Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
pasar malam


__ADS_3

Andika selama beberapa hari ini pergi bekerja seperti biasa. dan hari pertemuan antara dua keluarga pun tiba.


Mereka memulai sampai dengan menyelesaikan acara pertunangan dengan lancar.


Hafidza juga sudah memakai cincin tunangan yang dipasangkan oleh mama Stella, karena Andika dan Hafidza belum mahram.


Dan pernikahan akan dilangsungkan dalam tiga Minggu ke depan.


Setelah acara tersebut, Andika sudah merasa tenang dan lega.


namun yang masih menjadi beban adalah ketika ia berijab Qabul menyebut nama calon istrinya.


Cieeee calon istri......


Seperti hari-hari biasa. Andika pergi kekantor dan pulang sekitar jam 5 sore.


namun ia berencana akan mengajak jalan calon istrinya, untuk pendekatan katanya hehe.


Andika memakai pakaian kasual yang terlihat pas untuknya, dengan hodie coksu dan celana putih yang menambah kesan muda.


Andika pergi ke rumah pak Yislam sekitar jam 7 malam dengan mobil mahalnya.


Sesampainya di sana ia sudah melihat bunda Sheila di taman bersama Hafidza disampingnya melihat bulan.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab barengan bunda Sheila dan Hafidza.


"Ehh nak Andika," ucap bunda Sheila.


Hafidza yang melihat itu hanya menundukkan kepalanya.


"Saya kesini mau minta izin buat ngajak jalan Hafidza boleh nggak Bun?" kata Andika to the point.


Dan kebetulan sekali, pak Yislam keluar dari rumah karena mendengar mobil berhenti.


"Andika?" ucap pak Yislam.


"yah" Andika menghampiri pak Yislam ingin menyalami calon mertuanya.


"Andika kesini mau minta izin, mau ngajak jalan Hafidza yah. buat pendekatan hehe"


mendengar itu pak Yislam hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya. sungguh sekarang anak muda sangat berani yh.


"Bentar saja yg, nanti sebelum jam 9 harus udah sampe rumah, jaga Hafidza dengan baik yh" amanah pak Yislam hanya dibalasi anggukan dan senyuman Andika.


"hafidza sana nak" ucap bunda Sheila mendorong pelan tubuh putrinya.


Keduanya pun menyalimi dan pamit menuju mobil, dengan Andika yang membukakan pintu mobil untuk Hafidza, dan setelah itu ia berputar mengitari mobil menuju kursi pengemudi.


dalam perjalanan mereka sama-sama terlihat canggung satu sama lain.


"Kita mau ke mana mas?" tanya Hafidza memecah keheningan malam.


"kamu maunya ke mana?" malah Sekaran Andika yang jadi bertanya.


"Terserah mas aja, Hafidza ikut" putus Hafidza.


"Ke pasar malam mau nggak?" tawar Andika.

__ADS_1


Mendengar itu Hafidza mengangguk antusias dengan mata berbinar.


"oke cuuuus kita ke pasar malam" kata Andika seperti mengajak anak kecil jalan-jalan.


"cuuuuus" sahut Hafidza persis seperti anak kecil.


Andika tidak bisa tidak tersenyum, pemandangan mana yang lebih menarik dari kebahagiaan calon istrinya?.


Sesampainya di sana mereka memarkirkan mobilnya agak lama karena terbilang cukup ramai.


Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat Hafidza.


Setelah memarkirkan mobilnya, Andika dan Hafidza berjalan beriringan menuju pasar malam yang terbilang padat.


"Mau main apa dulu?" tanya Andika.


"Biang Lala?" rekomen Hafidza dengan semangat.


"Kalo gitu kita beli cemilan dulu" ujar andika dibalas anggukan Hafidza.


Akhirnya mereka membeli harum manis, Hafidza memilih yang berbentuk kelinci sedangkan Andika ia lebih memilih yang biasa alias tanpa bentuk, yang hanya seperti corndog.


Mereka menaiki biang Lala, Hafidza seperti anak kecil dengan membawa jajanan di tangannya sedangkan Andika seperti kakak yang menemani adiknya.


masih dengan mata berbinar Hafidza memandang pemandangan pasar malam begitu ramai.


Ketika ia menoleh ingin memakan harum manisnya ia melihat Andika yang sedang menjewer telinga kelinci miliknya.


