
Rayhan memberanikan dirinya untuk masuk, setelah mamanya keluar dari sana dan telah memberikan pemahaman kepada wanita itu, mengenai suaminya yang sangat mencintainya.
Dan Via akhirnya, bisa mengerti dan juga paham akan tugas Rayhan yang memiliki tanggung jawab besar kepadanya, yakni dia istrinya yang harus ia jaga, bahkan mengorbankan nyawanya sendiri.
Ketika Rayhan telah berada di hadapannya. Via langsung meneteskan air matanya. Pria itu tersenyum dan mendekati istrinya,lantas membawa tubuh kecil istrinya ke dalam pelukannya yang sangat erat.
"Maaf, Sayang. Kalau aku membuatmu ketakutan, dan juga trauma dengan apa yang kamu lihat."
Via menggelengkan kepalanya,lantas mendongak menatap suaminya. Semuanya karena dirinya, kekacauan ini sedari awal karena dia sendiri yang selalu mementingkan egonya, hingga membuat suaminya kelelahan.
"Kamu nggak salah,Ray.Maaf!Karena aku selalu menyusahkanmu. Bahkan, kamu tidak marah sama sekali denganku,yang menjadi sumber masalah dari semua ini."
"Bagaimana aku bisa marah,Sayang. Bahkan, aku ingin selalu menjagamu. Hanya kamu yang terpenting di dunia ini. Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah berpikir, untuk pergi jauh dariku lagi, Via. Aku tidak akan sanggup kamu melakukannya kepadaku."
"Iya, Ray. Aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun. Aku telah mengucapkan janji itu berulang kali."
"Kamu hanya perlu percaya kepadaku sampai kapanpun, Via.Hanya aku yang kamu bisa percaya di dunia ini."
Kewajiban seorang istri adalah taat kepada suaminya. Via menganggukkan kepalanya dan akan selalu patuh dengan perintah dari suaminya.
***
Seorang wanita memperhatikan dirinya di cermin dengan wajah yang murka dan juga melempar vas bunga, yang di belinya di luar negeri dengan harga mahal, hingga menyisakan pecahan vas yang tidak bisa kembali utuh seperti semula.
Dia adalah Salsa, yang kini lagi dan lagi tidak berhasil untuk membunuh wanita kesayangan Rayhan itu, bahkan dengan bayinya sekalipun yang berada di dalam perutnya.
Kenapa, pria itu selalu saja berhasil menjaga istrinya. Apa karena dia sangat mencintainya?
Hingga seperti itu? Salsa menggepalkan tangannya dengan keras.
Salsa sendiri, adalah pelaku dari penembakan yang hampir mengenai perut Via, namun langsung meleset ketika Rayhan dengan sigap memeluk istrinya.
Bahkan, pria itu sangat peka dengan keberadaan pistol dari jarak jauh, dengan kemampuan indranya yang tajam, membuat Salsa beserta anak buahnya sangat kesulitan untuk melakukannya.
Padahal jarak Rayhan dengan penembak, lumayan sangat jauh.Namun, Rayhan memang sangat hebat.
Membuat Salsa sangat kagum dengan pria itu, dan sangat mencintainya sampai kapanpun.
__ADS_1
Obsesinya tidak bisa dihentikan,bagaimanapun caranya Rayhan akan menjadi masa depannya esok maupun nanti.
Kalau tidak bisa seperti itu, maka lebih baik Via menghilang di muka bumi ini. Hal itu jauh lebih baik,karena tidak ada yang bisa mendapatkan Rayhan sampai akhir hayat, kalau bukan dirinya.
Salsa memang sangat percaya diri,hingga tidak tahu diri.
"Aku bersumpah. Apabila rencana ku gagal sekali lagi. Maka aku akan menghilang dari kota ini. Namun,apabila berhasil. Maka, aku juga akan pergi, namun untuk berlibur dan bersenang-senang.
Salsa tersenyum miring, dan menyeka keringatnya yang berjatuhan dari keningnya. Dia memperhatikan dirinya di cermin dan sangat percaya diri dengan kecantikan yang ia punya.
"Kamu tidak akan bisa menyingkirkanku, Ray. Bahkan sampai mati sekalipun."
Memang waktu itu ia gagal tidur dengan Rayhan, namun ia malah ditiduri oleh tua bangka yang sangat ganas itu. Bukannya tersiksa, namun salsa menikmatinya, ia juga sudah hilang kesucian sejak dulu karena suatu hal yang tidak perlu diceritakan.
Dari pada dirinya tersiksa, maka lebih baik memanfaatkan tua bangka itu. Dan menjanjikannya untuk menikah dengannya. Dia cukup kaya, walaupun lebih kaya dirinya. Namun, lumayan menjadi anak buahnya yang setia.
Cepat atau lambat. Pertahananmu akan kalah, Rayhan. Kamu tidak akan selamanya menang.
