Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Kebahagiaan yang sempurna


__ADS_3

Waktu telah dilewati bersama, Leyza bersama Raga. Keduanya tidak lagi ada sebuah paksaan untuk menjalani rumah tangga mereka berdua.


Leyza maupun Raga sama-sama menikmati perjalanan hidupnya bersama orang yang dicintainya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Raga saat mendapati istrinya yang terlihat pucat, dan juga seperti menahan sesuatu.


"Aku tidak tahu, kepalaku juga terasa pusing. Tidak hanya itu saja, perutku juga ikutan terasa mual. Apa aku masuk angin, ya? tapi perasaan aku baik-baik saja. Cuman tadi pagi itu, aku merasa ada yang aneh dengan diriku sendiri." Jawab Leyza sambil menahan rasa pening di kepalanya.


"Kita sarapan dulu, atau langsung pergi periksa? kamu terlihat pucat, sayang. Aku takut terjadi sesuatu padamu, kita bawa bekal aja ya, roti sama susu." Ucap Raga yang begitu khawatir dengan kondisi istrinya.


"Terserah kamu saja, kepalaku pening banget." Kata Leyza yang mulai terasa lemas.


Raga yang tidak sabar, ia langsung menggendong istrinya turun ke bawah.


"Loh loh loh, kenapa dengan Nona Leyza, Tuan?" tanya asisten rumah yang tiba-tiba melihat majikannya di gendong.


"Kamu hubungi saja Mama atau Papa ya, Mbak, cepetan. Katakan pada Mama, suruh menyusul ke rumah sakit Mutiara. Tapi sebelumnya, bawakan bekal untuk istri saya, susu sama roti." Perintah Raga dengan terburu-buru keluar dari rumah.


"Baik, Tuan." Jawabnya yang langsung menghubungi kedua orang tua majikannya.


Dalam perjalanan, Raga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, takutnya menggangu kesehatan istrinya jika mempercepat laju kendaraannya.


Sampainya di rumah sakit, Raga langsung menggendong istrinya dan membawanya sampai ke dalam ruangan pemeriksaan.


Karena tetap bersikukuh untuk menemani istrinya, Raga tetap berada di samping sang istri. Tentu saja, Raga sangat khawatir dengan kesehatan sang istri.


Karena mengalami tanda-tanda yang dipertanyakan oleh Ibu Dokter, saat itu juga langsung dilakukan pemeriksaan lebih akurat lagi.

__ADS_1


"Apa itu, Dok?" tanya Raga yang tidak mengerti dengan apa yang tengah diperiksa oleh Ibu Dokter.


Ibu Dokter tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Raga. Kemudian, menoleh padanya.


"Ini, hasil pemeriksaan. Bahwa istri Tuan tengah hamil, lihatlah dengan jelas." Jawab Ibu Dokter sambil menunjuk pada layar.


Leyza benar-benar terkejut dan sekaligus menganga tidak percaya, jika dirinya tengah hamil.


Begitu juga dengan Raga, sama halnya seperti sang istri yang terkejut mendengar jawaban dari seorang dokter.


Raga langsung menoleh pada istrinya, kemudian mengarah ke layar yang baru saja di tunjukan oleh Ibu Dokter.


"Benarkah, Dok? tidak sedang bercanda kan, Dok?" tanya Raga mencoba untuk memastikannya kembali.


Ibu Dokter tersenyum dan mengangguk pelan. Dengan reflek, Raga langsung menc*ium kedua pipi milik istrinya berulang-ulang dan di lanjut ke perutnya.


"Sayang, kamu hamil." Ucap Raga di hadapan istrinya, dan kembali menc*iumnya lagi.


"Terima kasih banyak, sayang. Akhirnya, aku dan kamu akan menjadi orang tua." Ucap Raga dengan aura yang terlihat bahagia.


Setelah itu, Leyza dipindahkan ke ruang rawat, demi Kesehatannya pulih kembali.


Tidak lama kemudian, kedua orang tuanya Raga datang.


"Leyza, bagaimana keadaan kamu, Nak? sakit apa kata dokter?" tanya Bunda Yuna khawatir.


"Leyza tidak sakit, Ma." Jawab Leyza yang bingung untuk mengutarakan kabar bahagia.

__ADS_1


"Leyza hamil, Ma." Sambung Raga menimpali.


"Hamil?" tanya Bunda Yuna matikan, Leyza mengangguk.


Bunda Yuna langsung mencium kedua pipi milik menantunya berulang-ulang karena bahagia dengan kabar yang disampaikan oleh putranya.


"Selamat ya, Nak. Mama sangat bahagia mendengarnya." Ucap Bunda Yuna, Tuan Hamas pun ikut memberi ucapan selamat kepada menantunya dan juga putranya.


SELESAI


Sebelumnya saya mau meminta maaf, jika selama saya update ada salah kata atau tidak membuat nyaman pada kalimat terakhir, atau ... ada kesalahan yang lainnya, saya meminta maaf selaku pembuat cerita yang menurut saya sangat amburadul.


Selanjutnya, saya ucapkan terimakasih banyak kepada readers setia yang sampai sekarang ini masih terus setia dari terbitnya novel pertama saya hingga novel saat ini, tanpa kalian, saya bukan apa apa.


Terimakasih banyak yang sudah sudi memberi dukungan kepada saya melalui vote, like, dan komentar, serta hadiah yang dikhususkan untuk saya. Maafkan saya yang tidak bisa membalasnya lebih, hanya doa yang terbaik untuk semua readers setia. Semoga selalu diberi kesehatan dan rizki yang murah untuk readers setia, aamiin.


Salam hangat, salam damai, salam bahagia,


saya, otor gadungan, Anjana.


Ada novel baruh nih... yang berkenan, silakan mampir ya.., dengan sangat senang hati otor ucapkan terimakasih banyak..


Novel Baru


Ini mengisahkan persahabatan, ada cinta dan juga ada konflik, penasaran? yuk ikutin jalan ceritanya. Tidak berat konfliknya, cukup ringan, mungkin hanya teka teki.. hehehe..


Judul Novelnya

__ADS_1


Akhir Dari Perpisahan



__ADS_2