Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Harum manis kelinci


__ADS_3

Andika dan Hafidza memutuskan untuk segera pulang karena waktu yang menunjukkan hampir jam setengah sembilan.


Sesuai perjanjian yang Andika katakan, Andika membelikan harum manis kelinci Hafidza yang jumlahnya hanya tiga.


'hanya tiga katanya? duh kalo author dikasih satu doang juga udah seneng bngt malahan'


Dalam perjalanan mereka berbincang-bincang kecil sambil bercanda tawa.


"Kenapa mas tiba-tiba menyetujui perjodohan ini?" tanya Hafidza tampak serius.


"Karena mas yakin. apa yang dipilihkan papa, insyaallah yang terbaik buat mas" jawab Andika mantap membuat Hafidza tersenyum mendengarnya.


"Apa salahnya kita jalani?, Toh keluarga kita juga udah saling kenal. Dan yang pasti kamu perempuan baik-baik, Dan bonusnya kamu cantik" lanjut Andika membuat Hafidza tersipu malu.


Andika ingin sekali mencium Pipi Hafidza yang merah merona, karena itu terlihat sangat menggemaskan.


"Kenapa kamu gemesin siiiih" Ucap Andika menggigit jarinya.


"Pengen cubit pipi kamu boleh nggak?" lanjut Andika menggoda Hafidza yang semakin menunduk karena menyembunyikan wajah merona nya.


"Iiiih nggak boleh mas. Udah ah, seneng banget jahilin Fidza" Kesal Hafidza mengerucutkan bibirnya.


"Iya-iya, mas minta maaf. cuma bercanda doang kok"


"Tunggu kalo udah halal" ucap Hafidza malu.


"Duuuh makin kamu bilang gitu, mas makin nggak tahan tau nggak" ujar Andika gemas sendiri.


"Nggak sabar apa mas?" tanya Hafidza polos.


Andika yang mendapat pertanyaan itu bingung ingin menjelaskan apa. ia fikir Hafidza akan paham ketika ia bermain kode-kodean, ternyata 'Hafidza-nya' tidak peka.


"Nggak apa-apa. Kalo udah halal aja" ucap Andika bete.


Hafidza yang melihat raut wajah Andika berubah bete pun menjadi tidak enak karena merubah suasana menjadi canggung.


"Fidza ada salah kata yha mas?. maafin fidza yh" ujar fidza menyesal.


"nggak kok. kamu nggak salah apa-apa, cuma mas aja yang main kode-kodean jadi kamu nggak maksud" jawab Andika.


"Emang mas Dika tadi main kode-kodean yh? kapan?"


Duarrrrrrr.


Andika dibuat menganga melihat calon istrinya yang super polos ini.


'dia bego apa memang polos sih. ampun dah' batin Andika.


"Nggak jadi. nggak usah dibahas lagi." putus Andika.


Setelah percakapan terakhir itu mereka sama-sama diam. tanpa ada topik pembicaraan lagi, hingga sampai mereka di rumah


Hafidza.

__ADS_1


"Nggak mampir dulu mas?" tawar Hafidza.


"Nggak usah, kapan-kapan aja. udah malam, titip salam ayah bunda yha" tolak halus Andika memberi pengertian.


"Iya mas hati-hati" ujar Hafidza malu-malu.


"Iya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Hafidza melambaikan tangan.


Hafidza memasuki rumah dan terhenti disamping ruang keluarga.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, udah pulang nak?" tanya ayah sambil celingak-celinguk melihat arah belakang putrinya


"Ayah bunda? , belum tidur?" tanya Hafidza menghampiri orang tuanya.


"Andika mana?" tanya Ayah Yislam tanpa menjawab pertanyaan Hafidza.


"Mas Dika udah pulang, tadi dia titip salam buat ayah bunda. Udah malam katanya, jadi Langsung pulang. mungkin tadi ngiranya Ayah bunda udah tidur" jelas Hafidza.


"Ya udah, kamu istirahat aja. kemana aja tadi?" tanya bunda Sheila.


"Ke pasar malam beli harum manis kelinci hehe" ucap Hafidza tersenyum.


Sejenak kemudian Hafidza baru ingat kalau kelincinya tertinggal di mobil Andika .


"Ya udah nggak apa-apa, lain kali beli lagi" ujar ayah Yislam membujuk putrinya.


