Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
63. Salah Sangka


__ADS_3

Seorang pria dengan tatapan tajam, dan kini terlihat lebih dewasa berjalan meninggalkan bandara,dengan diiringi oleh beberapa anak buahnya yang mengikutinya dari belakang.


"Anda, sudah sampai di Indonesia,Tuan."


Mereka masuk ke dalam mobil,dengan para anak buahnya yang berjaga dengan membawa senjata api,di masing-masing jas mereka.


"Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya."


"Lapor T'uan, sepertinya salah satu gadis yang Tuan incar telah tiada di posisinya."


"Dia menyembunyikannya?Sungguh tindakan yang bagus."


"Namun, untuk nyonya Via, masih dijaga ketat oleh pria penguasa itu."


Yang terpenting sekarang, dirinya kembali bukan dengan tangan yang kosong. Namun, memiliki kekuatan yang sebanding dengan pria itu.


"Sejak awal kemunculannya, aku sudah membencinya. Dia terlihat angkuh dan sombong.Seakan-akan, tidak ada yang bisa mengalahkannya."


"Pura-pura lemah, bukan ide yang buruk, bukan?"


"Anda tidak lemah, Tuan. Untuk tingkat kematangan bela diri Anda,sudah memuaskan dan siap untuk melawan musuh."


"Kau pintar sekali memujiku."


Asistennya itu mengangguk hormat, mendengar penuturan dari tuannya itu. Walaupun, jauh lebih muda darinya, namun memang dari keturunannya telah memiliki kuasa di dunia bawah.


"Walaupun papa menentangku untuk kembali ke dunia bawah,namun aku tidak akan menghentikannya. Berkuasa lebih menyenangkan dari pada tertindas."


"Anda, sangat pantas untuk menjadi ketua kami, Tuan. Saya berjanji! Akan selalu setia berada di samping Anda selamanya."


"Semuanya telah aku dapatkan.Kecuali wanita yang kuinginkan hingga bertahun-tahun lamanya."


"Nyonya Via yang Anda maksud,Tuan?" Tanya asistennya itu untuk memastikan.


"Aku pastikan! Dia akan menjadi milikku setelah ini! Dan aku tidak akan memberikan ruang siapapun untuk merebut nya kembali."


"Mohon maat, Tuan. Sepertinya nyonya Via untuk saat ini sedang mengandung. Laporan dari salah


satu anak buah, yang melacak informasi pribadi keluarga itu."


"Aku telah mengetahuinya. Aku mengiginkan wanitaku bukan janin itu."


***


Via mendengus kesal, karena sedari tadi ia dilarang keluar oleh beberapa satpam yang menjaga di gerbang rumah besar itu.


"Saya hanya ingin jalan-jalan diluar. Sebentar saja. Sambil menunggu paket."


Para satpam semakin waspada,karena nyonya muda mereka mungkin saja bisa kabur dan berlarian di luar. Nyonya muda mereka memang sangat lincah.


"Tuan muda melarang Anda untuk keluar rumah sementara waktu,Nyonya."


Via menghela napas panjang.

__ADS_1


"Terus, paket saya yang menerimanya siapa? Masak kalian semua. Terus yang difoto juga kalian nanti gitu?"


Mereka semua saling memandang dan merasa bingung. "Biarkan kami yang mengambilnya, Nyonya.Mohon izinnya."


"Tidak ada. Paket itu bersifat pribadi. Kalian tidak boleh menyentuhnya. Barang mahal tahu."


Mereka menghembuskan napas gusar dan gelisah. Hingga, Via dengan senyuman kemenangan langsung menerobos keluar dan sekarang berlari mengelilingi kompleks.


"Akhirnya bebas."


Via berlari kecil, dengan banyak anak buah suaminya yang membuntuti dari belakang sekitar


sepuluh orang.


Wanita itu membiarkan saja,memang kewajiban mereka untuk menjaganya.


Para penghuni perumahan mewah yang tidak jauh dari sana, merasa kagum melihat Via yang dijaga


oleh banyak pria tegap dan berwajah datar itu.


"Wah! Lihatlah! Itu bukannya istri dari tuan muda, ya?"


"Iya, orang kaya. Hingga olahraga saja dikawal oleh banyak bodyguard."


"Harus itu. Namanya juga nyonya muda."


Mereka akhirnya terdiam, dan tidak berani terlalu banyak berbicara, karena takutnya nanti dimarahi oleh nyonya muda yang merasa terganggu.


