Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
Tantangan kue bolu


__ADS_3

"Hai semuanya. Selamat pagi.Jangan lupa tersenyum dan semoga banyak rezeki. Tapi kan sudah kaya sejak lahir."


Via dan Rayhan, bahkan Glen menatap ke arah Mira, yang tiba-tiba telah berada di belakang mereka dengan membawa kresek hitam, yang entah isinya apa.


Namun, siapa yang mengundang gadis itu? Perasaan Via tidak mengundang siapapun. Soalnya Mira sibuk kuliah, jadi tidak ingin merepotkan temannya itu.


Melihat mereka semua yang melongok, Mira tersenyum manis dan melangkah lebih dekat dengan sahabatnya itu.


"Dah jadi, ya?" Tanya Mira.


"Jadi apaan? Belum aja mulai.Ngomong-ngomong, siapa yang undang Lo kemari?" Tanya Via memicingkan mata nya curiga.


"Ya, gue memangnya nggak boleh gitu ke sini? Kan rindu gue sama sahabat gue ini."


Mira hendak memeluk Via, namun tatapan tuan muda membuatnya mengurungkan niatnya, soalnya Via juga sekarang sedang hamil besar.


"Lo ke sini, justrugue seneng.Tapi, kan Lo kuliah, Mir."


"Ya,ya, tapi gue ada waktu kok,menemani sahabat gue yang cantik dan manis ini."


Via tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia merebut kresek yang dibawa oleh Mira dan melihat isinya langsung,karena penasaran.


"Lo bawa apa sih ini? Nggak berfaedah banget hidup lo. Minimal bawa tepung dan gula,Mira."


"Gue bawa piring untuk kita makan kue bolu," ucap Mira menjelaskan dan membela diri.


Tapi nggak gini juga. Lo juga bawa lilin ulang tahun dan juga topi boneka. Nggak ada yang ulang tahun, Mira ..


Mira hanya nyengir dan mengambil kresek hitam yang dibawanya itu. "Ya, hanya merayakan keberhasilan kue bolu kita."


"Kita? Lo mau ikutan buat kue bolu?" Tanya Via. Mira menganggukkan kepalanya dengan semangat.


Dia juga ingin cari perhatian sebenarnya di dekat Glen. Soalnya,dari kemarin Glen sibuk dan tidak pernah mengabarinya.


"Berdoa sebelum membuat kue,dengan keyakinan masing-masing.Berdoa dimulai."


"Kepercayaan kita sama, Via," ucap Mira memutar bola matanya malas.


"Ya, nggak apa-apa."


Mira menghela napas panjang, dan mulai mengambil tepung yang sekarang digunting nya untuk dibuka. Sedangkan Glen telah berada di dekatnya dan tersenyum kepadanya. Sangat tampan sekali,itulah yang sekarang berada di kepala Mira. Kenapa juga pria ini terlahir hampir sempurna.


Tapi ada yang aneh dengan Glen,tidak seperti biasanya yang genit kepadanya, sekarang terlihat dingin, membuat Mira menghela napas panjang.


"Mira!" Ucap Glen dengan tegas,membuat gadis itu tersentak dan mundur perlahan.


"Iy-iya, kenapa, Glen?" Tanya Mira terlihat terkejut.


"Jari kamu hampir terpotong"


Mira melototkan matanya dan menunduk, karena sekarang dirinya sedang mengenggam gunting.


"Biarkan aku yang melakukannya."Glen mengambil alih, masih dengan wajahnya yang datar.

__ADS_1


Membuat Mira mendengus kesal karena dicuekin tidak seperti biasanya.


Semua itu, diperhatikan langsung oleh Via dan Rayhan yang kini menuangkan tepung ke dalam mangkuk besar yang cukup untuk adonan kue.


"Telurnya jangan banyak-banyak,Sayang," ucap Rayhan ketika istrinya memecahkan beberapa telur ke dalam mangkuk.


Via mengerenyitkan dahinya bingung, karena suaminya seperti seorang koki handal saja,menyetopnya ketika hendak membuat adonan.


"Biar mengembang, memang harus banyak telur, Ray."


"Tapi tidak harus semuanya,Sayang. Sini aku yang menyesuaikannya."


"Memangnya kamu bisa buat bolu?" Tanya Via. Sejak kapan Rayhan bisa membuat kue.


Mengulek sambal rujak saja terlihat tertekan sekali.


"Vi! Lo beruntung banget ya punya suami yang serba bisa, seperti Tuan Muda," ucap Mira, sengaja menyindir Glen juga.


"Iya, dong. Makanya kalau mau disayang suami. Syaratnya harus punya suami." Via memeluk lengan suaminya.


"Pasti lo nggak pernah dicuekin sama Tuan Muda, kan?" Tanya Mira, sembari melirik sekilas kearah Glen untuk menyadarinya.


