
Sesampainya Di rumah nak istana. Andika dengan segera masuk kedalam kamarnya yang berada di lantai 3 menggunakan lift.
Ia tidak ingin mendengar pertanyaan-pertanyaan dari papa mamanya, karena ia juga masih ragu dengan hatinya. tapi setiap ia melihat senyum seorang Hafidza membuat ia tenang.
Papa irham dan mama Stella keheranan kenapa anaknya bertingkah aneh?. Biasanya kalo jam segini pasti minta kumpul di ruang keluarga. kenapa tumben langsung ke kamar?. mungkin capek. seperti itulah telepati antara suami istri itu.
Sementara Andika masih bingung dengan pikirannya, ia selalu terbayang akan gadis cantik yang baru saja ia temui beberapa menit lalu. Bulu mata lentik, Adanya Celak hitam dibawah mata yang menambah kesan manis, pipi chubby nya bibir pink yang tidak tebal dan tidak tipis tapi penuh. sebuah senyuman malu-malu yang selalu terngiang-ngiang di pikiran Andika.
Ia bertanya-tanya, bagaimana rasa bibir itu?
Astaghfirullah nyebut dik, jangan yang aneh-aneh, makanya minta sama penciptanya biar cepet halal.
Akhirnya Dika melaksanakan sholat fardhu isya dan sholat istikharah meminta pada sang pencipta agar insyaallah di beri petunjuk.
Andika berdoa. Ihdinassyiratal Mustaqim. Berilah jalan yang lurus Ya Allah.
Beda halnya dengan Andika.
Dikediaman pak Yislam. ayah, bunda serta Hafidza berada di ruang keluarga untuk membicarakan tentang Perjodohan.
"Bagaimana pendapatmu nak? apa kamu menerima perjodohan ini?" tanya ayah lembut sambil mengusap surai yang tertutup hijab itu.
"Insyaallah yah. Kalo menurut ayah itu yang terbaik Hafidza terima. tapi bukan hanya kehendak Hafidza saja yah. pihak mas Andika juga belum" ucap Hafidza yang semula bertatapan dengan ayahnya menjadi menunduk.
__ADS_1
Mendengar itu pak Yislam tersenyum.
"Kita tunggu aja yha nak. kamu yang sabar" tenang pak Yislam pada putrinya.
"cieeeee panggilnya mas cieee" bunda Sheila mulai menggoda putrinya yang pemalu ini.
hafidza hanya bisa menunduk dan tersenyum menyembunyikan pipinya yang memerah.
"iiih kamu gemes banget sih sayang" lanjut bunda melihat putrinya malu-malu meow dan mencubit gemas pipi putrinya.
"Bunda yang setiap hari liat kamu aja masih tetep gemes. apa lagi suami kamu nanti" ujar bunda tidak berhenti menggoda putrinya.
"iiih udah Bun nanti suami Hafidza nggak kebagian kalo misal di tarik bunda terus" kesal Hafidza. bukan terlihat marah tapi semakin menggemaskan.
"Good morning mom" Sapa Andika menarik kursi.
"morning my dear" balas Mama Stella.
"papa mana ma?" tanya Andika tidak melihat batang hidung papanya.
"Bentar lagi mungkin turun" jawab mama Stella sambil merapikan meja makan yang tersisa sedikit.
Dan bener saja orang yang ditanyakan akhirnya datang.
__ADS_1
"Good morning my wife" sapa papa irham sambil mencium pucuk kepala sang istri.
"morning to my hubby" jawab mama Stella tersenyum.
"Good morning my soon" sapa papa irham ke Andika.
"morning to dad" jawab andika malas melihat papa dan mamanya bermesraan didepannya.
'ingin rasanya diriku menghilang' batin Andika menangis.
Papa irham yang melihat respon anaknya hanya bisa terkekeh.
"ada yang mau Andika omongin yha nanti pa ma" beritahu Andika pada orang tuanya.
"iyha kita sarapan dulu" jawab mama Stella
"Iy. Pekerjaan papa juga bisa dihandle sama sekertaris dulu. jadi hari ini papa free juga nggak masalah" timpal Papa irham pula.
mereka makan dengan khidmat. hanya bunyi sendok garpu yang beradu dengan piring.
Setelah mereka selesai dengan sarapannya, mereka duduk santai diruang keluarga.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya papa irham memulai.
__ADS_1
"Cuma mau bilang ........"