “Malam hari banyak serangga. Kalau kamu duduk terus mereka akan merambat naik ke tubuhmu.”


Kalimat ini sungguh mengenai hati Shen Qiao. Matanya terlintas sedikit kebingungan, dia benar-benar melihat ke sekelilingnya. Ini mudah sekali dibohongi, dalam tatapan Ye Linhan dia terlihat sangat lucu.


“Masih tidak mau berdiri juga?”


Begitu mengucapkan itu, tanpa menunggu lebih lama lagi dia meraih tangannya sendiri dan langsung meraih lengannya yang kurus itu dan membantunya untuk berdiri.


Setelah Shen Qiao berdiri, dia cepat-cepat memeriksa apabila ada serangga yang hinggap ke tubuhnya.


“Jangan dicari lagi. Kalau kamu terus mencarinya akan ada serangga nantinya. Ayo pergi, aku antar kamu pulang.”


“Terima kasih kakak…. Maaf merepotkanmu.” Shen Qiao merasa sangat canggung, setelah itu barulah pikirannya tersadarkan kembali. Barusan dia menangis di depannya. Saat siang hari tadi juga sama, dia menangis di hadapannya setelah makan siang.


Meskipun sebenarnya dia tidak bermaksud.

__ADS_1


Hanya saja, orang yang lembut…. Bisa membuat orang lain lengah ketika dengannya, kemudian…. Hatinya akan mudah menjadi lunak, begitu terserang, langsung runtuh.


Kedua orang itu berjalan kembali, karena di jalanan itu gelap gulita, Ye Linhan takut bila dia terjatuh, jadi dia terus menggandeng tangannya.


Perasaan Shen Qiao masih tidak bersemangat, jadi dia hanya terus menundukkan tatapannya.


Ye Linhan tiba-tiba berhenti melangkah.


Shen Qiao sedikit bingung. Mengapa tidak jalan? Dia mengangkat kepalanya dan melihat dua sosok yang tidak asing itu menghalangi di depannya.


Begitu dia melihat wajah yang dikenalnya itu, pikiran Shen Qiao langsung terlintas hinaan yang diucapkan oleh Ye Moshen, kemudian tanpa disadarinya menggigit bibirnya. Dia tidak mau melihat Ye Moshen, juga tidak mau mundur ke sisi Ye Linhan.


Ye Moshen meliriknya dengan sangat berbahaya.


“Moshen?” Ye Linhan juga terkejut ketika melihat Ye Moshen. Matanya terlintas sedikit cahaya, lalu untuk sesaat memikirkannya: “Aku bertemu adik ipar di sini. Barusan ingin mengantarnya pulang. Karena kebetulan kamu ada di sini, jadi aku tidak perlu mengantarnya lagi.”


Di depan Ye Moshen, dia tampak sangat sadar dengan rasa kepemilikannya, dan dia tidak akan melakukan apapun di luar batasannya.


Tatapan Ye Moshen tertuju ke arah wajah Ye Linhan.


“Apa tujuan kakak berada di sisi istriku selama tiga hingga empat kali?”


Akan tetapi, meskipun Ye Linhan tahu harus bersikap seperti apa, Ye Moshen tidak akan membiarkannya begitu saja malam ini.


“Ah, karena merasa bila benda milik orang lain itu bagus, karena itu kamu mau mengambilnya dengan perlahan?” Ye Moshen mencibirnya sambil melirik Ye Linhan.


Ye Linhan terdiam, kemudian tersenyum lagi.


“Moshen, kamu salah paham dengan kakak. Aku hanya kebetulan bertemu dengan adik ipar. Kita semua ini anggota keluarga, aku tidak punya alasan untuk menghiraukannya bukan? Lagipula ini sudah malam juga, kalian sebaiknya pulang dan istirahatlah.”


Suasana di tempat itu menjadi sangat mendominasi.


“Seharusnya aku tahu sejak awal, meskipun kamu mewarisi ibumu, kamu jugalah orang yang sama. Barang milik orang lain selalu lebih baik, dan bagaimanapun caranya harus bisa diambil.”


Menyinggung mengenai ibu Ye Linhan itu, wajah Ye Linhan yang lembut menjadi berubah dalam sekejap. Namun kembali lagi ke sosok sebelumnya, dengan kedua tangannya yang dikepalkannya di samping tubuhnya.


“Moshen, ucapanmu ini bukankah terlalu berlebihan? Kakak sungguh tidak punya niatan semacam itu. pernikahanmu ini juga kakak yang mengaturnya untuk kamu. Kalau aku punya niat seperti itu, bagaimana mungkin aku mengatur pernikahan ini untukmu?”

__ADS_1


__ADS_2