Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Teman hidup


__ADS_3

Persiapan untuk pernikahan Andika dan Hafidza sudah siap 85%, Hanya kurang dekorasi dan menunggu hari.


Pernikahan akan dilaksanakan di rumah mempelai wanita, dan resepsinya akan diadakan malam hari di salah satu hotel terbaik di kota X.


Hari ini mama Stella berencana mengajak putra nya serta calon menantunya untuk melakukan fitting baju pengantin disebuah butik ternama milik sahabatnya, tanpa sepengetahuan Hafidza.


Mama Stella yang sudah berada di butik, sedangkan Andika menjemput terlebih dahulu Hafidza.


Seperti janji yang sudah dibuat, Andika akan menjemput Hafidza di rumahnya. Hafidza yang tahu akan Andika sudah di jalan ia pun bersiap, menggunakan hijab hitam khasnya. Tampil sederhana, namun tidak mengurangi betapa cantiknya wanita itu.


Saat berada di dalam mobil, hanya ada keheningan yang kembali menyelimuti mereka berdua. selalu saja berakhir canggung seperti ini, pertanyaannya bagaimana mereka setelah menikah?. Dan mobil melaju meninggalkan kediaman Hafidza.


Setelah beberapa lama beranda di dalam mobil, akhirnya Hafidza berusaha membuka percakapan bersama Andika.


"Apa tidak apa-apa kita melakukan fitting berdua saja?" tanya Hafidza tetap menghadap ke arah depan.


"Tidak apa, sebentar lagi sah kan?" jawab Andika jengkel.


"Apaan sih kok sampai ke situ. maksud fidza tuh nanti kalo kesulitan milih kan bisa tanya pendapat ke mama atau siapa gitu. Yang namanya belum sah yh belum " ujar Hafidza kesal.


Mendengar itu, Andika hanya terkekeh menampilkan watadosnya (wajah tanpa dosa).


"Mama ikut kok, mama udah di butik" ujar Andika membuat Hafidza bernafas lega.


"Emang apa yang kamu pikirin?" tanya Andika seraya menoleh ke arah Hafidza membuat nya gugup.


"emm enggak kok. lupain aja" jawab Hafidza memalingkan wajahnya.


Andika tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.


Dan keadaan kembali hening setelah jawaban Hafidza. karena Andika mengerti Hafidza dalam keadaan bad mood, ia tidak ingin mengganggu kucing kecilnya yang bisa saja berubah menjadi singa ketika ia marah.


Tidak berapa lama, mereka sampai didepan sebuah butik terkenal. Mereka masuk ke dalam butik tersebut seketika tatapan orang-orang yang berada didalam butik tertuju kearah mereka. mungkin pesona yang ditebarkan Andika yang seakan menyita perhatian orang lain untuk tertuju padanya. Hafidza menunduk mengekori Andika, ia sangat tidak terbiasa dengan tatapan-tatapan itu, menghindari tatapan yang diberikan orang lain, meski tatapan itu tertuju pada Andika, namun secara otomatis tatapan itu juga jatuh untuknya.


Saat Andika berhenti didepan suatu ruangan, Hafidza ikut berhenti dan hal selanjutnya mampu membuat Hafidza mendongak dan jantungnya berpacu, setampan inikah Andika dari jarak dekat?, Batin Hafidza.


'Astaghfirullah sadar'. Lanjut Hafidza membatin mengingatkan dirinya. ia pun kembali menunduk.


"Assalamualaikum Tante"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


"Kalian sudah datang!" Sapa seorang wanita berumur saat mereka sampai keruangan itu.


Andika menyalami Wanita tersebut diikuti Hafidza.


"kamu seberuntung apa mendapatkan wanita secantik ini? tanya Tante Claudia, pemilik butik.


"Hehe Alhamdulillah Andika masih dikasih bidadari surga Tan" ucap Andika


Hafidza yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya tersipu malu.


"Tante kira kamu nolak pilihan papa kamu" ujar Tante Claudia.


"Insyaallah pilihan papa yang terbaik Tan. Andika pasti nyesel kalo nolak fidza hehe" Andika kembali berujar Membuat Hafidza semakin malu dan pipinya yang kembali merah merona seperti kepiting rebus.


