
"Ma, Pa, kok buru-buru makannya? memangnya mau pergi kemana? Lindan juga."
"Mama dan Papa ada acara di rumah teman Papa. Jadi, Lindan juga Papa ajak. Dia bilang sendiri kan, kalau adik kamu itu minta dicariin jodoh."
"Hem, dia bercanda kali, Pa." Kata Raga.
"Serius, Kak, serius." Jawab Lindan sambil menatap serius pada Raga.
"Awas loh, nyesel ntar kamu-nya." Ucap Raga memberi peringatan pada sang adik.
"Kakak Raga aja nggak nyesel, ya 'kan?"
"Hem, ini beda. Kita berdua berawal memang susah ada masalah, lah kamu?"
"Tenang aja, ntar tak bikin masalah dulu, biar imbang."
"Benar-benar sudah gi*la, kamu ini." Tuduh Raga sambil menggelengkan kepalanya karena merasa aneh dengan adik laki-lakinya.
"Sudah, sudah, ayo kita bersiap-siap. Dan kamu Raga, kalau istri kamu bosan di rumah, kamu bisa mengajaknya pergi jalan-jalan." Ucap Bunda Yuna.
"Ya, Ma. Aku dan Ley mau istirahat aja di rumah. Badanku terasa capek jika harus jalan-jalan, jugaan besok si Leyza mau ngantor. Jadi, lain waktu aja kitanya jalan-jalan." Jawab Raga.
"Ya sih, mending di rumah. Lagian masih banyak tugas yang belum diselesaikan, mungkin." Timpal Lindan sambil bangun dari posisi duduknya.
"Lindan!"
"Ya, Ma, ya. Yuh ah, kita berangkat. Takutnya Kak Raga sudah ingin beristirahat." Jawab Lindan dan segera bersiap-siap untuk ikut kedua orang tuanya, tentu saja untuk menghindari amukan dari sang kakak.
Raga menatap tajam pada adiknya, sedangkan Lindan sendiri tertawa tak jelas sambil berjalan ngacir meninggalkan ruang makan.
Begitu juga dengan kedua orang tuanya, segera bersiap-siap karena harus menghadiri acara di kediaman teman kerjanya.
__ADS_1
Raga dan istri yang baru selesai menikmati makan malamnya, keduanya ikut bergegas masuk ke kamar. Selain jam untuk istirahat, tidak ada acara apapun di rumah. Ditambah lagi dengan kedua orang tuanya ada acara yang tidak bisa untuk ditinggal, Raga dan Leyza memilih untuk beristirahat.
Baru saja masuk ke kamar, Raga langsung mengunci pintunya. Kemudian membersihkan muka serta yang ritual yang lainnya sebelum naik di atas tempat tidur.
"Sayang, kamu duluan aja." Ucap Raga yang baru saja menutup pintunya.
"Baiklah, aku duluan yang masuk ke kamar mandi." Jawab Leyza sambil berjalan menuju kamar mandi.
Raga yang tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya otak mes*umnya keluar. Kemudian, ia membuka lemari pakaian milik istrinya.
Senyum-senyum sendiri tidak jelas, Raga seperti menemukan barang-barang berharganya.
"Ini dia yang aku tunggu-tunggu," ucapnya lirih saat mengambil sesuatu dalam lemari pakaian milik istrinya.
Sesudah menemukan pilihannya, Raga duduk di sofa sambil menunggu istrinya.
Tidak lama menunggu istrinya, Raga bergantian masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka maupun yang lainnya, setelah sang istri sudah keluar dari kamar mandi.
"Ya, nanti aku pakai." Jawab Leyza yang tanpa memeriksanya dulu sebelum menjawabnya.
Raga yang merasa lega dengan sebuah jawaban dari istrinya, ia langsung masuk ke kamar mandi.
Leyza yang mendapat pesan dari suami, segera memeriksanya. Rasa penasaran yang ingin mengetahui dan melihatnya sendiri, Leyza berjalan mendekati tepian ranjang.
Alangkah terkejutnya saat melihat pakaian yang menurutnya sangat malu untuk dikenakan. Leyza begitu sulit untuk memikirkannya.
