Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Pertama


__ADS_3

Sebuah rumah mewah gaya eropa yang pantas di sebut dengan istana. Dengan Halaman yang sangat luas serta air mancur ditengahnya membuat kesan indah disamping kiri halaman terdapat taman yang penuh dengan berbagai macam tanaman hias dan bunga. Sebelah kanan halaman terdapat garasi mobil yang didalamnya terdapat berbagai macam jenis mobil mulai dari antik sampai mobil keluaran terbaru, jangan tanyakan harganya karena mobil yang paling murah sama dengan harga ginjal.


Didalamnya pula desain-desain modern sederhana tapi terlihat elegan. terdapat ruang keluarga penuh dengan canda tawa dan kehangatan yang tercipta, karena kepulangan seorang pria jangkung yang telah menyelesaikan studinya di universitas Oxford Inggris, Sebuah universitas terbaik di dunia.


Dalam canda tawa yang berlangsung ada sebuah keraguan seorang ayah untuk mengungkapkan isi hatinya. Irham Wijaya papa dari Andika putra Wijaya yang sudah berkepala lima namun masih memperlihatkan kegagahannya ketika berkuasa menjadi seorang pebisnis yang sukses.


"Andika?" panggil papa irham dengan nada serius


Andika yang tahu papanya dalam mode serius ia meredakan tawanya dan menoleh ke arah papanya sambil mengangkat sebelah alisnya.


"kenapa pa?". tanya Andika heran.


"Kamu tahu kan nak, umur papa sudah tidak muda lagi dan tidak tahu akan sampai kapan papa hidup" ujar papa irham dengan tatapan sayu.


mendengar itu Raut wajah Serta tatapan Andika menjadi dingin.


"Andika tidak ingin papa berbicara seperti itu lagi" jawab Andika masih dengan raut datarnya. "Apa yang papa inginkan?" lanjut Andika mengerti maksud papanya.

__ADS_1


Mendengar itu papa dan mama Andika tersenyum ternyata anaknya se-peka itu.


"papa ingin kamu secepatnya menikah, dan papa sudah punya calon untukmu." ucap Papa irham to the point


Melihat anaknya yang sudah berusia 25 tahun Papa irham berencana menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya dari sekolah dasar sampai sekarang yang menemaninya susah senang sampai sukses seperti ini dan sekarang menjadi rekan bisnis yang saling mendukung.


"Tidak bisakah Andika mencari cinta Andika sendiri pa?" tanya Andika ingin menawar permintaan papanya.


"Papa dan mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu nak". bukan papa yang menjawab, tapi mama Andika. Stella Wijaya.


"Benar kata mama mu kita hanya ingin kamu tidak salah memilih, dan papa sama Mama sudah bertemu sama gadisnya, dia cantik, hafalan Qur'an, berhijab. pokoknya idaman para lelaki. banyak yang mau pinang dia, tapi ayahnya dia sahabat papa menolak semua lamaran demi menunggu kamu lulus kuliah dan papa sama sahabat papa sudah saling janji" Jelas ayah Irham panjang lebar.


"Setidaknya bertemu dulu siapa tahu suka. kalo bener-bener nggak suka nanti terserah kamu kedepannya mau gimana papa juga nggak mau paksa kamu" lanjut papa irham mengerti perasaan Andika.


Ia tidak bisa memaksakan anaknya demi perjanjian dengan sahabatnya, apa salahnya dicoba pikir papa irham.


Andika hanya bisa bersorak ria dihatinya.

__ADS_1


'masih ada kesempatan buat nggak ikut perjodohan. tapi aku kok penasaran yha sama gadis itu?, menolak lamaran dari banyaknya laki-laki demi menungguku' Batin Andika bermonolog.


"lusa kita dinner di rumah pihak perempuan jadi mantapkan hati kamu yh" ucap papa irham menutup percakapan dengan berdiri sambil tangan kirinya mengusap rambut Andika dan tangan kanannya menarik sambil menggandeng tangan mama Stella.


"eh mau kemana?" tanya mama Stella gugup.


"ke kamar aja kok nggak kemana-mana" balas papa irham sambil tersenyum, membuat pipi mama Stella bersemu merah


Andika tidak ingin melewatkan kesempatan membuat mamanya tersipu malu seperti sekarang.


"Udah ma ikutin papa aja Ke kamar, tapi inget Andika nggak mau dibuatin adik yh" peringat Andika menggoda mamanya yang hanya dibalas kekehan papanya.


"Papa juga jangan sampe kebocoran" lanjut andika membuat kedua pria beda generasi itu tertawa terbahak-bahak merasa berhasil membuat mamanya tersenyum malu.


"udah jangan goda mama kamu terus, Ayuk ma" ajak ayah Irham untuk berjalan ke lantai atas.


"huuuuh apalah dayaku yang jomblo ini" gumam Andika menyandarkan kepalanya di bahu sofa yang empuk.

__ADS_1


"andai yang ku buat bantal paha seorang istri sambil mengelus rambutku" Andika masuk pada dunia kehaluannya.


'makanya jangan terlalu lama nge jomblo, gini kan jadinya' Saran Andika untuk dirinya sendiri.


__ADS_2