Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
68. Kelemahan Rayhan


__ADS_3

Bugh!


Raja langsung menyerang Rayhan tanpa aba-aba. Dengan muda, pria itu langsung menangkisnya begitu cepat. Sengaja memberikan akses kepada Raja untuk menguatkan pukulannya, agar ia mengetahui seberapa kuat tingkat kekuatan dari ketua mafia itu.


Raja tidak menyerah, ia mencoba untuk menyerang bagian tubuh lainnya, namun sialnya tidak bisa disentuhnya.


"Mencoba bermain-main, Tuan Muda?" Ucap Raja dengan tatapan sinis dan meremehkan.


Rayhan hanya menatapnya datar,dan langsung memberikan pukulan keras, kepada Raja, yang kini sudah mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.


"Bugh!"


"Lemah!" Ucap Rayhan tersenyum miring. Sepertinya bocah ini terlalu percaya diri untuk mengalahkannya dalam ilmu bela diri, apalagi sekarang telah menjadi ketua mafia di dunia bawah.


Raja mengeram dan menyerang Rayhan membabi buta, karena dia tidak suka dikira lenmah dan tidak bisa mengalahkan suami dari sahabat nya itu.


"Menyerah?" Ujar Rayhan meremehkan. Bahkan dengan satu tangan saja, Raja sudah kelelahan, bagaimana dengan kedua tangannya yang bermain-main di tubuh pria itu.


Tiba-tiba, Raja telah mengeluarkan pistolnya yang kini sudah disiapkannya untuk menembak Rayhan.


"Serahkan Via kepadaku, maka aku akan membebaskan nyawamu,Tuan Muda."


Rayhan tidak gentar sedikitpun,membuat Raja kebingungan.


Padahal pistol yang dibawanya sekarang telah berada tepat, di depan dada pria itu, disebabkan juga Rayhan lebih tinggi darinya.


"Mengulur waktu? Lakukan,bocah!" Ucap Rayhan, menantang Raja untuk melakukannya.


Rayhan sudah terbiasa dengan situasi ini. Walaupun ia tidak bergabung dengan dunia bawah,namun dirinya sejak kecil terlatih dengan sangat keras, bahkan sudah mengenal apa itu senjata tajam dan cara untuk mengatasinya.


"Terlalu banyak berpikir"


Dor!!


Rayhan berhasil menembak dengan sangat cepat, ketika tangannya menggenggam pistol yang diambilnya dari jasnya.


"Kalah cepat."


"Sialan!" Raja melepaskan pistolnya, karena tangannya telah terkena tembakan, dan sekarang mengeluarkan banyak darah.


Anak buahnya langsung membawanya masuk ke dalam mobil, dan segera ke rumah sakit khusus untuk anggota mereka.


Anak buah yang lain, menyerang Rayhan dan Glen dengan membabi-buta karena sangat marah, dengan mereka, yang telah menyakiti tuannya yang masih muda.


Rayhan menggenggam pisau yang hendak digunakan asisten Raja,untuk menusuk jantungnya.


Pria itu melototkan matanya,melihat darah bercucuran di tangan Rayhan, yang tidak takut untuk terluka.

__ADS_1


Rayhan menendang pria itu dan kini telah berada di bawah kakinya. Tanpa perasaan, ia menginjak tangan pria itu dengan sangat kuat, bahkan Glen yang melihat hal tersebut merinding karena pasti akan sangat sakit.


"Jangan menampakkan wajahmu dihadapanku. Kalau tidak! Maka,aku akan menguiti mu hidup-hidup!" Ancam Rayhan menatap tajam pria itu, tanpa bercandaan sedikitpun.


"Argh! Aku akan membalas perbuatan mu. Dan semua itu,lewat istri Kesayanganmu, bukan?"


"Kelebihan seorang tuan muda penguasa adalah, nyonya muda..."


"Argh!" Teriak pria itu. Ketika Rayhan berhasil mematahkan tangannya, dengan injakan sepatunya yang keras.


Rayhan merapikan jasnya dan langsung melewati para anak buah Raja yang terkapar tidar berdaya,di bawah kakinya.


Glen membuka pintu mobil untuk tuan mudanya. Pria itu masuk ke dalamnya dan fokus menghadap ke depan.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan anak buah Raja yang kini, diambil alih oleh anak buah Rayhan, untuk diberikan pelajaran yang setimpal.


Hukuman yang paling menyakitkan dari kematian.


Dalam hati Glen, bahkan tuan mudanya, sangat pantas menjadi ketua mafia terkuat, namun hingga saat ini ia belum mengetahui dengan jelas, apa alasan tuan mudanya tidak ingin masuk ke dunia bawah.


Keuntungan masuk ke dunia bawah bahkan sangat banyak, kekuasaan akan semakin bertambah dan anak buah yang akan dimilikinya semuanya terlatih dan kuat.


Semua itu berlaku, kalau tuan mudanya yang menjadi ketua mereka. Bukan bocah lemah, yang mengandalkan keluarga menjadi seorang yang terkuat.