Namun, pria itu terlihat tidak peduli sama sekali.


"Suami gue nggak pernah seperti itu."


Mira menganggukkan kepalanya dan kembali membuka bungkus gula dan tepung.


Sedangkan Rayhan, mulai mengaduk adonan dengan hati-hati menggunakan mixer yang kini sudah dihidupkan.


"Iya, Sayang. Kamu mau pakai warna apa bolunya?"


"Aku rencananya gini, Ray. Kita berempat lomba. Siapa yang paling indah kue bolu nya akan ditraktir makan. Atau bebas di masakin selama sehari."


"Tapi, gue nggak bisa buat kue bolu, Vi."


"Ya, belajar. Gue aja dulu nggak bisa. Sekarang akhirnya bisa,walaupun dikit karena dah lupa."


Mira akhirnya menganggukkan kepalanya dan membuka ponselnya untuk mencari video tutorial membuat bolu enak.


"Glen! Kamu bisa membuatnya?"Tanya Mira melihat Glen tanpa tutorial video telah memasukkan bahan-bahan ke dalam mangkuk dan akan segera menjadi adonan seperti Via.


"Baiklah, siapkan mangkok dan masukkan telur dan gula. Aduk dengan mixer agar keduanya rata."


Mira menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang, dan hal tersebut tidak luput dari perhatian Glen yang mencuri pandang ke arah gadis di sampingnya itu.


Sedangkan Via asik bermain dengan Rayhan, yang kini saling mencolek dengan tepung untuk membuat kue bolu.


"Huh, Ray. Wajah aku kotor. Pasti nanti akan jerawatan."


Rayhan tersenyum dan mengusap pipi Via, yang tadinya kotor karena tepung setelah itu mengecupnya dengan lembut.


Romantis banget, Tuan Muda.Mana tampan dan kaya lagi. Mau aja disuruh buat kue sama Via.Memang Via sangatlah berbakat membaut suaminya takluk kepadanya.

__ADS_1


"Setelah telur dan gula merata sekarang masukkan tepung secara perlahan dan bahan-bahan yang sesuai dengan selera."


"Vi! Lo mau buat rasa apa?" Tanya Mira. Kue bolu kan berbagai macam rasa. Jadinya, tidak heran Mira bertanya mengenai hal tersebut.


"Gue yang original aja, tapi susunya lebih banyak biar enak dan lembut."


"Gue yang pandan.


"Tapi aku yang pandan," ucap Glen tiba-tiba membuat Mira melototkan matanya karena tidak terima.


"Aku duluan, Glen. Apaan sih?Nggak ada ya? Dan nggak boleh sama warnanya. Ganti!"


Namun terlihat Glen yang sekarang lebih dulu adonannya yang akan segera jadi, membuat tubuh Mira lemas seketika.


"Glen! Nggak mau mengalah, nih?"Ucap Mira dengan wajah menahan amarah.


Glen menatap Mira dalam dan terlihat gemas dengan wajah memerah dari gadisnya itu.


"Cium saya!"


Brakk!!


Keduanya terkejut ketika Via menjatuhkan mangkok besi,hingga sangatlah nyaring terdengar ditelinga mereka semuanya.


"Astaga, Glen! Belum halal. Kalian belum menikah. Saya tidak habis pikir dengan kamu, Glen. Kamu telah meracuni otak polos sahabat saya. Ini tidak bisa dibiarkan."


Mira menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dirinya polos? Ia ingin tertawa mendengarnya. Mira sering melihat adegan ciuman di drama luar negeri, jadi masalah itu adalah hal yang biasa.


Tapi jujur dengan hati. Dia tidak pernah berciuman sama sekali.


"Jangan macam-macam, Mir. Lo sahabat gue. Jangan mau disentuh sama Glen, kalau belum halal."


"Oke, bumil cantik dan imut."


"Dan untuk kamu, Glen. Saya hukum kamu karena ngomong seperti itu kepada Mira. Dengan membuat dua kue boleh, rasanya harus berbeda."


"Baik, Nyonya Muda."


Mira mendengus mendengarnya.


"Adegannya tidak jadi, nih?" Lirih Mira kecil, namun dapat didengar oleh Via.


"Jangan macam-macam, Mir.Nikah dulu. Baru boleh macam-macam."


"Iya-iya, Vi. Gue ikhlas lahir dan batin kalau nikah sama Glen, kok."


"Kamu ingin menikah dengaan saya, Mira?"


"Ya, kalau kamu kasih aku mas kawin rumah mewah dan mobil termahal, aku mau."


"Dasar matre," ucap Via menatap sinis sahabatnya itu.


"Lah, seorang perempuan itu harus matre. Tapi, besok kalau Glen jatuh miskin, aku selingkuh saja."

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah jatuh miskin, Mira. Jadi kamu akan tetap jadi milik saya."


__ADS_2