
Seketika itu, perasaan bersalah Han Xueyou langsung hilang. Justru dirinya merasa bangga dengan kepintarannya. Dengan ujung bibir yang menjulang ke atas, dia mengingatkan Shen Qiao:”Shen Qiao, makanannya sudah dingin. Ayo cepat dimakan. Setelah itu, aku akan membantumu untuk membereskan semua ini dan kita bisa pulang lebih awal.”
Shen Qiao, jangan salahkan aku yang telah memprovokasi hubunganmu dengan Ye Moshen.
Kau dan Ye Moshen hidup di dunia yang berbeda. Kalian tidak akan bisa hidup bahagia bersama.
Lebih baik biar aku yang mendampinginya. Dan jika Ye Linhan benar-benar bersikap baik dan tidak mempersalahkan statusmu, aku pikir dia yang lebih cocok denganmu.
“Tidak usah. Kau sudah cukup berjerih lelah membawakan makanan untukku. Setelah makan, kau pulang saja terlebih dahulu.”
Shen Qiao melemparkan sebuah senyuman padanya.
Han Xueyou bersikeras untuk tetap tinggal.
Apa boleh buat, Shen Qiao akhirnya membiarkannya untuk membantu dirinya. Mereka terus bekerja hingga pukul 10 malam. Menatap gedung yang sudah kosong, Han Xueyou berkata:”Sudah cukup kita lembur hingga sekarang bukan? Ayo kita pulang dulu. Aku membawa mobil, biar aku antar kau pulang.”
Di tengah kesibukan, Shen Qiao melirik ke arah jam. Waktu menunjukkan sudah lebih dari pukul 10 malam. Walaupun masih ingin terus bekerja, dia tidak boleh menyusahkan Han Xueyou. Karena itulah, dia mulai membereskan barangnya setelah mengiyakan ajakannya.
Ketika tiba di Keluarga Ye, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sambil menatap kesunyian di tengah malam, Han Xueyou mendadak berkata:”Shen Qiao, kakakku berkata padaku….”
Mendengar kalimat itu, tubuh Shen Qiao mendadak menjadi kaku dan berkata:”Itu….”
“Aku katakan secara langsung saja. Orang itu adalah Ye Linhan!”
Sebelum Shen Qiao membuka pintu mobil, mendadak Han Xueyou mengucapkan kalimat itu. Setelah itu… Keningnya mengeluarkan keringat dingin sambil memegang erat setir mobil.
Setelah mendengar perkataan itu, Shen Qiao terpaku di tempat. Saking kagetnya, dia terdiam tanpa memberikan respon apapun selama beberapa saat.
Dia pikir… Dirinya salah dengar.
Nama yang disebut Han Xueyou tadi adalah Ye Linhan?
Dia memalingkan wajahnya ke arah Han Xueyou. Dengan bibir yang sedikit bergetar:”Xueyou, mengapa kau mendadak menyebut nama Ye Linhan?”
Han Xueyou terdiam sambil menatapnya.
Sambil menggerakkan bibirnya, Shen You berusaha menutup kegelisahan di matanya sambil berkata:”Sudah malam. Kau cepatlah pulang untuk istirahat.”
“Shen Qiao, jas itu milik Ye Linhan.”
Ketika Shen Qiao hendak membuka pintu mobil, suara Han Xueyou kembali terdengar. Seketika itu, kepala Shen Qiao terasa seperti ingin meledak.
__ADS_1
Bagaimana mungkin itu Ye Linhan?
Apakah Tuhan sedang mempermainkan dirinya?
“Aku tahu sepertinya memang kurang tepat menyampaikan berita ini padamu… Tetapi… Orang itu memang benar adalah Ye Linhan. Tadinya aku ragu untuk menyampaikan hal ini padamu. Tetapi setelah mempertimbangkannya selama beberapa hari ini dan mendengar tentang ceritamu sore ini, aku merasa sepertinya cukup baik jika kau bisa bersama Kakak Ye. Karena itulah, malam ini aku memberanikan diri untuk menyampaikan semua ini padamu.”
Shen Qiao terdiam.
Han Xueyou terus berkata:”Tentu saja. Aku tahu kau butuh waktu untuk menerima semua ini….”
Shen Qiao menggelengkan kepala sambil berkata dengan nada panik:”Jangan bercanda? Orang di malam itu, sama sekali tidak mirip dengan perilaku Ye Linhan!”
“Shen Qiao, perilaku seseorang sangat beragam. Saat berhadapan dengan orang yang berbeda, sikap yang ditunjukkan juga akan berbeda. Mungkin dia biasanya memang terlihat lembut, tapi kenyataannya dia adalah seorang yang….”
“Tidak mungkin!” Shen Qiao memotong pembicaraannya sambil menggelengkan kepala.
Han Xueyou menghela nafas:”Yang penting aku sudah menyampaikan semua ini padamu. Malam ini, kau pikirkan perlahan-lahan.”
