
"Sudah, makan?" Tanya Glen ketika telah berada di dalam kamar, tempat ia menyuruh Mira untuk tinggal sementara waktu,karena untuk saat ini kekasihnya itu juga sedang dalam ancaman,disebabkan orang terdekat nyonya muda dan juga lebih mudah untuk dijadikan sandra.
Mira menghela napas panjang dan berbalik menatap Glen dengan wajah datar,walaupun hatinya sebenarnya deg-degan untuk saat ini.
Bagaimana tidak salah tingkah,baru saja mereka melakukan hal yang romantis. Glen menangkapnya ketika hampir jatuh. Saling tatap-tatapan dan juga dalam waktu yang lama.
"Mira!" Karena gadis itu terdiam lama dan tidak menjawabnya.Untuk itu, Glen memanggil gadis itu dengan tegas, berhasil membuat Mira langsung tersadar.
"Su-sudah tadi pagi. Aku masih kenyang, mau tidur saja."
Mira hendak bergerak naik ke atas ranjang, namun Glen tiba-tiba menutup pintu dengan rapat dan kini menatapnya serius. Jantung Mira langsung berdetak sangatlah kencang. Yang benar saja, kenapa Glen melakukannya?Menutup pintu dan menguncinya.
"Kam-kamu mau ngapain? Kita kan belum nikah. Dan nggak akan nikah, buka pintunya!" Ucap Mira beringsut mundur karena Glen melangkah mendekati nya semakin dekat.
"Gila kamu, Glen. Kamu mau itu,ya?" Ucap Mira sudah mulai shock.
"Makan siang! Aku tunggu di meja makan."
"Iya," balas Mira akhirnya karena tidak berani membantah pria itu.
"Setelah ini aku akan pergi, selama dua hari."
Mira menghentakkan kakinya kesal. "Pergi aja sana. Tinggalin terus-menerus. Aku di sini dijadikan pajangan dan patung atau bahkan boneka."
"Aku bisa menikahimu minggu ini.Kamu bersedia?"
Mira melewati Glen dan keluar duluan dari kamar tersebut. "Siapa Juga yang mau nikah sama kamu."
Tapi kalau uang bulanan 1 Miliar. Aku mau." Dengan bercanda Mira mengatakannya kepada Glen.
Biarkan saja dia dikira matre, bodo amat.
"Besok kita menikah. Lebih dari itu aku sanggup.
Sepertinya, Mira sudah salah bicara. Sekarang dirinya yang terperangkap.
"Bercanda saja. Jangan dibawa serius."
"Aku serius kepadamu, Mira.Tidak pernah bercanda."
Tapi aku hanya bercanda. Terus gimana, dong?" Ucap Mira dengan entengnya dan duduk berhadapan dengan Glen.
"Makan, Mira! Tidak sopan berbicara di hadapan makanan."
"Iya, Glen." Ketika Glen serius. Disanalah Mira tidak bisa berkutik dan melawan.
"Gadis yang manis."
****
__ADS_1
Salsa melangkah dengan hati-hati,dan memperhatikan ke sekitarnya.
Memastikan bahwa tidak ada orang di depan ruangan Via, siapa lagi musuh terbesarnya kalau bukan wanita itu. la harus menyingkirkannya segera, beserta dengan bayi nya juga.
Walaupun ia sebenarnya memiliki belas kasihan, namun tidak berlaku untuk orang yang telah mereka pria yang selama ini dicintainya.
Salsa telah merubah bentuk wajahnya bahkan tubuhnya agar tampil cantik dan percaya diri, mendekati pria itu namun wanita tidak tahu diri itu yang mengambilnya.
Kebetulan tidak ada yang berjaga di depan ruang inapnya. Salsa tersenyum miring dan langsung mendekati pintu tersebut.
Dia menarik napas panjang dan tidak sabar melakukan sesuatu kepada wanita tidak tahu diri itu.
Yang bahkan lebih cantik kan dia ketimbang dirinya.
Akhirnya, Salsa berhasil membuka pintu. Dia bernapas lega, ketika tidak menemukan semua orang disana, hanya Via yang kini tertidur terlihat sangat pulas dengan infus di tangannya.
"Kamu akan berakhir."
Salsa tersenyum miring dari balik masker wajah yang digunakannya.
Dia mengeluarkan suntikan berisi cairan yang berbahaya, hendak menyuntikkan nya ke selang infus yang kini sebagai pembantu,penopang hidup Via yang tidak berhenti menetes.
Dengan tarikan napas bahagia.
