Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
73. Curahan Hati


__ADS_3

Via menghela napas panjang,ketika melihat pemandangan di seberang sana, di bawah pepohonan yang sangat rindang.


Akan sangat asyik pastinya ketika ingin menghabiskan waktu membaca buku kesukaan di sana.


Dia bersama dengan suaminya,dengan Rayhan mendorong kursi roda nya menuju ke taman.


Keadaan Via belum pulih dan masih lemah, hingga saat ini belum diizinkan untuk pulang.


Rayhan juga menyetujuinya, dari pada ia nantinya juga akan khawatir dengan keadaan istrinya di rumah.


"Melihat apa, Sayang?" Tanya Rayhan, menunduk dan menatap istrinya yang terlihat sedih.


"Kuliah aku bagaimana, Ray?" Tanya Via, dia ingin menjadi wanita yang berpendidikan, tidak lemah seperti yang sekarang, dan hanya mengandalkan suami saja.


"Kenapa tiba-tiba, bertanya seperti itu, hmm? Kan, sudah aku sampaikan sejak awal, Via. Bahwa semuanya aku lakukan demi keamananmu."


"Memang benar demi keamananku, Ray. Tapi aku juga ingin kuliah. Kita memang sudah menikah, tapi bukan berarti kamu akan kurung aku seperti ini. Aku bosan."


Rayhan menghela nafas panjang.Dia sebenarnya tersinggung dengan perkataan istrinya,seakan-akan hanya mementingkan dirinya sendiri. Namun, ia juga tidak akan tega, berdebat dengan Via, di saat kondisi istrinya yang hamil muda dan sedang lemah.


"Hei, Sayang. Bagaimana kalau kita pergi liburan ke luar negeri?" Tanya Rayhan menawarkan. Di sana juga pasti akan lebih aman.


"Tidak! Aku hanya ingin berada di negara ini, saat kehamilanku."


Rayhan terdiam sejenak, dan tidak bisa memaksa istrinya untuk mematuhi keinginannya.


"Coba katakan, apa yang kamu ingin kan, Sayang?" Tanya Rayhan dengan duduk berjongkok dan menjangkau kedua tangan sang istri, serta mengenggamnya dengan erat.


"Aku ingin, kamu menyelesaikan semuanya. Aku ingin hidup aman,Ray. Tidak takut kepada siapapun. Kalau seperti ini ceritanya,mending aku tidak hidup kaya dan biasa saja seperti dulu tapi aman.Sekarang marah terbalik,menyusahkan."


Semua ini gara-gara dua manusia itu. Rayhan menggepalkan tangannya, setelah Via melepaskan tangan nya secara tiba-tiba.


"Kamu bukannya memiliki banyak anak buah, Ray? Bahkan kamu begitu kuat. Kamu tidak bisa memberikan keamanan untuk aku? Takut dengan mereka?"


"Bukan seperti itu, Sayang. Aku hanya ingin kamu aman untuk saat ini. Yang kita lawan mafia. Mereka memiliki banyak koneksi di dunia bawah."


"Dengan kita langsung menyelesaikan semuanya. Maka,kamu akan semakin terancam.


"Sekarang aku juga terancam.Termasuk Mira, sahabatku. Ikut juga dengan skenario kalian Semua."


"Glen membawa Mira pergi jauh,kan?"


Rayhan terkejut mendengarnya.Dari mana istrinya mengetahui bahwa Mira telah diamankan oleh Glen. Dan juga diincar dalam skenario ini.

__ADS_1


"Sayang"


"Aku sudah mengetahui semuanya, Ray. Jangan


menyembunyikan sesuatu dariku.Aku ini istrimu. Jadi, ada waktunya aku mengetahui semuanya."


"Dari mana kamu mengetahuinya?" Tanya Rayhan,bertanya pelan kepada istrinya itu.


Via menatap Rayhan lama. "Aku mendengarnya. Saat kamu berbicara di depan pintu bersama dengan Glen. Kamu mungkin akan marah kepadaku karena tidak Sopan. Namun, aku memang ingin mengetahui semuanya."


"Aku tidak akan marah kepadamu,Sayang. Maaf! Karena aku merahasiakannya."


Via menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan keadaan Raja? Tanya Via tiba-tiba,membuat Rayhan tidak suka mendengarnya.


"Kamu bertanya tentang pria itu,Via?" Tanya Rayhan mengeram tak suka, serta tidak terima karena Via pasti khawatir dengan keadaan pria itu.


"Kamu nggak boleh marah, Ray. Aku bertanya hanya ingin ...."


