ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
HARI BAHAGIA ELA & MAX


__ADS_3

Tiba waktunya...


Hari yang di tunggu-tunggu dua keluarga besar Lucifer dan Horwitz


datang juga. Yaitu hari istimewa stimewa Elara Ganya Lucifer dan Maxxie Leonard Horwitz.


Hotel berbintang milik keluarga Maxxie yang berada di pusat kota Houston di sulap bak istana dalam semalam. Dekorasi mewah bernuansa gold dan off white menambah kesan glamor elegan.


Bunga mawar merah di sisi ballroom dengan cahaya lampu hias temaram, memancarkan suasana romantis.


Ribuan tamu undangan memenuhi ballroom luas yang bisa menampung banyak orang. Dari penampilannya, tamu yang hadir bukanlah orang biasa.


Mengingat Maxxie dan Elara bukanlah berasal orang sembarangan, wajar jika acara pernikahan mereka begitu mewah dan glamor.


Meskipun sebenarnya Ela dan Max menginginkan pernikahan yang hanya dihadiri keluarga dan teman dekat mereka saja namun keluarga besar mereka menginginkan sebaliknya.


Tamu undangan dari berbagai kalangan hadir untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai. Terlihat pesohor negeri tumplek menjadi satu di acara bahagia itu.


Canda tawa dari wajah yang hadir tak lain ingin memberikan ucapan selamat kepada kedua pasangan yang sedang berbahagia yaitu Elara dan Maxxie yang terlihat begitu mempesona malam ini.


Ditempat khusus yang sudah di sediakan terlihat pihak keluarga duduk sembari berbincang-bincang hangat. Senyuman tak henti menghiasi wajah dua keluarga yang duduk berdampingan.


Maxxie dan Ela sama-sama sudah ditinggal sang ayah. Namun Max masih memiliki ibu yang akan mendampingi nya. Sementara Elara telah di tinggal kedua orangtuanya. Oliver dan Olivia lah yang akan mendampinginya.


Saat mengetahui Max menjalin hubungan serius dengan Elara tentu saja Weslinne sang ibu memberikan restu. Bagi wanita yang melahirkan Max itu, putranya sudah terlalu lama sendiri dan menangisi kepergian Vivienne mendiang istrinya. Tentu saja dari pernikahan Max dan Elara, Weslinne mengharapkan cucu.

__ADS_1


Melalui ikatan pernikahan sekarang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga Lucifer dan Horwitz. Dua keluarga yang terkenal sukses dengan bisnis masing-masing.


Ditempat khusus itu juga sudah duduk Olivia dan Oliver sambil bergenggaman tangan. Keduanya tidak sungkan menutupi kemesraan di hadapan orang-orang. Sesekali Oliver mengusap perut istrinya yang sudah mulai nampak. Kehamilan Olivia sudah berusia dua belas minggu.


Menit berikutnya terdengar suara MC memberi tahu bahwa pengantin akan masuk ballroom dan meminta tamu undangan yang duduk untuk berdiri menyambut kedatangan kedua pasangan yang berbahagia saat ini Elara dan Maxxie.


Terlihat Ela dan Max sangat serasi sekali. Elara tampil cantik dan mempesona dengan gaun pengantin berwarna putih begitu juga Maxxie terlihat tampan. Tubuh atletis nya memakai tuxedo lengkap. Senyum bahagia tak henti menghiasi wajah keduanya. Bahkan Ela dan Max melambaikan tangan pada keluarga dan sahabat-sahabat mereka yang hadir.


Barisan Bridesmaids dan


groomsmen atau pengiring pengantin wanita dan pria terlihat kompak menggunakan seragam berwarna green lime berdiri di kedua sisi kanan dan kiri panggung nan megah itu.


*


Akhirnya puncak acara telah selesai di laksanakan. Semua prosesi sudah di jalani dengan lancar. Saat ini terlihat pasangan yang berbahagia itu sedang berdansa dengan romantis.


