Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Emosi yang meluap


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Raga menambahkan kecepatannya semakin kencang.


Dengan sengaja juga, Raga langsung mengerem mobilnya secara mendadak.


"Aw!" pekik Leyza sambil meringis kesakitan akibat ulah suaminya yang sengaja mengerjai sang istri hingga keningnya terbentur.


Leyza segera menoleh pada Raga, ditatapnya dengan penuh kekesalan. Bahkan, tak segan-segan menatap suaminya dengan tajam.


"Mau kamu itu apa? jika kamu tidak mau menerima aku untuk menjadi istrimu, ceraikan aku sekarang juga di hadapan kedua orang tua kamu. Kamu pikir, aku ini boneka, yang semudah-nya kamu memperlakukan aku dengan sesuka hatimu. Asal kamu tahu, aku sendiri tidak sudi menikah denganmu dan menjadi istrimu. Karena lelaki tidak cuma kamu saja, yang lebih baik sifatnya darimu juga banyak."


Dengan emosi yang tidak lagi dapat ditahan, akhirnya Leyza memberanikan diri untuk melupakan segala kekesalannya.


Raga semakin geram saat melihat istrinya begitu berani bicara dengannya.


"Kenapa kamu masih diam? oh! aku tahu, pasti kamu itu takut diusir oleh orang tua kamu, ya! 'kan?"

__ADS_1


Tidak peduli bagi Leyza jika harus membentak suaminya sendiri, yang terpenting dirinya mampu bicara dengan suaminya tanpa harus menyimpan beban untuk di tahan.


Raga yang semakin emosi karena mendapatkan tuduhan dari istrinya, dengan kecepatan tinggi, Raga melajukan kendaraannya tanpa peduli dengan jalanan yang dipadati oleh banyaknya kendaraan yang lalu lalang.


Sedangkan Leyza sendiri, dirinya lebih memilih untuk diam. Baginya sudah cukup untuk membentak suaminya lantaran atas kekesalannya itu.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya sampai juga di rumah. Tanpa bersuara, Raga melepaskan sabuk pengaman dan bergegas turun dari mobil. Kemudian, ia masuk ke rumah dan diikuti oleh istrinya dari belakang dengan jarak yang cukup jauh.


Bunda Yuna yang baru saja keluar dari kamar, telah mendapati putranya terlihat seperti dikuasai emosinya, alias terlihat tengah marah.


"Raga, sudah pulang?" panggil ibunya sekaligus bertanya.


"Ya, Ma." Sahut Raga, sang ibu berjalan mendekatinya.


"Kamu kenapa? muka kamu kok di tekuk begitu."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Ma. Raga cuma capek aja, mau mandi, terus istirahat." Ucap Raga yang sedang tidak ingin mendapatkan berbagai macam pertanyaan.


"Mana istri ksmu, Leyza?" tanya ibunya yang tidak mendapati sosok istri putranya.


"Leyza ada disini, Ma." Sahut Leyza sambil berjalan mendekat, Bunda Yuna tersenyum melihatnya.


"Kirain, kamu ditinggal oleh Raga. Ya sudah kalau kalian mau mandi dan lanjut istirahat." Ucap Bunda Yuna, Ley tersenyum. Sedangkan Raga sudah menapaki anak tangga lebih dulu.


"Ya, Ma. Ley masuk ke kamar dulu ya, Ma." Jawab Ley dengan tidak memasang wajah penuh kekesalannya.


Bunda Yuna mengangguk. "Ya, Nak." Jawabnya.


Karena tidak hanya Raga saja yang malas mendapatkan banyak pertanyaan dari Bunda Yuna, Ley sendiri juga berusaha untuk menghindarinya.


Dengan terburu-buru saat menapaki anak tangga, akhirnya sampai juga di depan pintu. Dengan perasaan gugup lantaran sudah berani membentak suaminya, Ley sangat hati-hati untuk masuk ke kamar suaminya.

__ADS_1


Sampainya didalam kamar, dengan pelan meletakkan tas kecil bawaannya.


Sedangkan Raga sudah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri, Ley memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Alih-alih untuk menghilangkan kejenuhan dan mencari informasi yang sedang di cari, Ley tidak ada rasa putus asa.


__ADS_2