Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant

Istri Kesayangan Tuan Muda Arrogant
69. Apakah Berakhir??


__ADS_3

Via mendapatkan telpon dari Raja.Pria itu telah berada di depan rumahnya, menunggunya keluar dan harus bicara empat mata dengannya.


Kebetulan sekarang tidak ada suaminya di sini. Wanita itu langsung bersiap dan keluar dari kamarnya dengan hati yang merasa sangatlah kecewa, dengab sahabatnya itu.


Entahlah, mungkin saja setelah ini. Dia tidak akan menganggap Raja kembali menjadi sahabat nya.


Namun, hati Via menolak itu semua. Selama ini, Raja selalu menolongnya ketika dilanda kesusahan. Di saat dirinya rapuh,bersama dengan Mira menenangkannya.


Bahkan, Via seperti menganggap Raja menjadi saudara laki-lakinya,yang akan senantiasa untuk melindunginya.


Namun, pria itu melakukan hal yang nekad, demi mencapai tujuannya yang tidak akan pernah terlaksana itu.


Via menarik napas panjang dengan mata yang sudah merah. Dia mengenggam kalung persahabatan mereka, yang disembunyikannya dari Rayhan selama ini.


Wanita itu, tidak peduli kepada bodyguard yang menegurnya keluar. Mereka terlihat takut,dengan raut wajahnya yang serius,hingga mengizinkan nyonya muda untuk keluar gerbang.


Di sana, Raja dengan bekas luka di sudut bibirnya,menatapnya dari kejauhan dan kini perlahan mendekatinya.


"Bagaimana kabarmu, sahabat?" Tanya Raja tersenyum. Bukan senyum jahat, namun senyum yang dulu selalu diperlihatkan kepada mereka semua.


Justru hal tersebut, membuat Via sakit hati melihatnya. Wajah Raja tampak tidak merasa bersalah sedikitpun, karena telah menyerang suaminya dan menyebabkan luka di tangannya dengan pisau.


Melihat Via yang terdiam. Raja mencoba mendekat, namun Via mengangkat wajahnya dan memberikannya kode untuk berhenti.


"Sudah puas, bermainnya?" Tanya Via dengan raut wajah serius.


Raja menghela napas panjang. Sepertinya, Via sudah mengetahui semuanya. Pasti pria penguasa itu yang telah memfitnahnya.


"Iya! Semuanya telah kamu ketahui, kan? Jadi! Aku tidak akan menyembunyikan sesuatu kepadamu, Via."


Cara berbicara Raja sangat berbeda. Lebih formal dan tidak seperti dulu lagi. Namun, lebih baik Raja menjadi sahabat nya yang baik,bukan penjahat yang sekarang,berada di hadapannya.


"Sebenarnya apa mau mu, Ja?Ingin menghancurkan semuanya? Semuanya sudah terlambat."


Via terkekeh sinis, dan menatap Raja meremehkan. Karena, sampai kapanpun, dirinya akan selalu menjadi milik suaminya. Bukan siapapun itu. Naluri dalam dirinya bergerak, mengatakan semua itu.


Mungkin pembawaan dari bayinya. Karena tidak suka dengan Raja yang sangat percaya diri.


"Ya! Aku ingin kamu menjadi milikku, Via. Bahkan, aku yang selalu menjagamu sejak dulu. Aku,Via! Hanya saat ini kamu bertemu dengan dia. Dan kamu langsung mencintai nya? Apakah adil bagiku, hah?!"


"Ja."Via memanggil sahabatnya itu, agar secepatnya sadar dari halusinasi yang dibuatnya.

__ADS_1


"Kamu ingat! Dulu, ketika kamu pertama kali masuk kuliah. Dan para senior sering menganggu mu. Semua itu aku yang mengatasinya. Hingga, mereka tidak berani melakukannya lagi."


Via mendongak, dan menahan air matanya. Raja memang selalu ada untuk nya waktu itu. Bahkan,setiap detik dan menit.


"Bahkan, ketika kamu pulang kuliah malam, dan hampir disakiti oleh para preman iar, aku yang akan dengan senang hati menjadi pahlawan."


"Satu hal yang harus kamu tahu,Vi. Aku tidak pernah tidur nyenyak, sebelum kamu selamat sampai di rumah mu. Karena apa? Karena aku sahabat mu, kan?"


Terlihat dari raut wajah kecewa pria itu, menatap Via dengan hati yang sangat sakit. Entahlah,bagaimana ia harus mengekspresikan perasaan nya itu.


"Namun, sebanyak apapun aku melakukan kebaikan. Aku, tidak akan pernah menjadi orang yang kamu cinta. Karena pria itu, kan?"


