ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
I AM YOURS


__ADS_3

Oliver me*umat begitu lembut bibir Olivia yang terasa dingin dan bergetar. Hasrat membara menguasai keduanya.


Detak jantung pun kian berdetak cepat saat kulit saling menyentuh, lidah dan jemari tangan pun ikut saling menjamah area sensitif tubuh masing-masing.


Tangan Olivia meremas punggung Oliver yang berada tepat di atas tubuhnya. Kali ini Olivia tak mampu lagi untuk menahannya seperti lima tahun yang lalu. Kerinduan benar-benar sudah begitu membuncah dan siap untuk di tumpahkan saat ini juga.


Percikan api cinta yang masih begitu menggelora dalam diri keduanya membutuhkan penyaluran hasrat. Olivia nampak tidak mau melepaskan tautan bibir Oliver yang masih menjelajah di dalam mulut nya. Lidah Oliver menari-nari menyapu rongga mulut Olivia. Terasa begitu nikmat.


"Ah–"


Oliver menindih tubuh Olivia , me*umat liar bibir Olivia. Oliver terus mencecap hingga ke dasarnya. Suara de*ahan Olivia tidak bisa di kondisikan lagi. Di sertai erangan memenuhi kamar mewah yang menjadi saksi bisu pergumulan keduanya.

__ADS_1


Oliver begitu hebat membuai tubuh Olivia ketika mulutnya semakin turun mencecap sekujur tubuh Olivia yang sudah polos.


Olivia semakin kacau ketika bibir dan tangan Oliver meremas dadanya, memainkan puncaknya yang sudah mengeras. Oliver betah berlama-lama membenamkan wajahnya di gunung kembar itu.


"Aku sangat menyukai perubahan dada mu sayang. Semakin berisi dan besar. Apa kau memberikan ASI eksklusif pada anak kita, hem?", tanya Oliver dengan suara terdengar serak.


"I-ya. Ah...Oh O-li, jangan seperti itu...Akh–"


Racauan kian keluar dari mulut Olivia kala hembusan panas nafas Oliver di rasakan Olivia di antara dua pahanya. Sontak tubuh Olivia hendak terduduk sambil merapatkan pahanya, namun terlambat karena tangan Oliver kembali menyibakkan paha putih mulus itu hingga memperlihatkan pusat tubuh Olivia tepat di depan wajahnya.


Di tatap seperti itu semakin membuat Olivia kacau. "O-li jangan menatapku seperti itu, aku malu", lirih Olivia dengan wajah memerah seperti tomat yang baru di petik.

__ADS_1


"Kenapa harus malu. Ini bukan yang pertama kali aku melihatnya. Aku sangat merindukan nya. Jangan di tutup, aku ingin merasakan diri mu seutuhnya", balas Oliver dengan suara terdengar berat dan tertahan.


"Ah O-liver...Aku mohon. J-angan... Ohh–"


Tubuh Olivia menggeliat dan mengelijang sembari mengeluarkan lengguhan tertahan dari mulutnya yang terbuka ketika merasakan lidah Oliver menari-nari di intinya.


Olivia kian nampak kacau dan frustasi . Sulit baginya mengimbangi permainan Oliver yang benar-benar menggila dan liar seperti itu.


Olivia hanya bisa pasrah. Tak henti mengeluarkan de*ahan merdu dari mulutnya. Semakin lama sentuhan Oliver semakin nikmat. Tubuh Oliv mengejang, jemari-jemari tangannya menekan kepala Oliver dan meremas rambut lebatnya. "Oh God, aku tidak kuat lagi..."


Oliver tahu istrinya baru saja mendapatkan pelepasannya. Senyum samar terlukis di wajahnya. Oliver mensejajarkan wajahnya pada wajah Olivia.

__ADS_1


"Sentuh milik ku Olivia. Bukankan kau ingin merasakannya, hem? Aku ingin merasakan sentuhan mu, sayang. Lakukan seperti yang kau inginkan", bisik Oliver lembut di telinga Olivia.


...***...


__ADS_2