"Tapi tiga" ucap Hafidza sambil mengangkat tiga jarinya dengan wajah ditekuk. Karena masih sedikit tidak rela harum manis kelincinya tertinggal begitu saja.


Kalau kelincinya kedinginan gimana?, tapiiiii lebih parahnya, kalo dimakan mas Dika gimana? duuuh gimana ini?. Begitulah mungkin gerutu Hafidza dalam hati.


"Assalamualaikum" tiba-tiba terdengar suara seseorang salam di depan rumah.


"Waalaikumsalam" jawab serentak ke tiga orang itu. Lalu berjalan menghampiri pintu depan.


Terdapat seorang pria yang membawa tiga buah harum manis ditangannya sambil tersenyum manis, harum manis mah lewat hehe.


"nak Andika?. masuk dulu nak" bunda Sheila mempersilahkan Andika.


"Maaf mengganggu malam-malam. Dika cuma mau nganter harum manisnya fidza, tadi ketinggalan di mobil" jelas Andika.


Flashback on.


*Dalam perjalanan pulang, Andika bersenandung kecil sambil tersenyum membayangkan wajah cantik calon istrinya yang berlarian ke sana kemari tanpa arah di pikirannya.


Gimana ia akan tahan dengan gemasnya calon istrinya?


Gimana hari-harinya bersama calon istrinya?


Laluuuu berapa ia akan membuat anak bersama calon istrinya?

__ADS_1


Andika terbuyar dari lamunannya ketika ia melihat ada lampu merah di depannya.


"Astaghfirullah, nyebut dik nyebut. nunggu halal jangan kek gini" gumam Andika menasehati dirinya sendiri.


Emang tadi Andika bayangin apa hayoooo.


Ketika berhenti di lampu merah Andika melihat ke kaca spion di atasnya, ia melihat ada yang berdiri putih di belakangnya, mempunyai dua telinga panjang.


Lalu ia melihat ke belakang ternyata itu adalah harum manis milik Hafidza yang tertinggal.


Akhirnya Andika pun berbalik arah menuju ke rumah Hafidza kembali untuk mengantarkan harum manis itu*.


Flashback off.


"Ya Ampun. kenapa repot-repot balik lagi" ujar bunda Stella.


"Nggak apa-apa bunda. maaf tadi nggak sempet pamitan, Dika kira udah pada tidur" ucap Andika merasa tidak enak hati.


"Nggak kok. malah ngerepotin kamu, udah mau pulang tapi balik lagi" lanjut bunda dibalas kekehan Andika.


"Kalo gitu Dika pamit pulang dulu yha Yah bun" pamit Andika.


"Nggak mampir dulu nak?" tawar ayah Yislam.


"Nggak usah yah. lain kali aja, udah malem" tolak Andika sopan.


"Ya sudah, kamu hati-hati yha" pesan ayah Yislam


"titip salam papa mama kamu yh" lanjut ayah Yislam.


"Assalamualaikum" pamit Andika sedikit melirik ke arah Hafidza yang diam dan menunduk.


"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak.


Setelah kepergian Andika, mereka sangat gencar untuk menggoda Hafidza yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


Dan berakhir dengan Hafidza yang merajuk. namun ia senang karena Andika yang rela untuk kembali ke rumahnya hanya untuk mengantarkan harum manis kelincinya yang tertinggal.


Betapa gentleman-nya seorang Andika hehe.


Masih menunggu waktu seminggu untuk bisa dihalalkan oleh seorang Andika putra Wijaya. Pria dengan sejuta pesona, menaklukkan semua kaum hawa yang melihatnya.


Dan sebentar lagi, pria itu akan menjadi suaminya.


Ditekankan lagi, dia adalah 'calon suami' Hafidza.


*eeeeeeiiit jangan sombong dulu. bisa aja nanti author-nya lagi bad mood trus nggak dijadi nikahin kamu hehe. tapi author nggak sejahat itu kok, fidza pasti dapet yang terbaik.*


"Allah itu adil. Ia akan menghadirkan seseorang yang baik ketika kita berlaku baik pula. Sebenarnya, jodoh kita cerminan dari diri kita sendiri. Jadi ketika kita baik maka Allah akan hadirkan yang baik pula, dan sebaliknya"


#09/01.2022


@Uthfia30115

__ADS_1


__ADS_2