Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
61. Teror Dimulai


__ADS_3

"Ceritakan dong, Ray. Bagaimana bisa, bu Salsa kenal sama kamu lebih dulu,sebelum menjadi rekan kerja kamu yang sekarang."


Pria itu menghela napas pelan, mendegarkan permintaan istrinya itu. Via, memaksanya menjelaskan semuanya setelah mendegarkan pembicaraan dirinya bersama dengan Glen di ruangannya.


Andai, orang lain yang menguping,pasti Rayhan akan langsung memberi hukuman kepada orang itu, namun tidak berlaku kepada sang istri yang sangat ia sayangi dan jaga.


Via mengernyitkan dahinya bingung, ketika suaminya malah terdiam dan menatapnya dalam, serta mengelus wajahnya dengan lembut.


"Ray!" Via kembali memanggil.


"Wanita itu, adalah teman sekolahku dulu. Sebelum aku melanjutkannya, kamu jangan marah. Janji!"


Via meraih jari kelingking suaminya dengan antusias. "Janji, tidak akan marah. Ayo lanjutkan!"


"Dia termasuk siswa yang berprestasi. Hingga, dia yang terpilih untuk mewakili olimpiade, dan bersanding denganku."


"Berdua saja?" tanya Via memastikan, karena sebelum cerita dilanjutkan dirinya sudah cemburu. Namun, ia sudah janji tidak akan marah tadi, jadi harus sabar dari pada mati penasaran dan tidak bisa tidur karena curiga kepada Rayhan.


Rayhan meyakini dirinya, akan lanjut atau tidak? Namun, Via langsung menganggukkan kepalanya membuat pria itu kembali bersuara.


"Kami bertiga. Dua laki-laki dan satu perempuan. Pada akhirnya,kami memenangkan lomba tersebut.Dan menjadi yang pertama."


Via bertepuk tangan dan merasa bangga dengan suaminya. Namun,memang dari tutur kata suaminya yang irit berbicara dan tegas, dia juga terlihat sangat cerdas dan juga pintar. Jadi, memang pembawaannya sejak lahir.


Sungguh bangga dirinya menjadi istri dari tuan muda Rayhan yang sangat tampan dan juga kaya raya.


Apapun keinginanya selalu dituruti, dan juga pria itu sangat setia kepadanya. Semoga saja sampai akhir hayatnya.


"Memikirkan apa, hmm?" tanya Rayhan memperhatikan sang istri yang terlihat melamun dan tersenyum menatapnya.


"Lanjut...."


"Dia berubah. Walaupun, aku tidak mengigatnya dengan jelas.Karena, memang kurang memperhatikan keadaan sekitar dan aku tidak peduli."


Via mengernyitkan dahinya bingung. "Berubah bagaimana, Ray? Apakah lebih cantik?" tanya wanita hamil itu menatap sinis suaminya.


Rayhan menunjukkan berkas pemberian dari Glen waktu itu. Via mengambil alih dan membaca isi dari berkas tersebut dengan penasaran yang sudah tingkat tinggi. Wanita itu melebarkan matanya, karena perubahan wanita itu sungguh diluar dugaan semua orang.

__ADS_1


Via membandingkan foto Salsa dengan yang sekarang dan dulu. Jauh sekali perbedaannya.


"Ray! Apakah wajah bisa diubah bentuknya?" tanya Via. Dia sudah memastikan, bahwa banyak perubahan dari wajah wanita itu. Dari bentuk hidung dan juga bibir.


"Masih dibilang cantik?" tanya Rayhan menyentil hidung sang istri,membuat Via tertawa rendah dengan perlakukan suaminya itu.


"Tapi cantik banget, Ray. Aku mau operasi juga dong. Boleh, ya?" ucap Via dengan bibir yang dimajukan.


Cup!


Rayhan mengecup singkat bibir istrinya,membuat wanita itu mengatupkan bibirnya dengan rapat karena suaminya sangat nakal.Rayhan menyentuh wajah Via.


"Hidung mancung, kecil dan juga cantik. Bahkan, bibir ini adalah kesukaanku. Jangan macam-macam, Via!"


"Becanda, Ray. Aku selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepadaku. Termasuk,takdir yang menjadikanku istri kesayanganmu."


****


Malam telah menjelang, Via menuruni anak tangga sendirian menuju ke dapur untuk mengambil air dingin, karena dirinya merasa haus. Sedangkan suaminya, masih di dalam ruang kerjanya untuk menyelesaikan masalah proyek yang belum kelar.


