Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 147 Lepaskan Aku Dan Anakku!


__ADS_3

Selesai bicara, Ye Moshen menanggalkan gaun tidurnya dengan kasar.


“Ah!” Shen Qiao berteriak karena kaget. Tubuhnya yang mungil itu gemetaran di dalam pelukannya karena ketakutan. Mendapati tangan Ye Moshen yang mulai bergerak menelusuri tubuhnya, Shen Qiao teringat kejadian tadi pagi. Hingga saat ini pun, bagian tubuhnya itu masih terasa sakit.


Jika kejadian pagi ini terulang lagi…


“Ja, Jangan!” Shen Qiao menghentikan gerakan tangannya. Sambil menahan tangis:”Jangan bersikap seperti itu terhadapku!”


Jika hantaman yang keras seperti tadi pagi terjadi lagi, Shen Qiao tidak yakin dirinya masih bisa mempertahankan janin di dalam tubuhnya!


Reaksinya yang membuat Ye Moshen sedikit terkejut. Dia kembali meremas tubuhnya dengan lebih kuat dan dengan pandangan mata yang dingin:”Kenapa? Kau melakukan kesalahan sehingga takut diperiksa olehku?”


Dengan suara serak, Shen Qiao berkata:”Ye Moshen, aku memeriksakan diri ke rumah sakit tadi pagi!”


Mendengar hal itu, Ye Moshen menaikkan alisnya.


“Aku tidak boleh berhubungan intim denganmu. Jika tidak…. Anak ini tidak bisa dipertahankan.”


Akhirnya, Shen Qiao mengutarakan semua itu. Dia berharap Ye Moshen bisa melepaskan dirinya.


Ekspresi wajah Ye Moshen yang tadinya dingin, mendadak menjadi geram setelah mendengar perkataan itu. Dengan geram, dengan kekuatan tangan yang lebih kuat:”Kau masih berani mengungkit tentang anak? Itu adalah anak haram. Aku memang bermaksud untuk menggugurkannya, kau pikir aku akan membiarkannya?”


Sraat—-


Gaun tidur Shen Qiao dirobek.


Pandangan mata Shen Qiao terlihat kecewa. Sambil menarik ujung pakaian Ye Moshen,”Jangan. Sebelumnya, kau telah menyetujui aku untuk mempertahankan anak ini.”


Shen Qiao sudah hampir meneteskan air mata. Ketika dia menatap Ye Moshen, pandangan matanya terlihat seperti sebuah danau yang jernih. Hanya saja, pandangan matanya dipenuhi kabut. Matanya juga terlihat merah.


Ye Moshen tertegun sejenak. Hatinya sedikit luluh.


Mendadak, sambil menaikkan ujung bibirnya:”Baiklah. Kau harus memohon padaku.”


Shen Qiao terdiam.


Ye Moshen memancingnya:”Jika kau memohon padaku, aku akan melepaskan kau dan anak haram itu.”


Shen Qiao terpaku menatapnya. Ujung matanya tergenang air mata yang masih belum menetes.


“Jika memohon padamu, apakah kau akan melepaskanku?”


Shen Qiao sedikit tidak percaya karena suasana hati Ye Moshen tidak bisa ditebak. Dia takut setelah memohon pun, dia tidak menepati janjinya.


Tetapi jika tidak memohon, dia sama sekali tidak punya kesempatan. Dokter sudah mengatakannya dengan jelas. Jika malam ini, Ye Moshen kembali melakukan….


Dia pasti akan kehilangan anaknya.


“Kita bicarakan setelah kau memohon.”


Ternyata benar.

__ADS_1


Perkataan Ye Moshen berbeda dengan sebelumnya.


Raut wajah Shen Qiao terlihat semakin pucat. Tangannya yang sedang menggenggam tangan Ye Moshen menjadi semakin erat. Dengan suara kecil, dia berkata:”Baik. Aku mohon padamu… Lepaskan aku kali ini. Lepaskan aku dan anakku. Aku mohon padamu!”


Pandangan mata Ye Moshen menjadi tajam.


Dia benar-benar memohon padanya!


Demi mempertahankan anak haram itu, dia sama sekali tidak membantah ketika diminta untuk merapikan begitu banyak data. Di dalam ruang rapat, dia juga sama sekali tidak membela diri ketika dipermalukan di hadapan semua orang. Dan kini, dia memohon padanya demi mempertahankan anak haram itu?


Ye Moshen tertawa dingin.


“Aku harus bilang kau bodoh atau setia? Kau bahkan sudah bercerai, tapi kau masih ingin mempertahankan janin ini demi pria itu? Kau berharap bisa kembali ke sisinya suatu hari nanti?”


Saat mengucapkan kalimat terakhir, nada bicara Ye Moshen mendadak menjadi tinggi. Ekspresi wajahnya juga terlihat marah.


