
Bersim——
Shen Qiao yang tertidur lelap tiba-tiba bersin dan lalu terbangun.
Dia melihat plafon didalam kamar dengan bingung untuk sesaat, baru bereaksi ingin menarik selimut.
Tapi ada sepasang tangan yang lebih cepat dari gerakannya, sudah menarik selimut sebelum dirinya.
Shen Qiao melihat orang itu——
“Tuan, tuan muda Ye……” Shen Qiao memanggilnya dan ingin duduk.
Ye Moshen melihatnya, suaranya dingin: “Tapi kamu menendang selimut dan hanya tidur setengah jam, kamu kira kamu ini anak berusia tiga tahun?”
Suara yang dingin yang manja itu membuat Shen Qiao terpaku ditempat, memandangnya dengan bingung.
Sebenarnya ada apa dengan Ye Moshen?
“Aku, aku juga tidak tahu apa yang terjadi.” Akhirnya, Shen Qiao hanya bisa menjelaskan dengan gagap.
Sepertinya dia punya kebiasaan menendang selimut, tapi……Tidak menyangka Ye Moshen akan menyelimutinya.
“Bodoh.” Ye Moshen meliriknya sekilas dan menarik pandangannya.
Kata bodoh itu membuat wajah Shen Qiao memerah, tanpa sadar dia ingin menggigit bibir bawahnya sendiri, terdengar suara Ye Moshen: “Lukamu masih belum sembuh dan ingin menambah luka baru?”
Karenanya, Shen Qiao menghentikan gerakannya dan melihatnya dengan pandangan kacau.
“Berkemaslah kalau sudah bangun, pulang.” Ye Moshen membalikkan badan menggerakkan kursi roda pergi dari depan ranjangnya setelah bicara.
Shen Qiao bengong sebentar dan keluar dari selimut sambil duduk, dia barusan ingin bertanya dirinya memakai apa dan melihat ada satu set pakaian di ujung ranjangnya, sepertinya disiapkan untuknya.
Dia baru berdiri dan membawa pakaiannya ke kamar mandi.
Ye Moshen mendengar suara, dia menoleh dan melihat gaya berjalan Shen Qiao yang aneh dan tersenyum.
Shen Qiao kembali mendesah saat melihat bekas di atas badannya saat mengganti pakaian, dulu dia masih bisa memusingkan bekas ini, tapi perasaannya tiba-tiba tidak sesedih dulu lagi saat tahu kalau Ye Moshen yang meninggalkan bekas ini.
Setelah berganti pakaian, Shen Qiao berjalan pelan keluar dari kamar mandi dan berjalan kehadapan Ye Moshen.
“Apakah kita pulang sekarang?”
Ye Moshen menatapnya.
Dia mengambil terusan ini dari lemari pakaian dirumah, terusan berwarna biru muda ini terlihat cantik dibadannya, tapi……Ye Moshen menyipitkan mata dan tiba-tiba melepaskan jas dibadannya sendiri.
“Pakailah.”
__ADS_1
Shen Qiao terpaku, dia menerima mantelnya tapi tidak memakainya.
“Tidak suka?” Dia bertanya.
Shen Qiao menggeleng saat mendengarnya.
“Kenapa tidak memakainya?”
Shen Qiao baru berkata pelan: “Jas ini sangat mahal kan? Kamu mau membuangnya kalau aku memakainya, lebih baik aku kembalikan padamu saja.” Shen Qiao mengembalikan jas setelah bicara.
Ye Moshen merasa tercengat oleh perkataanya, tidak menyangka wanita ini akan mengatakan ini, alis yang indah itu mengerut dan Ye Moshen terdengar dingin: “Kamu ingin pulang ke keluarga Ye dan mengumumkan apa yang terjadi diantara kita semalam pada semua orang?”
Shen Qiao terpaku, wajahnya memucat.
“Bukan begitu!”
Mana mungkin dia berani berpikir begitu, dia bahkan tidak pernah memikirkannya.
Shen Qiao langsung mengerti, pria ini memintanya memakai jas karena tidak ingin orang di keluarga Ye melihat bekas di badannya.
Berpikir sampai disini, Shen Qiao diam-diam memakai jas itu dan menutupi lehernya dengan erat.
Jas di badannya yang kurus itu seperti anak kecil yang mencuri pakai pakaian orang dewasa saja, terlihat jelek sekali, tapi Ye Moshen malah merasa bagus, dia menarik pandangannya dan berkata dingin: “Ayo jalan.”
“Ya.” Shen Qiao keluar bersamanya dari kamar pasien.
