Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 105 Perlukah Membantumu Mengingatnya


__ADS_3

Tangan Ye Moshen terhenti di udara, langsung mengeryitkan alis melihatnya.


Wanita ini kenapa lagi?


Shen Qiao tidak bicara dengan Ye Moshen dan segera masuk kedalam selimut, dia menggunakan selimut untuk menutupi bekas di atas lehernya.


Ye Moshen melihatnya menutupi bekas itu dan terlihat tidak senang, jarinya tergantung diudara.


“Sedang apa?”


Shen Qiao bersembunyi didalam selimut dan hanya kepalanya yang terlihat, dia melihat Ye Moshen dengan aneh.


“Semalam, kamu……” Dia gagap dan tidak sanggup bicara.


Ye Moshen tidak berubah dan menatap tajam padanya: “Kenapa?”


“Apakah semalam kamu……” Shen Qiao tanpa sadar ingin menggigit bibir bawahnya lagi, tapi teringat barusan pria ini bilang dirinya suka menggigit bibir dan robek karenanya, dia mengendalikan diri untuk tidak melakukan ini.


“Apakah apa?” Ye Moshen tahu saat itu Shen Qiao kehilangan akal sehatnya, mungkin tidak tahu dia ini siapa, maka dia baru bisa bertanya padanya dia ini siapa di saat yang penting. Saat wanita ini tanpa sadar menyebutkan namanya, Ye Moshen saat itu merasa ada perasaan yang aneh sekali.


Maka Ye Moshen juga tidak tahu apakah wanita ini mengingat kejadian semalam atau tidak saat mendengarnya menanyakan ini


Shen Qiao melihatnya sesaat: “Apakah kamu pergi saat aku memintamu pergi?”


Dia menarik nafas dalam dan berusaha menenangkan dirinya.


Pandangan Ye Moshen masih tidak berubah: “Tidak.”


Tidak? Pandangan Shen Qiao bergetar sebentar: “Tidak pergi? Lalu kamu……”


Kalau dia tidak pergi, maka……Shen Qiao terdiam lama baru berbisik: “Apa kamu baik-baik saja?”


Ye Moshen kesal sekali dan menyipitkan mata meneliti wanita ini, dia terlihat takut seperti sedang khawatir padanya. Kelihatannya, dia jelas-jelas tidak tahu apa yang terjadi semalam, dan masih khawatir padanya.


“Kamu tidak tahu aku baik-baik saja atau tidak?”


“Em……”


“Kamu tidak ingat apa yang terjadi semalam?” Ye Moshen akhirnya bertanya.

__ADS_1


Shen Qiao langsung terdiam karena ditanya, dia melihat kebawah seperti berpikir, sesaat baru berkata: “Semalam……Aku hanya ingat kamu masuk kedalam kamar, tapi Lu Xunchang menyuruh orang membakar dupa bius didalam kamar, asalkan kamu masuk……Kamu akan……Akan……”


“Akan apa?” Ye Moshen menyipitkan mata melihatnya.


Shen Qiao tidak enak hati mengatakannya, pipinya yang putih itu merona.


“Katakan.” Ye Moshen tidak berniat melepaskannya dan memaksa bertanya padanya.


Shen Qiao menghindari pandangannya dan berbisik: “Kamu tidak tahu apa itu dupa bius? Kalau kamu terbius, kamu akan menderita, tapi bukankah kamu……” Impoten? Tentu saja Shen Qiao tidak berkata begitu.


Tapi menggantinya dengan cara bicara yang lain: “Lu Xunchang mendengar gosip diluar, kalau kamu itu……Maka dia ingin balas dendam padamu, kamu sungguh……Baik-baik saja?”


Itu apa……Ye Moshen baru menyadarinya setelah lama kemudian.


Dia diam-diam kesal sekali sambil menggertakkan gigi, semalam dia sudah bersusah payah menolongnya, sudahlah kalau akhirnya wanita ini melupakan semuanya, mengira dirinya impoten, sekarang masih khawatir dupa Lu Xunchang itu akan membuatnya tidak bisa melampiaskan hasratnya?


“Tuan muda Ye?” Shen Qiao memanggilnya saat melihatnya tidak bereaksi.


Ye Moshen tersadar, dia menggerakkan kursi roda mendekati Shen Qiao: “Kamu sedang mengkhawatirkan badanku?”


