
"Cuma mau bilang, Andika setuju di jodoh kan sama Hafidza" Ucap Andika mantap.
Papa irham dan mama Stella yang mendengar itu pun tersenyum dengan lega. Akhirnya pilihan mereka telah disetujui anaknya.
"Alhamdulillah kalo begitu" ujar Papa irham menanggapi.
"Tuh kan apa papa bilang, kamu pasti suka sama pilihan papa" lanjut papa irham bangga.
"Tapi pertanyaannya kenapa tiba-tiba kamu setuju?, apa karena cantik?" tanya mama Stella heran.
"Tadi malam pas mau tidur, Andika sempetin buat sholat istikharah supaya di beri Allah petunjuk. dan benar aja Andika mimpi kalo sandal Andika hilang sebelah, trus ku cari ada yang menyodorkan sendal Andika yang hilang, dan itu Hafidza" jelas Andika panjang lebar sambil menerawang mengingat mimpinya.
"Papa mau telpon Yislam dulu kalo kamu setuju"
ujar papa irham seraya mengambil handphone genggamnya.
Panggilan tersambung diawali dengan suara pak Yislam yang mengucapkan salam dan di jawab papa irham ramah.
"Aku nelpon kamu ada yang mau aku sampein Yislam" kata papa menyampaikan.
"iya mau bicara apa?" tanya pak Yislam di sebrang.
"Andika sudah setuju dengan perjodohannya gimana kalo kita adain pertemuan?" tanya papa irham to the point.
"Alhamdulillah kalo gitu, seneng dengernya. lusa bagaimana?"
"Baiklah kalo gitu lusa aku dan keluarga akan ke rumahmu sekalian melamar bagaimana?" tanya papa irham meminta persetujuan.
"Baik-baik nanti ku sampaikan sama Sheila dan Hafidza" Jawab pak Yislam mengakhiri.
"Ya sudah kalo begitu acara lamaran juga butuh persiapan hehe" ucap papa irham sambil terkekeh.
"pasti calon besan" Pak Yislam menanggapi dengan tertawa.
papa irham mengakhiri telepon dengan ucapan salam dan dibalas pak Yislam.
"Gimana pa?" tanya mama Stella penasaran.
"Lusa kita ke sana untuk acara lamaran" ucap singkat padat jelas papa irham membuat mama Stella tersenyum. beda lagi dengan Andika yang terkejut kaget sekaligus senang, apa secepat ini ia akan menjadi seorang suami?.
"Besok kamu ikut papa ke perusahaan pusat yha dik. Sebelum kamu nikah papa mau menyerahkan semua tanggung jawab papa ke kamu, kamu juga harus kerja udah mau punya istri masak sekolah terus". jelas Papa irham yang di balas anggukkan Andika.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Seperti rutinitas setiap pagi hari ini mereka sarapan bersama dengan papa irham dan Andika yang sudah memakai baju formal. Pria beda generasi itu terlihat sempurna dengan balutan jas yang tampak cocok dengan badan proposal mereka.
Mereka berangkat ke kantor dengan mobil yang sama. dan diantar oleh supir pribadi papa irham yang bernama pak Badrul.
Sesampainya disana Andika terkagum melihat bangunan yang paling tinggi dan besar diantara banyaknya gedung. Walaupun Andika pernah melihatnya yang lebih besar dari ini tapi ia tidak menyangka ternyata papanya juga memilikinya dan hampir akan menjadi miliknya.
Mereka berjalan beriringan membuat semua mata tertuju pada mereka. para staf berbisik-bisik melihat pria tampan di samping CEO dari segala CEO nya yaitu papa irham.
Terlihat dari depan pintu masuk sampai kedalam lobi kantor terdapat semua karyawan berbaris rapi menyambut bosnya.
"KUMPULKAN SEMUA KERYAWAN DARI YANG BAWAH SAMPAI TINGKAT ATAS DI AULA. SAYA TUNGGU SATU JAM SEMUA HARUS KUMPUL." ucap tegas Papa irham memberi tahu semua karyawannya.
Semua karyawan di buat heran namun apa daya mereka yang hanya bisa menuruti perintah bosnya.
Anak dan ayah itu menuju lift khusus untuk para petinggi. dan menekan nomor lantai paling atas menuju ruang kerja papa irham yang akan menjadi milik Andika.