Bukanlah hal sulit bagi laki-laki seperti Maxxie yang terkenal sebagai pebisnis sukses dan duda tampan itu mendapatkan wanita di luaran sana. Tidak di minta pun banyak wanita yang menawarkan diri untuk menjadi kekasihnya. Apalagi dunia bisnis seperti yang diketahui selalu berdekatan dengan wanita-wanita cantik, baik itu rekan kerja mau pun rekanan perusahaan.


Namun Max tipikal laki-laki yang menjunjung kesetiaan dan tidak suka mempermainkan perasaan wanita.


Sejak di tinggal Vivienne, tak sekalipun Maxxie menghabiskan waktu dengan wanita lain mengisi rasa sepinya. Untuk move on dari kepergian Vivienne saja bukan hal mudah bagi laki-laki itu, ia membutuhkan waktu yang lama sebelum mengenal Elara. Hingga mereka di pertemukan dengan Elara dan Maxxie memiliki perasaan mendalam begitu pun sebaliknya.


Max tak henti memuji kecantikan istrinya yang baru saja di nikahi nya malam ini. Maxxie selalu membisikkan sesuatu di telinga Ela.


Pasangan Max dan Ela bagaikan raja dan ratu semalam, terlihat begitu serasi dan berbahagia. senyuman terus tersungging di bibir keduanya ketika akhir acara satu persatu tamu undangan memberikan ucapan selamat.

__ADS_1


Senyum bahagia tak henti terlukis di wajah Elara dan Maxxie ketika menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran teman hingga keluarga pada pernikahan mereka.


"Kak aku menyayangi mu", ucap Ela sambil memeluk erat Oliver di saat para tamu undangan sudah pulang dan hanya tinggal keluarga inti saja yang masih tersisa di ballroom.


"Aku sangat bahagia akhirnya kau benar-benar menemukan tambatan hati mu dan menikah dengan laki-laki baik seperti Maxxie, Elara", ujar Oliver membalas pelukan adiknya penuh kasih sayang.


Kemudian Ela berganti memeluk Olivia dengan hangat. Ipar layaknya seorang teman. Keduanya sangat akrab. "Oliv terimakasih untuk semuanya".


Olivia tersenyum. "Aku senang akhirnya kalian menikah Ela. Suami mu laki-laki baik dan bertanggung jawab, aku yakin kau akan berbahagia bersama nya".


"Iya Oliv. Aku tahu itu. Dan aku sangat mencintainya segenap jiwa raga ku", jawab Ela mendalam sambil bergelayut manja pada lengan Maxxie.


"Aku titipkan adikku pada mu Max.


Semoga kalian tidak menunda memiliki anak. Lihatlah istri ku sudah hamil anak kedua dan ketiga kami", ujar Oliver mengusap lembut perut istrinya yang sudah di pastikan hamil anak kembar.


"Tenang saja...tak lama lagi istri ku segera menyusul istrimu Oli. Akan segera ku buat Elara hamil juga. Kau jangan meragukan keperkasaan seorang Horwitz, kakak ipar", jawab Maxxie membuat keluarga yang mendengarnya tertawa.


Sementara wajah Elara sudah merah merona karena malu. Tapi ia sangat bahagia malam ini. Tangan Maxxie bahkan tak mau lepas memeluk pinggang nya.


"Alright... sudah semakin malam, aku dan istriku harus beristirahat".


"Bilang saja kau sudah tidak tahan menghabiskan malam ini, Max", celetuk salah satu sepupu Maxxie yang masih duduk berbincang-bincang bersama keluarga lainnya dan mendengar perkataan Maxxie.


"Iya, itu salah satunya", balas Max tanpa malu sedikit pun langsung mengangkat tubuh Elara ala bridal style. Tindakan Max membuat riuh suasana disana. Orang-orang yang melihat tingkah pasangan berbahagia tersebut bersorak-sorai sambil tertawa.

__ADS_1


...***...


__ADS_2