Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 127 Aku Punya Perasaan


__ADS_3

Shen Qiao berdiri di tempat semula, suara kesibukan yang terdengar dari ponsel itu membuatnya belum bisa sadar.


Xueyou sepertinya menjadi sangat gegabah setelah mengetahui dia dan kakaknya bertemu?


Mengapa?


Dia tidak mengerti, Han Xueyou panik hingga memutuskan telepon mereka, lalu segera menuju restoran.


Shen Qiao menurunkan ponsel, menatap pesan uang masuk. Seharusnya uang ini sudah cukup untuk makan hari ini.


Ketika dia bersiap untuk keluar toilet, kakinya tiba-tiba seperti tertendang sesuatu, lalu tubuhnya pun jatuh ke depan.


Brak!


Pintu toilet tiba-tiba tertutup dari dalam, otomatis terkunci. Ye Moshen lalu memasukkan Shen Qiao ke dalam pelukan, setelah pintu terkunci langsung menyimpan tangan.


Shen Qiao mengangkat kepala melihat bahwa dia adalah Ye Moshen, langsung kaget.


“Kenapa kamu bisa di sini? Di sini adalah toilet wanita. Kamu mana boleh masuk?”


Ye Moshen si hidung belang, beraninya masuk ke toilet wanita, dan malah mengunci pintu.


Ye Moshen memainkan alisnya: “Wanitaku berada di sini, kenapa aku tidak boleh masuk?”


Ucapan terus terang ini membuat wajah Shen Qiao memerah, dia sadar orang ini sejak melakukan hubungan dengannya menjadi orang yang aneh, seperti suka menempel dengannya.


Meskipun berpikir begitu, Shen Qiao menggerakkan tangan, mendorong dadanya agar bisa berdiri tegak, namun pinggangnya ditekan oleh Ye Moshen, hingga dia pun terjatuh ke dalam pelukannya.


“Apa yang mau kamu lakukan? Cepat lepaskan aku.”


Dia memohon dengan panik, “Presiden Han masih menunggu kita.”


Mendengar ucapannya, Ye Moshen menyipitkan mata, menatapnya dengan tidak senang, “Kamu buru-buru sekali ya ingin bertemu dengannya?”


Shen Qiao tidak mengerti: “Apa yang kamu katakan?”


“Demi menemuinya, kamu sengaja berdandan!” ucapan ini merupakan kalimat berita.


Shen Qiao: “…… sejak kapan aku sengaja berdandan?” selesai bicara, Shen Qiao memegang wajah sendiri, berkata penat: “Aku hari ini juga tidak berdandan.”


“Benarkah? Aku lihat.” Ye Moshen meyakinkan diri, dia menekan dagunya dengan tangan, mengangkat wajahnya, lalu melihat ke bawah seperti sedang menilainya.

__ADS_1


Nafas yang hangat itu memukul wajah Shen Qiao, seperti bulu burung yang begitu lembut sedang bergerak, membuat hati Shen Qiao merasa geli.


Nafasnya sedikit terhenti, dia menatap Ye Moshen dari dekat, menyadari tatapan mata Ye Moshen ini sangat dalam, dan meskipun mengamatinya dari dekat, kulitnya ini sangatlah bagus, tatapan matanya juga luas seperti lautan tiada batas.


Tanpa sadar, Shen Qiao tiba-tiba panik, lalu tanpa sadar menjilat bibir sendiri.


Tatapan mata Ye Moshen menjadi gelap, dia menekan dagunya dengan lebih kuat, suaranya agak serak: “Benaran tidak dandan ya. Lalu mengapa kamu sengaja memakai dress ini? Apakah kamu tidak ada maksud lain?”


Shen Qiao: “…… Maksud apa? Bahan kamu yang berikan, kerja sama ini juga kamu yang menyuruhku datang. Bahkan dress di tubuhku ini…… juga kamu yang berikan.”


Suara Ye Moshen menjadi lebih serak: “Wanita, kamu cuma bisa melawan ya?”


Shen Qiao: “Aku hanya bisa mengatakan yang sebenarnya.”


Dia merasa suhu udara sekitar semakin panas, dia ingin memberontak agar Ye Moshen melepaskan pelukannya: “Lepaskan aku, kita sudah seharusnya keluar…… Uh.”


Selanjutnya ciuman dari Ye Moshen mendarat.


Tangan yang menekan dagunya itu berubah menjadi memegang wajahnya, tangan Ye Moshen yang besar dan kering itu hangat menempel ke wajahnya dan perlahan bergeser, kemudian menekan kepala bagian belakangnya.