Walaupun sudah satu hari berlalu, tapi gaya berjalan Shen Qiao masih aneh, dia merasa kedua kakinya sangat ngilu setiap berjalan satu langkah, tapi bagaimana kalau sampai dicurigai di keluarga Ye dengan gaya berjalan yang begini? Oleh karena itu, Shen Qiao hanya bisa memaksakan diri berjalan dengan normal.
“Dimana ponselku?”
Ye Moshen tidak memperdulikannya.
Shen Qiao menjadi panik, karena dulu ponselnya disita oleh Ye Moshen, kemudian Han Xueyou memberi sebuah ponsel lagi untuknya, sekarang dia menghilangkannya. Tidak tahu apakah diambil oleh Lu Xunchang, atau kembali disita oleh Ye Moshen.
“Tuan muda Ye, dulu kamu pernah bilang akan mengembalikan ponselku kalau aku menemanimu ke acara.”
Panggilan tuan muda Ye ini……
Ye Moshen mengernyitkan alis: “Kamu memanggilku apa?”
Shen Qiao terpaku: “Tuan, tuan muda Ye……Apa ada yang salah?”
“Siapa yang menyuruhmu memanggilku begini?” Ye Moshen membentaknya dengan kesal.
Shen Qiao terkejut sambil meringkukkan pundaknya, dia bersembunyi didalam jas.
“Bukankah kamu yang memintaku memanggilmu begini?”
__ADS_1
Ye Moshen: “……Kedepannya tidak boleh memanggilku begini.”
Shen Qiao: “……Lalu aku memanggilmu apa?”
Ye Moshen juga tiba-tiba tidak bisa menjawabnya, hanya saja tiba-tiba memalingkan kepala dan melihatnya sambil memperingati: “Pokoknya lain kali tidak boleh memanggilku begitu!”
Udara seperti berhenti sesaat, Shen Qiao berpandangan dengannya lama kemudian dan menunduk.
“Baiklah.”
“Lalu kapan kamu akan mengembalikan ponselku?”
“Ponsel, ponsel, masih ada apa yang kamu pentingkan selain ponsel?” Ye Moshen sungguh hampir gila karena wanita ini, apakah hal yang paling penting sekarang adalah ponsel itu?
Shen Qiao sedikit sedih karena dia yang galak, matanya tanpa sadar memerah: “Kamu sendiri yang bilang akan mengembalikannya padaku setelah menemanimu ke acara, aku tidak memohon padamu!”
Ye Moshen tak berdaya saat melihatnya yang ingin menangis, “Aku kembalikan saat pulang nanti.”
Dengan begini, didalam mobil kembali tenang.
Xiao Su yang duduk didepan terlihat kesal.
Kenapa merasa tuan muda Ye……Seperti sedikit kekanak-kanakan?
Dan dia sedang galak karena apa? Sungguh bingung!
Mobil dengan cepat sampai ke keluarga Ye, Shen Qiao hampir terjatuh saat turun mobil karena kakinya ngilu, syukurlah dia merespon dengan cepat dan menghindari terjadinya kecelakaan ini.
Dia masuk ke keluarga Ye bersama Ye Moshen, kakek Ye dan Ye Linhan ada didalam ruang tamu, Ye Linhan berdiri dan tersenyum sambil melihat mereka.
“Moshen, adik ipar, kalian sudah pulang?”
“Ya.” Moshen mengangguk, pandangannya datar dan berjalan kearah lift.
Kakek Ye menjadi marah karena sikapnya dan langsung berdiri: “Kalian berhenti ditempat, anak bandel, apakah kamu masih menghormati aku, kakekmu ini?”
Jelas sekali, tidak.
Kalau tidak, Ye Moshen tidak mungkin sampai tidak menyapanya sama sekali.
Ye Moshen berhenti, tentu saja Shen Qiao tidak berani maju kedepan lagi, tanpa sadar dia merapikan jas di badannya, berhati-hati agar bekas dilehernya tidak terlihat.
“Ada apa?” Ye Moshen terdengar dingin.
Kakek Ye berdiri ditempat dan tersenyum sinis: “Bagaimana rencanamu tentang masalah di keluarga Lu? Dulu kamu mengabaikannya, mau apa lagi kali ini? Sebenarnya bagaimana Lu Xunchang menyinggungmu?”
Hati Shen Qiao berdebar saat mendengarnya.
__ADS_1
Kakek Ye marah karena masalah keluarga Lu? Sejak mengalami kejadian itu, sekarang Shen Qiao sangat khawatir Ye Moshen akan turun tangan pada Lu Xunchang, kali ini……Juga tidak tahu dia akan berbuat apa pada Lu Xunchang.
“Apa aku harus melapor padamu tentang bagaimana dia menyinggungku?”