Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
7. Tanda yang Aneh


__ADS_3

Via merasa nyeri di lehernya.


Dengan ragu Via berbalik dan menemukan bercak merah keunguan di sana. Sontak bola mata Via melebar sempurna.


Via tersenyum dan menggeleng kepalanya dan berulang kali mengeceknya. Tidak! Jangan bilang ini adalah tanda kepemilikan? Via merinding ketika menyebutnya?


"Siapa yang melakukannya?" gumam Via menepuk jidatnya mondar-mandir. Setahu Via pria dewasa hanya Rayhan di kamar nya. Tidak mungkin kan orang lain menyelinap masuk ke dalam kamar tuan muda kasar dan menyebalkan itu?


Dan tidak mungkin juga Rayhan yang melakukannya.


Menyentuhnya saja dia tidak minat apalagi melakukan hal ini.


"NGAK!" Teriak Via refleks. "Pasti ini ulah segerombolan semut. Iya, segerombol semut." Via berpikir positif namun hatinya seratus persen meragukan hal itu.


Via segera menutupnya menggunakan handuk dengan asal dan keluar dari sana. Ia akan menutupnya nanti menggunakan bedak sangat tebal 50 senti kalau bisa agar kedua sahabatnya tidak


mengejeknya.


"Apa yang kau lakukan?!"


"Ah? Baru selesai mandi kan, Tuan Muda."


Rayhan menatap tajam Via ketika handuknya digunakan oleh gadis pembangkang itu.


Menyadari arah mata Rayhan. Via segera melebarkan matanya. Aduh!


Kenapa handuk dia yang Via gunakan? Kemana handuk Doraemonnya?


"Maaf, Tuan Muda! Saya tidak bermaksud untuk, argh!" Rayhan segera menarik paksa handuk yang melilit leher Via, sehingga Via sontak terkejut dan


panik. Jangan sampai pria ini melihatnya dan akan mengatakan dirinya gadis liar dan semacamnya.


"Ternyata sangat indah." Rayhan menyeringai membuat isi otak kepala Via kosong memikirkannya.


"Maaf, Tuan Muda. Saya bukan gadis yang Anda pikirkan. Saya juga tidak tahu, siapa yang


melakukannya? Saya akan menghapusnya segera atauu menghilangkan jejaknya menggunakan bedak."


Rayhan tidak menanggapi ucapannya. Membuat Via bernafas lega. Untung saja dia tidak ingin ikut campur. Namun Via masih bingung dengan perkataan Rayhan tadi mengatakan 'sangat indah'


maksudnya apa ya?


Via segera menggelengkan kepalanya sebelum otaknya traveling ke suatu tempat yang akan membuatnya tersesat jauh dan berakhir terjatuh.


"Semoga saja, orang yang melakukannya mendapat azab!" tandas Via mengepalkan tangannya.


"Siapa yang kau maksud?"


"Tidak ada, Tuan Muda. Hanya menjumpai orang yang dengan lancang melakukannya. Semoga Hari-harinya suram."


"Kau sangat berisik. Rapikan rambutmu! Aku tidak suka melihatnya. Kau terlihat mirip seperti hewan hitam."


"Hewan hitam?" beo Via. Maksudnya beruang gitu?


Via segera melihat pantulan dirinya di cermin. Tidak


berantakan bahkan dia sangat cantik ketika rambutnya terurai seperti ini.


Tok! Tok!

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu. Via segera melangkah dan membuka handle pintu perlahan.


Ternyata Glen, manusia robot itu sudah rapi berdiri di depan nya.


"Ada apa?" tanya Via seperti seorang pengantin baru yang tengah di ganggu.


"Tuan Muda! Nyonya Nacita menunggu Anda di ruang makan."


Memang Glen ini kurang sopan kepadanya. Lihatlah sekarang!


Bahkan pria robot itu tidak meliriknya sama sekali. Membuat Via mengepalkan tangannya. Apalagi mendengar nama wanita itu.


Via menyingkir ketika Rayhan telah siap dan hendak


mendorongnya dengan kasar. Syukur Via segera bergeser.


"Kekasih hatinya telah menunggu, Tuan Muda," ucap Via dengan suara menyindir dan segera masuk


sebelum dia mendapati kemarahan Rayhan.


***


"Bibi Tua, biar saya saja yang mengantarkan makanan untuk, Tuan Muda dan kekasihnya."


Bibi tua dengan ragu mengangguk. Sebenarnya dia juga bingung dengan perkataan Via. Tuan muda tidak akan pernah bermain wanita apalagi telah memiliki seorang istri. Sepertinya Via terlihat cemburu.


Melihat bibi tua menganggukkan kepalanya. Via segera menaruh mangkuk makanan di atas nampan


dan segera melangkah menuju meja makan.


