Istri Pilihan Ayah

Istri Pilihan Ayah
Sangat Terkejut Melihatnya


__ADS_3

Tidak ingin berdebat dengan sang ayah, Raga lebih memilih untuk masuk ke kamarnya.


Tuan Hamas yang mendapati sikap angkuh dari putra sulungnya, terasa geram dan ingin sekali memberi pelajaran untuknya.


"Kamu boleh bersikap angkuh dengan istrimu, tapi tidak untuk sebuah penyesalan." Gumam Tuan Hamas sambil berkacak pinggang saat melihat Raga keluar dari ruang kerjanya, dan ikut keluar dan kembali ke kamar Beliau sendiri.


Ketika sudah berada di dalam kamar, Raga segera mengunci pintunya. Kemudian, pandangannya kembali tertuju pada sang istri yang tengah tidur di atas sofa, tetap saja tidak peduli dengan istrinya sedikitpun.


Dengan sifat angkuhnya, Raga beranjak tidur di atas tempat tidurnya. Sambil berbaring dan menatap langit-langit kamarnya, Raga memejamkan kedua matanya hingga tertidur dengan pulas.


.


.


.


Pagi yang cerah, tetapi tidak secerah suasana hati milik Leyza.


Terbangun dari tidurnya sejak pagi buta, Leyza tengah disibukkan di dapur menemani asisten rumah mertuanya.


"Nona, duduklah. Biarkan saya saja yang menyelesaikan tugas yang ada di dapur, lebih baik Nona jalan-jalan pagi di taman belakang mencari udara segar dan mentari pagi yang hangat." Ucap asisten rumah yang tidak ingin mendapatkan masalah, pikirnya mencari titik aman.


"Tidak ah, Mbak. Saya lagi pingin membantu Mbak Yana membuat sarapan pagi, soalnya saya tidak enak hati dengan pemilik rumah." Jawab Leyza yang merasa jenuh berada didalam rumah yang cukup luas dan juga besar.


"Tidak ah, Non. Saya takut sama Tuan dan Nyonya, kalau Tuan Hamas melihat Nona melakukan pekerjaan yang tidak sepatutnya dikerjakan oleh keluarga Dirwagana. Bisa-bisa nanti saya dipecat, Nona." Kata Mbak Yana yang merasa takut jika ketahuan oleh majikannya, pikirnya yang sebagai asisten rumah.


Tidak ingin mendapatkan resiko, Mbak Yana lebih memilih untuk tidak membiarkan istri dari majikannya melakukan pekerjaan yang tidak semestinya untuk dilakukan.


"Mbak Yana tenang saja deh. Lagian juga, saya hanya membuat sarapan pagi untuk keluarga." Ucap Leyza yang tetap bersikukuh atas keinginannya yang tidak bisa untuk dihalangi.


Sebagai asisten kepercayaan keluarga Dirwagana, Mbak Yana terpaksa mengizinkan Leyza untuk ikut menyiapkan sarapan pagi.

__ADS_1


Dikarenakan tidak mengetahui kesukaan setiap anggota keluarga suaminya satu per satu soal menu sarapan pagi, Leyza memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu pada Mbak Yana.


Mbak Yana yang tidak bisa menolak atas permintaan dari Leyza yang terus memaksanya, mau tidak mau menerima permintaannya.


Setelah mendapatkan izin dari Mbak Yana, hatinya berasa tenang dan juga lega. Sekalipun nasibnya tidak tahu kedepannya, setidaknya tidak membuat orang kecewa dan menyimpan kekesalannya.


Dengan telaten dan juga cekatan, Leyza tengah disibukkan dengan kegiatannya yang berada di dapur untuk membuat sarapan pagi suaminya maupun anggota keluarga yang lainnya.


"Aromanya sangat menggoda, Nona." Puji Mbak Yana tentang masakan istri majikannya.


"Mbak Yana, biasa aja deh. Saya masih tahap belajar kok, Mbak. Belum benar-benar bisa untuk soal memasak." Kata Leyza sedikit malu.


"Beneran kok, Non. Saya sedang tidak berbohong. Bolehkah saya mencicipi masakan Nona? sedikit saja."


Dengan hati-hati, Mbak Yana meminta izin duluan. Takut, ada rasa yang kurang atau kelebihan sesuatu.


