
Jadi pemandangan di hadapannya ini seperti seorang koki kecil yang baru selesai masak dan mengantarkan makanan ke hadapannya, melihat tamu makan dengan sangat enak, dia pun menunjukkan senyuman lebar.
Adegan ini sungguh membuat Su Jiu merasa ada yang aneh.
Sebenarnya apa yang terjadi?
“Maaf aku datang telat.” Suara seorang pria tiba-tiba terdengar.
Su Jiu dan Shen Qiao begitu mendengar suara langsung mencari asal suara.
Seorang pria berjas hitam dengan gaya tampannya, Ye Moshen duduk di atas kursi roda, dan Xiao Su yang mendorongnya masuk.
Melihat Ye Moshem, Shen Qiao sangat terkejut, kenapa dia bisa tiba-tiba di sini?
Di saat ini bukankah seharusnya dia berada di dalam kantor? Apalagi tugas ini adalah tugas yang diserahkannya pada dirinya.
Apakah dirinya ada melakukan suatu kesalahan?
Teringat dengan kejadian yang telah terjadi dua kali, Shen Qiao segera berdiri, terburu-buru berjalan ke arahnya, rupanya seperti seorang istri membuat Han Qing penasaran untuk melihatnya, kemudian ia melihat Shen Qiao dan tampak sedih.
Di samping Shen Qiao, Han Qing dapat melihat Ye Moshen sedang menatapnya murka.
Ye Moshen……
Teringat dengan hasil survey kali ini, Han Qing menunjukkan tatapan mata seakan-akan sedang memikirkan sesuatu.
Entah mengapa, Han Qing berpikir lebih banyak.
Su Jiu melihat Shen Qiao dengan canggung, Shen Qiao berjalan ke hadapan Ye Moshen, berbicara dengan suara rendah: “Kenapa kamu juga kemari?”
Ekspresi heran itu seperti anak kecil, Ye Moshen menyipitkan mata, dia berpikir, kenapa dulu dia tidak menyadari sifat lucu dari wanita ini?
Sedangkan sekarang, seluruh gerakan kecil dan tatapan matanya itu membuat Ye Moshen begitu senang melihatnya.
Dan semakin menyukainya.
Apakah karena sudah pernah berhubungan sekali? Tidak seharusnya!
Teringat hal ini, Ye Moshen menjadi kesal tana alasan, lalu dia menjawab dengan suara yang hanya bisa didengar dua orang: “Aku hanya datang melihat apakah kamu ada menggoda pria lain di belakangku tidak?”
Shen Qiao: “……”
__ADS_1
Seketika, ekspresi di wajahnya menjadi kaku.
Sedangkan wajah Ye Moshen yang tampan itu tidak jelas sedang tertawa atau tidak, ia langsung menggeserkan kursi rodanya ke meja makan: “Tambah satu orang tidak masalah kan?”
Han Qing meletakkan pisau dan garpu nya, menunjukkan senyuman.
“Presiden Ye, salam kenal.”
Ye Moshen meringkuk bibir: “Lama tidak berjumpa.”
Sedangkan Shen Qiao masih mempertahankan gayanya di awal, setelah mendengar percakapan mereka dia baru sadar, melirik mata melihat mereka.
Dia kembali berjalan ke kursinya. Semua orang duduk dengan canggung, agak lama kemudian Shen Qiao baru sadar, di hadapannya ini hanya ada makanan untuk Han Qing, sedangkan makanan untuk Su Jiu dan dirinya terlupakan.
“Maaf ya, aku minta pelayan mengantarkannya lagi!”
Setelah pelayan tiba, Shen Qiao setelah meminta pendapat mereka, memesan makanan, barulah bisa menghela nafas dengan tenang.
Ye Moshen di saat ini tiba-tiba memberikan saran: “Suasana di sini begitu bagus, apakah Presiden Han tidak ingin minum bir?”
Su Jiu baru saja ingin berkata bahwa Presiden Han nya tidak minum bir, tidak disangka Han Qing malah menjawabnya: “Boleh.”
Shen Qiao melihat bir itu dengan ekspresi yang sedikit berubah, saat mereka sedang minum bir itu dia pergi ke kasir untuk bertanya diam-diam berapa harganya, setelah mengetahui harga bir itu, hati Shen Qiao menjadi tidak tenang.
Restoran ini adalah restoran termewah di Kota Beicheng, yang dipekerjakan kemari adalah koki terkenal. Dilihat dari harga makanan saja sudah sangat mahal, apalagi jenis bir lainnya.
