
Shen Qiao berdiri didepan cermin, dia membelalakan mata tidak percaya saat bercermin.
Tidak tahu sejak kapan, ada bekas memar di lehernya yang putih.
Shen Qiao pernah melihat bekas ini.
Tapi, hanya pernah melihatnya sekali.
Yaitu di malam hujan saat bercerai dengan Lin Jiang, keperawanannya direbut oleh pria asing, dia segera pulang dan berusaha membersihkan badan, lalu menyadari banyak bekas ciuman di lehernya.
Seperti bekas yang ini……
Pikiran Shen Qiao bengong sesaat dan baru tersadar, wajahnya memucat, dia menunduk membuka pakaiannya sendiri.
Ternyata, bekas itu memenuhi seluruh badannya selain lehernya.
Shen Qiao sempoyongan dan menabrak pintu dibelakangnya.
Benar, kenapa dia bisa melupakannya……
Walaupun ada dupa bius yang dibakar di kamar itu semalam, tapi……Lu Xunchang masih memaksanya meminum obat.
Dia begitu khawatir Ye Moshen terbius atau tidak, apa akibatnya, tapi sepenuhnya lupa kalau dirinya sudah dipaksa minum obat, lalu dia sama sekali tidak mengingat kejadian selanjutnya, tapi dia bisa berbaring disini tanpa terluka dan ada banyak bekas ini di badannya.
Bukan Ye Moshen, dia tidak punya kemampuan dalam hal ini.
Apa artinya ini??
Apa maksudnya???
Badan Shen Qiao gemetar dan terduduk di lantai dengan lemas.
Tuhan sungguh sangat mempermainkannya.
“Nyonya muda kedua, ada apa?” Bibi Chen segera melepaskan benda di tangannya dan berlari kemari saat melihatnya tiba-tiba terduduk diatas lantai, lalu menopangnya.
Shen Qiao ditopangnya kembali ke atas ranjang, dia menjadi bingung setelah berbaring kembali, tiba-tiba, dia teringat sesuatu yang penting dan menangkap tangan bibi Chen.
“Bibi Chen, bibi Chen!”
“Bibi Chen ada disini, nyonya muda kedua, sebenarnya ada apa?”
“Tolong aku, tolong bantu aku panggil dokter!!”
“Baik! Baik, bibi Chen segera membantumu memanggil dokter.” Bibi Chen terkejut sampai tidak berani banyak bertanya saat melihat wajahnya pucat sekali, dia segera keluar dari kamar pasien dan memanggil dokter.
Dokter dipanggil dengan buru-buru, dia baru tersenyum saat masuk dan melihat Shen Qiao sudah terbangun, Shen Qiao malah menarik kerah bajunya sambil berbaring disana dengan membelalakan mata.
Dia ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
Dokter ini sama dengan yang dulu, dokter Sui.
Dokter Sui tahu hubungannya dengan Ye Moshen yang rumit, dia melihatnya ingin bicara tapi tidak jadi, lalu berkata pada bibi Chen dibelakangnya: “Silahkan kerabat keluarga ini menunggu diluar dulu, aku mau memeriksa pasien.”
“Baik.” Bibi Chen keluar dari kamar pasien.
Shen Qiao menarik sudut pakaian dokterr Sui, bibirnya bergerak tapi tidak bicara apa-apa.
Dokter Sui seperti bisa menebak apa yang ingin ditanyakan dan bertanya: “Nona Shen mencariku untuk menanyakan anak di perutmu?”
Shen Qiao membelalakan mata saat mendengarnya, suaranya gemetar: “Dokter, apa anda tahu?”
“Ya.” Dokter Sui mengangguk, dia tahu kekhawatirannya sebagai seorang ibu dan tersenyum: “Tenanglah, anakmu baik-baik saja.”
Shen Qiao menghela nafas saat mendengar anaknya selamat, dia melepaskan tangan yang menarik sudut pakaiannya dengan pelan.
“Terima kasih.”
“Masih ada yang lainnya? Ada bagian mana yang tidak nyaman?” Karena dokter Sui sudah datang, dia membungkuk dan memeriksa nadinya sebentar, lalu mengeluarkan stetoskop untuk melakukan pemeriksaan standar.
“Kelihatannya tidak ada masalah, nona Shen istirahatlah dengan baik.”
Dokter Sui kebetulan mendengar suara dari luar ketika mau pergi.
