Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
29. Kenangan Masa Lalu


__ADS_3

Rayhan menatap pemandangan di hadapannya.Sebuah danau yang sangat luas dan terkenal akan keindahannya,namun tempat tersebut cukup sunyi untuk menyendiri, karena anak laki-laki itu duduk di tepi danau yang jauh dari keramaian.


Rayhan kecil hanya ingin sendirian tanpa ada gangguan dari siapapun.Menatap datar air yang mendekat, karena terbawa oleh angin yang kencang. Anak laki-laki itu telah memastikan, bahwa dasar danau ini sangat dalam, terlebih tempatnya berpijak sekarang.


"Tuan muda!" seorang wanita memanggilanya, namun tidak ia hiraukan.Bahkan sekarang dirinya menatap tajam pengasuhnya sedari masih bayi itu.


"Tuan muda, sebaiknya anda secepatnya pulang, sebentar lagi hari akan sore. Akan sangat bahaya, apabila Tuan muda sendirian di sini."


"Jangan mengangguku."


Namun karena pengasuhnya ini tidak ingin pergi. Rayhan berinisiatif untuk membohonginya,dengan menyuruhnya untuk membelikannya sesuatu di toko dekat dengan danau itu.


Walaupun sebenarnya, jarak yang akan ditempuh dengan berjalan kaki itu cukup jauh.Setelah kepergian wanita itu, Rayhan semakin mendekati tepi danau, bahkan sekarang kakinya telah menginjak akar pohon,sebagai tempatnya berdiri.


Kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan diri masing-masing, entah sibuk bekerja maupun liburan berdua. Rayhan tidak diizinkan ikut, karena disuruh fokus dengan sekolahnya, yang baru ia tempuh di jenjang sekolah dasar.


Tidak ada teman maupun sahabat yang menemaninya, karena Rayhan tidak suka mereka mendekatinya karena memiliki maksud tertentu.


Memanfaatkan dirinya untuk membantu mengerjakan tugas sekolah yang sulit. Rayhan adalah salah satu murid, yang paling pintar di sekolah itu.


Rayhan pernah berpikir, di usianya yang sekarang kenapa dirinya lahir kalau kedua orang tuanya tidak sanggup untuk mengurusnya.


Tidak memiliki saudara karena satu alasan, yang membuat Rayhan semakin muak dengan kedua orang tuanya, yakni kesibukan pekerjaan.


Rayhan hendak berbalik, namun kakinya tersandung akar pohon, hingga mengakibatkan dirinya terjatuh ke dasar danau yang dalam.


Anak laki-laki itu berusaha untuk memberontak, namun dirinya tidak mampu. Hingga dirinya pasrah entah apa yang akan terjadi selanjutnya.


Bukannya kalau dirinya mati, kedua orang tuanya akan menangisinya. Rayhan ingin papa dan mama nya menyesal saja.


Hal itu gampang kan dilakukan sekarang, karena dirinya tersandung akar pohon, adalah takdir. Mungkin saja ia akan mati dengan cara ini.


Tidak ada suara apapun, bahkan tidak ada yang berinisiatif untuk menolongnya.Mungkin karena kecerobohannya juga, memilih tempat sepi dan memanipulasi keadaan.Hingga beberapa saat, suara teriakan histeris gadis kecil mengundang suara yang tadinya sepi, sekarang terdengar langkah kaki orang dewasa. Gadis kecil itu bersama dengan pengasuhnya meminta pertolongan.


"Kasihan kakak itu, hiks. Kakak itu tenggelam dan bajunya basah, Bibi."


Para penduduk di sekitar menyelamatkan Rayhan, bahkan sekarang anak laki-laki itu dibaringkan dan telah dilakukan pertolongan pertama.Banyak air yang keluar dari mulutnya.


Tubuhnya lemas, namun masih terbuka dan kini memperhatikan semua orang.

__ADS_1


Tatapannya sekarang lebih tertuju ke arah gadis kecil, yang terisak memeluk pengasuhnya.


Rayhan menatapnya tajam,namun perlahan melunak ketika menyadari bahwa gadis kecil itulah yang pertama melihat gelembung di air.Lalu memberitahu kepada pengasuhnya yang sekarang menceritakan kronologisnya kepada penduduk. Rayhan memberontak ketika semua orang ingin mengendongnya,anak laki-laki itu mendekati gadis kecil tersebut lalu mengangkat tangannya ingin berkenalan.


Karena tidak ingin nona nya semakin ketakutan, pengasuh gadis kecil itu langsung mengendongnya dan segera pergi dari sana. membuat Rayhan berteriak ingin pengasuh itu berhenti,namun tidak dihiraukannya.


Beberapa saat kemudian, pengasuh dari Rayhan datang dan terkejut karena melihat kerumunan, serta tuan muda nya dilaporkan tenggelam.


