
"Sudahlah Kirana, sekarang, lebih baik, kau kemasi barang-barangmu, dan pergi dari sini, jangan membuang air matamu di depanku." kata Rian.
Kirana lalu mengusap air matanya, kemudian ia pun bangkit dari duduknya.
" Baiklah Mas, aku akan segera pergi dari sini, aku juga tidak sudi berlama-lama disini." ucap Kirana tegas.
Ia pun bergegas pergi ke kamarnya.
Setelah Kirana pergi, Rian mendudukkan tubuhnya di atas sofa dengan kasar sambil menghela nafasnya.
Bella pun penghampiri Rian, dan duduk di sebelahnya.
" Kamu kenapa Mas? apa kamu masih berat melepas istrimu?" tanya Bella.
Rian pun memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya.
" Entahlah." jawab Rian singkat.
Walau bagaimanapun, Rian pernah sangat mencintai Kirana, hingga ego nya telah merubah semuanya, hingga ia pun mengambil keputusan tanpa berbicara apa pun pada Kirana, dan tentu saja itu sangat melukai hati Kirana, dan ia pun tau itu.
" Sudahlah mas, jangan terlalu di fikirkan, keputusanmu sudah tepat, kau sudah tidak mencintainya, jadi untuk apa masih kau pertahankan jika dia tidak mendapatkan cinta darimu, bukankah itu akan lebih menyakitkan buat Kirana." kata Bella.
" Kau benar, aku memang tidak salah memilihmu sebagai ibu dari anak-anakku." ucap Rian sambil mengelus lembut perut Bella.
" Mas, dia menendang." ucap Bella.
" Iya, anakku agresif sekali." ujar Rian.
Mereka pun tertawa bersama.
Kirana yang melihat kebahagiaan mereka, hanya bisa merasakan perih di hatinya.
" Mas, aku pamit." ujar Kirana yang sudah berdiri di dekat mereka dengan membawa dua koper besar.
Suara Kirana langsung menghentikan tawa mereka.
Rian lalu bangkit, begitu juga dengan Bella.
" Semoga kalian bahagia." ucap Kirana sebelum ia pergi.
" Akhirnya, aku akan menjadi nyonya Rian yang sesungguhnya." batin Bella sambil bergelayut di tangan Rian.
Sementara Rian hanya diam memandangi punggung Kirana yang semakin jauh.
" Maafkan aku Kirana, mungkin berpisah, adalah yang terbaik untuk kita, semoga kau menemukan kebahagiaan di luar sana." Batin Rian.
" Mas, kapan kita akan mengurus pernikahan kita ke KUA?" tanya Bella yang sudah tidak sabar.
" Setelah sidang perceraian ku dan Kirana selesai." ucap Rian yang terkesan datar.
Bella langsung mengerucutkan bibirnya.
" Kenapa tidak sekarang sih mas?" tanyanya dengan wajah yang di tekuk.
__ADS_1
" Bella, tolong mengerti, beri aku waktu oke." ucap Rian sambil menangkup kedua pipi Bella yang semakin berisi.
Bella pun menghela nafasnya pelan.
" Baiklah." ujarnya.
Rian lalu memeluk Bella dan mencium puncak kepala istri siri nya itu.
Sementara Kirana sudah berada di dalam taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.
Tujuannya saat ini adalah, rumah orang tuanya, karna ia membutuhkan seseorang untuk mencurahkan segala isi hatinya yang sedang terluka.
Butuh waktu 2 jam perjalanan untuk sampai ke rumah orang tuanya.
Selama perjalanan, Kirana hanya terdiam, dengan wajah yang mengarah ke jendela, tatapannya kosong, seakan semua harapannya telah sirna begitu saja.
Kilas balik saat Rian melamarnya di depan semua orang, kembali terbayang di ingatannya.
FLASHBACK *
Waktu itu, tepat di hari sabtu malam, Rian mengajak Kirana pergi ke suatu tempat.
" Kita mau kemana mas?" tanya Kirana, yang sudah menghabiskan waktunya 1 jam di dalam mobil, tapi, Rian belum juga sampai di tempat tujuannya yang entah dimana.
Rian lalu menepikan mobilnya, lalu mengeluarkan sebuah selendang kecil berwarna merah dari kantong celananya.
" Sebentar lagi kita sampai, tapi, aku harus menutup matamu dulu." ucap Rian sambil mengikatkan selendang merah itu menutupi mata Kirana.