Ley mengangguk.


Karena rasa ingin tahu dan tidak ingin melihat istri majikannya kecewa dengan masakannya, Mbak Yana memilih untuk mencicipi terlebih dahulu.


Saat menyuapi makanan tersebut, seakan dibuatnya berhenti untuk menikmati sarapan pagi dengan beberapa kunyahan.


"Sangat enak, Nona benar-benar pintar memasak." Ucap Mbak Yana sekaligus memuji masakan istri majikannya.


Ley tersipu malu saat mendapat pujian dari asisten rumah suaminya.


"Mbak Yana jangan berlebihan deh, masakan saya biasa-biasa aja kok. Tapi beneran kan, Mbak, jika rasanya sudah pas. Soalnya saya takut ada yang kurang pas, dan akan diabaikan."


"Benar kok, Non, serius. Masakan Nona benar-benar sangat enak, Tuan Raga pasti akan ketagihan." Kata Mbak Yana untuk meyakinkan istri majikannya.


Ley sendiri masih merasa ragu dengan masakannya, takutnya akan berbanding terbalik dengan apa yang diucapkan oleh Mbak Yana.

__ADS_1


"Mbak Yana yang bertanggung jawab ya, kalau masakan saya ini tidak membuat selera makan." Ucap Leyza yang masih merasa takut dengan masakannya sendiri.


"Percaya deh sama saya, semua bakalan memuji masakan Nona." Kata Mbak Yana meyakinkan, Ley hanya mengangguk pasrah.


Karena tidak ingin banyak mengobrol, Leyza dan Mbak Yana segera menyiapkannya di meja makan. Tidak lama kemudian, akhirnya Leyza mampu menyelesaikannya bersama Mbak Yana.


Setelah itu, Ley kembali ke kamar untuk membersihkan diri sebelum sarapan pagi bersama yang lainnya.


Saat membuka pintu kamar, Ley masih mendapati suaminya yang masih tidur dengan pulas sambil meringkuk memeluk guling.


Dilihatnya wajah tampan milik suaminya, Ley biasa saja menatap wajah suaminya. Bukan tidak terpesona, hanya saja tidak ingin membuatnya besar kepala, pikir Ley sambil mengacuhkannya.


Tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang tidur, Ley lebih memilih untuk membersihkan diri. Sebelumnya, Ley mengambil baju gantinya. Kemudian, cepat-cepat untuk segera membersihkan diri di kamar mandi.


Raga yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya setelah Ley masuk ke kamar mandi, tanpa pikir panjang dirinya langsung menuju kamar mandi setelah menyibak selimut tebalnya.


Alangkah terkejutnya saat mendapati pemandangan begitu indah yang selama ini belum pernah ia lihat secara keseluruhan, Raga menelan ludahnya dengan kasar.


Ingin memangsanya, itupun tidak 'kan mungkin untuk disambar begitu saja. Tetap saja, jiwa keinginannya mulai membuat tegang.


Saat itu juga, Ley menoleh dan sangat terkejutnya ketika melihat suaminya yang sudah berdiri menatapnya begitu intens.


"Aaaaaaa!" teriak Ley sekencang mungkin, Raga bergegas keluar dari kamar mandi.


Raga masih benar-benar belum bisa menormalkan pernapasannya, lantaran detak jantungnya berdegup sangat kencang akibat telah mendapati istrinya yang terlihat begitu sempurna tanpa ada kekurangan apapun pada fisiknya, hanya saja ada luka pada wajahnya yang terkadang mengganggu pandangannya.


Ley benar-benar merasa sial, dan segera menyudahi ritual mandinya. Takut, suaminya akan berubah menjadi buas, pikirnya dengan berbagai macam pikiran kotor.


Selesai mandi, Leyza cepat-cepat mengenakan baju gantinya dan segera keluar dari kamar mandi.


Dengan santainya, Raga duduk bersandar di atas tempat tidur sambil menyibukkan diri dengan ponselnya.

__ADS_1


Saat mendapati istrinya yang sudah keluar dari kamar mandi, Raga bergegas masuk tanpa canggung dan bersikap biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan telah terjadi sesuatu pada dirinya.


__ADS_2