"Baju apa-apaan sih, ini. Masa ya, aku harus pakai baju macam ini. Ya aku tahu ini baju gunanya untuk menggoda suami, tapi ini bikin geli." Gumamnya sambil memperhatikan pakaian yang begitu menerawang menurutnya.
Karena takut menyakiti perasaan suami, Leyza akhirnya mengenakan pakaian yang sudah dipilihkan oleh suaminya.
Dengan perasaan geli, Leyza tidak memperdulikan dengan apa yang ia kenakan. Meskipun merasa geli untuk memakainya, tetap menuruti permintaannya.
__ADS_1
Masih menyimpan rasa malu dengan apa yang sudah dikenakan, Leyza langsung naik ke tempat tidurnya dan tak lupa menyambar selimut yang ada di dekatnya. Kemudian, Leyza langsung menutupi tubuhnya dengan selimut tebal karena malu.
Raga yang baru saja keluar dari kamar mandi, pandangannya tertuju pada sang istri yang sudah menutupi anggota tubuhnya dengan selimut tebal.
Pelan-pelan Raga berjalan mendekat ke arah istrinya, dilanjut ikut naik ke atas tempat tidur. Lalu, Raga melepaskan kaos oblongnya dan menyisakan celana kolor dan dengan dada yang polos tanpa baju.
Ley yang melihatnya, pun hanya menelan ludahnya dengan kasar. Meski sudah sering tidur bersama suami, Leyza tak pernah gugup.
Raga duduk cukup dekat jaraknya diantara dirinya dengan sang istri. Raga menatap wajah istrinya yang ayu dan keduanya saling menatap satu sama lain.
'Benarkah suamiku akan memintanya malam ini? jika ya, apakah aku sudah siap untuk melayaninya? kenapa aku menjadi gugup seperti ini?' batin Leyza sambil menatap wajah suaminya dengan rasa malu.
Raga yang sudah terbuai oleh istrinya, tak kuasa untuk menahan sesuatu yang sangat dinanti-nantikan.
Karena has*rat yang sudah memuncak dan juga sudah tidak sabar ingin memiliki istrinya sepenuh hati, Raga mengangkat dagu milik istrinya. Selanjutnya, Raga mendekatkan diri dan memulai aktivitas yang sudah lama ditahan.
Leyza yang tidak dapat menolak, dan juga sama halnya yang dirasakan oleh suaminya yang juga menginginkan hal lebih, pasrah dan menerima segala perlakuan dari suaminya.
Raga yang sudah tidak sabar ingin menguasai istrinya di malam yang sudah dinantikan, Raga mulai mendaratkan ciu*mannya tepat dibibir istrinya.
Leyza langsung membalasnya, hingga keduanya tak ingin lepas dari pag*utan bibirnya masing-masing. Raga maupun sang istri sama-sama menikmatinya, dan dilanjutkan ke hal yang lebih dari sekedar ciu*man.
Semakin lama menyelam dalam kenikmatan, Raga terus memburunya hingga sampai ke titik intinya hingga ke hal yang lebih dan tanpa disadari oleh keduanya hanya selimut tebal yang menempel pada tubuh polosnya.
Semakin lama waktunya, semakin membuat keduanya tak ingin menyudahi aktivitas yang sedang dijalaninya hingga sampai ke titik puncaknya.
Cukup lama beradu di atas tempat tidur hingga berantakan, akhirnya keduanya jatuh terkulai lemas di atas tempat tidur dengan menyisakan sesuatu yang berharga yang sekian lamanya Leyza menjaga kepunyaannya.
Setelah itu, Raga langsung memeluk istrinya dan menc*ium keningnya dengan lembut.
"Terima kasih ya, sayang. Sekarang, kamu sudah menjadi milikku sepenuhnya. Aku berjanji, bahwa aku akan bertanggung jawab sepenuhnya tentang dirimu. Aku akan terus mencintainya, selamanya." Ucap Raga sambil memeluk tubuh istrinya yang hanya berselimut tebal.
__ADS_1
Leyza mendongak dan menc*ium bibir milik suaminya, pertanda membalas pengakuan dari suaminya tentang janji dan juga cintanya.