
Via membuka matanya, ketika ia merasakan tangan lembut seseorang yang kini tengah duduk disampingnya. Bukan suaminya, namun seseorang yang sangat berarti baginya.
Dia seorang waníta menggunakan pakaian putih dengan senyuman yang sangat mirip dengannya.
Via meneteskan air mata dan mengejar wanita itu, dan akhirnya dapat menjangkaunya, dan sekarang mereka berpelukan dengan sangat erat.
"Ma-mama.. Bagaimana bisa,Mama ada di sini?"
Wanita itu hanya diam, dan menatap Via dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang.
"Walaupun mama pergi, setelah melahirkan Via. Namun, Via mengetahui wajah mama, dari foto yang Via ambil dari kamar papa."
Via pernah masuk diam-diam masuk ke dalam kamar Alfredo dan mengambil sebanyak-banyaknya, foto mamanya untuk disimpannya. Papanya sangat mencintai mamanya,namun menyalahkan dirinya,karena istrinya tidak selamat,hingga Via menjadi korban hingga bertumbuh remaja.
"Kamu memiliki dua jiwa di dalam sini."
Via tertegun mendengar penuturan mama nya, akhirnya Via dapat mendengar dengan jelas suara mama nya untuk pertama kalinya, walaupun ia bingung dengan semua yang dialaminya saat ini.
"Kamu harus menjaganya."
"Iya, Ma. Aku ingin menjadi seperti Mama yang hebat."
"Seorang ibu akan melakukan apapun untuk anaknya. Namun,sebaiknya kamu memilih untuk menemaninya di dunia ini.Apapun yang terjadi, Via ..."
"Maksud Mama bagaimana?"Tanya Via bingung.
"Jagalah hatimu, Via. Jangan biarkan keegoisanmu, dapat membahayakan dirimu dan dua jiwa itu."
Setelahnya bayangan mamanya hilang entah kemana. Via memegang kepalanya yang sakit,dan sekarang mulai berkeringat dingin dengan hati yang sakit.
"Argh!" Wanita itu terbangun dari tidurnya.
Rayhan langsung mendekati istrinya, ketika melihat Via mimpi buruk dan mengerang dalam tidurnya.
"Kenapa, Sayang?" Tanya Rayhan dengan lembut dan menyeka keringat di dahi istrinya.
Via mengatur napasnya yang sesak. Dia menatap suaminya dalam dan akhirnya memeluknya,untuk menghilangkan pikiran aneh dalam pikirannya.
"Mimpi buruk?"
Setelah tenang, Via mendongak dan menatap suaminya yang sekarang juga memperhatikannya dengan raut wajah khawatir.
"Aku mimpi ketemu, Mama. Dia bilang, ada dua jiwa di dalam kandunganku. Tapi, aku merasa itu aneh. Apakah aku akan melahirkan dua anak sekaligus?"
"Besok kita ke dokter, Sayang untuk memastikannya."
"Bukannya hanya itu, Ray. Mama dalam mimpiku, memberikan sebuah perintah, agar aku lebih waspada dengan hati dan pikiranku."
Rayhan mengerti dengan perkataan sang istri. Mungkin saja,mertuanya datang dalam mimpi Via, untuk memberikan pesan kepada istrinya agar hati-hati, atau hal buruk akan terjadi.
__ADS_1
"Ray! Misalkan, aku mati seperti Mama ketika melahirkan,bagaimana? Kamu jangan membenci mereka, ya? Aku mohon!"
Sungguh! Rayhan, tidak suka mendengar istrinya berkata seperti itu. Mereka akan selamanya hidup bersama hingga tua.
"Kalau seperti itu, kamu gugurkan bayi itu sekarang!"
"Kamu gila, Ray! Ini anak kamu juga. Seorang ibu akan berkorban untuk anak-anak mereka."
Rayhan menarik napas panjang,karena tidak suka mendengar Via ingin meninggalkannya. Hal itu bisa saja terjadi, dan akan membuatnya memilih untuk menyusul saja.
"Aku lebih baik tidak memiliki keturunan,kalau kamu kenapa-kenapa, Sayang."
"Kenapa?" Tanya Via penasaran.
"Apapun yang terjadi. Seorang anak tidak akan bisa sepenuhnya menemani kita hingga tua nanti.
Namun, kalau pasangan, dia yang akan berjuang bersama hingga akhir hayat."