Via terdiam, karena ingin mendengar semua isi curhatan hati dari Raja. Dan alasan perubahan besar dari pria itu.


"Memang, sampai kapanpun. Aku tidak akan pernah bisa menyakitimu, Vi. Tapi bagaimana kalau aku menyakiti suamimu? Aku akan dengan senang hati melakukannya."


"Lakukan apapun yang kamu inginkan, Ja. Yang terpenting! Ingat! Bahwa, semua yang kamu lakukan saat ini salah. Aku sudah menikah!"


Justru Via khawatir Raja yang akan disakiti oleh suaminya.


Karena Rayhan tidak akan mungkin terluka, kecuali kemarin karena suatu hal yang tidak bisa dijelaskan.


"Iya, aku sayang kamu. Sama seperti aku menyayangi Mira juga.Tapi, jalan yang kamu ambil sekarang, membuatku muak, Ja.Jadi! Lebih baik kamu pergi jauh dari hidupku!"


Suara tepuk tangan terdengar dari jarak yang sangat dekat.


Mereka mengalihkan pandangannya, dan kini menemukan Rayhan yang sedari awal menyimak pembicaraan mereka, bodyguardnya langsung menelponnya karena Raja nekad datang ke rumahnya, untuk bertemu dengan Via.


"Sejak awal! Saya sudah memberikan peringatan. Jangan menganggu istri saya. Milik saya!!"


Raja tersenyum miring."Sayangnya. Milik Anda, sangat cantik dan membuat saya sangat terpikat dan terpesona."


Via menatap Raja, karena mendengar hal tersebut diutarakan kepada suaminya. Pasti Rayhan akan sangat marah, dan tidak akan segan-segan untuk melakukan sesuatu kepada Raja.


"Ray!" Via memanggil suaminya yang kini memeluk pinggang nya dengan erat. Dapat dirinya rasakan, tangan suaminya mengeras dan terkepal.


"Kita pergi sekarang, Ray!" Ucap Via mencoba mencairkan suasana yang memanas.


"Takut, Tuan Muda yang terhormat? Meninggalkan istri Anda sedetikpun dari pengawasan,Anda? Berarti Anda tidak percaya diri, bukan?"


"Orang yang percaya diri. Akan yakin, bahwa istrinya tidak akan berpaling. Namun,mungkin saja Via tidak begitu mencintai Anda.Dan hanya Anda sendiri yang mencintainya."

__ADS_1


Via menggelengkan kepalanya mendegar itu semua. Dari mana,Raja belajar kalimat tersebut. Raja sangat berbeda.


"Bagaimana tanggapan Anda,Tuan Muda? Kenapa tidak menyerang saya? Bukannya,puncak kemarahan Anda sudah terlihat?"


"Atau, takut istri Anda mengetahui semuanya? Betapa buas seorang Tuan Muda yang sangat diagungkan oleh semua orangternyata..."


"Stop! Sudah Cukup! Sebaiknya kamu pergi dari sini, Ja! Jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah kami!!"


Via mencoba mengusap bahu suaminya yang sudah perlahan melepaskan tangannya dari pinggangnya.


"Ray! Aku mau istirahat. Ayo kita ke dalam."


Rayhan menahan emosinya mati-matian, di hadapan istrinya. la hanya tidak ingin, sang istri takut kepadanya setelah ini.Semoga dia bisa menahannya. Rayhan dan Via berbalik, hendak masuk ke dalam gerbang rumah mereka. Hal tersebut membuat Raja menggepalkan tangannya.


"Pengecut! Tuan Muda yang sangat lemah! Hahah..


"Aku akan merebut Via darimu.Bahkan, aku akan menikah dengannya. Dia akan mengandung anak...."


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Tubuh Via lemas, ketika dalam hitungan detik, suaminya sudah melepaskan pelukannya dan menerjang Raja yang memiliki jarak diantara mereka.


Terlihat di sana. Raja tidak bisa mengimbangi gerakan Rayhan menggunakan dua tangan yang menyerang pria itu.


Sebuah tanda, bahkan suaminya sangat marah, hingga mengeluarkan tenaganya untuk menghajar Raja.


Raja sudah babak belur dengan luka yang berada di sekujur wajahnya. Tidak ada yang berani menghentikan suaminya.


Sungguh! Via baru pertama kali melihat Rayhan melakukan semua ini kepada orang lain.


Tubuhnya bergetar. Pikirannya kosong, dengan kepala yang pening. Hingga tubuhnya ambruk, bersamaan dengan suara tembakan yang terdengar.


"Ray! Jangan bunuh, Raja. Aku mohon!"


Via pingsan dipelukan suaminya.Wanita itu memejamkan matanya,dengan wajah yang sudah pucat.


"Bertahan, Sayang."

__ADS_1


__ADS_2