
Shen Qiao dengan wajahnya yang sudah memerah itu, segera mengelap tangannya, lalu dengan kesalnya melototkan mata ke arahnya.
“Siapa yang butuh kamu menghisap darahku seperti itu? Menjijikkan!”
Ye Moshen mengeluh sejenak, “Kenapa? apakah kamu ingin orang lain yang melakukannya?”
Shen Qiao tidak ingin berdebat dengannya, kalau terus berbicara dengannya, maka suasana mungkin akan menjadi tidak enak, dia ingin kembali jongkok dan memungut pecahan kaca itu, tetapi Ye Moshen dengan nada keras berkata: “Apakah otakmu sedang bermasalah ya? Begitu banyak serpihan kaca, kamu masih mau gunakan jari tanganmu untuk membersihkannya?”
“…” Shen Qiao mengangkat kepalanya:”Kamu membolehkan aku gunakan sapu?”
Pertama kali dia jongkok dan menggunakan tangan membersihkan serpihan kaca itu, dalam hatinya berpikir jika Ye Moshen sengaja membuat dia sulit seperti itu, jadi membiarkan dia pakai tangan untuk melakukannya, kalaupun dia pergi mengambil sapu, mungkin juga tidak akan ada gunanya.
Tetapi sekarang tidak disangka, dia membolehkannya untuk pakai sapu.
Ye Moshen menyipitkan matanya, lalu amarah dari dalam tubuhnya semakin terasa: “Kamu bilang apa?”
“Tidak ada.” Shen Qiao segera berdiri, lalu mengambil sapu di belakang, jika Ye Moshen mengizinkannya, tentu dia juga tidak akan dengan bodohnya, masih ingin pakai tangan membersihkan itu semua.
Ketika kembali, Shen Qiao hanya melihat punggungnya Ye Moshen.
Ketika dia mulai pergi, suasana dingin itu pun juga ikut dia pergi, suhu di sekitar terasa seperti kembali ke normal, Shen Qiao segera membersihkan serpihan kaca gelas itu, kebetulan bibi pembersih sudah mengepel sampai bagiannya sana, melihat itu semua, tidak tertahankan berkata: “Aiyoh, anak muda sekarang ini, gimana kerjanya sih, kok sampai memecahkan begitu banyak gelas kaca, hmm. Melihat anak muda begitu kuat, tetapi sebenarnya dalam hal berkerja di bidang itu, masih belum sebaik orang berumur seperti kami ini.”
Shen Qiao dengan canggungnya melepaskan sapu, lalu berjalan pergi.
Sampai pulang kerja, Xiao Yan datang mencarinya, lalu sambil tersenyum berkata padanya.
“Kabarnya ketika rapat pagi hari tadi, tuan muda Ye Moshen sudah mempersulit kamu, astaga ini semua kenapa? kenapa kamu bisa sampai tidak disukai seperti itu.”
Shen Qiao: “…”
Xiao Yan: “Aku katakan padamu, pria suka seperti itu, ketika sudah dapat, maka tidak dihargai lagi, kemudian dia akan mulai menggoda wanita lainnya. Tetapi lagi pula Ye Moshen sudah cacat, menurutku dia mungkin tidak akan pilih-pilih terus, sudah ada kamu saja, harusnya bersyukur sekali.”
Mendengar itu, Shen Qiao tidak berdaya sama sekali: “Kamu ini sebenarnya sedang menghinaku atau menghiburku?”
“Ada semua!” Xiao Yan memegang pundaknya dan berkata: “Bersamaan dengan menghina kamu, juga ada sedikit menghibur kamu, tetapi kamu ini terlalu sulit dipercaya, kamu harusnya lebih ceria sedikit.”
Shen Qiao: “… kamu ini berpikir berlebihan, sungguh!”
Xiao Yan masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba di depan sana muncul seseorang, oleh karena itu dia pun menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
Xiao Yan dengan kagetnya melihat orang di depan sana.
“Ye, Wakil presiden Ye!”
Ye Linhan tersenyum ke hadapannya Xiao Yan, seketika senyuman itu membuat hatinya Xiao Yan meleleh, dia menundukkan kepala dan terlihat sedikit malu-malu.
Ye Linhan melihat ke arah Shen Qiao: “Kamu ada waktu kosong?”
Shen Qiao terdiam sejenak, beberapa detik sempat tidak menjawabnya.
“Kenapa?” Dia bertanya.
Ye Linhan tersenyum padanya, tetapi tidak bersuara, Shen Qiao juga bukan orang yang bodoh, mau tidak mau dia melihat ke arah Xiao Yan dan berkata: “Kamu pulang dulu saja, besok aku lanjut cerita padamu.”
“Oh.” Xiao Yan menganggukkan kepalanya, lalu mengedipkan mata ke arah Shen Qiao, kemudian pergi meninggalkan mereka.
Tunggu sampai Xiao Yan pergi, Ye Linhan mengeluarkan kunci mobilnya dan berkata: “Ayo jalan, aku traktir kamu makan.”
Apa? Shen Qiao masih belum sempat meresponnya, tetapi Ye Linhan sudah berbalik badan dan pergi, dia diam sejenak di tempat semula, lalu berjalan mengejarnya, orang di dalam kantor sana, ada begitu banyak yang melihat mereka berdua, Shen Qiao merasa sedikit bingung dan berkata padanya: “Itu, kakak, aku tidak lapar.”
