
Brak!
Pintu pun tertutup, meninggalkan hanya dua orang yang bernafas di dalam ruangan besar itu.
Terutama Shen Qiao. Barusan dia merasa ketakutan, karena itu nafasnya sangat tidak teratur.
Kedua orang itu tetap berada di posisi yang sama seperti semula. Shen Qiao mendengar getaran dari dada Ye Moshen, lalu kata-katanya yang dingin itu masuk ke dalam telinganya juga.
“Kamu mau duduk sampai kapan?”
Shen Qiao tiba-tiba bereaksi, lalu mengangkat kepalanya.
Ye Moshen juga menundukkan kepalanya di saat yang sama.
Shen Qiao diselimuti dengan pakaiannya yang lebar. Ketika dia mengangkat kepalanya, dia hanya menunjukkan wajah kecilnya, dan ujung matanya tampak merah, melihatnya sambil merasa kasihan.
Hati Ye Moshen terasa seperti digenggam oleh tangannya. Dia menekan bibir tipisnya dengan erat. Setelah sesaat, dengan suara yang dingin mengatakan: “Terlihat bagus bukan?”
Shen Qiao tiba-tiba tersadarkan kembali. Kemarahan yang tadinya sudah meningkat telah lenyap karena orang itu. Sekarang dia masih dalam kondisi takut bila seseorang akan masuk dan membuka pintu ruangan rapat itu.
Dan juga Ye Mosen tampak seolah-olah dia bisa mengetahui apa yang sedang dia pikirkan, lalu berbisik: “Xiao Su mungkin ada di luar sana. Kalau kamu masih belum berpakaian juga, apa sebaiknya kita lanjutkan lagi?”
Shen Qiao: “….”
Setelah dua detik hanya hening saja, dia cepat-cepat memegang erat pakaiannya dan bangkit berdiri darinya. Dia amat sangat ceroboh karena harus melindungi pakaiannya dengan satu tangannya untuk menutupi dirinya di depan Ye Moshen dan berjalan di depannya.
Tangan yang lemah dan kurus kering itu menekannya untuk waktu yang cukup lama sebelum dia akhirnya bangkit berdiri.
Kemudian dia berbalik dan melangkah menuju ke pintu dengan bertelanjang kaki.
Pakaian Ye Moshen yang dikenakan olehnya itu tampak seperti seorang anak kecil yang telah mencuri pakaian orang dewasa. Terlihat sangat panjang hingga hampir menutupi lututnya. Ketika dia membungkuk untuk mengambil pakaiannya, pakaiannya terjatuh dan sedikit tak tahan untuk melihat langsung ke arahnya.
“….” Ye Moshen memejamkan matanya sedikit lalu tangannya meraih ke alis matanya.
Gila, sebenarnya apa yang terjadi padanya hari ini?
Shen Qiao mengambil pakaiannya lalu menemukan sebuah rok berwarna jingga di dalamnya, tampak kecil, terlihat lucu dan indah, dan juga tidak norak.
Hanya saja tidak ada tempat berlindung di dalam ruangan rapat yang besar ini. Di mana dia harus mengganti pakaiannya?
Ketika berpikir sampai di sini, Shen Qiao berhenti di tempat yang sama.
Dari belakangnya terdengar suara Ye Moshen yang tampak tak senang.
“Jika kamu buang-buang waktu lagi, aku tidak peduli untuk membuka pintu dan membiarkan orang-orang lain masuk untuk melihatmu.”
Shen Qiao mengambil pakaian di tangannya dan menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Ternyata memang pria ini jahat.
Dia berdiri jauh dari Ye Moshen, lalu menghadapkan punggungnya ke arah dia di pojok ruangan dan dengan cepat mengganti pakaiannya.
Setelah selesai menggantinya, dia berjalan kembali ke Ye Moshen dengan jasnya di tangannya.
“Ini kukembalikan untukmu.”
Ye Moshen mencibir dan menatapnya dengan acuh: “Jas ini sudah kamu pakai, apa kamu pikir aku masih mau memakainya lagi?”
Setelah mendengar itu, tanpa disadari Shen Qiao yang sambil menggenggam jas itu menggigit bibirnya dan mengatakan: “Tubuhku tidak kotor.”
“Lalu kamu maksud kamu sangat bersih?” Ye Moshen masih memikirkan mengenai hubungannya dengan Ye Linhan, tubuhnya telah mengenakan pakaian yang dia belikan.
Tapi sekarang setelah melihatnya mengganti dengan pakaian yang baru yang berwarna pink kejinggaan itu membuat kulitnya sangatlah jelas, terlihat sangat lembut dan membuat mulut berliur, dan juga pinggangnya yang tertutup rok itu membuat lingkar pinggangnya lebih unik.
Melihat itu membuat tenggorokan Ye Moshen serak, dia menggertak dirinya sendiri dalam hati. Kemudian dia mendorong kursi rodanya dan berjalan keluar sambil mengatakan dengan murung: “Wanita mencurigakan.”
Wajah Shen Qiao memerah dan menatap ke arah punggungnya.
“Aku tidak mencurigakan!”
Dia hanya menghiraukannya.
Shen Qiao menambahkan: “Apa kamu sungguh tidak menginginkan jasmu lagi?”
“Buang saja!”
Shen Qiao seorang diri ditinggalkan di dalam ruang rapat itu. Dia menundukkan kepalanya melihat jas yang ada di tangannya itu, dan tenaga di tangannya terasa sedikit berat.