****
Mira memperhatikan hamparan bunga yang ada di depan mansion,dijaga oleh maid yang berada di mansion besar tersebut. Sungguh,ia sangat bosan berada di sini.
"Nyonya, apakah anda mencintai tuan Glen?" tanya maid muda itu,membuat Mira berbalik dan menatapnya dengan heran, dengan pertanyaan itu. Apakah tidak ada pertanyaan lain? Kenapa harus mencintai pria itu.
"Mohon maaf, itu privasi saya.Jadi, saya tidak berhak kan untuk menceritakan semuanya ke semua orang."
Maid muda itu tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya.
"Anda boleh memberikan tips kepada saya, Nyonya. Bagaimana cara membuat seorang pria kaya luluh."
Sepertinya Mira mengerti arah pembicaraan dari maid ini. Jadi,dia minta tips kepadanya? Di saja sebenarnya tidak tahu, namun senang saja mengerjai maid ini sepertinya akan sangat seru.kamu lihat saya? Apakah saya cantik?"
Maid itu menganggukan kepalanya dengan polos, nyonya mira memang cantik dan manis, bahkan jarang sekali memakai make-up.
"Anda sangat cantik, Nyonya. Saya bahkan kagum dengan Anda yang dapat memikat tuan dengan begitu cepat."
Mira semakin besar kepala dan percaya diri, dia sangat cantik.
__ADS_1
Gadis itu berdehem dan menarik napas panjang, lantas menatap maid muda itu kembali dengan serius, agar lebih meyakinkan.
"Menurut saya, kita menjadi seorang wanita juga harus pintar memilih calon suami. Minimal kaya raya, dan juga tampan. Intinya di situ, baik juga."
"Bukan karena matre. Tapi,realistis. Ngapain nikah buat nyari kesusahan dan beban baru untuk diri sendiri. Saya kalau Glen miskin, walaupun tampan tidak akan mau."
"Kenapa, Nyonya? Boleh saya mengetahui alasannya?"
Mira menggaruk kepalanya yang gatal,sebenarnya maid ini polos atau bagaimana. Harus sabar sepertinya dirinya ini, dia juga yang memulainya tadi. Ternyata,kesabarannya teruji di sini.
"Ya, karena miskin. Jadi, kita harus mencari pria tampan yang kaya raya. Memperbaiki keturunan dan juga membuat hidup bahagia."
"Kalau cinta bagaimana, Nyonya?Apakah penting?"
"Penting. Tapi lihat kondisi dan situasi. Jangan mau diajak susah. Contohnya seperti kamu, maaf bukan maksud saya untuk apa-apa. Kamu kan sekarang menjadi maid, dan tulang punggung keluarga. Kamu juga lumayan cantik. Minimal bos restoran, kamu pasti bisa mendapatkannya?"
Mira memberikan semangat untuk anak muridnya itu. Untuk pertama kalinya, dia memiliki anak didik yang terlihat sangat penurut. "Tapi kamu tidak suka dengan calon suami saya, kan? Awas saja kalau itu terjadi."
Mira langsung menutup mulutnya,ia tidak salah dengar tadi, calon suaminya? Sejak kapan dia mengakui Glen menjadi calon suaminya. Sangat membingungkan sekali.
"Calon suami?" ucap seseorang,melangkah mendekati kedua gadis itu. Mira langsung melototkan matanya. Tolong selamatkan dirinya dari Glen. Pasti pria itu akan sangat percaya diri setelah ini.
Maid muda itu langsung mundur perlahan, karena tidak ingin menganggu waktu dari nyonya dan tuannya itu.
"Setelah tinggal di sini. Akhirnya kamu mengakui sendiri, bahwa aku calon suamimu?"
"Tidak! Jangan mengada-ngada."
Mira langsung beranjak dari tempatnya hendak pergi dari sana,tidak ingin berdebat dengan Glen.
Namun tiba-tiba kakinya tersandung, hingga membuat tubuhnya hampir terjatuh ke bawah.
Glen langsung memegang pingangnya, dan sekarang mereka begitu dekat, hingga Mira dapat merasakan hembusan napas dari pria itu. Dia terpesona dengan ketampanan Glen, bahkan pria itu sangat memikat dan kaya raya.
Mira menggelengkan kepalanya dan langsung mendorong Glen menjauh darinya. "Cari kesempatan. Aku nggak suka ya, di sentuh-sentuh."
Mira menghentakkan kakinya, dan langsung pergi dari sana meninggalkan glen yang kini masih terpaku melihatnya,membuat mira semakin menjauh darinya.
__ADS_1
"Menyebalkan sekali Glen itu, tapi dia kan kaya raya, dan tampan juga. Kalau di pikir-pikir, cocok jadi suami masa depan. Lumayan memperbaiki keturunan."