Melihat raut sedih Hafidza, Andika tidak jadi mengambil telinga kelinci Hafidza.


"Mas Dika mau?" tawar Hafidza polos.


"nggak jadi, kamu makan aja" jawab Andika lembut.


"oke kalo kamu memaksa"


"Fidza nggak maksa kok hehe" ujar Hafidza sambil menjauhkan kelincinya.


"Mas Dika minta dikit aja yh" ujar Andika memelas.


"oke deh nggak papa" dengan berat hati Hafidza menyerahkan kelincinya agar di ambil sedikit oleh Andika.


Tanpa diduga apa yang Andika lakukan?.


Ia mengambil kelinci Hafidza dan hanya menyisakan setengah, membuat Hafidza membulatkan mata tidak terima.


"mas andikaaaaa" rengek Hafidza membuat Andika tertawa.


"iiiih mas Dika jahat, nggak mau bicara sama mas" ujar Hafidza yang sudah kesal.


"uuuuh jangan marah dong, nanti mas beliin tiga deh." ucap Andika membuat Hafidza melirik sedikit.


"Beneran?" tanya Hafidza memastikan.


"Iya, yuk sekarang kita makan dulu, abis itu baru beli kelinci lagi" ucap Andika berhasil membujuk Hafidza.


Namun Hafidza masih saja mengerucutkan bibirnya, itu semua tidak luput dari semua orang yang memperhatikan pasangan itu terlihat menggemaskan. Dan itu membuat Andika kesal sendiri karena 'Hafidzanya' ditatap semua orang.


Ketika menunggu pesanan datang, ada tiga orang wanita yang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Andika" sapa cewek paling menonjol diantara mereka bertiga.


Hafidza yang melihat itu menarik lengan hodie Andika seperti anak kecil. karena cewek-cewek itu memakai itu tidak memakai jilbab otomatis itu akan menggoda calon suaminya.


"mass" panggil Hafidza


"iya sayang"


mendengar Jawaban Andika membuat Hafidza dag Dig dug ser


"ituu" Hafidza menunjuk ke tiga cewek yang masih setia berdiri.


"oooh, siapa?" tanya Andika pada ke tiga cewek tadi.


"Kamu lupa sama aku?" tanya cewek tadi terkejut.


"aku Keysa dik" lanjut cewek yang bernama Keysa itu.


"Oh" jawab Andika cuek.


Keysa yang mendengar itu melongo, malu setengah mati karena diacuhkan oleh Andika.


"Itu adik kamu dik?" tanya Keysa menunjuk Hafidza.


"Lo tahu gue nggak punya adik" jawab Andika masih dengan nada tidak perduli.


Hati Keysa tambah sakit mendengar kata Lo gue dari Andika.


"Terus?" tanya Keysa.


"Emm....


ketika Hafidza ingin menjawab sudah terpotong dengan ucapan Andika.


"Dia calon istri gue, namanya Hafidza. satu Minggu lagi kita nikah" ucap Andika memperkenalkan.


"Kalo Lo mau Dateng Dateng aja, Acaranya di Gedung X" lanjut Andika.


Ketika Keysa ingin mengatakan sesuatu, pesanan Andika dan Hafidza datang.


"Kalo Lo udah nggak ada urusan lagi lebih baik pergi aja, gue mau berduaan sama calon istri gue" kata Andika mengusir ketiga gadis itu.


Keysa. Teman Sekelas Waktu SMA, dan Keyla adalah sosok primadona saat itu, dikejar-kejar oleh para most wanted namun ia lebih memilih Andika yang sama sekali tidak pernah melirik dia.


Keysa sangat berambisi untuk mendapatkan Andika apapun caranya. namun Andika malah melanjutkan kuliahnya diluar negeri yang membuat ia harus bersabar menunggu pujaan hatinya pulang.


Dan ketika melihat pujaan hatinya pulang, ia Hanya bisa pasrah mendengar akan hari pernikahan Andika. kenapa secepat itu ia akan kehilangan kembali?.


Apa seharusnya ia mengikhlaskan Andika atau merebutnya?


Ia menatap sendu ke arah dua insan yang sedang bercanda tawa.


bisakah ia mengikhlaskannya begitu saja?.


... '*Jangan terlalu berharap akan semua...


... yang belum tentu, karena bisa saja yang kita...


harapankan tidak sesuai yang kita inginkan'

__ADS_1


#07/01.2022*


@uthfia30115


__ADS_2