Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
67. Jebakan Salsa


__ADS_3

Rayhan menatap datar Salsa yang kini, sedari tadi mencuri pandang ke arahnya. Pria itu mengambil gelas yang berisi minuman berwarna dan meminumnya, dan juga bersama dengan rekan kerja lainnya yang berada di hotel tersebut.


Pembangunan proyek akan segera berhenti, karena gedung tersebut sudah hampir jadi untuk keseluruhannya. Hingga saat ini,mereka semua merayakannya di hotel untuk makan malam dan minum bersama, menikmati keberhasilan yang hampir diujung mata.


Salsa tersenyum miring, setelah berhasil mencampurkan sesuatu ke dalam minuman pria itu. Dia sudah tidak sabar, untuk malam ini,karena semuanya akan menginap di sana, termasuk juga dengan Rayhan.


Sedangkan Glen, berdiri tidak jauh dari mereka, memperhatikan gerak-gerilk wanita tidak tahu diri itu dalam diam, dan tidak ingin bertindak jauh, sebelum diperintahkan.


"Tuan Muda, istri Anda tidak diajak kemari?" tanya salah satu dari mereka menatap Rayhan.


Dalam hati Salsa, sungguh merasa senang, karena berarti pria itu tidak selalu ingin bersama dengan istrinya, agar tidak lelah menjaga wanita sok kecantikan itu, dan juga tidak bisa menggunakan make-up.


Dia sebenarnya cantik, namun. tidak bisa merawat dirinya. Sebentar lagi, Rayhan akan menjadi miliknya, walaupun harus menjadi istri kedua, namun perlahan ia akan menghancurkan rumah tangga mereka, dan hanya dirinya satu-satunya wanita dalam hidup Rayhan.


"Istri saya di rumah."


Mereka saling memandang dan menganggukkan kepalanya. Mulai mengerti,mengapa tuan muda tidak membawa istrinya pergi ke luar karena tidak baik untuk ibu hamil, apalagi nyonya sedang hamil muda.


"Anda, adalah pria idaman, Tuan Muda. Mencintai istri sepenuh hati. Pasti nyonya muda, akan sangat beruntung memiliki, Anda."


Salsa yang mendengar hal tersebut menggepalkan tangannya. Dia tidak suka, semua orang memberikan pujian kepada Rayhan, karena sangat mencintai wanita itu.


Mereka semua menatap Salsa,yang tidak sengaja meletakan sendok dengan sedikit kasar,hingga terdengar sangat nyaring.


"Bu Salsa tidak kenapa-kenapa?"


"Tidak! Saya hanya iri, dengan kisah pak Rayhan dengan istrinya."


Mereka saling berbisik, karena ternyata wanita itu, tidak sebaik yang ia kira. Walaupun cantik dan selalu bersikap sopan.


"Mak-maksud saya. Saya iri,karena saya belum menemukan tambatan hati, untuk diajak,merajut kisah hingga akhir hayat."


"Maaf ya, Bu Salsa. Bukannya,Anda yang selalu menolak pria manapun yang menginginkan,Anda?" Tanya mereka mulai menyudutkan Salsa.


Beberapa wanita mulai, menatap Salsa dengan tatapan berbeda.Menurut mereka, wanita itu diam-diam menaruh hati ke tuan muda. Lihat saja tatapan dengkinya ketika mereka membicarakan istri tuan muda.


"Saya tidak ingin terburu-buru.Yang penting, mendapatkan pasangan yang saya cintai dan juga baik."


"Bu Salsa. Sebaiknya, Anda lebih berhati-hati. Soalnya Anda sebentar lagi akan berusia sangat matang. Mungkin saja, Anda ingin menikah diusia lima puluh tahun,ya?"


Salsa menarik napas panjang dan menghembuskan nya. Mereka ini sangat cerewet. Bilang saja, mereka sebenarnya iri, kan? Dengannya yang lebih segalanya. Makan,selalu ingin mencari perhatiannya.

__ADS_1


"Jangan sampai, Anda mencalonkan diri menjadi pelakor!Bukannya, sekarang banyak, ya?Perawan tua yang tidak laku, dan akhirnya menjadi simpanan. Lucu sekali, ya?"


Salsa harus bersabar. Sebenarnya,siapa yang menyuruh mereka ini,untuk mengatakan hal tidak baik kepadanya? Perasaan, sejak kemarin tidak ada yang berani kepadanya, karena menjadi atasan yang dihormati. Mungkin,karena pekerjaan yang akan berakhir.


"Kenapa diam Bu Salsa? merasa tersindir, ya? Atau semua barang mewah dan make-up Anda yang mahal, jangan-jangan, hasil dari om-om tua."