Akan sangat sulit untuk mengalahkan keluarga Crowell,hingga saat ini karena kekuasaan telah berada di tangan mereka dengan pewaris yang sangat kuat.


Tatapan tuan muda sekarang sangat datar, hingga Glen tidak berani untuk sekedar bersuara,bertanya mengenai keadaan tangan tuan nya itu.


***


Via mendengar suara mobil suaminya. Dia yang sudah dandan dan wangi, langsung menuruni anak tangga dengan hati-hati,untuk menyambut suaminya pulang bekerja.


Siapa tahu dirinya nanti dikasih oleh-oleh. Misalnya martabak atau makanan ringan lainnya. Tapi,biasanya Rayhan tidak pernah seperti itu, pasti membelikannya barang yang mewah dan mahal,seperti cincin atau gelang.


Via menggelengkan kepalanya,karena melamun di depan pintu.


Dia harus fokus. Biar Rayhan senang melihatnya dan selalu mencintainya hingga kapanpun.


Suara pintu dibuka oleh bodyguard. Via berlari kecil dan mendekati suaminya yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Ray!" Ucap Via memanggil suaminya.


Rayhan menatapnya dengan teduh dan mengusap kepala istri kesayangannya itu. Aroma bunga,langsung menyambut indra penciumannya, membuat hatinya kembali tenang, karena obat dari segala kehidupannya sekarang berada di dekatnya, dengan senyuman yang selalu membuatnya nyaman dan bahagia.


Melihat suaminya menatapnyaa dalam, membuat Via mengerenyitkan dahinya bingung,dan segera meraih kedua tangan besar pria itu untuk digenggamnya.


Namun ada yang berbeda, Via menunduk dan memeriksa tangan Rayhan. Di sana ada bekas luka dan juga cairan merah yang baru dibersihkan. Sepertinya baru kejadian tadi, beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Ray! Coba jelaskan! Kenapa kamubluka? Ya ampun, Ray. Kenapa bisa seperti ini. Kalau nanti infeksi bagaimana? Terus kamu kenapa-kenapa, dan masuk rumah sakit terus koma dan...."


"Obatilah!" Ucap Rayhan dengan lembut. Tidak marah sama sekali karena istrinya cerewet.


Justru ia senang, karena Via pasti sangat mencintainya, hingga mengkhawatirkan keselamatannya. Dan Rayhan,sangat menyukainya, karena Via hanya boleh mencintainya tidak untuk siapapun.


Mereka duduk di sofa. Bibi tua memberikan kotak obat kepada nyonya muda dan mundur perlahan, untuk pergi dari sana,karena tidak ingin menganggu mereka berdua yang sedang sibuk.


"Lumayan panjang goresannya.Sepertinya ini bekas pisau. Kamu main pisau ya, Ray?" Tanya Via memicingkan matanya.


"Tidak sengaja terluka."


"Aku nggak percaya! Ternyata kamu bisa tidak sengaja ya, Ray?Aku kira .."


"Aku juga manusia, Via."


"Iya, aku juga manusia. Bedanya,kamu itu gimana, ya? Kuat dan tangguh! Pantang terluka dengan hal kecil. Aku curiga, kamu sembunyikan sesuatu dari aku,ya?


"Kamu tidak bertanya."


Benar juga. Dari tadi dirinya sibuk mengoceh. Tidak bertanya sama sekali, hanya membahas luka,tidak dengan penyebabnya yang lebih dalam.


"Ray! Penyebabnya apa,Sayangku?" Tanya Via dengan senyuman manis, dan sudah selesai membalut luka suaminya dengan kain kasa.


"Aku berkelahi dengan mereka. Anak buah dari Raja, sahabatmu."


Rayhan memberitahu Via langsung, karena agar istrinya mengetahui bahwa Raja itu tidak baik dalam segi apapun.


"Kamu bercanda ya, Ray? Raja ada di luar negeri. Mana ada berkeliaran di sini."


"Sejak awal, aku sudah memiliki firasat bahwa sahabatmu itu memang tidak tulus denganmu,Via."


Via masih belum paham dengan perkataan suaminya. "Mungkin orang yang mirip Raja. Soalnya,aku juga pernah melihat seorang laki-laki yang mendorong kursi roda bu Salsa. Mirip seperti Raja.


"Dia memang Raja. Indra pengelihatanmu tidak salah,Sayang."


"Tapi, apa hubungan mereka?"Tanya Via masih penasaran.


"Kamu akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu. Yang terpenting! Apapun yang terjadi.


Kamu harus selalu percaya kepada suamimu!! Kamu ngerti, Via?!"


"Iya, Ray. Aku pereaya kepadamu.Karena kamu akan selalu menjagaku. Iya, kan?"


Rayhan tersenyum dan memeluk istrinya dengan erat. Dia menarik napas panjang dan masih was-was dengan firasatnya saat ini.


Sejak kedatangan bocah itu. Rayhan yakin, akan ada sesuatu yang besar, akan terjadi. Dan ini menyangkut Via dan dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin terjadi apapun kepada kalian."


__ADS_2