Kesan pertama yang terlihat dari dalam ruang kerja ayahnya, Andika menilai kalau hanya ada warna hitam abu-abu dan putih. Dan Andika menyukai itu, ia tidak akan mengganti ataupun merenovasi ruangan ayahnya kembali. karena mereka berdua memiliki tipe yang sama.
tok tok tok
Pintu diketuk dengan pelan dan terbuka.
"Semua orang sudah berkumpul pak" lapor sekertaris papa irham yang mungkin berumur 30 tahun. Andrian Firmansyah.
"Saya akan turun sebentar lagi" ucap papa irham.
Mereka kembali turun menuju aula yang sangat besar berisi ratusan atau ribuan karyawan dari tingkat Office sampai yang tertinggi berkumpul didalam satu ruangan.
Papa irham menaiki sebuah Podium berserta adanya microvon.
"Sebelumnya saya minta maaf karena menghambat pekerjaan kalian, tapi jangan khawatir. setengah jam yang kalian lewatkan ini akan mendapatkan bonus pas gajian nanti." ucap papa irham mendapatkan tepuk tangan meriah dari bawahannya.
'kapan lagi dapet gaji lebih ya kan' batin para karyawan.
Bukannya bos mereka tipe orang yang pelit, jauh malah dari kata pelit. tapi kalo soal uang jangan ditanya, siapa sih yang nggak mau uang lebih.
"Berdirinya saya dini untuk menyampaikan bahwasanya saya akan pensiun dan diganti oleh putra saya Andika Indra gimnastiar" lanjut papa irham menoleh pada anaknya yang masih di samping podium.
Pernyataan bosnya membuat semua orang kembali berbisik-bisik.
"Andika?" panggil papa irham.
Andika pun ikut menaiki podium di samping ayahnya.
__ADS_1
"Di samping saya Andika putra Wijaya.. putra satu-satunya Irham Wijaya" Ucap papa irham lantang mengenalkan putranya.
" Dia akan menggantikan saya dan semua tanggung jawab saya akan saya serahkan sepenuhnya pada Andika" lanjut pak Irham dihadiahi tepuk tangan semua karyawan.
Lalu Andika menyampaikan pidato singkat berupa perkenalan, dan terima kasih Di akhiri dengan permintaan maaf serta salam .
Semua karyawan pun di bubarkan untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
Papa irham dan Andika serta sekertaris Andrian kembali ke ruang kerja. ruang sekertaris memang berada di depan luar ruang kerja papa irham.
"Sekertaris Andrian kamu ikut kedalam sebentar" Ucap papa irham pada sekertarisnya.
"Baik pak".
"Kamu saya akan pindah tugaskan mengurus perusahaan yang berada di kota X dengan itu kamu mempunyai perusahaan yang bisa kamu kelola sendiri" ucap papa irham membuatnya terkejut bukan main sekaligus senang.
"Beneran pak?" tanya sekertaris Andrian tidak percaya.
"Setelah Andika dapat sekertaris barunya kamu tinggal berangkat dan pulang kampung karena perusahaan itu tidak jauh dari kampung halaman kamu" lanjut papa irham sambil tersenyum. sebaik itu bosnya.
"Terimakasih banyak pak" Sekertaris Andrian berterimakasih sambil membungkukkan tubuhnya 190°.
Sekarang kamu berkemaslah dan jelaskan pada Andika apa perkerjaanya atau kirim ke email nya mungkin ia akan memahaminya sendiri" perintah papa irham
"Baik pak" ucap sekertaris Andrian melaksanakan tugas.
"kamu boleh keluar." ujar papa irham mempersilahkan mantan sekertarisnya.
"sekali lagi terimakasih pak" pamit Andrian menundukkan kepalanya.
"Kamu sudah dewasa jadi kamu pasti tahu apa yang akan kamu lakukan Andika" ucap papa irham pada anaknya.
"Iyha pa. makasih udah memberi kepercayaan ini pada Andika" jawab Andika tersenyum.
"Ya sudah kamu mulai pahami dulu pekerjaan kamu, papa mau pulang menemui istri tercinta papa"
Pernyataan papanya membuat andika tersenyum kecut sambil memandang ayahnya sinis.
melihat itu papa irham hanya bisa tertawa.
"sabar. bentar lagi" ucap papa irham belum meredakan tawanya.
"Kalo ada yang kamu mau tanyakan, masih ada Andrian" lanjut papa irham memberi tahu. Dan dibalas anggukan Andika.
__ADS_1
Papa irham pun keluar ruangan meninggalkan Andika sendiri.
'mulai dari mana yha?' Gumam andika