ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
MISS YOU


__ADS_3

"Sentuh milik ku Olivia. Bukankan kau ingin merasakannya, hem? Aku ingin merasakan sentuhan mu, sayang. Lakukan seperti yang kau inginkan", bisik Oliver lembut di telinga Olivia.


"Akh O-li..."


Tubuh Olivia semakin meremang menerima sentuhan laki-laki itu. Sudah puluhan purnama di lewati Olivia tanpa ada yang menyentuh tubuhnya. Terakhir kali dirinya di buai oleh Oliver lima tahun yang lalu. Setelah itu tak satu laki-laki manapun menjamah tubuh nya. Meskipun di luaran sana banyak pria yang mendekati nya namun sikap dingin Olivia menggagalkan semua impian pria-pria itu.


Oliver merebahkan tubuhnya yang sudah polos samping Olivia. Oliver menarik tangan Oliv membawanya ke atas dadanya. "Rasakan jantungku, berdetak dengan cepat", bisiknya terdengar begitu intim.


Olivia memejamkan matanya, Sementara jemari tangannya mengusap-usap dada bidang Oliver. Perlahan kelopak matanya terbuka, keduanya saling bertatapan penuh perasaan.


"Sentuh milik sayang, aku ingin merasakannya", ucap Oliver dengan suara berat diliputi gairah yang kian membuncah dalam dirinya.


Jemari tangannya membelai wajah Olivia yang terlihat sangat mempesona. Mata indah itu bulat sempurna namun nampak sayu.


"A-ku tidak tahu caranya", ucap Olivia dengan suara lirih menatap Oliver dengan tatapan sayu. Tubuhnya semakin bergidik kala melihat milik laki-laki itu berdiri tegak dengan kokoh. Urat-urat merah bertonjolan.


Olivia tak berkedip menatapnya. Dengan susah payah wanita itu menelan salivanya sendiri saat Oliver menarik tangannya dan mengarahkan ke sana.


"Usapkan tangan mu, aku ingin merasakannya", pintanya.

__ADS_1


Dengan mulut terbuka, Olivia nampak ragu-ragu. Namun ia menuruti kemauan Oliver. Perlahan jemari-jemari lentik itu mengusap milik Oliver, menggosoknya dengan lembut.


Sontak tindakan Olivia membuat Oliver mengeram. "Ah shitt, sangat nikmat. Terus sayang, sentuh tubuh ku sesuka mu. Lakukan seperti yang kau mau", ucap Oliver serak.


Sebenarnya Oliver merasakan tubuhnya semakin panas, serasa ingin meledak saat itu juga. Namun ia ingin memberikan kesempatan pada Olivia menyalurkan keinginannya yang terpendam selama ini. Oliver ingin menebus semua perbuatannya pada Olivia yang melarangnya menyentuh dan bersuara saat mereka bercinta.


"Ahh shitt Olivia, kau benar-benar menggoda ku", umpat Oliver memejamkan matanya ketika merasakan sentuhan Olivia begitu nikmat membuatnya dirinya kian terlena.


Oliver menarik tubuh istrinya hingga membuatnya kembali terlentang di bawah kungkungan tubuh nya.


"Kau harus di hukum karena membuat tubuh ku ingin meledak seketika", ucap Oliver sambil me*umat bibir ranum istrinya. Jemari tangannya memilin puncak dada Olivia sementara jemari satunya mengusap inti wanita itu. Oliver kembali menyerang Olivia dengan buas dan liar. Membuat wanita itu lagi-lagi tak mampu mengimbangi nya.


"Ohh O-liver..."


Tubuh Olivia tak henti menggeliat bergerak ke kiri ke kanan hingga kepalanya menyentuh ujung tempat tidur. "A-ku mohon sayang, lakukan sekarang aku tidak kuat lagi", pintanya dengan suara bergetar menahan gelombang hasrat yang begitu menggelora dalam dirinya.


Olivia tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia melupakan rasa malu dan gengsi nya. Saat ini yang ia butuhkan Oliver. Ya...yang ia butuhkan tubuh Oliver segera memasuki nya.


"Aku sangat merindukan mu sayang. Aku merindukan sentuhan mu. Aku merindukan aroma tubuh mu. Aku merindukan semua yang ada pada mu Oliver. Sangat".

__ADS_1


Olivia membingkai wajah Oliver. Menyatukan bibirnya. Keduanya berciuman mesra dengan hasrat menggebu. Lidah saling membelit.


Perlahan Oliver mengarahkan milik nya pada inti Olivia yang sudah sangat basah. Dengan sekali hentakan keras miliknya menerobos masuk. Tanpa menunggu, laki-laki itu menghentakkan miliknya kedalam inti Olivia.


Olivia menjerit. Suara lenguhan di sertai de*ahan seketika terdengar memenuhi kamar berukuran luas tersebut. Olivia tak menyangka Oliver langsung menyerangnya seperti itu, tanpa jeda. Ia pikir Oliver akan bermain lembut, nyatanya laki-laki itu bermain keras dan kuat. Memasuki Olivia hingga dasar-dasarnya.


"Aku tidak bisa menahan diri ku Olivia. Aku terlalu menginginkan mu. Aku sudah terlalu lama menunggu saat-saat ini. Aku sangat merindukan malam ini", racau Oliver tanpa mengurangi hentakan tubuhnya.


"Akh–"


Suara de*ahan, erangan Olivia beradu dengan suara mengeram Oliver. Silih berganti tanpa henti memenuhi kamar mewah yang menjadi saksi bisu pergumulan panas diantara keduanya yang sedang melepaskan hasrat menggelora yang telah terpendam selama ini.


Hingga terdengar jeritan kecil Olivia ketika merasakan miliknya berkedut, merasakan milik Oliver yang berukuran besar semakin memenuhi pusat tubuhnya.


"Ah Oliv, kau sangat nikmat sayang", racau Oliver menekan miliknya kian dalam. Laki-laki itu memejamkan matanya sambil mengenadahkan wajah ke atas menyembuhkan cairan kental dan hangat miliknya ke dalam inti Olivia.


"Akh–"


Keduanya terkulai lemah.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Olivia. Kau hanya milik ku..."


...***...


__ADS_2