Shen Qiao terpaku, lalu menggeleng: “Aku hanya merasa mereka memanfaatkan aku untuk memancingmu kesana, maka……Merasa bersalah saja, tuan muda Ye jangan salah paham.”


Ye Moshen tertawa kecil, lalu menariknya keluar dari selimut.


Ye Moshen mengarahkan tangannya ke wajahnya sendiri, Shen Qiao menyadari dia menghentikan tangannya di bekas luka di wajahnya.


“Sudah lihat? Ini……Hasil karyamu.” Suara Ye Moshen terdengar dalam seperti baru meminum wine.


Apa? Shen Qiao melihatnya dengan terkejut, dia menyadari bekas luka diwajahnya saat pria ini masuk, dan masih bertanya apa yang terjadi dengan aneh, rupanya karena dicakar oleh dirinya?


Tapi kenapa dia sama sekali tidak mengingatnya?


“Dan juga termasuk ini……” Ye Moshen menggerakkan tangannya. Shen Qiao merasa jari telunjuknya menyentuh bagian yang lembut dan lembab, itu bibir Ye Moshen.


Dan jari telunjuknya berada tepat di bagian bibir Ye Moshen yang terluka.


Kenapa……Hati Shen Qiao bergetar.


Sebenarnya apa maksud Ye Moshen?

__ADS_1


Ye Moshen melihat pandangannya bergetar, jari tangannya sedikit tertarik kebelakang dan mengeratkan cengkramannya: “Tidak ingin mengakuinya?”


“Apa?” Shen Qiao melotot bingung, “Aku tidak……Tidak tahu apa maksudmu.” Dia merasa ada kemungkinan kalau dia yang melukai wajahnya, tapi kenapa luka di bibirnya terlihat hangat.


Apakah dia langsung menggigitnya? Shen Qiao hanya mengingat kejadian di awal, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi kemudian.


“Tidak tahu? Kelihatannya kamu sudah melupakan semuanya.” Ye Moshen tertawa dingin, tangan besarnya tiba-tiba merangkul belakang lehernya: “Perlukah aku membantumu mengingatnya?”


Shen Qiao melihatnya dan tidak tahu harus berbuat apa, Ye Moshen memiringkan badan sambil mendekat, bibirnya yang tipis menempel di telinganya.


“Semalam ada orang yang terus memelukku, memohon padaku untuk menolongnya……”


Raut wajah Shen Qiao langsung berubah karena perkataan ini.


Dia merasa, orang yang dimaksud Ye Moshen itu dirinya.


“Awalnya aku tidak ingin menolongnya, tapi dia terus memelukku dan melepaskan pakaianku……”


“Kamu, jangan katakan lagi.” Suara Shen Qiao yang gemetar memotong perkataannya: “Semalam aku terbius, aku sama sekali tidak mengingat apapun.”


Suara baru berlalu, ada beberapa ingatan yang terbersit dalam pikiran Shen Qiao.


Didalam ingatan itu, dia memeluk leher Ye Moshen, pakaiannya sudah kacau balau, dia duduk bergelut diatas kakinya, bibirnya sembarangan mencium, kejadian itu kacau sekali seperti kecelakaan saja!


Dia sepertinya mendengar suaranya sendiri: “Tolonglah aku……”


Suara itu terdengar manja sekali, suara setelah terbius.


Shen Qiao terpaku ditempat.


“Jadi adalah ka……Kamu?” Apakah Ye Moshen yang meninggalkan bekas memar yang memenuhi badannya?


Shen Qiao mendorong Ye Moshen karena sulit percaya saat teringat sampai ini, lalu melihatnya. “Semalam kita……”


“Sudah ingat?” Ye Moshen masih terlihat dingin, tapi pandangannya sedikit berbeda, melihatnya dengan sedikit bercanda.


“……Teringat sedikit potongan kejadiannya.”


“Apakah itu saat kamu menggodaku? Wanita yang sudah pernah menikah, semalam aku digoda olehmu.”

__ADS_1


Shen Qiao terlihat kacau, tanpa sadar melihat bagian diantara kaki pria itu, “Itu……Bukankah kamu……Punya masalah di bagian itu? Bagaimana mungkin?”


Shen Qiao masih tidak bisa mengatakan kalau dia impoten.


__ADS_2