Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
76. Cinta Yang Besar


__ADS_3

Via mengerenyitkan dahinya bingung, ketika melihat sambal yang diulek oleh suaminya tidak jadi-jadi, kan dirinya tidak sabar untuk memakannya. Apalagi sekarang, terlihat Glen sudah jago mengupas mangga bersama dengan Mira.


Mereka berdua sangat menghiburnya. Namun yang ia sekarang ia permasalahan kan adalah,suaminya yang terlihat kesusahan membuat sambal.


"Mas! Sudah jadi? Tanya Via menatap suaminya.


Rayhan mendongak dan melihat istrinya yang terlihat penuh harap kepadanya. Bukan karena tidak bisa membuat sambal, namun cara mengulek nya menggunakan cobek ia tidak bisa.


"Kenapa tidak menggunakan blender?" Tanya Rayhan hati-hati.


Takut istrinya sedang sensitif dan marah kepadanya.


"Tidak enak. Sejak kapan sambal rujak diblender? Dagang rujak keliling juga tidak pernah blender.Kan, tidak enak."


"Sama saja," ucap Rayhan.


"Kamu bilang apa tadi, Ray?"Tanya Via mungkin dia salah dengar atau memang suaminya yang mengatakan hal itu.


Glen dan Mira saling menatap sekilas, melihat suami istri yang sangat romantis itu. Sebenarnya,Mira ingin tertawa terbahak-bahak, namun ditahannya sampai rumah, melihat tuan muda yang sangat lucu mengulek sambal di cobek. Tahan!Atau mati!


"Tidak ada, Sayang. Lebih enak makan dengan cobek."


"Cobek tidak dimakan, Ray."


"Maksudnya. Lebih enak mengulek sambal dengan cobek."


Via menganggukkan kepalanya dan mengambil potongan mangga muda yang terlihat mengiurkan. Dia mencelupkannya di sambal yang telah jadi.


Rayhan sebenarnya takut, istrinya nanti marah kepadanya karena tidak enak, dan menyuruhnya untuk meminta bantuan kepada tukang rujak keliling mengajarinya.


Bukan karena malu, namun sangatlah lucu dirinya sebagai seorang tuan muda yang terhormat, khusus buat sambal rujak.


Lama mereka menanti, bukan hanya Rayhan saja. Namun juga Mira dan Glen yang penasaran dengan hasilnya. Ekspresi Via juga terlihat akan memberikan keputusan yang tepat.


"Kurang pedas," ucap Via.


Membuat mereka bernapas lega.Berarti lumayan enak. Namun tidak berlangsung lama, Via kembali bersuara


"Garamnya kurang, Ray. Terlalu manis juga. Gurihnya dapat karena mangga mendukung. Sama, jangan terlalu kental, kasih air sedikit saja biar bumbunya enak."


Oke! Rayhan mencatatnya dalam kepalanya. Sedangkan Glen sibuk menulis semua itu,sedangkan kira menganggukkan kepalanya sembari mengintip apa yang ditulis oleh Glen.


"Kamu nulis apa, Glen? Terlihat serius sekali."


"Kekurangan. Nanti tuan muda akan mencarinya."


Semua dicatat. Tidak sekalian bumbu rujak semua. Namun, Mira juga salut kepada sahabatnya itu.Dulu tidak bisa berkutik dan melawan, sekarang benar-benar menjadi seorang ratu di hati tuan muda.

__ADS_1


Ingat! Hanya Via yang bisa menyuruh tuan muda cosplay menjadi seorang chet pembuat sambal rujak.


"Pokoknya! Besok harus ada peningkatan, Ray. Sesekali kamu beli rujak di bang yang diluar.


Nanti, kamu belajar rasanya dari sana."


Dalam hati Glen. Kenapa tidak membeli saja secara langsung.Namun ia tidak berani mengatakannya. Cukup di dalam hati saja atau hal bahaya yang akan menghampiri nya seperti dimarahi oleh tuan muda.


Tuan mudanya juga terlihat serius mendegar ocehan dari istrinya.


Apakah besok ia dengan Mira juga akan seperti itu? Atau bahkan lebih parah, lihatlah sekarang gadis di sampingnya, terlihat lebih berkali lipat banyak maunya dari nyonya muda. Sabar! Yang penting jodoh.


"Itu saja, Ray. Selanjutnya, besok buatin aku kue bolu, ya? Soalnya aku kepengen? Bisa, kan?" Tanya Via dengan kedipan mata yang cerah. Mana bisa Rayhan menolak kemauan istrinya.


"Tuan muda, bukannya besok Anda ada pertemuan dengan para anggota direksi di perusahaan?"Tanya Glen tiba-tiba.


Via yang mendengar hal tersebut sangat sedih.Dia menghela napas panjang dan tidak berbicara lagi,dengan wajah yang murung.


"Saya tidak bisa menghadirinya.Atur semuanya, Glen!"


Rayhan mendekat kepada istrinya dan mengusap wajah Via dengan lembut.


"Aku ada waktu besok, Sayang.Jadi, jangan sedih."


