Istri Kedua Tuan Ye

Istri Kedua Tuan Ye
Bab 149 Sebenarnya Apa Hubungan Kalian?


__ADS_3

Tindakannya itu membuat Ye Linhan bingung. Setelah tertegun 3 menit, Ye Linhan turun dari mobil dan mengejarnya.


“Adik?”


Ye Linhan menghalangi jalan di hadapannya sambil menatapnya dengan bingung:”Ada apa?”


Dengan raut wajah yang buruk, Shen Qiao berkata:”Kakak, kantor sudah tidak jauh dari sini. Aku bisa berjalan kaki dari sini. Aku tidak mau ke rumah sakit. Hari ini, aku sungguh berterima kasih pada Kakak.”


Selesai bicara, Shen Qiao langsung berjalan melewati Ye Linhan.


Ye Linhan tidak mengejarnya lagi. Dia berdiri terpaku di tempat sambil menatap kepergian Shen Qiao.


Shen Qiao berjalan cukup lama. Saat tiba di kantor, kondisi ruang kerjanya masih sangat sepi. Akhirnya dia berjalan ke lantai teras atap.


Di atas meja tersusun tumpukan dokumen seperti kemarin. Hanya saja, ada beberapa tempat yang sudah dirapikan. Ketika dia hendak memindahkan tumpukan dokumen itu, Shen Qiao mendapati tangannya yang dipenuhi salep itu membuat gerakannya tidak nyaman.


Dia hanya bisa merapikan dokumen itu dengan satu tangan. Setelah rasa panas di tangannya sedikit memudar, barulah dia bergerak ke kamar mandi untuk membersihkan salep itu dari tangannya.


Untung hanya terkena bubur panas sehingga tidak menimbulkan luka yang parah. Setelah dioleskan salep selama 1 jam lebih, kondisi tangannya sudah lebih membaik.


Ketika Shen Qiao kembali ke tempat duduknya, kebetulan dia bertemu dengan Ye Moshen.


Persis seperti kemarin, Ye Moshen sama sekali tidak memperhatikannya.


Dengan cepat Xiao Su mendorongnya masuk ke dalam ruang kerjanya.


Shen Qiao kembali ke tempat duduknya dan terus merapikan dokumennya. Mungkin karena terlalu lelah dua hari ini dan tidak beristirahat dengan baik, dengan cepat Shen Qiao tertidur di atas meja karena terlalu lelah.


Entah sudah tertidur berapa lama, mendadak Shen Qiao mendapati seseorang sedang menggerakkan bahunya sambil memanggil namanya.


“Shen Qiao, mengapa kau masih tidur? Ayo cepat bangun dan pergi makan.” Orang yang mendorongnya adalah Xiao Yan. Dia telah menunggu di kantin bawah cukup lama. Karena tidak mendapati kedatangan Shen Qiao, akhirnya dia menyusul ke lantai atas untuk mencarinya.


Siapa sangka, Shen Qiao tertidur di atas meja.


Shen Qiao merasa sepertinya ada yang memanggil namanya. Dengan susah payah, dia membuka matanya dan menatap orang yang memanggilnya,”Xiao Yan?”


“Kenapa kau tidur di sini? Ayo kita makan. Sebentar lagi makanan di kantin akan habis.” Ujar Xiao Yan yang tanpa menunggu persetujuannya langsung menarik lengannya agar Shen Qiao bangkit dari tempat duduknya.


“Baik.” Shen Qiao yang memang berencana untuk makan berusaha bangkit berdiri.

__ADS_1


Ketika baru berjalan 2 langkah, Shen Qiao mendadak merasa pandangannya gelap. Tubuhnya langsung terjatuh ke lantai.


Xiao Yan terkejut dan berkata:”Ah, kau kenapa? Jangan tumbang di atas tubuhku, jangan tumbang di lantai… Sudahlah, tumbang saja di tubuhku.”


Tenaga Xiao Yan cukup besar. Setelah menariknya beberapa kali, akhirnya tubuh Shen Qiao bersandar pada tubuh Xiao Yan. Setelah menatap Shen Qiao selama beberapa detik, barulah Xiao Yan menyadari mata Shen Qiao dalam kondisi tertutup.


“Shen Qiao? Shen Qiao?”


“Waduh, ternyata kau pingsan? Apa yang terjadi denganmu? Masa aku harus mengantarmu ke rumah sakit?”


Xiao Yan melihat ke arah sekitar dan mendapati tidak ada siapapun. Dia hanya bisa menghela nafas dengan tidak berdaya.


Xiao Yan menarik tangan Shen Qiao dan menaruhnya ke atas punggung. Setelah itu, dia mulai bergerak melangkah.


Saat tiba di depan lift, terdengar suara dari arah belakang.


Mendapati sepertinya pintu ruang kerja terbuka, Xiao Yan berbalik dan melihat ke arah datangnya suara. Seketika itu dia mendapati Xiao Su sedang mendorong Ye Moshen keluar dari arah dalam.


Mereka saling bertatapan sejenak. Ketika Ye Moshen mendapati Shen Qiao sedang digendong oleh Xiao Yan, dia mengerutkan keningnya.


