
Di kantor, Karina benar-benar bagai mimpi buruk disiang bolong. Pasalnya, dirinya terjebak dengan situasi yang cukup menekan dirinya sendiri.
Bahkan, dirinya sama sekali tidak menyangka, perempuan yang dihina dan diejek, serta dipermalukan, rupanya Bosnya sendiri.
Karina merasa dongkol, dan tidak tahu harus berkata apa. Malu, sangat malu dihadapan para karyawan yang lainnya.
"Kenapa kamu diam? kaget, ya? makanya, jaga lisanmu, dan jauhi prasangka buruk-mu itu. Penampilan bagus belum tentu sebagus orangnya, begitu juga sebaliknya. Dan hari ini juga, kamu tidak diterima untuk menjadi sekretaris di kantor ini."
"Jangan dong, jangan pecat aku. Kalau aku dipecat, nanti aku tidak mempunyai uang bulanan." Ucapnya penuh memohon.
"Itu urusan kamu dengan nasibmu, tidak ada urusannya denganku. Maaf, kamu harus kami pecat sekarang juga. Kantor ini membutuhkan orang yang tidak sombong, dan bertanggung jawab." Jawab Leyza tanpa belas kasih, tentunya demi kebaikan rumah tangganya pula, pikir Leyza dengan optimis.
Karina yang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menatapnya penuh dengan kesal pada Leyza. Tidak ingin menjadi bahan pertunjukan, Pak Bubud menyuruh semua karyawannya untuk kembali ke ruang kerjanya masing-masing.
"Ada apa ini?" tanya Raga yang baru saja datang, berniat ingin menemani istrinya di kantor.
Karin maupun Leyza sama-sama menoleh ke sumber suara.
"Karin," sebut Raga dengan nama mantan kekasihnya.
Saat itu juga, Karin kembali percaya diri dengan senyumnya yang merekah. Dengan cepat, Karina langsung mendekati Raga dan melingkarkan tangannya di lengan milik Raga tanpa ada rasa malu sedikitpun.
"Sayang, istri kamu jahat. Dia mempermalukan aku di depan semua karyawan, dan aku juga dipecat. Sayang, tolongin aku. Dia itu mempertahankan pernikahannya itu, hanya ingin popularitasnya naik." Ucap Karina dengan segala pengaduannya demi mendapatkan pembelaan.
"Lepaskan tanganmu ini, aku bukan suami kamu. Ingat satu hal, kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun, dan aku sudah memiliki istri yang jauh lebih baik darimu." Jawab Raga yang langsung melepaskan tangan milik Karina dengan kasar.
"Tapi, sayang. Bukankah kamu sudah janji akan menikahi-ku."
"Itu kan hanya gombalan, kamunya saja yang bod*oh." Kata Raga dengan santai, sedangkan
__ADS_1
Leyza tersenyum saat melihat Karina yang diabaikan oleh suaminya.
"Sekarang juga, angkat kaki dari kantor istriku. Jangan sampai orang suruhan-ku mengusir-mu." Usir Raga, Karina yang tidak mempunyai pembelaan apapun, mau tidak mau akhirnya angkat kaki dari kantor tersebut.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Raga pada istrinya.
"Aku tidak apa-apa, kamu sudah makan? kalau belum, aku pesankan. Kebetulan juga, aku belum selesai makan." Jawab Leyza sekaligus untuk mengajak suaminya makan siang.
"Selesaikan dulu pekerjaan kamu, aku akan mengajakmu makan diluar." Ucap Raga, Leyza mengiyakan.
Hai Readers setia...
Saya otor gadungan, menyapa...
Sesuai janji ya, hari ini adalah penentu siapa saja yang beruntung di novel Istri Cacat pilihan Ayah.
Penasaran kan ya? yuk kita berikan ucapan selamat untuk yang beruntung. Bagi yang belum beruntung, semoga di pertemukan dengan hari keberuntungan waktu berikutnya.
Selamat ya, untuk readers setia yang beruntung..
Selamat untuk
Kak D'
__ADS_1
Kak Sh1nt1a
Kak Mulaini, dan
Kak Suanti
Masing-masing mendapatkan pulsa 25 ribu.
Silahkan untuk follow akun saya dan kirimkan nomor ponselnya ya kak...
Atau kalau bingung, bisa kirim pesan lewat akun FB Anjana Renja ya kak..
Terimakasih, di tunggu pesan masuknya ya...
__ADS_1
Terimakasih banyak untuk semuanya yang selalu setia dengan novel receh ini, love you full my readers setia..