Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 110 Membuat Masalah


__ADS_3

“Kenapa?” Ye Moshen menyipitkan mata: “Kamu keberatan?”


Shen Qiao terkejut dan tanpa sadar menundukkan mata, “Tidak, tidak.”


Dia hanya merasa aneh sekali, Ye Moshen ini……Dulu jelas-jelas begitu kesal padanya, kenapa tiba-tiba merubah pemikirannya hanya karena telah tidur dengannya? Merasa sulit dibayangkan saat mendengarnya.


Dia ingin sekali bertanya padanya, apakah dia tidak keberatan kalau anak yang dilahirkannya itu bukan anak kandungnya?


Tapi Shen Qiao menelan kembali ucapannya sebelum mengatakannya.


Apa yang sedang dia nantikan? Ye Moshen tidak suka pada anak ini, dulu masih ingin menggugurkannya, walaupun kemudian Shen Qiao tidak tahu kenapa dia tiba-tiba merubah pikirannya, tapi mereka ini berbisnis, dirinya bisa pergi dari sini setelah 6 bulan kemudian.


Shen Qiao menjadi terdiam setelah kembali ke kamar.


Ye Moshen mengembalikan 2 ponsel padanya.


“Wanita itu yang memberikannya padamu?”


Awalnya Shen Qiao tepaku, dia mengerutkan alis setelah menyadari siapa wanita yang dimaksud oleh Ye Moshen: “Kamu jangan memanggilnya begitu. Xueyou itu punya nama!”


Selesai bicara, dia menyentuh ponselnya dengan sidik jarinya sambil bertanya: “Kamu tidak sembarangan menyentuh ponselku kan?”


Ye Moshen terlihat marah: “Ada rahasia apa yang tidak ingin diketahui orang?”


Shen Qiao menatapnya saat mendengarnya: “Tidak ada rahasia, aku tidak suka orang lain mengintip privasiku, kamu juga ada privasi kan?”


Ye Moshen tersenyum sinis: “Kamu membahas privasi diantara suami istri denganku?”


Shen Qiao: “……”


Bukankah mereka suami istri secara bisnis saja? Mereka juga bukan suami istri sungguhan.


Tapi dia tidak mengatakannya pad Ye Moshen, hanya membalikkan badan dan meletakkan ponselnya, kemudian membereskan pakaian: “Aku pergi mandi.”


Lalu masuk kedalam kamar mandi.


Shen Qiao kembali ke ranjang kecilnya setelah mandi air panas.


Ye Moshen tidak ada didalam kamar, dia segera bersembunyi didalam selimut dan membuka Wechatnya, melihat riwayat obrolannya dengan Han Xueyou.


Kebetulan melihat pesan yang dikirimkan Han Xueyou padanya.


“Qiaoqiao, besok kamu ada waktu? Kita ketemuan ya.”


Shen Qiao merasa hatinya berdebar kencang saat melihat pesan ini.


“Ada apa”


“Akhirnya kamu membalasku, aku kira kamu sudah tidak perduli padaku.”


“Xueyou?”

__ADS_1


“Tidak, ada hal yang mau dibicarakan denganmu.”


“Baiklah, sampai ketemu besok setelah pulang kerja.”


Setelah keduanya janjian, Shen Qiao segera menghapus riwayat obrolan yang dulu, Shen Qiao merasa tenang setelah melihat kotak obrolan yang kosong.


Menyimpan ponselnya, Shen Qiao menyelimuti diri dan mau tidur.


Mungkin semalam terlalu lelah, maka Shen Qiao terlelap dengan sangat cepat.


Saat tengah malam, Shen Qiao merasa ada sentuhan lembut di bibirnya, tapi menghilang dengan cepat sekali.


Dia membalikkan badan dan terus tidur.


Hari kedua.


Ye Moshen sudah keluar dari kamar mandi saat Shen Qiao terbangun.


Biasanya dia bangun lebih awal dari Ye Moshen, tapi hari ini dia ternyata……


Berpikir sampai disini, Shen Qiao segera mandi, terdengar suara Ye Moshen yang dingin dari luar: “Cepat sedikit.”


Shen Qiao terpaku dan mengangguk tanpa sadar.


Saat dia selesai siap-siap dan mengira Ye Moshen sudah pergi, tidak disangka pria ini ternyata masih menunggunya diluar.


“Kenapa kamu……Masih ada disini?” Shen Qiao bertanya dengan sedikit aneh.


“Ini kamarku, kenapa aku tidak boleh ada disini?”


“Bukan, maksudku……Kenapa kamu masih belum ke kantor?”