Xiao Yan yang teringat dengan rumor di kantor sebelumnya mendadak memberi penjelasan:”Tuan Muda Ye.. Aku datang untuk mengajak Shen Qiao makan. Siapa sangka baru melangkah dia langsung mendadak pingsan. Aku ingin mengantarnya ke rumah sakit.”


Xiao Yan menjelaskan:”Tidak tahu. Wajahnya terlihat pucat dan tangannya dingin….”


Xiao Yan mengucapkan semua itu sambil menatap Ye Moshen. Sepertinya, dia sengaja mengatakan semua itu pada Ye Moshen.


Dan benar, Ye Moshen kembali mengerutkan keningnya dan berkata:”Serahkan dia padaku.”


Xiao Yan:”Ah?”


“Maksud Tuan Muda Ye, dia akan mengantar Asisten Shen ke rumah sakit.”


Setelah mendengar perkataan itu, barulah Xiao Yan memahami maksudnya. Sambil mengendong Shen Qiao untuk bergerak melangkah ke depan, mungkin karena Ye Moshen sudah tidak sabar menunggu, dia langsung menggerakkan kursi rodanya dan langsung melingkari pinggang dan lengan Shen Qiao tanpa menunggu respon dari Xiao Yan. Shen Qiao saat ini berada di dalam pelukannya.


Ketika Xiao Yan menyadari semua itu, Shen Qiao sudah berada di dalam pelukan Ye Moshen.


Xiao Yan berdiri terpaku di tempat saking terkejutnya melihat kejadian ini.


Walaupun Ye Moshen lumpuh dan duduk di atas kursi roda, tetap tubuhnya memancarkan aura dingin dan masa bodoh. Shen Qiao yang berada di dalam pelukannya ditutupi oleh auranya yang dingin.

__ADS_1


Xiao Yan mengedipkan matanya dan terpikir akan satu kalimat.


Kelembutan dapat menetralkan kekuatan.


“Tuan Ye, anda bermaksud mengantar Shen Qiao ke rumah sakit?”


Ye Moshen tidak memedulikannya. Bahkan dia tidak menatapnya sama sekali. Ye Moshen langsung meninggalkan tempat itu sambil menggendong Shen Qiao.


Xiao Su dengan cepat menyusul langkahnya:”Terima kasih. Kami pergi dulu.”


Xiao Yan berpikir sejenak. Sebelum pintu lift tertutup, dia menghampiri mereka:”Bolehkah aku ikut? Jika ada masalah, aku bisa memberi bantuan.”


Xiao Su menatap Ye Moshen untuk meminta persetujuan. Ekspresi wajah Ye Moshen tetap terlihat dingin. Tetapi dia tidak memberi larangan. Xiao Su menganggukkan kepala:”Boleh. Kau ikut kami saja.”


Xiao Yan langsung ikut masuk ke dalam lift. Hatinya terasa gembira.


Ternyata Shen Qiao punya hubungan dengan Tuan Muda Ye.


Coba lihat ekspresi Tuan Muda Ye yang penuh perhatian itu. Ckckck.


Siapa yang bilang Shen Qiao sudah dihempaskan? Terlihat jelas dia masih sangat diperhatikan.


Hihi, mungkinkah Shen Qiao kelak bisa menjadi Nyonya Direktur Grup Marga Ye? Xiao Yan memikirkan semua itu dengan riang gembira.


Entah setelah tertidur berapa lama, Shen Qiao akhirnya terbangun. Yang ada di hadapannya semua bernuansa warna putih. Aroma yang tercium adalah aroma cairan desinfektan yang menusuk hidung. Shen Qiao mengerutkan kening dan mulai menggerakkan tangannya.


“Kau sudah bangun!” Terdengar suara seorang wanita dari samping kiri. Setelah melirik ke arah samping, terlihat wajah Xiao Yan yang lucu dan imut itu.


“Xiao Yah?” Begitu membuka mulut, suaranya Shen Qiao terdengar serak.


“Aduh, aku ambilkan air minum untukmu.” Xiao Yan langsung bergerak untuk mengambilkan air dan membantunya minum. Setelah minum, Shen Qiao bertanya:”Mengapa aku bisa berada di sini?”


Xiao Yan mengedipkan matanya dengan nakal,”Karena kau pingsan. Dokter bilang, peredaran darahmu tidak lancar sehingga tubuhnya sangat lemah. Saat ini, kau sedang diinfus. Dan juga, Shen Qiao… Ternyata kau kurang gizi. Apa kau tidak makan?”


Shen Qiao:”…”


Mendadak, Xiao Yan mendekat dan bertanya:”Apa hubunganmu dengan Tuan Muda Ye?”


Mendengar pertanyaan itu, Shen Qiao mengerutkan kening:”Kenapa?”

__ADS_1


“Aku hanya ingin tahu. Bukankah orang-orang di kantor berkata kau adalah kekasih Tuan Muda Ye? Tetapi akhir-akhir ini, kabarnya kau telah dihempaskan oleh Tuan Muda Ye dan semua orang bersukacita. Tetapi hari ini, semua itu terbukti salah. Di hadapan semua orang, Tuan Muda Ye meninggalkan kantor sambil menggendong kau yang sedang pingsan ….”


__ADS_2