ISTRI YANG TERBUANG

ISTRI YANG TERBUANG
MENCARI KEBERADAAN ELA


__ADS_3

"Oliver...jadi kau juga tidak tahu keberadaan Ela?"


"Tentu saja aku tidak tahu", jawab Oliver cepat.


Jawaban Oliver membuat Maxxie terdiam sejenak. Tiba-tiba perasaannya tidak enak dan perasaan bersalah langsung menghinggapinya.


"Di mana kau sayang?"


Maxxie membuang nafasnya dengan kasar.


"Oli, ada yang harus kau ketahui. Semalam Ela menemui ku dan menjelaskan semuanya. Mengetahui ia hamil anak bajingan ini membuat ku emosi. Aku benar-benar marah mendengarnya. Sesaat Ela pergi baru aku sadar itu masa lalu Elara. Ketika aku menyusul Ela, ia sudah pergi. Menurut security, Ela pergi dalam keadaan menangis", ucap Maxxie memberikan penjelasan dengan raut wajah menyesal. "Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal. Seharusnya aku bisa menerima penjelasannya".


"Ck...Apa juga aku bilang kau itu tidak pantas untuk Elara. Kau egois Max. Apa kau lupa, diri mu juga tidak sempurna kau bukan perjaka ingat itu".


"Tutup mulutmu brengsek!", Hardik Maxxie sambil menunjuk wajah Elland.


"Maaf tuan, saya sela. Orang kita sudah mendapatkan rekaman CCTV jalan yang di lalui nona Elara. Tadi Bill menghubungi saya menceritakan semalam nona Elara sempat menemui tuan Maxxie. Dan saya sudah langsung memerintahkan orang kita menyusuri jejak adik tuan. Lihatlah. Beberapa jam yang lalu mobil nona Elara mengarah ke arah Dallas, tuan".


Oliver, Maxxie dan Elland sama-sama melihat rekaman yang di perlihatkan Javier melalui iPad miliknya.


Oliver dan Maxxie menatap fokus rekaman itu.


"Oli, aku yakin Ela pasti menemui bibi Sandra. Dalam keadaan rapuh seperti sekarang, Ela pasti ke makam bibi Sandra", ucap Elland spontan.

__ADS_1


Manik hitam Maxxie menghunus tajam menatap Elland yang yang sangat tahu kondisi Elara.


"Oliver, aku akan mencari tunangan ku sekarang juga".


"Aku juga akan mencari Elara Oli", seru Elland tidak mau kalah dari Maxxie.


Kedua tangan Maxxie terkepal kuat mendengar perkataan Elland yang ingin mencari Elara juga.


"Kau tidak akan kemana-mana Elland. Cukup Maxxie yang berkepentingan mencari keberadaan Ela", tegas Oliver yang nampak kesal pada Elland yang bersikeras memaksa mencari keberadaan adiknya.


"Tapi Maxxie tidak tahu alamat di mana adik mu berada. Aku yang sering ke sana–"


"Pergilah Max! Javier akan memberikan alamat di mana Ela. Aku harap kalian bisa menyelesaikan permasalahan di antara kalian berdua. Satu yang harus kau tahu, adikku benar-benar mencintaimu".


*


Setelah berkendara selama dua jam lebih, mobil Maxxie yang di kendarai sopirnya berhenti di carport sebuah mansion mewah berarsitektur klasik.


Cat berwarna peach blossom manambah mewah bangunan bertingkat itu. Halaman luas dihiasi tanaman hias membuat asri suasana di rumah itu.


Ketika sampai di gerbang utama yang terhubung langsung dengan jalan raya, penjaga keamanan langsung mempersilahkan mobil Maxxie masuk. Penjaga bilang, bos mereka Oliver sudah menghubungi mereka.


Ketika mobil berhenti,

__ADS_1


Max mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tak nampak mobil Elara di carport. Tanpa menunggu lama, Max langsung membuka pintu dengan tergesa-gesa menuju pintu kayu berukir indah. Jemari Max mengetukkan bel besi yang ada di depan pintu.


Setelah ketukan ketiga barulah pintu tersebut terbuka. Seorang wanita paruh baya berdiri dengan senyuman di wajahnya.


"Maaf bibi, aku ingin bertemu dengan tunangan ku Elara. Apa Ela ada di dalam?"


"Nona Ela tidak ada tuan, sudah lama nona mudah tidak datang kemari", jawab wanita itu dengan ramah.


Mendengar Elara tidak ada, membuat perasaan Maxxie berdebar kencang. Sejujurnya sekarang Max sangat kuatir dengan Ela.


"Nyonya, apa tidak ada lagi yang biasa nona Elara kunjungi selain mansion ini di Dallas?", tanya Billy yang berada di belakang Max yang terlihat panik dengan memikat keningnya.


Bill tahu bos-nya itu sudah sangat gugup, seketika mengetahui tunangannya tidak ada.


"Ada tuan. Villa keluarga Lucifer. Satu setengah jam dari sini. Tepatnya nya di luar kota Dallas".


"Tuan dan nyonya besar dulu ketika anak-anak mereka masih kecil sering menghabiskan waktu di sana. Mungkin nona muda merindukan tempat itu"


"Bill, jangan membuang waktu. Kita ke sana sekarang juga!"


"Baik tuan.."


...***...

__ADS_1


__ADS_2