ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
MEMBUAT ADIK


__ADS_3

Olivia mengerjapkan kelopak matanya kala pagi menjelang. Ia ingin beranjak dari tempat tidur, namun Oliv merasakan ada tangan yang sedang memeluknya dari belakang, membuat pinggangnya seperti menopang berat.


Olivia masih berusaha mengumpulkan kesadaran nya. Merasakan sakit di sekujur tubuhnya, akibat percintaan nya dengan Oliver semalam suntuk. Bahkan berapa kali Oliver meminta lagi dan lagi yang membuat Olivia benar-benar kelelahan. Bahkan sesudah itu ia tidak menyadari apa-apa lagi di sekitarnya. Matanya terpejam, tertidur pulas dalam dekapan hangat Oliver.


Olivia membalikkan badannya menghadap Oliver. Senyum terlukis di wajah polos nya.


Tanpa ragu jemari tangannya menyusuri lekuk wajah tampan laki-laki itu.


"Kau sangat tampan sayang. Kau laki-laki tertampan kedua yang aku temui di dunia ini setelah ayah ku. Aku mencintaimu Oliver Asley Lucifer. Forever", bisik Olivia.


Sentuhan jemari telunjuk Olivia berakhir pada bibir seksi Oliver. Bibir sedikit tebal yang melahap tubuhnya semalam dengan buas dan meninggalkan tanda kepemilikan di sekujur tubuh Olivia, terutama di bagian dada dan leher wanita itu.


Seketika mata Oliver terbuka. Dan berakhir dengan tarikan tangan Oliver mengangkat tubuh Olivia yang masih polos ke atas tubuh nya. Tangan Oliver memeluk erat pinggang istrinya, seakan takut ia pergi darinya.


"Awww ...Oli kau sudah bangun? kamu mau apa Oli?", protes Olivia melebarkan kedua matanya yang berada di atas tubuh Oliver


"Memeluk istri ku, apalagi. Morning Kiss", seru Oliver mencium bibir Olivia yang terbuka tepat di atas wajahnya.


"Hentikan Oli. Aku mau mandi. Tubuh ku lengket semua. Bahkan kamu tidak mengizinkan aku membersihkan badan ku semalam. Huh, kau ini tidak pernah lelah", protes Olivia memukul dada bidang itu sambil menjauhkan tubuhnya dari Oliver.

__ADS_1


Olivia membalut badannya yang penuh tanda merah ulah Oliver dengan selimut tebal.


"Kenapa kau tutup tubuhmu dengan selimut itu sayang, apa yang kau tutupi dari ku hem?", goda Oliver setengah tertawa.


"Yang benar saja kau ini!", balas Olivia melototkan kedua matanya dengan wajah merona merah sambil berlari ke kamar mandi.


Oliver tertawa melihat tingkah Olivia, ia benar-benar suka melihatnya malu-malu seperti itu.


"Istri ku benar-benar membuatku berbeda, aku selalu tertawa bila di dekatnya. Ia sangat menggemaskan", gumam Oliver tersenyum bahagia.


Bagi Oliver ini adalah pagi terindah sepanjang hidupnya. Saat terjaga dari tidurnya, ia menemukan wanita yang sangat di cintai berada di samping nya.


Tanpa jeda keduanya bergumul sepanjang malam. Menumpahkan semua rasa yang terpendam selama ini.


*


"Selamat pagi tuan... nona". Sapa pelayan dengan hormat yang melihat Oliver dan Olivia keluar lift sambil ber genggaman tangan.


"Pagi Alba. Di mana putra ku?", tanya Oliver.

__ADS_1


"Tuan muda Asley ada di pinggir kolam renang tuan, berjemur sambil menikmati sarapan pagi".


Oliver menganggukkan kepalanya dan tersenyum hangat. "Terimakasih, lanjutkan pekerjaan mu".


"Baik tuan". Alba permisi undur diri pada Oliver dan Olivia. Bagi Alba bos-nya itu sangat berbeda pagi ini, tidak seperti hari-hari yang lalu nampak murung dan selalu tidur di ruang kerja atau pun di kantornya. Semenjak kemarin pulang ke mansion, atasannya itu tersenyum hangat pada semua pekerja di rumah itu.


Olivia tersenyum melihat Asley yang sedang menikmati makan paginya bersama Elara. Ela datang semalam dari New York saat Olivia dan Oliver berada di kamar mereka.


Asley yang melihat kedatangan orang tua nya tampak senang sekali. Begitu pula Elara, tersenyum penuh makna melihat wajah kakaknya dan Olivia tampak berseri-seri.


"Selamat pagi sayang", sapa Olivia mendekati anak itu.


"Apa mommy dan daddy sudah membuat adik untuk ku?", ucap Asley polos.


Olivia melebarkan kedua matanya kaget dengan pertanyaan anak itu. Sementara Oliver menatap selidik Elara yang terlihat menahan tawanya.


"Pasti kau yang sudah meracuni otak anak ku, Ela", ujar Oliver menggelengkan kepalanya sambil mencium pucuk kepala Asley.


"Daddy pastikan kau akan segera memiliki adik sayang. Kau ingin adik laki-laki atau perempuan, hem? Daddy dan mommy akan memberi mu adik yang banyak tidak lama lagi.."

__ADS_1


__ADS_2