Salsa akan melakukannya. Namun seseorang langsung menghentikannya.
Braak!
Ternyata wanita itu telah menipunya dengan berpura-pura tertidur pulas, dan secara diam-diam memastikan perbuatannya itu.
Karena Salsa terdiam, Via langsung mendekatinya dan membuka masker wajah dari wanita penggoda itu.
Salsa mengeram dan hendak menampar Via. Namun Viaa dengan sentakan kasar melepas infus ditangan nya, dan dengan tangannya yang lain menahan tamparan dari Salsa, setelah infus berhasil terlepas dan kini darah menetes di sela kulit Via.
Namun, wanita itu tersenyum miring dan tidak merasakan sakit sedikitpun. Lantas, menatap Salsa yang kini mulai ketakutan melihatnya.
"Kam-kamu?"
"Kamu ingin merebut suami saya,kan? Dengan suntikan yang berisi obat bahaya itu."
Salsa terdiam lama, dia menunduk dan mencari suntikan yang terjatuh dari tangannya. Namun,yang membuatnya ketakutan kembali, sekarang telah berada di bawah kaki Via.
"Sialan! Kembalikan benda itu."
Salsa mencoba untuk mengambilnya. Namun, Via dengan senang hati menginjak tangan wanita itu dengan sandalnya yang keras, membuat wanita itu meringis dan merasakan tangannya patah.
"Wanita kejam! Lepaskan aku!"
"Saya tidak salah dengar? Kamu mengatakan diri saya wanita kejam? Lucu sekali. Setelah kamu mencoba untuk menembak saya.Tepat di perut saya agar anak saya mati. Tidak semudah itu."
__ADS_1
Darah ditangan Via mulai mengering. Wanita itu menunduk dan mengambil suntikan itu.
Membuat Salsa mundur perlahan dan mencari pintu untuk kabur.
Sialan! Dirinya benar-benar terjebak.
Apabila sekarang, wanita itu terlihat seperti seorang pembunuh yang akan mengambil nyawanya.
Via tersenyum miring dan mencoba menjangkau tubuh Salsa dengan suntikan yang siap untuk menusuk.
"Jangan lakukan itu!" Teriak Salsa.
"Hahaha .. Sebentar lagi kamu akan mati dan mati. Kamu akan langsung masuk penjara."
Via mengernyitkan dahinya bingung melihat Salsa meneteskan air matanya.
"Kenapa kamu menangis? Cengeng sekali. Bukannya kamu yang memilikinya? Maka akan kembali kepadamu."
Via semakin dekat dan telah mengangkat tangannya untuk menusuk Salsa.
"Jangan! Tidak! Aku tidak ingin mati dan mati!"
Salsa berteriak nyaring. Dia membuka matanya, dan langsung memperhatikan dirinya di cermin.
Dengan wajah yang dibanjiri keringat dingin, Salsa merasa sangat ketakutan dan frustasi.
"Syukur hanya mimpi. Tidak!Wanita itu lemah. Jadi! Mimpi itu hanya bunga tidur. Dia tidak akan bisa menyentuh ku."
Kembali Salsa melihat ke arah cermin. Namun dia menemukan bayangkan Via yang membawa suntikan berisi zat berbahaya itu.
Dia berbalik dan tidak lagi melihat ke arah kaca. "Kenapa aku menjadi gila seperti ini? Aku selalu berhalusinasi akhir-akhir ini."
Salsa menyeka keringat di pelipisnya. Dia kembali meminum obat yang biasanya diberikan oleh dokter menjadi vitamin.
Setelahnya wanita itu, akan kembali menjalani aktivitasnya.
***
Tuan muda! Saya sudah melaksanakannya. Wanita itu,akan tersiksa hingga akhir hayatnya dengan halusinasi yang berlebihan."
Rayhan sudah mengetahui bahwa Salsa yang mencoba membunuh istrinya, dengan tembakan yang berada di jarak yang jauh waktu itu.Sedikit dirinya akan terlambat.
Maka istri Kesayangannya akan tiada bahkan calon anaknya juga.
"Menyingkirkan wanita itu sebenarnya sangat mudah.Namun, melihatnya menderita seumur hidup, jauh lebih baik."
Rayhan menyeringai. "Rahasiakan semua ini, untuk sementara waktu." Setelahnya, pria itu pergi dari sana.
"Hukuman selanjutnya menanti wanita itu."
__ADS_1
"Berurusan dengan Tuan Muda,sama saja menggali kuburan lebih cepat. Tuan Muda sangat menyeramkan. "