"Gini ya rasanya jadi orang kaya.Semuanya harus serba terkendali. Susah juga kalau gitu. Kasihan


Via menghembuskan napas panjang. Dia menyeka keringatnya. Padahal hanya berjalan beberapa meter sudah lelah.


"Jadi kepikiran papa kan gue, huh.Gimana ya keadaan papa? Semoga baik-baik saja dengan istrinya itu."


"Nyonya, apakah Anda kelelahan?Kami bisa menggendong Anda kembali ke rumah."


"Nggak sama sekali. Berani sekali kalian menawarkan diri menggendong saya? Tidak takut


suami saya, huh?"


Mereka menunduk karena telah salah bicara, padahal hanya berniat untuk menolong nyonya muda mereka, dan menjalankan perintah.


"Kalian cukup menjaga saya. Jangan berani sentuh dan macam-macam. "


"Baik, Nyonya."


Via berjalan cepat menuju ke rumah nya. Takutnya, nanti paketnya telah datang dan dirinya tidak ada di sana, malah satpam yang menerimanya.


"Paket! Paket!" Suara teriakan kurir terdengar. Akhirnya Via langsung menghampiri kurir tersebut.


"Mana paket saya, Pak."


"Panggil Mas saja, Neng.'

__ADS_1


Via mengangkat sebelah alisnya,mendengar penuturan mas paket ini. Bukannya sombong, namun sepertinya pria ini tidak mengetahui siapa dirinya.


"Mbak! Pembantu ya disini?"


Via yang sekarang telah menerima paketnya, sangat shock mendengarnya. Dia meneliti penampilannya yang sederhana, namun dengan pakaian yang mahal, akan tetapi dikira pembantu. "Iya, saya pembantu disini. Kebetulan majikan saya lagi pergi.Jadi saya yang menerima paketnya."


"Oh gitu ya, Mbak."


"Iya. Saya tidak difoto ini? Sebagai bukti bahwa paket datang dengan selamat."


Pria pengantar paket itu menepuk jidatnya, dan langsung merogoh ponselnya. Mengambil beberapa


gambar sebagai bukti penerimaan paket.


"Besok! Kalau bisa, suruh nyonyanya yang mengambil paket ya, Mbak."


"Lah ngatur. Terserah Mas saja.Terima kasih paketnya. Ini bayarannya."


"Paket COD. Bayar langsung ditempat."


"Iya, Mas. Ini seratus ribu dan ambil kembaliannya. Soalnya, saya ada bonus kemarin di kasih sama


nyonya."


Mas paket langsung mengambilnya. Namun ketika


hendak berbalik dan menaiki motor, dia memicingkan matanya ketika melihat segerombolan orang tinggi-tinggi menghadang jalannya.


"Anda, harus kami periksa."


"Ya ampun, Pak. Saya niat baik ke sini untuk mengantar paket.Jangan mengambil motor saya.


Kendaraan saya satu-satunya ini."


Via yang melihat itu dari depan gerbang, tertawa lepas mendengarnya. Tidak sia-sia dirinya keluar dari rumah untuk olahraga, ternyata bisa menemukan komedian seperti mas paket itu.


Mereka mengepung dan memeriksa paket tersebut dengan alat sensor. Membuat mas paket itu hampir jantungan, karena dikira paketnya juga akan diambil.


Mereka saling memandang dan mengangguk karena tidak ada yang mencurigakan.


"Nyonya! Semuanya aman.Termasuk, paket yang Anda terima."


Mas paket itu terdiam dan mengganga lebar, karena


mendengar mereka berbicara dengan wanita yang dikiranya pembantu itu.


"Matilah aku. Kalau suaminya tahu, maka aku akan menjadi daging panggang."


'Ternyata, dia nyonya muda istri dari tuan penguasa itu. Kenapa aku bodoh sekali ya Tuhan.Mending kabur saja.'


Mas paket itu langsung menyalakan motor nya dan pergi dari sana, dan trauma tidak akan mengantar paket ke rumah besar itu lagi.


"Lucu sekali tukang paket itu. Hiburan gratis untuk hari ini,huh."

__ADS_1


Via memeluk paketnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Gerbang telah terkunci dengan rapat. Wanita itu dengan senang hati kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


"Ray, harus tahu bahwa aku tadi bertemu dengan mas paket yang mengira aku pembantu. Tidak sabar melihat reaksinya. Pasti, dia juga akan tertawa seperti ku. Kan lucu saja heheh...."


__ADS_2