Jas ini terlihat sangat mahal, tapi dia bilang bila tidak menginginkannya lagi.
Alasannya karena…. Telah dipakai olehnya.
Dia merasa kalau dirinya itu kotor bukan? Ekspresi wajah Shen Qiao menjadi pucat.
Jika memang benar dia itu kotor, kalau begitu mengapa harus….
Berpikir sampai di sini, Shen Qiao langsung menghentikkan pikirannya itu.
“Shen Qiao, tidak perlu memikirkan lagi pria jahat sepertinya itu. Selain menghinamu dia tidak bisa melakukan hal lainnya!”
Kalau memang tidak menginginkan jasnya, kalau begitu buang saja seperti yang dia minta.
Shen Qiao sangat marah hingga dia membuang jasnya ke dalam tempat sampah di dekatnya.
Tempat sampah di ruang rapat itu hanya terdapat sampah kertas, jadi tidak kotor.
__ADS_1
Shen Qiao mengenakan sepatunya lalu pergi meninggalkan ruangan rapat itu.
Lima menit kemudian, sosok kecil itu kembali lagi. Dia ragu-ragu dan berjalan menuju ke tempat sampah itu. Shen Qiao melihat ke arah jas yang ditinggalkan di dalamnya, lalu masih membungkuk ke bawah untuk mengambil jas itu lagi.
Lupakan saja, melihat dia tidak membiarkan dia telanjang di depan orang lain, kalau begitu simpan saja untuk dia sementara ini.
Shen Qiao meninggalkan ruang rapat itu sambil membawa jasnya.
Di saat yang bersamaan, Ye Moshen melihat hal ini melalui kamera pengawasan di ruangannya, tatapannya menjadi sedikit acuh.
Xiao Su yang berdiri di belakangnya berbicara mengenai Shen Qiao: “Asisten Shen terlihat cukup menarik dengan pakaian Tuan Ye ini, meskipun sudah dibuang, tapi dia memikirkannya dan kembali untuk mengambilnya lagi.”
Ye Moshen tidak menjawabnya.
“Tuan Ye, jas cukup unik, apa anda benar-benar tidak menginginkannya lagi?”
Ye Moshen menggerakkan ujung jarinya, lalu menjawab dengan suaranya yang dingin dan angkuh itu: “Sudah kotor, siapa yang masih mau?”
Xiao Su: “Tempat sampah di ruang rapat itu dibersihkan setiap harinya, dan juga hanya sampah kertas yang dibuang di sana. Itu tidak kotor bukan?”
“Sialan, namanya saja tempat sampah. Apa tempat sampah itu masih terhitung bersih?”
Xiao Su: “….”
Terserah sesuai dengan kata-kata anda saja Tuan Ye.
Tapi memang benar juga. Tuan Ye memang seorang yang memiliki kebiasaan serba bersih, lalu jasnya telah dibuang ke dalam tempat sampah, bagaimana mungkin masih mau memakainya?
Di sisi ini juga, Shen Qian telah kembali ke posisinya sambil membawa jas itu di lengannya. Kemudian dia membuka lacinya dan mengeluarkan sebuah tas dari dalamnya. Dia melipat jas itu dan memasukkannya di dalamnya. Kalau memang kotor, dia akan mencucinya untuk dia, lalu saat mengembalikannya nanti ingin lihat bagaimana reaksi dia.
Waktu satu hari itu berlalu dengan cepat. Shen Qiao turun ke bawah sambil membawa tasnya ketika dia pulang kerja. Ketika dia bangkit berdiri, dia bertemu dengan Ye Moshen yang baru saja keluar dari ruangannya. Dia tampak merasa bersalah seperti seorang pencuri, lalu tanpa disadarinya dia menyembunyikan tasnya itu di belakangnya.
Semua gerakannya itu tertangkap dalam pandangan Ye Moshen yang meliriknya dengan dingin, lalu memalingkan tatapannya lagi.
“Asisten Shen, sudah pulang kerja?” Xiao Su tampak seperti kehilangan akal sehatnya, lalu dia menyapa Shen Qiao sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.
Sambil mengulurkan tangannya tersenyum, lebih lagi Xiao Su juga tidak menyinggungnya.
Melihat wajahnya yang dipenuhi senyuman itu, Shen Qiao juga menunjukkan senyuman di bibirnya dan menganggukkan kepalanya.
“Mari sama-sama naik lift turun ke bawah.” Xiao Su berkata lagi.
Ye Moshen yang duduk di kursi rodanya hanya cemberut saja. Apa Xiao Su ada salah makan obat? Apa mungkin dia bisa melupakan yang terjadi sebelumnya?
“Tidak, tidak perlu, aku….”
“Mari jalan, Asisten Shen. Kalau kamu tidak ikut sekarang dan menunggu kami turun, kamu malah harus menunggu lebih lama.”
__ADS_1
Tawaran nini sangatlah sulit baginya, Shen Qiao hanya bisa ikut masuk dan ikut mereka masuk ke dalam lift.
Setelah pintu lift tertutup, Shen Qiao berdiri sendiri di sudut lift, sambil berusaha menyembunyikan tas itu di belakangnya. Akan tetapi, suara Ye Moshen yang berat dan dingin itu tiba-tiba terdengar: “Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membuang jas itu?"