Restoran ini biasanya tidak didatangi oleh staf biasa. Biasanya tempat kelas atas seperti ini hanya digunakan untuk berdiskusi atau digunakan untuk menarik hati seseorang dalm pekerjaan. Tapi karena masakan di sini dibuat oleh koki terkenal, jadi orang yang datang makan kemari juga menjadi sangat banyak.
Hanya saja kebanyakan orang kemari bagi yang sanggup membayarnya.
Sedangkan Shen Qiao jelas orang yang tidak sanggup membayarnya.
Meskipun si pak tua bagian keuangan itu telah mengajukan lebih banyak uang kepadanya, tapi untuk membayar biaya makanan kali ini sungguh tidak cukup.
Shen Qiao menolehkan kepala melihat mereka, diam-diam membawa ponsel ke toilet.
Di dalam toilet tidak ada orang lain, jadi Shen Qiao langsung berdiri di luar toilet untuk menelepon Han Xueyou.
Ketika Han Xueyou mengangkat teleponnya dia merasa janggal: “Bukankah sekarang sedang jam kerja, kenapa dia malah meneleponku? Apakah dia ingin mengajakku untuk makan siang bersama?”
Shen Qiao mana sempat untuk bercanda di saat ini, sekarang masalah yang dia hadapi sangat darurat.
__ADS_1
“Xueyou, butuh pertolongan darurat, pinjamkan aku sedikit uang!”
Han Xueyou: “…… Apa yang terjadi?”
Shen Qiao: “Masalah ini panjang ceritanya, tapi aku sekarang sangat butuh uang.”
“Baiklah, kamu butuh berapa banyak? Aku transfer sekarang.” Han Xueyou langsung menyetujuinya dengan fleksibel.
Pertemanan mereka sudah sangat lama, sejak Han Xueyou datang ke rumah Han, dia selalu mencari cara untuk membalas kebaikan Shen Qiao, dan dia terus bilang dia bisa membantu. Tapi Shen Qiao tidak pernah meminta uang sekalipun, apalagi meminta bantuannya.
Bahkan untuk mencarikan pria asing saja Han Xueyou yang mengajukan diri untuk membantunya mencarinya.
Jadi kali ini Shen Qiao mulai bicara untuk meminta uang, Han Xueyou sungguh merasa senang, karena akhirnya dia sudah buka mulut terhadapnya. Han Xueyou juga bisa memiliki kesempatan untuk membalas budinya. Hatinya pun tidak lagi merasa berhutang.
Kemudian dia dengan kecepatan kilat mentransferkan uang kepada Shen Qiao. Setelah Shen Qiao menerima pesan uang masuk, dia langsung berterima kasih: “Terima kasih ya.”
Han Xueyou menjawabnya asal: “Kamu belum bilang apa kegunaan uang ini? Meskipun ceritanya panjang, tapi kamu harus cerita sedikit.”
Membahas hal ini, Shen Qiao tertawa: “cerita ini sungguh panjang. Emm. Bukankah sebelumnya aku bilang ingin mengundang kakakmu makan?”
Mendengar ucapannya, hati Han Xueyou berdegup, lalu mengangguk kepala dengan kaku: “I-iya. Kenapa?”
“Ye Shi akan bekerja sama dengan Grup Han. Jadi hari ini aku merasa beruntung bisa mengundang kakakmu.”
“A-apa katamu?”
Selesai Shen Qiao mengatakannya, Han Xueyou terkejut heran. Shen Qiao mendengar responnya dan ada suara barang terjatuh, dia bertanya heran: “Ada apa?”
“Kamu kan kakakku sudah bertemu?” suara Han Xueyou tampak gugup. Kemudian Shen Qiao mengerutkan alis matanya.
Seperti teringat sesuatu, Shen Qiao langsung memberikan penjelasan: “Kamu tenang saja, aku tidak akan mengganggu pekerjaan kakakmu. Kita bisa bertemu hanya untuk membahas pekerjaan saja.”
“Kalian sekarang ada di mana?” Han Xueyou tiba-tiba bertanya.
“Apa?”
“Beritahu aku, bukankah kalian sekarang sedang makan? Di restoran mana?” Han Xueyou tidak sadar bahwa suaranya sedang gemetar.
Shen Qiao:”…… Di restoran paling terkenal di Kota Beicheng……”
Kata-kata yang di belakang belum terucapkan, Han Xueyou langsung memutuskan telepon: “Kamu tunggu aku ya, aku akan segera ke sana!”
__ADS_1