"Ingin menjenguknya? Begitu,kan?" Ucap Rayhan memotong perkataan Via, sembari menatap datar istrinya itu.


Via menghela napas pelan. "Aku hanya ingin memastikan dia tidak bisa lagi menganggu kita."


Semoga saja, semua ini adalah awal bagi istrinya membenci pria itu dan mendoakan nya pergi selamanya.


Rayhan tersenyum miring, dan mengusap surai istrinya dengan lembut.


"Sepertinya, kamu memang harus membencinya, Sayang."


Via tidak menjawabnya. "Bagaimana keadaan dia?" Tanya Via kembali, namun tidak dengan menyebut namanya dan terdengar sangat asing.


"Dia sudah sadar dari komanya.Namun, luka-lukanya sangat parah. Hingga banyak luka yang harus dibersihkan."


"Dan semua itu karena hantaman dan pukulan dari kamu, Ray."


"Hanya sebagian tenagaku, disaat aku melakukannya. Namun, dia memang pantas mendapatkannya.Kamu kenapa ingin bertemu dengan dia?"


Sudah saatnya ia mengetahui,alasan Via nekad untuk bertemu dengan Raja saat itu. Apakah, memang sangat peduli dengan pria itu. Padahal Via sudah mengetahui bahwa Raja memiliki niat jahat kepada dirinya.


"Aku penasaran dengan apa yang kamu katakan, Ray. Apakah dia memang sudah berubah atau


tidak."

__ADS_1


"Dan ternyata, di saat aku melihatnya setelah dia kembali dari luar negeri. Perubahannya sangat mencolok, penampilannya dan gaya bahasanya."


Saat itu, aku sudah yakin, bahwa semuanya memang sudah berubah. Tidak seperti yang dulu lagi.


"Ternyata, selama ini. Dia tidak ikhlas melakukan semuanya kepadaku."


Rayhan memilih diam, dan menjadi pendengar setia dari istrinya. Agar istrinya tidak stres dengan semua pilkiran yang berada di otaknya. Lebih baik di keluarkan dan diceritakan.


"Ceritakan semuanya, Sayang. Aku akan menjadi pendengar terbaik untuk istri cantikku."


Rayhan mendorong kursi roda istrinya dan mendekati pohon yang sedari tadi, menjadi daya tarik Via, karena terlihat sangat adem dan bersih. Mampu menenangkan pikiran yang kacau.


Via tersenyum dan juga sebenarnya terkejut dengan tindakan suaminya itu. Tapi baguslah. Dia ingin menikmati hawa pepohonan.


"Dia Raja, sahabatku sejak sekolah menengah atas bersama dengan Mira. Dan kita kembali satu universitas. Tapi, karena penampilan aku dan Mira yang terlihat biasa saja dan cupu,namun cantik banyak yang tidak suka dan membully."


"Percaya diri. Kamu memang cantik, Sayang. Tapi siapa yang membullymu?"


"Apakah dia masih hidup hingga saat ini? Atau harus aku memberikan pelajaran kepadanya?"


"Lupakan saja, Ray. Sudah lama juga. Mereka juga tidak keterlaluan. Hanya memberikan hukuman tambahan saja seperti mengangkut karung berisi sampah."


Via menahan ketawanya, membuat Rayhan mengerenyitkan dahinya bingung. "Aku tidak sengaja menumpahkannya ketika, mereka sangat cerewet dan seenaknya memerintahkan."


"Dan kamu lari selanjutnya?"Tebak Rayhan. Via


menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Iya, dong. Nggak mungkin aku masih berdiri di depannya.Bisa-bisanya, mereka nyerang aku


pakai sampah."


"Tapi di hari selanjutnya, mereka kembali balas dendam. Tapi ada dia yang menolong aku, Raja."


"Pahlawan lemah."


Via menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya,mendengar penuturan dari suaminya. "Yang penting menolong kan, Ray?" Ucap Via sengaja memanasi agar suaminya cemburu.


Rayhan bertambah kali lipat sangat tampan ketika kesal atau cemburu.


Melihat tatapan istrinya. Rayhan berbalik menatap istrinya lebih dalam lagi, membuat Via salah tingkah sendiri. Masuk ke dalam perangkap.


"Sengaja membuatku cemburu,hmm? Tidak perlu bersusah payah,Sayang. Aku memang sudah tidak nyaman mendengar namanya sejak awal."

__ADS_1


"Kamu memang selalu cemburu,Ray. Bahkan sangat posesif untuk aku yang tidak bisa diatur."


__ADS_2