Mendengar itu, Ye Linhan sedikit tersenyum: “Tenang saja, bukan tempat yang bisa membuat kamu makan kenyang.”
“Hanya makanan ringan, apakah kamu masih mau menolak itu semua?”
Baiklah, karena terus dibujuk olehnya, Shen Qiao seketika merasa diri sendiri terlalu berlebihan, orang lain juga bukannya ingin jahat padanya, hanya perhatian dan ingin mentraktir makan saja, tetapi dia justru terus berusaha untuk menolaknya.
Ikut dengannya sampai di parkiran bawah, Ye Linhan dengan ramahnya membantu dia membuka pintu mobil, bahkan ketika dia ingin masuk ke dalam, Ye Linhan menggunakan tangannya untuk melindungi kepalanya, agar tidak sampai tersantuk bagian pintu mobil.
Setelah Shen Qiao masuk ke dalam, Ye Linhan bahkan membantunya untuk memasang sabuk pengaman.
Dia berjarak sangat dekat dengan Shen Qiao, wangi minyak wanginya itu terhirup masuk ke dalam pernafasannya, oleh karena itu Shen Qiao dengan gugupnya segera menahan nafasnya, sampai dia selesai memakaikan sabuk pengaman itu, dia baru menyadari kalau itu semua harusnya dia lakukan sendiri saja!
Tetapi Ye Linhan sudah berlari ke pintu sebelah dan duduk di depan jok pengemudi, Shen Qiao berpikir dalam hatinya, ini sungguh adalah pria yang lembut dan sangat perhatian sekali.
“Kamu bilang kamu tidak suka makan yang manis, suka makan yang pedas, kalau begitu kakak antar kamu pergi makan ikan pedas?”
Ikan pedas?
Ketika mendengar nama makanan itu, seketika matanya Shen Qiao menjadi sedikit terang, lalu menelan air liurnya, tetapi dia masih dengan canggungnya berkata: “Kakak, kenapa kamu bisa tahu aku suka makan itu?”
__ADS_1
“Aku meminta asistenku untuk mencari tahu makanan kesukaan kamu, jadinya aku pun tahu hal itu.” Ye Linhan berkata padanya, kemudian ingin menjulurkan tangan untuk mengelus kepalanya.
Tetapi jarak mereka berdua bukan begitu dekat sekali, lagi pula saat dia menjulurkan tangan ke arah Shen Qiao, Shen Qiao juga langsung berusaha menghindarinya, jadinya dia pun gagal untuk mengelus kepalanya.
Tangannya dilambai-lambaikan di atas, kemudian menariknya kembali ke tempat semula.
“Apakah kakak terlihat bahaya, jadinya kamu begitu takut padaku?”
“Tidak, tidak kok.” Shen Qiao menggelengkan kepala: “Aku hanya khawatir, Ye Moshen bisa mencari masalah denganmu, aku tidak ingin memberikan masalah untuk kakak, jadi…”
“Ini tidak apa.” Ye Linhan tersenyum padanya: “Ingat aku pernah katakan padamu, Ye Moshen itu wajahnya dingin dan hatinya panas. Ditambah hari ini, kamu menjadi kesulitan sekali saat berada di ruang rapat, aku rasa kamu ketika datang ke dalam Ye Jia, sangat jarang untuk tersenyum, kamu pasti tidak begitu bahagia bukan?”
Bahagia?
Sepertinya Shen Qiao sudah begitu lama tidak tahu apa yang sedungguhnya dia rasakan.
Sejak setelah dia menikah dengan Lin Jiang, dia pun sudah tidak tahu apa itu bahagia, apalagi setelah cerai dan menikah lagi masuk ke dalam Ye Jia, ada begitu banyak hal yang menurutnya itu adalah waktunya ‘neraka’.
Begitu mengerikan.
Terpikirkan sampai di sana, Shen Qiao memejamkan mata, suaranya tenang: “Tidak peduli bahagia atau tidak, aku sudah terbiasa.”
Mendengar hal itu, Ye Linhan tersenyum, nada bicaranya terlihat sedikit khawatir: “Terbiasa tidak bahagia, itu bukanlah kebiasaan yang baik, adik… wanita harusnya sering tertawa, terutama saat kamu masih begitu muda, terus cemberut itu tidak bagus bagi diri sendiri, bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh sendiri.”
Banyak tertawa…
Shen Qiao tawa terpaksa.
“Yang aku maksud itu bukan tawa seperti itu, aku ingin tawa yang berasal dari dalam hati.”
Shen Qiao tidak bisa melakukannya, dia dengan tidak berdayanya berkata: “Kakak, kamu jangan membuatku kesulitan seperti itu.”
“Iya.” Ye Linhan tidak membuat dia kesulitan lagi, di dalam mobil menjadi tenang dan tidak ada ucapan kata apapun, tidak lama kemudian mereka tiba di tempat tujuan, ketika Ye Linhan mengantarkan dia masuk ke dalam, Shen Qiao terus ikut dia dari belakang, berusaha untuk tetap menjaga jarak dengan Ye Linhan.
Kemudian dia juga sering melihat ke kanan dan kiri, seperti merasa tidak tenang saja, sampai dia masuk ke dalam ruang makan khusus.
Bumm!
Tiba-tiba Shen Qiao menabrak punggungnya Ye Linhan.
__ADS_1