Lidah bermain di dalam mulutnya dengan sangat lincah.


Shen Qiao seketika tidak bisa merespon hingga membiarkannya mendapatkan kesempatan ini.


Udara di toilet pun menjadi begitu hangat, Shen Qiao merasa suhu tubuhnya meningkat drastis, tangan besar Ye Moshen perlahan membuka resleting di punggungnya, kemudian masuk ke dalam.


Di saat bersamaan, datang suara beberapa wanita dengan sepatu hak tinggi.


Brak!


Ada orang yang berusaha membuka pintu toilet, terakhir tidak berhasil membukanya.


“Ada apa?”


“Pintu toilet ini tidak bisa dibuka, ada apa?”


“Aku lihat.”


Lagi suara brak! Ada orang yang terus berusaha membuka pintu toilet ini. Shen Qiao masih dicium dalam pelukan Ye Moshen, sedangkan Ye Moshen seperti tidak terpengaruh sama sekali, dia terus fokus menciumnya.


Shen Qiao sangat panik, dia berusaha untuk mendorongnya, tapi tidak berani bersuara.

__ADS_1


“Eh, sepertinya memang tidak bisa dibuka nih, apa pintunya rusak ya?” pintu toilet didobrak dari luar, bahkan tidak bisa terbuka.


Kedua wantita itu berdiskusi: “Bagaimana jika kita memanggil manajer restoran untuk membukanya? Mungkin pintu ini memang rusak.”


Perlahan, suara hak tinggi itu pun menjauh.


Shen Qiao akhirnya mendorong Ye Moshen, dia sesak nafas, wajah memerah dan melototkan mata pada Ye Moshen yang tidak tahu diri: “Kamu gila ya, jika ketahuan bagaimana? Sampai saatnya akan sangat memalukan!”


Ye Moshen menjilat bibirnya yang merah, tatapan mata seperti serigala itu menatap pundaknya yang putih mulus, tangan besarnya menekan kuat pinggangnya, “Aku sudah punya perasaan, wanita yang menikah kedua kali, mari kita kembali ke kantor.”


Shen Qiao: “…… K-k-kamu bilang apa?”


Dia terkejut dengan ucapan Ye Moshen, diwaktu yang bersamaan juga merasakan suhu panas dari Ye Moshen, seketika wajah Shen Qiao memerah. Dasar hidung belang, malah saat ini terdapat respon.


Dulu Shen Qiao merasa dia tidak sanggup, namun sekarang perasaan ini……


Dia, Ye Moshen bukan hanya tidak bisa apa pun, melainkan juga……


Shen Qiao menatapnya dengan wajah memerah: “Kamu gila ya, cepat lepaskan aku, kita hari ini datang untuk bekerja sama!”


“Oh.!” Ye Moshen mendekat, bibir tipisnya menempel di pundak putihnya itu, suaranya serak: “Jadi maksudmu, jika tidak membahas kerja sama jadi boleh?”


“Aku tidak bermaksud itu……”


“Manajer, tepat ruangan ini……” kedua wanita itu datang lagi, dan juga membawa manajer restoran. Manajer itu setelah datang juga mencoba untuk membuka pintu, ternyata dicoba pun tidak bisa berhasil.


“Apa yang terjadi ya?”


“Saya sungguh minta maaf. Mungkin kunci di dalam rusak, saya suruh orang perbaiki dulu ya. Silakan kedua nona untuk memakai toilet di lantai atas.”


Ye Moshen tetap tenang, seperti tidak takut ketahuan oleh siapa pun, sedangkan Shen Qiao sudah tidak tenang. Ye Moshen tidak mau harga diri, tapi dirinya masih mau. Melihat dia masih menempelkan bibir di pundaknya, dia segera mengawaskan wajahnya, lalu segera merapikan pakaian dan resleting bajunya.


Aduh malah di saat seperti ini, resleting entah tersangkut di mana, sulit untuk ditutup.


Semakin ditarik semakin panik, melihat Ye Moshen yang menontonnya dengan tenang, Shen Qiao pun jadi kesal, “Ini semua salahmu.”


“Kenapa? Butuh bantuanku?” Ye Moshen meringkukkan bibirnya, menunjukkan senyuman licik.


Shen Qiao kesal, tidak mempedulikannya, lalu terus berusaha untuk menarik resleting itu.


Ye Moshen sendiri mendorong kursi roda mendekatinya, membantunya menarik resleting ke atas.

__ADS_1


Ternyata entah karena dia sengaja atau apa, resleting itu srett rusak di tangannya.


__ADS_2