“Tuan muda kedua, anda sudah datang.”
Ye Moshen sudah datang? Pandangan Shen Qiao langsung berubah ketika mendengar namanya, tanpa sadar dia bersembunyi didalam selimut.
Suara baru berlalu, pintu kamar pasien dibuka, dokter Sui berjalan keluar dan bertatapan dengan Ye Moshen.
“Tuan muda Ye, pemeriksaannya sudah selesai, nona Shen sudah sadar, badannya tidak masalah.”
Ye Moshen mengangguk, “Ya.”
Shen Qiao terus bersembunyi didalam selimut dan mendengar keadaan diluar, dia mendengar suara kursi roda yang bergerak kedalam, dia terkejut sampai badannya meringkuk.
Semalam……Sebenarnya apa yang terjadi?
Blam!
Pintu kamar pasien ditutup, suara lainnya menghilang, hanya ada suara kursi roda yang bergerak.
Tidak ada orang yang bicara, Shen Qiao sedikit ragu, apakah hanya Ye Moshen sendiri yang masuk?
“Untuk apa bersembunyi didalam selimut?”
Shen Qiao sedang berrpikir, suara Ye Moshen tiba-tiba terdengar dan membuatnya terkejut.
“Tidak berani menemuiku?”
__ADS_1
Shen Qiao: “……”
Dia menurunkan selimutnya perlahan dan bertatapan dengan Ye Moshen.
Shen Qiao langsung terpaku begitu melihatnya.
Karena ada luka di wajah Ye Moshen yang tampan.
Ada tiga bekas garis panjang di wajah tampannya, seperti dicakar kucing, dan bibirnya robek, Shen Qiao hampir mengira dia dipukul orang kalau pakaiannya yang rapi itu juga kusut.
Tanpa sadar Shen Qiao bertanya: “Ada apa dengan wajahmu?”
Ye Moshen terhenti, jarinya yang lentik menyentuh beberapa bekas luka diwajahnya.
Ada apa dengan wajahku? Hehe, dia masih tidak malu menanyakannya.
“Menurutmu?” Ye Moshen balik bertanya.
Shen Qiao: “……”
Bagaimana dia bisa tahu?
Ye Moshen melihat bibir bawahnya, semalam wanita ini menggigit robek bibir bawahnya sendiri, dokter mengobatinya setelah sampai rumah sakit, tapi luka itu sembuh lumayan cepat.
Udara yang tenang ini sedikit aneh, Shen Qiao tanpa sadar ingin menggigit bagian bawah bibirnya, lalu Ye Moshen malah membentaknya: “Jangan bergerak.”
Gerakan Shen Qiao langsung terhenti, Ye Moshen maju kedepan dan menekan dagunya, “Kamu ini bodoh ya? Hanya bisa menggigit bibir sendiri kalau menemui masalah?”
“Aku……” Shen Qiao tidak mengerti kenapa dia emosi sekali, pandangannya dingin dan menakutkan.
“Apa tidak tahu kalau bibirmu itu terluka?” Ye Moshen melihatnya sekilas, nadanya tegas.
Shen Qiao menyentuh bibir bawahnya sendiri dan memang agak sakit, kenapa dia tidak merasakannya saat minum sup barusan? Apakah dia memikirkan hal lainnya sampai melamun?
“Bodoh!” Ye Moshen kembali memarahinya.
Shen Qiao merasa hari ini Ye Moshen aneh sekali, walaupun dia masih galak dan memarahinya seperti dulu, tapi……Nada bicaranya……Lebih lembut dibandingkan dulu.
Apa perasaannya salah?
Ye Moshen tanpa sadar mengurangi tenaga di tangannya saat melihatnya bengong, pandangannya tertuju pada bekas memar di lehernya, ada rasa senang dan puas yang terbersit di mata hitamnya.
Begitu teringat semalam, wanita ini memeluk lehernya dengan bergairah, memohon agar dia pelan sedikit……Ye Moshen merasa seperti ada seekor kucing kecil yang sedang menggaruk hatinya saja.
Tanpa sadar jarinya bergerak kearah lehernya, dengan lembut mengusap bekas di atas lehernya.
Shen Qiao hanya merasa geli dan langsung menghindari sentuhannya.
Tiba-tiba, dia baru teringat apa yang ada di atas lehernya, ekspresinya langsung berubah dan langsung mundur kebelakang.
__ADS_1
“Jangan menyentuhku!!”