Via tidak pernah makan bersama dengan Rayhan. Karena pria itu akan membanting semua makanan


Nasib Via memang seperti ini. Predikat nyonya hanya sebuah gelar. Namun tidak digunakan sebagaimana mestinya. Via tersenyum ketika telah berada di hadapan wanita itu. Pakaiannya seperti kekurangan bahan. Apa seperti ini wanita dewasa


berpakaian?


"Dia siapa? Rayhan?"


Apa? Via tidak salah dengar? Wanita itu menyebut nama tuan muda. Dirinya saja tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.


Hati Via sesak mendengarnya, mungkin dia wanita istimewa.


"Jaga ucapan Anda, Nyonya Nacita!!" Glen segera menegurnya.


"Oke, Glen. Siapa gadis ini?" tanya Nacita menatap Rayhan yang kini menatap Via dengan wajah datar.


"Perkenalkan nama saya, Via. Gadis imut dan baik hati. Anak kuliahan dan baru semester lima."


"Pasti.. kamu pembantu di sini? Penampilanmu sangat kampungan. Dia ibumu?" tanya Nacita dengan berani menunjuk bibi tua yang tengah mengantarkan kopi untuk Rayhan.


"Glen! Usir wanita ini!"


Nacita melebarkan matanya. Via menyeringai mendengarnya.


"Tuan Muda! Maafkan kelancangan saya! Saya tidak


bermaksud!"


Glen yang hendak menyeret Nacita langsung berhenti sejenak ketika Rayhan mengangkat tangannya ke udara tanda untuk melepaskannya.

__ADS_1


"Nyonya Nacita! Jangan bersuara sebelum Anda diperintahkan! Atau Anda akan menerima


konsekuensinya!" tegas Glen.


Nacita pucat pasi dan segera mengangguk. Via mendengus kesal karena wanita itu tidak jadi di usir.


Namun Via tidak kehabisan akal. Ketika bibi tua hendak menaruh Jus mangga untuk Nacita. Via


sengaja menyenggolnya dan berakhir sebagian dress seksi wanita itu telah basah karena tumpahan jus mangga.


Sontak membuat Nacita berdiri dan merasa Via sengaja melakukannya.


"APA YANG KAU LAKUKAN GADIS KECIL? KAU SENGAJA MELAKUKANNYA? EH BIBI TUA! AJARKAN SOPAN SANTUN KE PUTRI MU INI!!"


Semua para pembantu terkesiap mendengarnya. Suara keras Nacita menggema membuat seisi rumah segera menghampiri ke meja makan karena penasaran.


Via menunduk tidak bersuara walaupun di dalam hatinya merasa puas dan tertawa jahat.


'Emang enak, huh.' Karena tidak ada yang memperdulikannya. Nacita merasa geram dan mendorong kasar tubuh mungil Via sehingga gadis itu tersentak dan hampir terjatuh.


Untung Glen berada di belakangnya dan menjadi


pelindungnya.


Lama mereka saling menatap.


Dengan rahang yang telah mengeras, Rayhan langsung menarik Via agar tidak berdekatan dengan Glen.


Tidak ada yang berani bersuara ketika Rayhan membawa Via menaiki anak tangga dan masuk ke


dalam kamar mereka.


Sontak bola mata Nacita membulat sempurna ketika melihat pemandangan itu. Ini akan menjadi berita lokal yang besar dan juga trending topik di seluruh daerah.


"Apa yang kau lihat. Akan kauu pertanggung jawabkan, Nyonya Nacita!"


Deg! Tubuh Nacita menegang.


Glen menatapnya tajam, bahkan seperti ingin melenyapkan nya.


"Ak--aku, berjanji tidak akan membocorkan nya asalkan kau jujur mengenai gadis kecil itu."


"Di bukan gadis kecil!"


"Dia telah berani menggoda Tuan Muda. Dia hanya putri pembantu dan tidak sebanding dengan...Tubuh Nacita menghentak kesal ketika Glen tidak menghiraukan nya dan segera pergi dari hadapannya. Dengan dress yang kotor, Nacita segera keluar dari rumah itu.


"Jangan melihatku! Kalian dilarang melakukannya!" bentak Nacita merasa dirinya dipermalukan.


Semua pembantu menundukkan kepalanya. Mereka membubarkan diri ketika Nacita telah pergi.


"Kasihan Nyonya. Apa yang akan tuan muda lakukan kepadanya sekarang,"ujar salah satu pembantu merasa simpati dengan Via.


"Dia hanya seorang gadis yang sangat malang. Terjebak dengan tuan muda."


Di lain sisi. Glen meremas tangannya dengan kuat ketika telah berada di dalam ruang kerja Rayhan yang berada di rumah itu.


Tidak mungkin tuan muda akan melakukan hal yang di luar batas sehingga membuat gadis itu hancur seumur hidup nya.


"Kenapa aku memikirkan gadis itu? gumam Glen meraup wajahnya dengan kasar dan mengepalkan tangannya dengan kuat.

__ADS_1


__ADS_2