"Mas" rengek Hafidza mencubit kecil kemeja yang dipakai Andika, meminta Andika menghentikan godaannya.


"Dia malu-malu Tan" ujar Andika membuat Hafidza semakin cemberut.


"Udah, mukanya udah merah tuh" Tante Claudia ikut menimpali.


"Tadi udah kesini kok, pergi bentar tadi katanya. nanti juga kesini kok. mama kamu juga udah rekomendasiin gaun untuk fidza" Jawab Tante Claudia menjelaskan.


"Ayo coba gaunmu" ujar Tante Claudia dan menggiring Hafidza ke arah ruang ganti khusus.


Setelah selesai mengenakan gaun pernikahan rancangan Nanda dengan sedikit bantuan, Hafidza menatap seorang gadis tengah berdiri di depan cermin dengan mengenakan gaun pernikahan berwarna putih lengan panjang dengan bagian bawah yang mengembang dan ekor yang tidak terlalu panjang serta kerudung warna senada dengan pernak-pernik sederhana namun terlihat elegan. hafidza tidak yakin bahwa yang berdiri di hadapan cermin ini adalah dirinya. Bahkan ia sempat bergerak miring untuk memastikan bahwa yang berada di depan cermin adalah dirinya.


"Kamu benar-benar sangat cantik" puji Tante Claudia.


"Terimakasih" ujar Hafidza menunduk malu.


"Kita harus menunjukkan pada Andika." ucap Tante Claudia.


"Apa harus?" tanya Hafidza malu.


"Kenapa tidak?. sudahlah, Ayo tunjukkan pada mereka" Akhirnya Hafidza dan Tante Claudia keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan gaunnya pada Andika.


Saat Hafidza dan Tante Claudia sudab keluar, Ternyata tidak hanya Andika yang berada di sana melainkan ada ayah Irham dan mana Sheila sudah duduk manis di sofa berhadapan dengan Andika. Mereka semua menoleh pada Hafidza yang baru saja keluar dari ruang ganti dengan gaun indah rancangan Tante Claudia yang di rekomendasikan khusus oleh mama Stella.

__ADS_1


"Sangat cantik" puji mama Stella dan disetujui oleh papa irham.


"Tidak heran Andika tidak menolak perjodohan ini" Kini papa irham menimpali Hafidza dengan berbagai pujian yang membuat rona di pipi Hafidza semakin menjadi.


"Siapa yang akan menolak wanita secantik Hafidza pa ma" ujar Andika ikut menggoda Hafidza.


"Bisa kalian tinggalkan kami sebentar?" Lanjut Andika membuat semua tatapan tertuju padanya.


"Mau apa?" tanya papa irham mengintimidasi.


"Sebentar aja pa, nggak aneh-aneh kok. cukup satu anehnya hehe" jawab Andika cengengesan.


Akhirnya papa mama serta tante Claudia meninggalkan ruangan VVIP itu.


Saat semua orang keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan Andika dan Hafidza, kembali terjadi keheningan selama beberapa menit, hingga Hafidza merasa gugup berdua bersama Andika dalam satu ruangan. Hafidza berniat untuk kembali ke dalam ruang ganti saat suara Andika menghentikannya.


"Kamu cantik."


Ucapan Andika membuat Hafidza terdiam untuk beberapa saat.


"Aku mau ngomong" ujar Andika membuat Hafidza berbalik.


"Mau kan kamu jadi cinta sejati aku?" Lanjut Andika membuat Hafidza menegang di tempat.


"Sekarang aku mau jawaban kamu buat selamanya jadi teman hidup aku" ujar Andika terlihat serius.


Hafidza mencari letak kebohongan melalui mata Andika. namun hasilnya nihil, hanya tersirat ketulusan di sana. Andika tak main-main dengan ucapannya.


Hafidza tanpa sadar mengangguk dan tersenyum.


"Terimakasih" ujar Andika.


"Kamu sangat cantik" puji Andika kembali membuat Hafidza kembali menundukkan wajahnya. Hafidza berlalu menuju kembali ke ruang ganti meninggalkan Andika yang sempat melihat rona merah di pipi chubby nya.


Astaga.


#12/01.22


@Uthfia30115

__ADS_1


Mampir ke karya Author ke-2 "All about love"


__ADS_2