Biasanya dia sudah akan berangkat di jam ini, Shen Qiao baru naik bus setelah dia pergi.


Ye Moshen terlihat kesal, “Kemari dan dorong aku.”


“Oh.” Shen Qiao tidak menolak perintahnya dan menurut berjalan kesana mendorongnya turun, lalu mengantarnya naik mobil dan mau pergi.


Saat Shen Qiao ingin turun mobil, Ye Moshen dibelakangnya bertanya dingin: “Pergi kemana?”


Shen Qiao menoleh saat mendengarnya: “Pergi kerja dengan naik bus……”


Ye Moshen tersenyum menantang: “Kamu tidak naik mobilku? Dan harus berkata dihadapanku kalau mau naik bus?”


Shen Qiao tidak mengerti apa yang terjadi tapi tidak banyak bicara, dia kembali duduk di sampingnya.


Saat sampai ke kantor, banyak orang yang melihat Shen Qiao turun dari mobil Ye Moshen dan membincangkannya.


“Ada apa ini? Bukankah itu asisten Shen? Kenapa dia turun dari mobil tuan muda Ye kita?”


“Benar, bukankah tuan muda Ye berangkat dari rumah keluarga Ye? Kenapa asisten Shen bisa bersamanya? Apakah ada rahasia dibalik ini?”

__ADS_1


“Dulu tuan muda Ye tidak pernah mempunyai asisten wanita, tiba-tiba asisten Shen ini muncul dan sungguh berhasil menjadi asisten tuan muda Ye, sekarang masih turun dari mobil yang sama dengannya, hehe, wanita ini tidak punya kemampuan yang sebenarnya dan hanya pintar naik ke ranjang orang.”


“Ck, pantas saja bisa menjadi asisten, dia terlihat tidak bisa apapun dan jelek, badannya juga tidak seksi, kenapa tuan muda Ye bisa memilihnya?”


“Sayang, walaupun tuan muda Ye kita Presiden di Grup Ye, tapi dia ini cacat dan katanya impoten! Tidak tahu juga wanita ini menggunakan cara apa.”


“Stt, masalah tuan muda Ye impoten itu adalah aib, kamu masih berani mengatakannya, ingin mati ya?”


“Takut apa, kita hanya membahasnya saja, tuan muda Ye juga tidak mendengarnya.”


Shen Qiao merasa banyak pandangan yang tertuju padanya saat mendorong Ye Moshen ke lift khusus Presiden, dia dapat merasakan orang-orang itu sedang membincangkannya tanpa menoleh.


Pasti menggosipkan hubungannya dengan Ye Moshen.


Dia melihat leher belakang Ye Moshen dihadapannya, tidak tahu kenapa hari ini dia tiba-tiba memintanya naik mobilnya dan ke kantor bersama, apakah karena……


Ekspresi Shen Qiao berubah saat teringat hal itu.


Dia lebih bersedia tidak mau kalau hubungannya dengan Ye Moshen berubah karena hal ini.


Walaupun tidak tahu mengapa, tapi Shen Qiao tanpa sadar merasa keberatan menjadi ada hubungan dengan Ye Moshen karena hal itu.


Sangat keberatan.


Shen Qiao pergi ke dapur untuk menyeduh kopi setelah mendorong Ye Moshen ke ruang kerjanya.


Shen Qiao menyadari pandangan Ye Moshen saat masuk mengantarkan kopi untuknya dan langsung menghindarinya.


“Aku keluar bekerja lebih dulu kalau tidak ada urusan lainnya.”


Shen Qiao segera kembali ke departemennya tanpa menunggu jawaban dari pria ini.


Ye Moshen melihat punggungnya dan menyipitkan mata karena dia terasa menghindar.


Apakah dia sedang menghindari darinya?


Kenapa?


Shen Qiao menghabiskan sepanjang pagi mempelajari data Grup Fang Ji Tuan dan baru turun makan saat istirahat.


Dia sama sekali lupa kalau dia masuk kantor bersama Ye Moshen pagi ini, dia baru tersadar saat menghadapi pandangan aneh di kantin.


“Ah, bukankah ini asisten Shen?”


Beberapa wanita berkumpul dan duduk dihadapannya.


“Kenapa masih makan di kantin kalau sudah menggoda Presiden Ye?”


“Aduh, memang berhasil menggodanya, tapi juga bukan yang resmi, apakah dia masih ingin makan masakan keluarga Ye kalau bukan makan makanan kantin?”


Shen Qiao: “……” Ingin membuat masalah?

__ADS_1


__ADS_2