Wajah murung Via tergantikan dengan wajah ceria. Bahkan Mira baper melihat adegan seperti itu.Kapan dirinya juga akan dijadikan ratu oleh seseorang? Kalau Glen! Jangankan dijadikan ratu,mungkin seperti Rapunzel yang dikurung dan hanya diberi makan saja.


"Kenapa?" Tanya Glen, tidak sibuk lagi mencatat dan sekarang meletakan buku sakunya di dalam kantong.


"Kepo, kamu, Glen. Apapun yang aku pikirkan, jangan kamu pikirkan juga."Glen menghela napas panjang.


"Iya, maafkan aku yang lancang.Tapi aku pastikan, sedari tadi pasti kamu sedang memikirkan suatu hal yang berkaitan dengan pernikahan."


"Glen! Kapan kamu akan memberikan kepastian kepada,Mira? Kamu terlalu banyak teori."


Tiba-tiba, Via menyahut karena sedari tadi melihat mereka berbicara, namun tidak ada romantis nya seperti sepasang kekasih.


"Kan, aku sudah putus dengan,Glen. Bagaimana mau nikah?"Ucap Mira, membuat Glen tidak suka mendengar nya dan sekarang menatap gadis itu datar kembali.


Dalam hati Mira, memang dia salah bicara, ya? Memang benar kok mereka sudah selesai. Glen saja yang terlalu berharap.


Tapi, tadi perasaan lo bilang mencintai, Glen. Inget, pas di sofa itu loh, Mir."


Memang sahabat laknat, Via ini.Kan, sekarang terbongkar semuanya.


"Berarti kamu mencintaiku, Mira?"Tanya Glen terlihat percaya diri.


Mereka saling menatap lama.Tidak peduli sekarang, Rayhan dan Via perlahan pergi dengan membawa rujak di tangan mereka.

__ADS_1


"Jangan ganggu, Ray. Biarkan saja mereka saling menatap hingga besok pagi."


"Romantis ya, mereka? Seperti sepasang remaja yang sangat lucu."


"Tapi Glen sudah tua," ucap Rayhan, tidak terima Glen dibandingkan dengan anak remaja.Via tertawa kecil mendengarnya.


"Ray! Lebih enak jadi dewasa, loh.Ini mau jadi anak-anak."


"Apapun untuk kamu, Sayang.Sekarang minum yang banyak.Sedari tadi kamu makan rujak aja."


"Baru aja satu potong."


"Iya, Sayangku yang manis. Repotkan saja aku. Aku akan siap selalu direpotkan."


"Oke, suamiku. Ingat PR besok.Kita buat kue bolu."


Penderita selanjutnya sudah dimulai.


***


Via memperhatikan perutnya yang buncit di pantulan cermin di dalam kamar mandi.


Dia mengusap nya dengan hati-hati. Sebentar lagi, dirinya akan melahirkan. Dia jadi tidak sabar untuk melihat anaknya besok.


Dulu, dirinya membencikehamilannya, namun seiring berjalannya waktu, semuanya berubah. Karena karir seorang wanita tidak akan terhenti walaupun sudah memiliki keluar bahkan buah hati.


Setelah membersihkan wajahnya dan merapikan baju tidurnya. Via membuka kamar pintu kamar mandi. Dia menatap punggung suaminya, sepertinya Rayhan sudah tertidur.


Via tersenyum senang dan mengambil selimut yang berada di bawah suaminya dan menyelimuti Rayhan perlahan-lahan.


Namun, yang membuatnya aneh,ketika mendengar sesuatu dari ponsel suaminya. Dia mengambil ponsel Rayhan dan mengeceknya.


Segitunya, Rayhan ingin membahagiakan nya, hingga melakukan semua ini. Padahal,kalau rekan kerjanya mengetahuinya, pasti dia akan ditertawakan. Namun suaminya berbeda.


Via memperhatikan wajah damai suaminya yang terlelap. Lantas kembali mengecek ponsel Rayhan.


"Tutorial membuat sambal rujak,tutorial membuat kue bolu,tutorial menangani istri ngidam dan pencarian memastikan kandungan istri dalam keadaan. baik."


Via meneteskan air matanya terharu.Siapa yang sangka,dibalik kejamnya seorang tuan muda, pencarian di ponselnya tentang hal seperti ini.


"Makasih, Ray. Dengan semua yang kamu lakukan untukku, tidak peduli kamu terlihat malu atau tidak."


Via menyeka air matanya. Dan meletakan ponsel suaminya di atas nakas, dia lalu menjangkau pucuk kepada Rayhan dan mengecupnya dengan lembut. Namun tidak sengaja tetesan air mata jatuh di wajah suaminya, membuat pria itu terbangun dan terlihat sangat khawatir.


"Kenapa menangis, Sayang?Perutnya sakit? Atau mau aku buatkan sesuatu? Maaf! Tadi aku ketiduran sebentar."


Dengan penuh penyesalan Rayhan mengatakannya, karena telah teledor meninggalkan istrinya tidur lebih dulu. Biasanya harus Via yang tertidur dulu,memastikan istrinya nyaman dan tidak kenapa-kenapa.

__ADS_1


"Tidak! Aku menangis karena terharu. Mendapatkan cinta yang begitu besar dari suamiku sendiri."


__ADS_2