Dia kembali mengungkit Lin Jiang.


Shen Qiao ingin sekali berteriak. Anak dalam perutnya sama sekali tidak berkaitan dengan Lin Jiang.


Tapi…. Dia kembali teringat dengan perkataan Han Xueyou.


Pemilik jas itu adalah Ye Linhan!


Jas itu adalah milik kakak Ye Moshen, Ye Linhan.


Mungkinkah…. Ye Linhan adalah ayah anak dalam kandungannya?


“Demi pria seperti itu, bisanya kau melakukan semua ini, ha….”


Ye Moshen melepaskan pegangannya. Ekspresi wajahnya terlihat dipenuhi sindiran. Dengan suara dingin:”Aku merasa muak dengan wajahmu. Pergilah.”


Walaupun perkataan ini sangat menusuk, tapi Shen Qiao merasa lega.


Bagaimanapun, dia telah melepaskan dirinya. Dia dan janin dalam kandungannya aman untuk sementara waktu.


Shen Qiao bergerak mundur dan menopang tubuhnya dengan ujung meja. Setelah tubuhnya seimbang, dia mulai beranjak menuju ke tempatnya.


Ye Moshen menatap punggungnya dengan tatapan yang tajam selama beberapa saat dan barulah mengalihkan perhatiannya.


Shen Qiao menyembunyikan dirinya ke dalam selimut. Tubuh dan bibirnya terus bergetar.


Setelah menenangkan dirinya, barulah dia mendapati kaki dan tangannya sangat dingin.


Untunglah, dia berhasil meloloskan diri.


Shen Qiao menutup matanya dan berharap dirinya bisa terlelap. Tetapi dia gelisah semalaman. Di dalam benaknya dipenuhi oleh perkataan Han Xueyou dan wajah Ye Linhan.


Dan juga nafas berat dari pria di malam hujan deras itu.


Mendadak, Shen Qiao terbangun dari tidurnya. Ketika membuka matanya, dia mendapati langit sudah terang.

__ADS_1


Setelah melirik handphonenya sejenak, ternyata sudah pagi.


Semalam telah berlalu.


Ketika Shen Qiao merapikan selimutnya, Ye Moshen masih tertidur. Dengan cepat, dia bergerak turun ke lantai bawah. Karena tidak bisa tidur, dia memilih untuk segera berangkat ke kantor.


Siapa sangka, Shen Qiao bertemu dengan Ye Linhan.


“Adik, pagi sekali?”


Ketika melihat dirinya, Ye Linhan menyapanya dengan ramah.


Bertemu dengan Ye Linhan kali ini, perasaan dan suasana hati Shen Qiao terasa berbeda.


Sebelumnya ketika bertemu Ye Linhan, dia hanya berusaha untuk tidak terlalu dekat dengannya agar tidak menyusahkannya.


Tapi kini ketika bertemu dengan Ye Linhan, Shen Qiao terus teringat dengan perkataan Han Xueyou. Pria yang dipenuhi dengan senyuman ini sama sekali berbeda dengan pria malam itu.


Bagaimana mungkin mereka orang yang sama?


Sepertinya kakak Xueyou salah paham?


Atau mungkin, dia sendiri yang salah dengar?


“Adik?” Mendapati ekspresi wajahnya yang aneh, Ye Linhan menatap Shen Qiao di tempat:”Kenapa? Apa yang kau pikirkan hingga melamun seperti itu?”


Mendengar semua itu, barulah Shen Qiao sadar dan segera menyembunyikan perasaannya.


“Maaf, kak. Aku kurang tidur semalam. Otakku masih belum bekerja dengan baik.”


Mendengar semua itu, barulah Ye Linhan menganggukkan kepala:”Ternyata kurang tidur. Pantas saja raut wajahmu pucat. Di kantung matamu bahkan ada lingkaran hitam.”


Shen Qiao tersenyum dengan canggung.


“Jika demikian, kau sudah sarapan pagi?” Ye Linhan mengedipkan matanya sambil tersenyum:”Kau bangun begitu pagi. Pembantu di rumah pasti belum sempat menyiapkan sarapan pagi, bukan?”


Shen Qiao menggelengkan kepala:”Tidak. Aku juga tidak lapar.”


“Biar aku yang membawamu.”


Shen Qiao:”…”


“Ayo kita jalan. Kita sarapan di sekitar kantor. Sarapannya sangat enak.”


Shen Qiao sebenarnya ingin menolak. Tetapi setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk pergi bersamanya.


Bagaimanapun Han Xueyou sudah mengatakannya. Dia ingin… menyelidikinya.


“Baik.”


Shen Qiao menganggukkan kepala dan melupakan semua pesan Ye Moshen padanya.

__ADS_1


__ADS_2