"Mereka memiliki kehidupan yang baru. Maka dari itu, aku lebih baik memilih mu apapun yang terjadi. Ketimbang keturunan."
"Kami tidak akan memiliki pewaris."
"Via! Keluarga ku tidak pernah menuntut ahli waris di setiap keturunan. Karena memiliki anak itu adalah sebuah takdir."
"Jadi, kamu akan seperti papaku,yang akan membenci anak kita?"
"Aku akan selalu menjagamu, Via.Jangan khawatir dengan semua hal yang akan terjadi suatu hari nanti."
Via meneteskan air mata nya dan terharu mendengar semua penjelasan dari suaminya, yang sangat mencintai nya.
"Iya, Ray. Maaf! Aku yang lemah ini selalu merepotkan mu."
"Sudah menjadi tugas seorang suami, untuk menjaga ratu di dalam istananya."
Via menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dia kembali mengajak suaminya berbaring bersama karena baru jam dua malam.
"Aku ingin kamu menceritakan sesuatu kepada ku."
"Menceritakan apa?"
"Aku ingin kamu mengisahkan ku sebuah dongeng. Putri salju yang sangat cantik."
Rayhan menarik napas panjang dan harus bersabar, walaupun sebenarnya ia tidak mengetahui judul dongeng yang dimaksud istrinya itu.
"Setelah ini, kamu harus janji!Jangan terlalu banyak pikiran!"
"Siap, calon papa muda."
***
__ADS_1
Raja tersenyum miring, ketika dia kini menatap seorang wanita yang lebih dewasa darinya, tengah menjelaskan rencana yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
"Anda pasti akan berhasil mendapatkannya. Namun, dia sedang hamil. Apakah Anda tidak keberatan?"
"Apa pedulimu? Kau tinggal menjalankan tugas. Tidak untuk banyak bicara seperti sekarang ini."
Wanita itu menghela napas panjang dan menganggukkan kepalanya. Dia seorang mafia, dan tidak akan segan-segan untuk menembak mati dirinya kalau membantah.
"Kau menginginkan pria berkuasa itu?" Tanyanya meremehkan.
Sepertinya tuan muda Rayhan yang terhormat, tidak akan melirik wanita yang bahkan tidak menarik sedikitpun. Berbeda dengan via, wanita itu selalu membuat semua orang terpikat dengannya.Kesederhanaannya dan juga sifatnya yang tegas.
"Aku telah mengincarnya sejak bertahun-tahun lamanya. Tidak dengan wanita pendatang baru itu."
Kenapa juga wanita itu selalu menjadi rebutan, pria yang sangat tampan dan juga berkharisma.
"Asalkan kau mengetahuinya. Wanita yang ku cintai itu, dia hebat dan cerdas. Tidak murahan seperti Anda."
"Anda, mengatakan saya murahan?" Sentak wanita itu tidak terima. Dia lebih cantik dan juga elegant dari wanita itu.
"Mungkin wanita mu itu yang murahan. Memiliki sahabat laki-laki yang lama terobsesi dengannya."
Raja mendekati wanita itu dan langsung mencekiknya. "Saya tidak suka dengan orang yang menjelekkan wanita kesayangku."
Pelajaran pertama untuk rekan kerjaannya itu. Dia melepaskan tangan nya dan menatap wanita itu tajam, hingga ketakutan dan sekarang menyentuh lehernya yang sakit.
"Bagaimana? Masih ingin bermain-main dengan seorang mafia?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Aku akan mematuhi apapun keinginan mu, Tuan.Karena itu juga demi kebaikanku."
Raja menganggukkan kepalanya,namun hal itu terlihat sangat menyeramkan di depannya.
Bagi wanita itu, Raja memiliki mata hitam pekat, dan juga tajam.Dia juga tidak segan-segan untuk menembak jantungnya, kalau rencananya tidak berhasil.
"Aku ingin kamu menjebak pria penguasa itu. Bagaimana pun caranya."
"Baik, saya akan melakukannya.Saya butuh waktu satu minggu."
"Tiga hari."
"Bagaimana bisa?"
"Anak buahku akan membantumu untuk melakukannya. Tidak ada penolakan! Karenya nyawamu ada di tanganku."
"Iya, Tuan."
Raja yang melihat wanita itu sangat penurut dan jinak kepadanya, menampilkan seringai liciknya.
"Bahkan, aku tidak sabar untuk menunggu peristiwa itu."
__ADS_1