Shen Qiao terpaku menatap Han Xueyou sejenak. Setelah memintanya untuk berhati-hati di jalan, Shen Qiao turun dari mobil.
Setelah masuk ke Keluarga Ye begitu lama, ini kali pertama Shen Qiao pulang begitu larut. Kondisi Keluarga Ye sudah hening. Hanya ada beberapa asisten rumah tangga yang sedang jaga malam yang terlihat cukup kaget dengan kepulangannya. Tetapi dengan cepat, mereka mengucapkan salam.
Shen Qiao masih sedikit terpukul dengan kejadian tadi. Karena itulah, dia hanya menganggukkan kepala dan kemudian langsung berjalan naik ke lantai atas.
Dia membuka pintu dengan perlahan-lahan dan berjalan menyelinap ke dalam. Tetapi, dia mendapati ternyata lampu masih menyala. Ye Moshen masih duduk di atas kursi rodanya sambil membaca buku.
Mendengar ada suara, alis matanya bergerak sedikit ke atas.
Ternyata dia masih belum tertidur. Sudah hampir pukul 12 malam, bukankah biasanya dia selalu tidur tepat waktu?
Tanpa berbicara apapun padanya, Shen Qiao mengambil pakaian dan segera mandi.
Saat mandi, Shen Qiao terus memikirkan perkataan Han Xueyou.
Mungkinkah ada kesalahan? Malam kegelapan yang disertai hujan deras itu membuat wajah pria itu sama sekali tidak terlihat jelas. Tetapi, dirinya bisa merasakan aroma arogan yang berasal dari nafas tubuhnya yang terasa sangat agresif dan liar.
Sedang Ye Linhan selalu memberi kesan pendiam dan lembut.
Bagaimanapun, dia tidak akan pernah berpikir kedua orang itu adalah orang yang sama.
Tetapi, Xueyou berkata Ye Linhan adalah pemilik dari kancing jas itu. Selain tidak percaya, Shen Qiao juga merasa tidak bisa menerima semua itu.
__ADS_1
Ye Linhan—
Dia adalah kakak Ye Moshen!
Semakin dipikirkan, Shen Qiao merasa kepalanya semakin berat dan pandangan matanya kabur. Dia segera mematikan pancuran air, mengeringkan tubuhnya dan mengenakan pakaian.
Ketika dia berjalan keluar dari kamar mandi, ternyata Ye Moshen masih belum tidur juga. Dia masih terus membaca buku.
Buku apa yang begitu menarik sehingga mengganggu istirahatnya?
Shen Qiao berkata di dalam hati.
Ye Moshen seperti bisa mendengar kata hatinya, mendadak menutup buku dan memberikan sebuah perintah dengan nada bicara yang dingin.
“Kemarilah.”
Perkataan yang dingin itu seperti batu yang menghantam dada Shen Qiao. Setelah kejadian tadi pagi, hingga saat ini dia masih merasa takut terhadap Ye Moshen. Dia ingin menjaga jarak dengannya.
Tetapi kini dia meminta dirinya untuk mendekat. Shen Qiao menarik ujung pakaiannya karena tegang. Nafasnya juga menjadi pendek.
Karena merasa kesal, Ye Moshen mengerutkan keningnya dan kemudian menghempaskan buku ke atas meja:”Ada pertanyaan?”
Shen Qiao berkata:”Sudah malam. Kau beristirahatlah. Aku tidak ingin mendekat!”
Selesai bicara, Shen Qiao langsung berbalik dan beranjak pergi.
“Jika kau tidak mendekat, besok aku akan menyuruh orang untuk membuang keluar semua barang-barangmu.”
Perkataan ini membuat Shen Qiao menghentikan langkah kakinya dan kemudian memalingkan wajahnya ke arah Ye Moshen.
Setelah beberapa saat, Shen Qiao menghampirinya dan berkata dengan nada dingin,”Ada perintah apa?”
“Buka pakaianmu.”
Detik berikutnya, Shen Qiao mengangkat kepalanya seolah mendengar sebuah perkataan yang mencengangkan dirinya. Shen Qiao menatapnya dengan penuh rasa tidak percaya.
Ekspresi Ye Moshen yang tampan itu terlihat dingin dan kejam. Pandangan matanya yang tajam dipenuhi wibawa. Shen Qiao menggigit bibirnya tanpa bisa berkata apapun.
Ye Moshen tertawa dingin dan mendadak menarik pergelangan tangannya.
“Lepaskan aku!” Shen Qiao berusaha melepaskan dirinya. Sayangnya, lehernya telah dicekik oleh Ye Moshen. Suara Ye Moshen terdengar seperti suara yang berasal dari neraka.
__ADS_1
“Aku sudah katakan sejak awal. Aku akan memeriksa tubuhmu setiap hari!”