Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 160 Hadiah Pertemuan


__ADS_3

Ibu Shen menatapnya cukup lama dengan tatapan kosong.


“Kamu … Sepertinya kamu ingin membuatku mati kesal, baru kamu puas.”


Shen Qiao menatapnya.


“Ibu meminta seratus lima puluh ribu dariku, bukankah itu juga mau membunuhku?”


“… Oke, tidak perlu seratus lima puluh ribu! Seratus ribu saja! Atau lima puluh ribu saja!”


“Ibu, kamu benar-benar menuntut terlalu tinggi.”


“Shen Qiao, aku membesarkanmu sejak kecil, apakah begitu caramu membalas budiku ? Ini hanya puluhan ribu dolar, dan kamu tidak ingin memberikannya kepadaku? Apakah kamu ingin menjadi anak yang tidak berbakti?”


Shen Qiao diam saja, tangannya terus dikepal dengan kencang. Dia menggigit bibir bawahnya dengan kuat, membiarkan orang-orang yang lalu lalang dijalanan memandangnya dengan tatapan aneh.


Biarkan saja orang lain melihat apa yang mereka suka.


Tapi sekarang dia benar-benar tidak bisa mendapatkan uang itu.


“Ayo ngomong, kamu!” Ibu Shen melangkah maju dan menarik pakaiannya dengan kuat: “Lihatlah apa yang kamu kenakan dan apa yang kamu gunakan setiap hari. Bukankah ini juga hasil jerih payah yang saya korbankan untukmu, kamu serigala bermata putih, sudah memiliki kehidupan yang lebih baik? Sekarang tidak menginginkan orang tuamu lagi. ”


Dia memarahinya trus, dan Shen Qiao hanya menutup matanya, membiarkannya menarik-narik bajunya.


Tiba-tiba, sepasang tangan besar memblok dan menahan semua serangan Ibu Shen.


“Bibi, tolong jangan lakukan ini.” Sebuah suara lembut terdengar di atas kepalanya, dan Shen Qiao membuka matanya dengan cepat, menatap kosong ke arah orang itu.


Dia adalah Ye Linhan …


Kenapa dia disini?


“Kamu, siapa kamu?” Ibu Shen memandang pria yang tiba-tiba muncul untuk melindungi Shen Qiao di belakangnya. Dia sepertinya orang kaya terlihat dari apa yang dia kenakan.


Ibu Shen menyipitkan matanya dan menatapnya: “Apakah Anda suami Qiao Qiao?”


Shen Qiao terkejut, dan dengan cepat menjelaskan: “Bu, dia bukan …”


Mendengar itu, Ye Linhan sedikit terkejut, dan tersenyum : “Jadi, Anda adalah ibu Qiao Qiao.”


Shen Qiao memandang Ye Linhan dengan heran, apa maksud dia ini? Mengapa dia tidak menyangkalnya!


“Ya, saya ibunya Qiao Qiao. Apakah Anda suaminya?” Ibu Shen tersenyum lebar. “Begini, belakangan ini situasi dirumah lagi ada sedikit kesusahan, jadi saya meminta Qiao Qiao untuk meminjamkan uang dulu, tapi siapa sangka gadis ini ternyata keras kepala, mengatakan padaku bahwa dia tidak bisa … bagaimana ini mungkin terjadi? Bukankah dia menikah denganmu, dari keluarga Ye? Harusnya dia biasanya punya banyak uang saku kan? Selain itu, dia juga punya pekerjaan … ”


Tepat sebelum Ibu Shen selesai berbicara, Ye Linhan tersenyum dan bertanya, “Maaf, Bibi ingin pinjam berapa?”

__ADS_1


Ibu Shen dengan cepat mengucapkan jumlah nominal yang dia inginkan.


“Tidak banyak, hanya dua ratus ribu saja!”


“Bu!barusan tadi ibu bilang hanya!” Shen Qiao dengan nyaring menyela memotong perkataan ibunya.


Ibu Shen menatap tajam kearah Shen Qiao.


Ye Linhan tersenyum dan melindungi Shen Qiao di belakangnya, mencegahnya berbicara, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartunya dan menyerahkannya kepada Ibu Shen.


“Bibi, ada tiga ratus ribu di kartu ini. Jika Anda tergesa-gesa butuh uang, pakai saja dulu. Kodenya tujuhnya enam kali.”


Ketika Shen Qiao, yang ada dibelakang Ye Linhan, mendengar nominal tersebut, dia buru-buru mau mengambil kartu bank itu. Ternyata ibunya lebih cepat mengambilnya, dan sekarang dia pasti sudah sangat bahagia sekali.


“Menantu laki-laki saya benar-benar sangat pengertian! Ibu ucapkan terima kasih ya, Qiao Qiao, kamu benar-benar menikah dengan suami yang baik!”


Setelah itu, ibu Shen takut Shen Qiao akan mengambil uang itu, dan dengan cepat mundur dan berkata: “Saya mendadak ada keperluan yang mendesak, jadi saya pamit dulu, lainkali baru menjengguk kalian lagi ya.”


