Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 128 Apa Yang Kamu Lihat?


__ADS_3

“Ahaa, apa yang kamu lakukan?” Shen Qiao berteriak terkejut, dia menolehkan kepala melihat apa yang terjadi di punggungnya.


“Jangan bergerak.” Ye Moshen mengerutkan kening, dengan ekspresi bingung melihat resleting di punggungnya, dia sungguh tidak mengerti mengapa dia bisa merusak resleting itu.


Shen Qiao kesal sekali. Jika resleting ini rusak, bagaimana dia bisa kelar?


Teringat semua hal yang sudah dia siapkan hari ini lenyap dalam sekejap, hati Shen Qiao menjadi kesal, suasana hatinya pun ikut menjadi murung.


“Tidak usah lihat lagi, Ye Moshen, kamu itu memang sengaja kan?”


Ye Moshen sebenarnya bermaksud untuk mengeceknya, tapi setelah mendengar ucapannya, gerakan di tangannya berhenti. Dia sedikit mengangkat kepalanya, matanya yang hitam menatapnya, “Di dalam hatimu, aku orang seperti itu?”


“Kalau bukan apa?” Shen Qiao kesal hingga mata pun memerah: “Apakah kamu tahu hari ini aku persiapkan dengan sepenuh hati. Meskipun sejak aku masuk ke dalam PerusahaanYe Shi sudah cukup lama dan ini pertama kalinya aku membahas kerja sama dengan serius, namun bisakah kamu juga serius? Kamu malah kemari untuk mengacaukannya, dan bilang aku menggoda pria. Yang penting di dalam hatimu, aku adalah wanita yang hanya bisa menggoda pria kan?”


Sambil berbicara dengan kesal, tatapan mata Ye Moshen juga tampak ikut bersedih.


Shen Qiao berbicara, matanya sedikit memerah. Ketika dia bersiap berbalik badan dan menegakkan diri, sebuah jas dikenakan di atas badannya. Gerakan Shen Qiao pun terdiam, ia segera menolehkan kepala menatapnya.


“Pakai ini dulu saja.”


Setelah Ye Moshen memberikan jas itu padanya, dia sendiri hanya mengenakan kemeja putih. Dalam tatapannya terdapat sedikit keangkuhan.


Kenakan jas nya?


Meskipun sangat tidak ingin, tapi Shen Qiao juga tidak berdaya. Dirinya tidak mungkin membiarkan punggungnya terbuka begitu saja kan?


Terakhir Shen Qiao hanya bisa melototinya, lalu menarik jas yang dikenakannya dan keluar dengan gegabah.


Kebetulan orang yang dipanggil manajer telah datang. Saat ini pintu itu telah terbuka, siapa tahu dia belum mencoba membuka pintu, tapi pintu sudah terbuka sendirinya. Ada seorang wanita keluar dari dalam, matanya memerah.


“eh? Kenapa kamu keluar dari dalam? Bukankah pintu ini rusak……?” Kemudian dia melihat Ye Moshen keluar dari dalam juga, lalu terdiam. Manajer menoleh kepala melihat ada yang berlari, lalu juga melihat Ye Moshen yang duduk di kursi roda.


Tiba-tiba bisa menebak apa yang telah terjadi……


Jangan-jangan mereka berdua di dalam……


Pemikiran selanjutnya langsung melompat keluar, bersamaan dengan tatapan dingin dari Ye Moshen. Tubuhnya seperti mengeluarkan aura tekanan hingga membuatnya tidak bisa berkutik satu kata pun.


Dipelototi, warna wajah manajer itu langsung berubah, bukankah ini Presiden Ye?


Tidak disangka dia di sini……


“Di-Presiden Ye!” Manajer memanggilnya.

__ADS_1


Ye Moshen menatapnya dengan dingin, suaranya mengambang: “Apa yang kamu lihat tadi?”


Manajer: “Tidak lihat apa pun.”


“He!” Ye Moshen meringkukkan bibir puas, “Bagus, akhir tahun tambah bonus.”


Manajer segera tersenyum bahagia, “Terima kasih Direktu Ye. Aku masih harus mencari orang untuk memperbaiki pintu yang rusak ini. Presiden Ye pergi sibuklah.”


Ye Moshen meliriknya, dia cukup tahu situasi juga. Kemudian Ye Moshen merapikan dasinya sendiri, lalu menggerakkan kursi roda pergi.


Setelah dia pergi, manajer restoran menolehkan kepala melirik kedua orang yang mengikutinya: “Masih belum perbaiki kunci pintunya?”


Kedua orang itu tidak berdaya, pintu ini kan baik-baik saja, bagaimana mau perbaiki? Pakai udara?


……


Shen Qiao kembali muncul di meja makan lagi, di badannya berlebih sebuah jas pria.