"Mohon maaf, saya wanita karir yang sukses. Jadi, saya tidak pernah bergantung kepada siapapun. Kalian jangan asal menuduh saya!"


Mereka saling memandang, dansemakin tidak percaya kepada wanita di depannya itu.


"Maaf kalau gitu, Ibu Salsa. Kami hanya bercanda saja. Jangan berburuk sangka kepada kami."


"Saya memaafkan kalian."


"Anda sangat baik, Bu Salsa.Semoga segera mendapatkan calon suami yang benar-benar tulus kepada, Anda."


"Iya. Saya berharap seperti itu."


Mereka akhirnya membubarkan diri. Diam-diam, Salsa mengikuti langkah Rayhan yang hendak masuk ke dalam kamar hotel.


Pria itu terlihat menyentuh kepalanya, dan juga pusing.


Salsa menarik napas panjang.Rayhan hendak menutup kamarnya, namun Salsa langsung masuk ke dalam dan menutup pintu.


"Apa kabar, Rayhan?"


Pria itu menatap tajam Salsa, yang hendak semakin mempersempit jarak di antara mereka.


Namun, semua itu tidak berlangsung lama, ketika Rayhan menyeringai dan merogoh sesuatu di balik jasnya.


"Menanyakan kabar, teman olimpiade?"


Tubuh Salsa menegang, ketika pisau yang digenggam Rayhan sekarang, akan mengarah ke jantungnya. Mungkin sebentar lagi dia akan mati, setelah pria itu bergerak.


"Ak-aku hanya ingin memperjelas semuanya."


"Terlalu cerdas, itu tidak baik.Hingga, kau melupakan siapa lawan mu."


Salsa yang merasa tidak direspon meneteskan air matanya. Bukan karena hatinya saja yang sakit,namun rencananya gagal total,bahkan sekarang nyawanya dalam bahaya.


"Senjata mu mana, Salsa?"

__ADS_1


Salsa tersenyum cerah dan percaya diri. "Aku telah mencampurkan obat tidur di dalam minuman mu. Sebentar lagi, kamu akan lupa diri dan mengajakku melakukannya."


"Wanita murahan."


Tiba-tiba suara pintu terbuka.Menampilkan Glen yang kini menatap wanita itu prihatin.


"Tidak segampang itu untuk menjebak tuan muda, Bu Salsa.Anda masih tidak sadar, bahwa semuanya kembali ke diri Anda sendiri."


Salsa merasa bingung dan juga tubuhnya mulai linglung.


"Bukannya. Anda ingin mencari calon suami? Yang memiliki istri pertama? Dan Anda, akan dijadikan istri kedua, kan?"


"Mak-maksud kamu?"


Salsa, memegang kepalanya yang terasa nyeri dan pusing. Namun, kenapa tiba-tiba dirinya seperti ini.


Wanita itu mengerjabkan matanya, ketika melihat seorang pria tua, masuk ke dalam kamar tersebut dan menatapnya penuh nafsu.


Rayhan dan Glen segera keluar dari sana, selanjutnya mengunci pintu agar mereka bersenang-senang.


"Wanita bodoh!" Ucap Rayhan, dan membuang pisau yang dibawanya, ke dalam bak sampah.


"Keinginannya terwujud, Tuan Muda. Akan menjadi istri kedua,bahkan ketiga. Saya lupa detailnya."


"Kita tinggalkan tempat ini."


***


Tuan Muda. Seseorang mengikuti kita dari belakang."


Rayhan menatap kaca mobil dalam diam. Mereka orang yang berbeda,bukan musuh yang biasa dilawannya.


Glen melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Namun, dapat dikejar oleh mobil yang kini berada di hadapan mereka saat ini.


"Keluar!" Bentak mereka dari luar sana, dan menggedor kaca dengan kasar.


Rayhan membuka pintu mobilnya, dan langsung menghampiri mereka dengan aura gelapnya,yang tidak akan pernah bisa bersanding dengan mereka.


Seseorang keluar dari salah satu mobil mewah tersebut. Dia menggunakan kaca mata hitam, dengan senyum mengejek terbit di wajahnya, yang jauh berbeda dari yang dulu.


"Bagaimana kabar Anda, Tuan Muda yang terhormat? Masih mengigat, saya? Seorang remaja laki-laki yang Anda injak-injak beberapa bulan yang lalu?"

__ADS_1


"Atau bagaimana kabar istri Anda?Wanita cantik, yang Anda rampas dari saya, dengan kekuasaan mu itu. Hebat sekali, bukan?


__ADS_2