Membuat wanita itu langsung memeriksa tubuh Rayhan, namun langsung ditepisnya.


"Tuan muda, ayo kita pulang."


"Aku ingin bertemu dengan peri kecilku."


Wanita itu bingung dengan penuturan tuan mudanya, siapa peri kecil itu?Kenapa tiba-tiba memanggil dan ingin bertemu. Apakah gadis kecil yang tadi?Yang bersama dengan pengasuhnya dan menolong tuan muda.


"Gadis yang menolongku. Aku ingin bertemu kembali dengannya. Bawa aku kepadanya,pasti mereka tidak jauh dari tempat ini."


Wanita itu mengangguk dan tidak ingin membantah tuan mudanya.Dia lantas mengenggam tangan Rayhan kecil, dan pergi dari tempat itu.Walaupun sebenarnya ia khawatir, dengan keadaan tuan mudanya yang basah dan baru saja tenggelam.


"Aku tidak lemah seperti yang Bibi bayangkan. Jadi, jangan menatapku seperti itu."


Wanita itu gelagapan, hingga ia memutus kontak matanya dari tuan muda nya,lantas menatap seorang gadis kecil yang tengah digendong,dari jarak yang lumayan dekat.


Rayhan menatap gadis kecil itu dan melepaskan tangannya dari pengasuhnya, lalu berlari mengampiri peri kecil yang telah menolongnya itu.


"Kenapa kamu ke sini?" tanya pengasuh dari gadis kecil itu, karena tidak suka dengan Rayhan yang ia anggap anak nakal, dan harus ia larang bermain dengan nona nya.


Karena mendegar kesombongan dari wanita di depannya,pengasuh Rayhan melangkah maju dan menatap tajam pengasuh dari gadis kecil itu.


"Jangan pernah menyombongkan dirimu di hadapan,Tuan muda saya. Kamu belum mengetahui anak laki-laki ini siapa?"


Ternyata pengasuhnya ada gunanya juga, itulah yang ada dalam benak Rayhan.


"Memangnya dia siapa? Hanya anak laki-laki nakal yang tenggelam karena bermain sendirian di danau, kan?"


Gadis kecil yang terlihat tenang sedari tadi, memberontak dan ingin turun dari gendongan pengasuhnya.


Dia risih ditatap oleh anak laki-laki itu. Mungkin dia ada salah, dan ingin meminta maaf.

__ADS_1


"Hai! Aku ada salah ya sama kamu? Makanya kamu nggak suka?"


Rayhan semakin mendekat dan menatap lekat bola mata bulat itu, yang terlihat sangat lucu dan polos.


Sedangkan kedua pengasuh wanita itu hanya diam, menyaksikan semua itu.


"Tidak! Aku hanya ingin berkenalan dan berterima kasih. Kamu yang menolongku tadi, kan?"


Gadis kecil itu menatap Rayhan bingung, dia tidak mengerti karena dirinya tidak pernah menolong


siapapun.


Bagaimana caranya, dengan tubuh kecil seperti sekarang ini. Mengerti raut kebingungan peri


kecilnya, Rayhan menarik napas panjang lantas menjelaskannya.


"Kamu yang lihat gelembung pertama kali kan di danau?"


Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Karena hal itu, aku bisa selamat. Makasih, ya?" ucap Rayhan lembut.


"Iya." Karena hari akan menjelang malam, gadis kecil itu merengek ingin pulang kepada pengasuhnya.


"Nama kamu siapa?" tanya Rayhan.


Gadis kecil itu terdiam lama, namun karena tidak ingin melewati kesempatan. Akhirnya Rayhan kembali bersuara.


"Mulai sekarang, aku boleh ya?Memanggilmu dengan sebutan peri kecil?"


Karena gadis itu suka dengan peri, ia akhirnya menganggukkan kepalanya dan suka dengan sebutan itu. Pada akhirnya mereka terpisah di pinggir jalan raya itu.


"Pokoknya aku ingin bertemu kembali dengan peri kecilku lagi, Bibi dan itu harus!" ucap Rayhan agar menyampaikan keinginannya itu, ke kedua orang taunya.


Rayhan, dengan tubuh yang masih basah karena pakainnya terendam tadi, langsung meninggalkan


pengasuhnya yang sekarang menghela napas pelan, karena mendegar permintaan tuan mudanya.


"Gadis kecil itu sangat cantik. Bagaimana tuan muda tidak mengiginkannya."

__ADS_1


Dan untuk pertama kalinya, tuan muda nya meminta sesuatu kepada kedua orang tuanya setelah sekian lama, hanya ingin gadis kecil yang menolongnya.


Apapun itu. Pasti tuan muda akan mendapatkannya."


__ADS_2