Kemudian tatapan mata Su Jiu saat menatapnya menjadi berbeda, baru saja ke toilet kenapa jadi……


Han Qing lebih tenang dari pada Su Jiu, setelah dia menatap jas di badannya, segera menyimpan kembali tatapan mata.


Tidak lama setelah Shen Qiao keluar, Ye Moshen juga kembali. Kemudian jas nya itu menghilang entah kemana. Su Jiu mengedipkan mata, seperti mendapatkan informasi yang menghebohkan.


Bisakah jangan membuat canggung seperti ini?


“Itu……” SHen Qiao menahan hatinya yang tidak bisa tenang, sambil menyerahkan dokumen proyek ke atas meja: “Presiden Han, biasanya keseharian Anda sangat sibuk. Namun saya sangat berterima kasih karena bisa mengundang Anda untuk makan bersama. Ini adalah kehormatan bagi saya. Anda boleh lihat dulu dokumen ini.”


Dia meletakkan dokumen itu ke atas meja.


Akhirnya aktifitas terpenting tiba. Su Jiu pun menghela nafas, dan mengambil dokumen itu, membaca sedikit, lalu bertanya.


Ye Moshen kebetulan datang saat ini, bird an makanan semua telah disajikan. Saat pelayan datang untuk menuangkan bir itu, Shen Qiao melihatnya cairan yang mengalir itu dengan sangat sakit hati.


Syurrr, setetes demi setetes itu adalah uang.


Huft.


Han Qing memperhatikan ekspresinya yang seperti sedikit, ia dapat menebak sekiranya apa yang dipikirkan, seketika dia tertawa kecil.


“Presiden Han.” Suara Ye Moshhen terdengar dingin, menarik kembali konsentrasi Han Qing.


Han Qing menatap Ye Moshen.

__ADS_1


“Senang bertemu denganmu.”


Kedua orang bersulang.


Sedangkan saat ini, pintu restoran didorong paksa oleh seseorang. Seorang wanita lucu berpakaian merah muda terang trendy berlari ke dalam, seperti sedang mencari sesuatu. Ketika melihat Shen Qiao dan Han Qing sedang duduk berhadapan, ekspresi di wajahnya langsung berubah, melangkah cepat ke meja itu.


Tapi baru berlari dua langkah, Han Xueyou seperti teringat sesuatu.


Hatinya yang panik ini bukankah lebih menunjukkan bahwa dalam hatinya merasa bersalah? Kakak yang begitu pintar, jika dirinya terlalu ceroboh, mungkin saja akan ketahuan.


Teringat hal ini, Han Xueyou tidak lagi berani berlari.


Dia hanya bisa menenangkan rasa paniknya, menunjukkan senyuman dan mendekati mereka.


“Kak, kenapa kamu pulang tapi tidak memberitahuku? Shen Qiao!” Setelah Han Xueyou sudah mendekati mereka baru berbicara, suara dan tatapan matanya tampak sangat menantikan sesuatu. Rupanya yang lucu itu seperti kesenangan mendapat kabar bahwa kakaknya telah pulang.


“Xueyou?” Shen Qiao mendengar suaranya, memiringkan bibir: “Kamu datang?”


Han Xueyou langsung berjalan ke hadapan Shen Qiao, batuk ringan: “Eh, sekretaris Su juga di sini apakah kalian lagi membahas pekerjaan?”


Su Jiu mengangguk kepala.


Han Qing tetap tampak tidak berekspresi.


“Maaf kakak, aku tidak tahu kalian sedang membahas pekerjaan. Aku dengar dari supirmu bahwa begitu kamu turun dari pesawat tidak menaiki mobilnya, jadi aku datang kemari. Tidak disangkan……” bicara sampai sini, di wajahnya tampak merasa bersalah.


Han Qing akhirnya menatap matanya, suaranya tenang.


“Tidak apa, duduklah.”


“Terima kasih kakak!” Han Xueyou segera duduk di samping Shen Qiao, di wajahnya tampak senang dan menantikan sesuatu, sebenarnya dalam hatinya sangat kacau.


Setelah duduk, dia menyadari Ye Moshen juga ada di sini. Han Xueyou terkejut, lalu memberi sapa padanya.


“tuan muda Ye juga di sini, halo”


Ye Moshen mengangguk kepala, ini juga disebut suatu respon.


Sebenarnya kemari hanya untuk membahas pekerjaan, sekarang di meja makan ini ada lebih 2 orang yang entah datang dari mana.


Ye Moshen dan Han Xueyou.


Tiba-tiba, Shen Qiao tidak tahu bagaimana cara membahasnya lebih baik, sungguh sulit.

__ADS_1


__ADS_2