Di saat belokan jalan, Ibu Shen tiba-tiba baru menyadari satu hal.


Aneh, bukankah Shen Qiao menikah dengan orang cacat? Mengapa pria itu bisa berdiri sekarang?


Lupakan saja, toh saya sudah punya tiga ratus ribu, mau saya apakan nanti terserah saya?


“Nah, ibumu sudah pergi.”


“Mengapa Anda memberikan dia tiga ratus ribu?” Tanya Shen Qiao. Dia mengangkat kepalanya, matanya yang indah terlihat lesu: “Apakah Anda tahu apa arti tiga ratus ribu itu? Tahukah Anda bahwa saya tidak mampu untuk melunasinya? Apakah Anda tahu apa yang akan dia lakukan dengan tiga ratus ribu itu ? ”


Ye Linhan terkejut melihat tatapan lesu di matanya, dan setelah beberapa saat dia tersenyum tipis.


“Ini tidak ada apa-apanya, bisa membantumu, kakak sudah sangat senang. Apalagi kakak juga tidak berharap kamu membayarnya kembali.”


Shen Qiao mundur selangkah, matanya yang indah melotot.


“Bagaimana bisa aku tidak mengembalikannya? Aku benci berutang budi kepada orang lain. Ibuku sudah mengambil uangmu, maka aku harus mengembalikannya untuknya!”


Sekali ambil tiga ratus ribu, bagus sekali …


Senyum di wajah Ye Linhan sedikit pahit: “Apakah kamu menyalahkan Kakak?”


Shen Qiao menatapnya dengan tegas tanpa berbicara.


Sorot mata Ye Linhan menunjukkan kekhawatiran, “Kalau begitu kamu harus memaafkan kakak, kakak tidak ingin melihatmu dipukuli dan dimarahi lagi. Sungguh menyakitkan melihatnya, bodoh!”


Setelah selesai berbicara, Ye Linhan mengulurkan tangan dan mengusap kepalanya.

__ADS_1


“…”


Shen Qiao berdiri diam menatapnya .


Terbawa oleh suasana yang menenangkan hati….Shen Qiao menatap matanya dan merasa ada kenyamanan dan kelembutan. Emosinya bercampur aduk jadi satu.


apa itu? ?


Seketika Shen Qiao bereaksi, dia mundur selangkah dan menatapnya dengan sedikit ngeri. Tangan Ye Linhan sempat terdiam di udara dan kemudian dia tarik kembali.


Senyum memudar dari sudut bibirnya: “Ya, salahkan kakak, tapi kakak melakukan semua ini karena menganggapmu sebagai anggota keluarga. Jadi jangan marah. Tiga ratus ribu itu anggap aja sebagai hadiah pertemuan untuk adik ipar dariku ”


Shen Qiao: “… Memberikan tiga ratus ribu sebagai hadiah pertemuan, kakak benar-benar murah hati.”


Ye Linhan pura-pura tidak mengerti maksud perkataan Shen Qiao.


Shen Qiao mengepalkan tinjunya: “Hadiah pertemuan tidak perlu. Saya perlahan-lahan akan mengembalikan tiga ratus ribu nya kepada Kakak.”


Selesai berbicara, Shen Qiao berbalik dan pergi.


“Adik ipar …” Ye Linhan mencoba menghentikannya, tetapi Shen Qiao dengan cepat meninggalkan tempat itu seolah-olah dia tidak mendengarnya.


Shen Qiaofei kembali ke perusahaan seperti biasanya. Mimik mukanya menjadi serius seketika dia memasuki lift.


Hidupnya menjadi sangat tidak nyaman sejak datang Ke keluarga Ye. Belum lagi uang yang dia hutang ke perusahaan, dia juga berhutang pada Ye Moshen. Awalnya, dia mengira bisa mendapatkan bonus dengan bekerja keras dan memenangkan proyek. Tidak disangka dia dicemooh oleh Ye Moshen lagi.


Sekarang … Sangat sulit untuk menghasilkan uang lagi.


Tiba-tiba, Shen Qiao terpikir kontrak mal yang diberikan Mo Shen padanya malam sebelumnya., dan ekspresinya menjadi serius setelah memasuki lift.


Jika bukan karena momen putus asa ini, Shen Qiao benar-benar melupakan kontrak mal itu.


Pada saat itu, dia membeli seluruh mal dan memberikan kontraknya kepadanya, karena dia tidak enak hati menerimanya, dan dia tidak menginginkan kontrak itu, jadi dia menyembunyikan kontrak itu dibawah sebuah kotak.


Sekarang sepertinya … sudah waktunya dia mengunjungi mal itu.


Setelah selesai bekerja, Shen Qiao langsung pergi ke mall.


Dia datang ke toko pakaian yang dulu pernah dia kunjungi, dan pelayan itu dengan senyum gembira segera menyambutnya ketika melihatnya memasuki toko.


“Nona Shen, akhirnya kamu kesini!”


Shen Qiao: “…”


Apakah selama ini dia menanti kedatangannya?

__ADS_1


__ADS_2