" Karna aku, mau ngasih kejutan sama kamu." jawab Rian.
" Kejutan?" tanya Kirana sambil tersenyum.
" Iya, aku yakin, nanti kamu pasti akan suka dengan kejutan dariku." ucap Rian.
" Benarkah?" tanya Kirana yang berusaha menggoda Rian.
" Tentu saja." jawab Rian, sambil kembali menjalankan mobilnya.
" Baiklah, aku jadi tidak sabar melihat kejutan darimu itu, awas saja kalo sampai aku tidak terkejut." ucapnya sambil terkikik geli.
Rian hanya tersenyum sambil menggelengkan wajahnya.
15 menit kemudian, Rian pun menghentikan mobilnya.
" Ko berhenti mas, apa kita sudah sampai?" tanya Kirana.
" Iya, kita sudah sampai." jawab Rian sambil membuka seat belt yang mengikat di tubuhnya dan juga membuka seat belt yang mengikat di tubuh Kirana.
Tangan Kirana lalu mencoba membuka ikatan selendang itu.
" Kamu mau ngapain?" tanya Rian sambil menahan tangan Kirana.
" Ya mau buka penutup matanya, kita kan sudah sampai."ucap Kirana.
__ADS_1
" Tidak boleh, nanti aku yang akan membukanya, tunggu sebentar."ucap Rian.
Kirana pun menghela nafasnya pelan.
Rian lalu keluar dan membukakan pintu untuk Kirana.
Ia lalu memegang tangan Kirana untuk turun dari Mobil, lalu menuntunnya ke tempat yang sudah ia tentukan.
" Sekarang, aku akan membuka ikatan penutup mata ini, jadi, persiapkanlah jantungmu supaya tidak melompat dari tempatnya." kata Rian mencoba bercanda.
" Iya iya, aku sudah siap, jadi, cepatlah buka." kata Kirana.
Rian pun membuka ikatan selendang itu, perlahan Kirana membuka matanya dan menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang sangat terang.
Saat matanya sudah terbuka dan penglihatannya sudah sempurna, betapa terkejutnya ia melihat sebuah pemandangan yang begitu indah, sampai mulutnya menganga, matanya membulat dan jantungnya hampir terlepas dari tempatnya.
Sebuah taman yang di hiasi lampu warna-warni, dan juga hamparan bunga-bunga yang sangat cantik, dan juga banyak sekali foto dirinya dan Rian terpajang disana. Dan yang membuatnya lebih terkejut adalah adanya semua keluarganya, keluarga Rian dan juga para sahabat yang membawa balon besar yang bertuliskan " Will you Marry me?" dan mereka tersenyum lebar ke arahnya.
"Bagaimana sayang, apa kau suka dengan kejutannya?" tanya Rian.
" Sangat suka sekali." jawab Kirana.
Rian lalu berlutut di depan Kirana sambil membawa sebuah cincin permata di tangannya.
" So, will you Marry me?" tanya Rian.
" Yes, I do." jawab Kirana sambil matanya berkaca-kaca.
Rian langsung memeluk Kirana, semua orang pun bertepuk tangan.
Kirana pun sudah tak kuasa lagi membendung air matanya.
Rian lalu melepaskan pelukannya dan mengusap lembut air mata yang membasahi pipi Kirana dengan ibu jarinya.
Lalu, Rian pun memakaikan cincin itu ke jari manis Kirana.
" Sudah, sekarang, pakaikan juga untukku." ucap Rian.
Kirana pun mengangguk sambil tersenyum, lalu memakaikan cincin di jari manis Rian.
Semua orang kembali bertepuk tangan dan tenggelam dalam suasana haru.
" Ini adalah tanda, sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku seutuhnya." kata Rian.
Mereka pun kembali berpelukan.
*Flashback off*
Dulu Rian memberikan kejutan manis saat ia ingin memperistri Kirana, dan Rian pun memberi kejutan saat ia ingin melepas Kirana.
Tapi, kejutan yang dulu dan sekarang itu sangatlah berbeda, kejutan yang dulu, membuat Kirana sangat bahagia seolah ia ingin terbang ke langit ke tujuh, tapi kejutan Rian kali ini membuat hati Kirana hancur, rasanya ingin sekali ia mengubur dirinya dalam-dalam.
Rupanya Rian sangat berbakat dalam hal memberi kejutan, semua orang pasti akan benar-benar terkejut saat mendapatkan kejutan darinya.
__ADS_1