Namun, ketika dirinya hendak membuka kulkas, terdengar ada seseorang berada tidak jauh darinya. Karena wanita itu penasaran, akhirnya dengan langkah yang kecil dan berhati-hati mencari ke sumber suara."Ada orang tidak?" tanya Via setengah berteriak, karena dirinya takut ada orang asing yang masuk ke dalam rumahnya.


Ketika Via berbalik, matanya memicing karena menemukan benda asing di atas meja. "Benda apa ini? gumamnya tanpa sadar, dan langsung membukanya.


Tak berselang lama, wanita itu berteriak dan membuang botol berisi sesuatu itu kesembarangan arah, sedangkan tubuhnya telah lemas dan sekarang terduduk di lantai yang dingin dengan wajah yang berubah pucat.


Karena suara teriakan Via, membuat semua orang yang berada di rumah tersebut berkumpul dan sekarang menatap pecahan botol yang berserakan dengan cairan merah di dalamnya.


"Hiks, Ray!" wanita itu menangis sesegukkan karena ketakutan.


Suara langkah kasar terdengar dari lantai atas, mereka mundur perlahan dan memberikan tuan muda ruang untuk menenangkan istrinya. Tidak ada yang berani bersuara dan bergerak, sebelum diperintahkan. Hanya suara isakan nyonya muda mereka yang terdengar menyedihkan dan perlahan semakin mengecil.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN? ISTRIKU BISA KEHABISAN NAPAS, KARENA DIKERUMUNI!"


Rayhan menatap tajam mereka semua. Sedangkan sebelah tangannya, sudah memeluk tubuh Via yang telah pingsan di dekapannya. Pria itu mengatur napasnya, karena emosi disebabkan orang-orang bodoh itu, tidak bisa menjaga keamanan rumahnya.


"Sayang, hei! Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu."

__ADS_1


Rayhan menggendong Via menuju ke dalam kamar mereka. Di sana, sudah ada Glen dengan beberapa anak buah lainya, yang telah berkumpul di hadapan tuan muda.


"RUMAH INI TEMPAT ISTRIKU TINGGAL, GLEN! KAU PAHAM?"


Glen menunduk dalam, sembari mengenggam sisa botol yang dilempar oleh nyonya muda.


"Maafkan saya, Tuan Muda atas kelalain dalam menjaga keamanan."


Bahkan, wajah Glen yang biasanya dingin dan datar, sekarang digantikan dengan wajah ketakutan serta cemas, bahwa tuan muda tidak akan lagi sudi untuk mengakuinya menjadi asisten karena tidak becus dalam bekerja.


"Saya akan membereskan semuanya, Tuan Muda dalam beberapa detik."


"Saya yang akan melakukannya sendiri. Pergi!"


Tubuh Glen melemas, ia hendak membuka suara kembali namun melihat tatapan amarah yang besar dan amukan yang ditahan oleh tuan muda, membuatnya mengurungkan niatnya untuk menolak. Mereka semuanya akhirnya pergi.


"Kamu akan baik-baik saja, Sayang. Jangan takut. Aku akan selalu menjagamu."


***


Seorang pria dengan wajah yang kokoh, dan tatapan tajam menendang semua anak buahnyaa karena telah membuat wanita itu pingsan dan sangat ketakutan.


"Bodoh!Aku tidak pernah menyuruhmu untuk menyakitinya."


"Maafkan kami, Tuan. Nyonya,yang membawa dirinya membuka botol tersebut. Yang akan kami tujukan kepada suaminya.


Botol itu, berarti sebuah ancaman untuk waspada terhadap sesuatu yang besar,sebentar lagi akan terjadi. Rencananya gagal total tidak tersampaikan langsung kepada pria penguasa itu.


Namun, setelah itu dirinya menyeringai dan menyuruh anak buahnya untuk pergi menjauh, karena pria itu harus merubah semua rencananya, agar berjalan cepat dan segera mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Aku akan selalu berusaha. Entah ini obsesi atau cinta. Namun aku yakin, bahwa hati ini hanya


mengiginkanmu, Via."


Pria itu menyentuh foto sobekan yang telah ia simpan selama bertahun-tahun lamanya.


"Seharusnya hanya berdua. Tidak bertiga. Itu lebih baik, Via."

__ADS_1


"Semoga kamu dalam keadaan baik, setelah aku kembali untuk merebut semuanya."


__ADS_2